pada umumnya, ada banyak sekali versi Kroket di setiap daerah di Indonesia maka tidak aneh jika Kroket ada versi Bangka juga. Kroket Bangka ini sudah menjadi Jajanan yang cukup khas di Bangka. Gorengan ini terbuat dari Singkong dan Terigu dengan Isi yang sebenarnya bisa dibuat sesuai selera dan cukup mudah untuk dibuat sendiri dirumah. Makanan ini juga cukup mengenyangkan dan bisa menjadi alternatif pengganti nasi.
Berikut dibawah ini resep kroket yang biasa keluarga saya buat:
Bahan-Bahan;
1) Bahan 1 (Adonan):
1 kg Singkong
250 gr Terigu
Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng)
Air secukupnya
2) Bahan 2 (Isi):
250 gr Wortel
250 gr Kentang
250 gr Daging Ayam
100 gr Udang Kering (opsional)
3 btg Seledri
2 btg Bawang Daun
3 sdm Minyak Goreng (untuk menumis)
3) Bahan 3 (Bumbu):
1 sdm Merica utuh (bisa juga yang sudah halus)
garam dan gula secukupnya
3 siung Bawang Putih
3 siung Bawang Merah
Cara Membuat:
1) Adonan
- Singkong direbus sampai empuk lalu tiriskan
- Singkong tersebut lalu dihaluskan
- Masukan Terigu lalu adoni hingga semua bahan menyatu
- sisihkan terlebih dahulu untuk membuat isinya
2) Isi
- ayam direbus hingga matang lalu ditiriskan
- buang tulangnya lalu suir daging ayamnya
- potong suiran daging ayam tadi hingga ukurannya jadi kecil-kecil
- Haluskan udang kering lalu sisihkan
- bawang putih dan bawang merah yang sudah dibersihkan terlebih dahulu dihaluskan bersama dengan merica
- panaskan minyak goreng untuk menumis
- tumis bumbu halus hingga harum
- masukkan potongan ayam, wortel, dan kentang serta udang kering halus pada tumisan bumbu tadi lalu aduk sebentar
- tambahkan potongan seledri dan bawang daun agar lebih harum
- tambahkan juga gula dan garam secukupnya sehingga lebih gurih, aduk hingga merata
- tambahkan air sedikit lalu diaduk hingga mengering pertanda sudah matang lalu angkat
3) Kroket
- Adonan singkong yang sudah dibuat diawal tadi lalu dibentuk seperti mangkok dengan tangan bersih
- masukkan isian kroket (tumisan ayam, kentang, dan wortel tadi) secukupnya lalu ditutup dan dibentuk lonjong
- panaskan minyak pada wajan yang cukup besar untuk menggoreng kroket
- goreng kroket hingga berwarna coklat keemasan lalu tiriskan
- kroket siap untuk dinikmati
#OSKMITB2018
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...