Budaya Indonesia
1.050 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serat Wulangreh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Wulangreh ini merupakan salah satu karya Paku Buwana IV, putra Paku Buwana III. Pakubuwana IV ini lebih dikenal dengan sebutan Sunan Bagus, yang mewarisi darah  kaprabon  dan  kapujanggan  ramandanya. Mendapat gelar demikian karena memang memiliki wajah yang sangat tampan. Dalam usia yang cukup belia, 19 tahun, Sunan Bagus naik tahta menggantikan ayahandanya PB III. Pakubuwana IV memegang tampuk pemerintahan Kraton Surakarta Hadiningrat sejak tahun 1788 sampai dengan 1820 M. Nama kecil Paku Buwana IV adalah Bendara Raden Mas Sambadya. Beliau lahir dari permaisuri Sunan Paku Buwana III yang bernama Gusti Ratu Kencana, pada hari Kamis Wage, 18 Rabiul Akhir 1694 Saka atau 2 September 1768 Masehi. Memegang pemerintahan selama 32 tahun (1788-1820), dan wafat pada hari Senin Pahing, 25 Besar 1747 Saka atau 2 Oktober 1820 M (Purwadi, 2007:81). Banyak jasa dan perubahan yang dilakukan oleh PB IV ini, baik itu bersifat fisik maupun non-fisik. Da...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Babad Tanah Jawi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Cerita sejarah legendaris mulai dengan Nabi Adam dan anak keturunannya sampai dengan Nabi Muhammad, dan kemudian terus sampai raja-raja Pajajaran dan Majalengka ( Majapahit). Kemudian cerita Jaka Tarub dan kisah Seh Malaya (Sunan Kalijaga) dan para wali lainnya. Kemudian Kerajaan Demak didirikan dan akhirnya berhasil merebut kerajaan Majapahit. Pupuh terahir adalah tambahan yang tidak diambil dari babad atau buku sejarah, tetapi dari buku suluk atau piwulang yang memberi ajaran mengenai kehidupan moral dan keagamaan. Pupuh tambahan ini boleh dinamakan Suluk Abdul Jalil, mengambil nama Seh Abdul Jalil, tokoh utama yang mengutarakan masalah-masalah keagamaan didalamnya. Naskah ini mengandung beberapa macam informasi mengenai asal usulnya, tetapi banyak yang tidak cocok, sehingga tarigh penyalinan yang diberikan tidak dapat dijadikan pegangan. Si carik yang menyalin naskah ini menyebutkan namanya sebagai Kartasetiya (h.2) dari Tulas yang pernah belajar di pesantren di panaraga,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Rama
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Judul : Serat Rama Letak : Pustaka Artati, Perpustakaan Pusat Universitas Sanata Dharma, Mrican, Gejayan, Yogyakarta Nomor klasifikasi : 899. 222 2 Jas S C.1 Dikarang oleh : R. Ng. Yasadipura Pembuka oleh : J. Kats Dalam satu jilidan terdapat dua bundel naskah: jilid I dan II Aksara : Latin berbahasa Jawa ejaan lama. Iluminasi : tidak ada. Hanya terdapat foto-foto yang dicetak hitam putih. Isi : ringkasan singkat mengenai Kakawin Ramayana karangan Valmiki, foto-foto relief Ramayana yang terdapat di Candi Prambanan dan Candi Panataran, Serat Rama dan uraian isinya secara singkat.   Sumber: https://firaflies.wordpress.com/2015/10/31/serat-rama/ Sumber foto: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1558#prettyPhoto

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Warna-Warni
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah yang juga berjudul Islamitisch Godsdients ini terdiri atas enam teks. Enam teks tersebut berjudul Serat Kaliamah Kalih, Suluk Aceh, Serat Mukarannah, Serat Wirit-wiritipun Para Wali, Primbon Donga Anebihaken Sakit Sambang, dan Primbon Donga Anyalataken Mayit.   Naskah yang disalin R. Panji Suryawijaya di Batavia antara tahun 1862-1864 ini berbahan kertas Eropa berjumlah 145 halaman berukuran 16,3 x 19,1 cm. Ditulis miring ke kanan dalam bentuk macapat menggunakan tinta cair warna hitam dengan aksara dan bahasa Jawa. Teks masih dapat dibaca dengan baik, ditulis di dalam ruang tulis yang berukuran 12,5 cm hurufnya berukuran 0,7 cm dengan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 15 baris per halaman dan terdapat beberapa halaman kosong. Pemilik asal naskah ini yaitu A.B. Cohen Stuart, naskah diserahan kepada Bataviaasch Genootschap sebagai koleksi titipan Cohen Stuart. Sekarang tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas, dengan nomor naskah Cs 19 dan nomor roll film...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Babad Balambangan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah ini disalin Brandes pada 1894, isi naskah ini dari naskah-naskah Babad Bamblangan versi prosa 1. Naskah dilengkapi terjemahan yang disunting oleh Tuti Munawar pada 10 Oktober 1974 dan diterbitkan oleh Pusnas. Terdapat dua stempel kepemilikan dari Tjoa Liang Gie, Bandowoso, Java dan; Batavia Genootschap. Jilid dan lem sudah mulai rusak. Naskah bertema sejarah ini ditulis dalam bentuk prosa, berbahankan kertas Eropa bergaris berjumlah 18 halaman berukuran 20,8 x 33,1 cm. Teks masih dapat dibaca dengan baik, ditulis miring di dalam ruang tulis yang berukuran 20,4 cm menggunakan pena warna hitam dengan aksara dan bahasa Jawa, ukuran hurufnya yaitu 0,4 cm dan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 40 baris per halaman. Pemerolehan naskah ini tidak dijelaskan lebih jauh, hanya disebutkan bahwa pemilik asal naskah ini yaitu Tjoa Liang Gie. Sekarang naskah tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas dengan nomor naskah KBG 337, dengan nomor roll film 160.02. Tentang naskah ini dapat dilihat...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Hantu Ilung Lanjang (Bawean)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sosoknya seperti kakek-kakek tua yang renta, ia bertubuh bungkuk seperti udang dan juga berambut putih. Nama Ilung  Ranjang  Lanjang ini juga diambil berdasarkan sosok tubuhnya yang memiliki hidung yang panjang dan menyeret ke tanah saat berjalan. Tapi bukan Pinokio, hidungnya yang panjang, bisa ia gunakan juga sebagai tongkat.   Oh iya, hantu ini digambarkan sebagai hantu paling senior yang berada di Pulau Bawean. Dia hanya akan datang untuk menghampiri adik-adik kecilmu yang masih terbangun saat malam hari, dengan suara gaduh yang berasal dari hentakan hidungnya. Konon, hantu ini juga menyukai jasad anak kecil karena ia akan menyedot sari pati milik jasad anak tersebut. Tapi ada kisah sedih juga yang dialami oleh Hantu Ilung Lanjang, dimasa lalu sosok penampakannya tak hanya ampuh untuk menakuti-nakuti anak kecil yang susah tidur.    Kehadiran Ilung Lanjang juga bisa menjaga desa dan mengusir para kawanan perampok yang berbua...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Hantu Kisut
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Hantu ini berasal dari jawa Timur, tepatnya daerah Pacitan. Dia akan senang apabila ada pendatang baru yang akan tinggal di Pacitan. Kenapa disebut hantu Kisut? Karena hantu ini akan berubah ukurannya sesuai dengan bayangan tubuh yang diikutinya. Uniknya, hantu ini juga akan mengikuti gaya dan gerak-gerik orang tersebut. Waspada saja, siapa tahu bayanganmu yang kamu lihat itu ialah bukan bayangan kamu sendiri, melainkan bayangannya. Tapi tenang saja, selama kamu nggak punya niat jahat, hantu  bol  kisut ini nggak akan mengganggumu kok. Sumber: http://www.kejadiananeh.com/2016/03/legenda-hantu-mengerikan-indonesia.html

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Serat Wedhatama
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Wedhatama  adalah sebuah karya  s astra Jawa Ba ru  yang bisa digolongkan sebagai karya moralistis-didaktis yang sedikit dipengaruhi Islam. Karya ini secara formal dinyatakan ditulis oleh  K GPAA   Mangkunegara IV . Walaupun demikian didapat indikasi bahwa penulisnya bukanlah satu orang. [1] Serat ini dianggap sebagai salah satu puncak estetika sastra Jawa abad ke-19 dan memiliki karakter mistik yang kuat. Bentuknya adalah  tem bang , yang biasa dipakai pada masa itu.  Serat ini terdiri dari 100 pupuh ( b ait ,  canto ) tembang  ma capat , yang dibagi dalam lima lagu, yaitu Pangkur  (14 pupuh, I - XIV)) Sinom  (18 pupuh, XV - XXXII) Pocung  (15 pupuh, XXXIII - XLVII) Gambuh  (35 pupuh, XLVIII - LXXXII) Kinanthi  (18 pupuh, LXXXIII - C) Isinya adalah merupakan falsafah kehidupan, seperti hidup bertenggang rasa, ba...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Arjuna Wiwaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Arjuna Wiwaha adalah sebuah karya sastra kuno yang dibuat dan digubah pertama kali pada abad ke-11 masehi. Seorang empu bernama Kanwa menulisnya saat masa pemerintahan Prabu Airlangga yang menguasai Jawa Timur sekitar tahun 1019-1042. Sastra ini menjadi pusaka berharga karena menjadi bukti peradaban manusia zaman dahulu yang ternyata sudah maju. Bahkan mengenal baca tulis meski hanya kalangan tertentu saja. Kitab yang lagi-lagi berupa  kakawin  ini berisi syair mengenai perjuangan Arjuna. Sebuah tokoh pewayangan yang sangat hebat. Dikisahkan Arjuna sedang bertapa di Gunung Mahameru. Dewa mengujinya dengan mengirim tujuh bidadari yang sangat cantik. Bidadari itu disuruh menggodanya, namun Arjuna lulus godaan. Akhirnya Arjuna disuruh melawan raksasa yang mengamuk di kayangan. Karena berhasil ia boleh mengawini tujuh bidadari yang menggodanya tadi. Sumber: https://www.boombastis.com/kitab-kuno-indonesia/45752

avatar
Arum Tunjung