810 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lempuk Durian khas Bangka
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Penjelasan Singkat mengenai Lempuk   Durian khas Bangka Lempuk durian khas Bangka adalah durian yang diambil dagingnya, dimasak menggunakan gula yang jumlahnya banyak dengan perbandingan 1:1, sampai kering (dengan api yang kecil). Lempuk durian biasanya dibuat pada saat musim durian.   Bahan-bahannya: 1. 1 mangkuk daging durian 2. 1 mangkuk gula, berat sama dengan durian   Alat-alatnya: 1. Pisau besar/golok 2. Wajan/penggorengan 3. Sodet   Cara pembuatannya: 1. Durian dibelah untuk diambil dagingnya dengan menggunakan golok. Setelah itu, dagingnya dipisahkan dari bijinya. 2. Ukur jumlah gula hingga sama beratnya dengan daging durian. 3. Persiapkan api dan taruh penggorengan di atas tungku. 4. Masukkan daging dan gula ke dalam penggorengan, lalu dimasak dengan menggunakan api kecil sambil diaduk-aduk sampai mengental. 5. Matikan api, jemur masakan sampai kering. Jadilah lempuk durian k...

avatar
OSKM18_16518118_Yonatan Viody
Gambar Entri
Tradisi Maras Taun
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Maras Taun merupakan tradisi asli Belitung sejak dahulu. Tradisi ini berupa tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan laut. Maras Taun sendiri di ambil dari kata Maras dan Taun, maras memiliki arti memotong dan taun memiliki arti tahun. Kegiatan Maras Taun diawali dengan acara Menari oleh para petani atau nelayan diiringi dengan lagu Maras Taun. Setelah itu mereka mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh seorang dukun kampong, lalu dukun kampong membakar sepotong garu atau kemenyan sambil berdoa dan memberkati dua lembar daun sakral yaitu daun ati-ati dan neruse. Setelah itu daun tersebut diberikan kepada warga untuk disebarkan di sekitar rumah dan perahu mereka sebagai simbol keberuntungan setelah itu diakhir kegiatan warga memperebutkan lepat yang dibuat oleh setiap warga, ini merupakan simbol dari kegembiraan warga atas hasil panen dan tangkapan ikan  

avatar
Oskm2018_19818008_Aldri Hardiansyah
Gambar Entri
Pangkak Biji Karet
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Kepulauan Bangka Belitung

Karet merupakan salah satu tanaman yang melimpah di wilayah provinsi di Bangka Belitung. Sampai sekarang, karet juga masih merupakan salah satu komoditi perdangangan masyarakat Bangka Belitung walaupun jumlahnya tak sebanyak dulu. Umumnya, bagian karet yang digunakan hanyalah getahnya sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis benda, seperti karet gelang, ban, dll. Karet juga memiliki biji yang dimana bentuknya bulat dan memiliki cangkang yang sangat keras. Biji karet sangat mudah ditemukan karena sering kali jatuh berserakan di tanah. Biasanya, biji karet hanya digunakan sebagai alat perkembang biakkan karet. Biji karet sebenarnya bisa dimakan, tetapi apabila dimakan langsung dapat menyebabkan pusing dan mual. Karena jumlahnya yang sangat banyak, anak-anak lokal Bangka Belitung memanfaatkan biji karet tersebut sebagai mainan. Pangkak biji karet adalah sebuah permainan mengadu buah karet. Biasanya, anak-anak akan pergi ke kebun karet untuk mencari buah karet yang akan mereka pa...

avatar
OSKM_16318151_Rafi Fakhri
Gambar Entri
Selikur
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas.   Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...

avatar
Oskm18_16118110_cherolyn
Gambar Entri
Selikur
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Budaya Selikur adalah budaya yang hanya muncul pada bulan Ramadhan. Biasanya, budaya ini berlangsung selama satu minggu; dimulai dari malam puasa ramadhan yang ke-21 hingga malam takbiran. Budaya Selikur, pada awalnya, ditandai oleh lampu sulur, atau lampu minyak tanah tradisional, yang dipasang di halaman depan rumah warga. Biasanya, pada hari pertama, dipasang satu lampu. Kemudian, pada hari kedua, dipasang dua lampu, dan seterusnya hingga malam takbiran. Kebiasaan ini memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dengan lampu-lampu yang meriah dan indah. Lampu-lampu tradisional tersebut dibuat menggunakan bahan yang bervariasi seperti bambu dan botol bekas.   Budaya Selikur ditemani dengan permainan Bedil, yaitu meriam bambu yang dibuat sendiri. Permainan ini dimulai ketika waktu maghrib tiba. Selain itu, mulainya Selikur menandakan permulaan acara jual beli kue tanah. Kue tanah ini merupakan kue mainan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dibakar seperti kue y...

avatar
Oskm18_16118110_cherolyn
Gambar Entri
Kroket Bangka
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

pada umumnya, ada banyak sekali versi Kroket di setiap daerah di Indonesia maka tidak aneh jika Kroket ada versi Bangka juga. Kroket Bangka ini sudah menjadi Jajanan yang cukup khas di Bangka. Gorengan ini terbuat dari Singkong dan Terigu dengan Isi yang sebenarnya bisa dibuat sesuai selera dan cukup mudah untuk dibuat sendiri dirumah. Makanan ini juga cukup mengenyangkan dan bisa menjadi alternatif pengganti nasi. Berikut dibawah ini resep kroket yang biasa keluarga saya buat: Bahan-Bahan; 1) Bahan 1 (Adonan): 1 kg Singkong 250 gr Terigu Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng) Air secukupnya 2) Bahan 2 (Isi): 250 gr Wortel 250 gr Kentang 250 gr Daging Ayam 100 gr Udang Kering (opsional) 3 btg Seledri 2 btg Bawang Daun 3 sdm Minyak Goreng (untuk menumis) 3) Bahan 3 (Bumbu): 1 sdm Merica utuh (bisa juga yang sudah halus) garam dan gula secukupnya 3 siung Bawang Putih 3 siung  Bawan...

avatar
OSKM18_16618176_Ezra Aftarekh Arashian
Gambar Entri
kawin masal
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

keberagaman suku dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. dengan adanya suku dan budaya membuat indonesia kaya akan tradisi unik. salah satu tradisi unik masyarakat indonesia, terdapat di Pulau Bangka yaitu tradisi kawin masal. kawin masal merupakan salah satu adat istiadat peningglan zaman kerajaan sriwijaya yang dapat disaksikan pada masyarakat Pulau Bangka. acara ini diadakan pada hari-hari baik sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan dinamakan musim kawin. musim kawin adalah salah satu pesta kawin massal, setelah panen lada. tradisi nikah massal sebenarnya ada beberapa di pulau bangka, namun dewasa ini tradisi tersebut semakin luntur. salh satu daerah yang masih menjalaninnya adalah desa serdang, kecamatan toboali, kabupaten Bangka Selatan. tradisi nikah massal disana disebut dengan "kawin heredek" kawin heredek secara harfiah artinya adalah menikah secara beramai-ramai. waktu yang dinilai paling tepat untuk melakukan tradisi ini adalah setelah hari raya idul...

avatar
Oskm18_19718209_mauli
Gambar Entri
Mie Kuah Ikan : Makanan yang Membangun Kekeluargaan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Toboali merupakan kecamatan yang terletak di paling selatan dari Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Toboali adalah nama kota sekaligus ibukota kabupaten Bangka Selatan yang terkenal akan keindahan pantainya dan juga makanannya. Salah satu makanan yang paling terkenal dari pesisir ini adalah Mie Kuah Ikan. Mie Kuah Ikan ini sendiri terdiri dari mie kuning dan kuah ikan yang dibuat dari ikan tenggiri yang dikukus, ditumbuk, ditumis dengan bawang merah, kemudian diberikan air, lada, dan garam. Makanan ini pun kerap dikonsumsi dengan cabe potong, tauge, kerupuk udang, telor rebus, otak-otak ikan, bawang goreng, ataupun pempek khas Bangka (Masyarakat Bangka mempunyai ciri khas pempek tersendiri yang berbeda dengan masyarakat Palembang. Hal ini disebabkan oleh masyarakat Bangka yang tidak menggunakan gula aren di dalam pembuatan cuka pempek mereka). Menurut orang-orang Bangka, Mie Kuah Ikan ini akan menjadi sangat nikmat jika dinikmati seusai bermain di pantai be...

avatar
OSKM18_19918046_Jeanette
Gambar Entri
Tradisi Ceng Beng
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Tradisi Ceng Beng atau lebih dikenal Festival Qingming ( æ¸...æ˜Å½ç¯€)  di Bahasa Mandarin adalah ritual tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival ini diadakan pada tanggal 5 April (4 April jika tahun kabisat) dan ziarah makam diadakan antara 10 hari sebelum dan sesudah hari Ceng Beng (25/24 Maret-15/14 April) dengan puncaknya pada hari minggu terakhir sebelum 5 April. Di Indonesia, tradisi ini dapat disamakan dengan 'nyekar'. Untuk Orang Tionghoa biasanya ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mengingat nenek moyang, berdoa di depan kuburan nenek moyang, membersihkan sekitar kuburan, atau memberi sesaji. Biasanya, setelah selesai membersihkan makam, Orang Tionghoa membakar kertas berwarna keemasan (kim cua) dan kertas yang berwarna keperakan (gin cua) untuk upacara sembhayang. Sesudah acara Ceng Beng, biasanya Orang Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar dan berwisata ke wilayah sekitar. #OSKMITB2018...

avatar
OSKM18_16618406_Christophorus Leonardo