Bukan hanya ikan laut saja yang disajikan dengan cara di bakar. Di Makasar, ikan bolu atau bandeng juga disajikan dengan cara dibakar. Bahan untuk memasak ikan bandeng bakar bumbu makassar: 1. 2 ekor (setara 350 gram) ikan bandeng. 2. 2 sendok makan margarin, panaskan sampai meleleh. 3. Larutan air asam jawa yang dibuat dari 2 sendok teh asam jawa dan 2 sendok makan air putih, gunakan 2 sendok teh saja. Bumbu yang dihaluskan: 1. 3 siung bawang putih. 2. 7 siung bawang merah. 3. Garam, gula pasir, dan lada putih bubuk secukupnya. 4. 1 batang serai, gunakan bagian putihnya saja, kemudian dimemarkan. Tips: 1. Pastikan ikan bandeng masih segar. 2. Sebagai pelengkap, Anda boleh menghidangkannya dengan aneka sambal sesuai selera. Cara memasak ikan bandeng bakar bumbu makassar: 1. Balur ikan bandeng dengan air larutan asam jawa, diamkan selama 15 menit. 2. Setelah 15 menit, tambahkan bumbu yang sud...
Home » Cara Buat Sayuran » CARA MEMBUAT KAPURUNG PALOPO CARA MEMBUAT KAPURUNG PALOPO Diposkan oleh Heni Herawati Resep Kapurung Ikan Palopo Sederhana Spesial Asli Enak. Kapurung adalah masakan sagu dengan aneka sayuran dan ikan udang terkadang daging ayam dinamai bugalu ayam yang dilengkapi dengan sambal pedas makanan daerah khas sulawesi selatan tepatnya sekitar tanah luwu, Palopo Makasar, Sulawesi Selatan. Menyantapnya tak perlu lagi dengan nasi karena bola-bola sagu sudah merupakan karbohidrat, tapi kalau Anda suka nasi ya tetap enak apa salahnya ya kan? Foto Kapurung Sagu Enak Asli Palopo Makassar Sulawesi Selatan Gambar Kapurung Palopo Ternyata Makassar Sulawesi Selatan tidak kalah sama Bandung Jawa Barat kalau soal kuliner, selain Resep Coto Makassar ternyata ada masakan yang mulai populer yaitu Kapurung. Di Papua dan di kepulauan Maluku misalnya. Mereka menamakan kapurung sebagai 'papeda'. Kapurung Palopo yang paling terkenal adalah yang di...
Tari Ma'randing adalah tarian tradisional Sulawesi Selatan yang dipentaskan pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi). Para penari menggunakan pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing sendiri berasal dari kata randing yang berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam memakai senjata tradisional Sulawesi Selatan dan menunjukkan keteguhan hati serta kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Tarian Ma'randing dibawakan oleh beberapa orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo' todolo) menunjukkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian. Tari ini dilakukan dengan 4 prinsip gerakan, yaitu : 1....
Kompleks ini terletak di sebelah utara bukit Tamalate, merupakan area pemakaman raja-raja Gowa dari masa yang lebih kemudian, dan raja-raja yang dimakamkan di kompleks makam Tamalate dan Bonto Biraeng. Pada kompleks ini terdapat bangunan makam kubah dan jirat biasa. Jirat dan nisannya dominan terhuat dari ukiran kayu. Jirat kayu diukir, dengan pahatan hiasan untaian flora, meng¬gunakan warna menyolok, merah dan terutama kuning keemasan. Pada bagian kepala dan kaki jirat terdapat semacam gunungan yang dilengkapi dengan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an dan identitas yang dimakamkan. Ragam hias beberapa kubah -memperlihatkan adanya pengaruh anasir Barat, terutama terlihat pada pintu masuk. Kubah makam di kompleks ini berukuran lebih besar dari pada makam lain. Di dalam kubah terdapat sejumlah makam, mungkin dari satu keluarga terdekat. Makam-makam di dalam kubah diatur berjajar dua. Lantai kubah lebih tinggi 60-75 cm dari permukaan tanah atau dasar pintu masuk....
Kompleks makam ini terletak pada dataran rendah Lakiung di sebelah barat Mésjid Katangka. Di dalam kompleks ini terdapat 4 buah cungkup dan sejumlah makam biasa. Makam Syekh Yusuf terdapat di dalam cungkup terbesar, berbentuk bujur sangkar Pintu masuk terletak di sisi Selatan. Puncak cungkup berhias keramik. Makam ini merupakan makam kedua. Ketika wafat di pengasingan, Kaap, tanggal 23 Mei 1699, beliau di¬makamkan untuk pertama kalinya di Faure, Afrika Selatan. Raja Gowa meminta kepada pemerintah Belanda agar jasad Syekh Yusuf dipulangkan dan dimakamkan di Gowa. Lima tahun sesudah wafat (1704) baru per¬mintaan tersebut dikabulkan. Jasadnya dibawa pulang bersama keluarga dengan kapal de Spiegel yang berlayar langsung dan Kaap ke Gowa. Pada tanggal 6 April 1705, tulang kerangka Syekh Yusuf dimakamkan dengan upacara adat pemakaman bangsawan di Lakiung. Di atas makamnya dibangun kubah yang disebut kobbanga oleh orang Makassar. Makam Syekh Yusuf mempunyai dua nisan...
Maccera manurung ini adalah tradisi yang di lakukan secara turun temurun oleh masyarakat enrekang khususnya di daerah kaluppini, acara maccera manurung ini merupakan salah satu ritual pengungkapan rasa syukur atas keberhasilan tanaman pertanian . masyarakat sangat antusias untuk melakukan Tradisi ini karena hanya di lakukan setiap 8 tahun sekali, bukan masyarakat enrekang saja bahkan masyarakat dari luar provinsi bahkan perantau pun berdatangan untuk ikut merayakan upacara adat tersebut.upacara ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Adapun larangan (pemali ) tidak bisa di lakukan pada saat di area maccera manurung,yaitu: Memakai pakaian berwarna kuning merokok memakai emas memakan ubi jalar, kacang tanah,kambing dan kerbau putih membawa atau menyalakan lampu senter atau lampu sorot lainnya. membawa senjata tajam. Upacara adat ini di pimpin oleh petua adat setempat dan b...
Bisa dibilang permainan ini adalah permainan favorit bagi mereka yang lahir di tahun 90-an. Permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak lelaki ketimbang anak perempuan karena permainan ini menuntut perencanaan strategi tiap tim dan kekuatan berlari dari tiap-tiap pemain. Walau demikian, sebenarnya anak perempuan pun ada yang ikut memainkan permainan ini. Di Makassar, Permainan yang dimainkan oleh dua tim ini dinamakan permainan 'Bom'. Di daerah lain, ada yang menyebutnya 'Benteng'. Untuk memainkan permainan ini, terlebih dahulu dibentuk 2 tim yang tiap timnya berisi 4 orang atau lebih. Kemudian tiap-tiap tim memiliki sebuah benda yang harus dijaga, biasanya menggunakan batu. Nah, tiap tim juga memiliki batas wilayah yang telah disepakati bersama. Dan tiap pemain yang memasuki wilayah lawan dan tersentuh, maka harus ditahan sampai rekan satu timnya menyelamatkan dengan menyentuhnya kembali. Tim yang paling banyak menginjak batu yang dijaga oleh lawannya adalah pemenang dari permaina...
Bagi masyarakat Bugis tradisi khitan bagi anak perempuan disebut Makkatte’ sementara untuk anak laki-laki disebut Massunna’. Tradisi Makkatte’ erat kaitannya dengan ritual keagaamaan karena bagi masyarakat Bugis, Makkatte’ juga dikenal sebagi ritual pengislaman bagi anak perempuan. Anak yang dikatte’ biasanya berumur 4 – 7 tahun. Proses pelaksanaan tradisi ini dilakukan oleh seorang perempuan yang ahli dan dipercayai oleh keluarga, disebut Sanro. Sebelum tradisi dimulai disediakan beras yang diletakkan dalam sebuah nampan lebar dengan kelapa yang telah dibuka sabuknya serta gula merah yang telah dipotong-potong dan diletakkan di atas piring kecil serta ayam kampung hidup. Setelah itu anak perempuan dituntun untuk berwudhu dan “dipabbajui” atau dipakaikan baju bodo dengan “ lipa sabbe’” (sarung sutra khas Bugis). Selanjutnya si anak duduk di atas bantal yang telah dilapisi dengan sarun...
Mallangiri Arajange adalah ritual pencucian benda pusaka kerajaan Soppeng. Pada rangkaian ritual ini, akan ada upacara pemanggilan roh leluhur dari empat penjuru mata angin, pemotongan kerbau sebagai bentuk qurban, dan atraksi bissu yang memadamkan api dengan kaki telanjang. Sumber: http://gosulsel.com/2016/05/04/7-ritual-adat-di-sulsel-dengan-sakralitas-pada-tiap-prosesinya/4/