Musik
205 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ondel-Ondel: Boneka Raksasa Dari Betawi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hingga sekarang, tak ada yang tahu mengapa arak-arakan boneka berukuran besar itu dinamai  Ondel-ondel . Tetapi jika ada yang bertanya mengenai kesenian tradisional DKI Jakarta, jawaban pertama yang akan terlontar adalah kesenian Ondel-ondel. Kiranya, ungkapan tersebut tidak berlebihan melihat betapa melekatnya kesenian Ondel-ondel dengan masyarakat Jakarta, khususnya Betawi. Setiap ada hajatan, arak-arakan Ondel-ondel tak pernah ketinggalan memeriahkan pesta tersebut. Baik pesta besar, atau khitanan anak sekalipun. Dilihat dari spontanitas dan segala kesederhanaan unsur  Tari Ondel-ondel , dapat dipastikan bahwa Ondel-ondel bukan berasal dari keanggunan dan kemegahan istana. Boneka Ondel-ondel dibuat dari anyaman bambu dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan diameter kurang lebih 80 cm. Dibuat sedemikian rupa agar orang yang memikul boneka tersebut leluasa. Rambutnya terbuat dari ijuk dan kertas warna-warni. Ondel-ondel selalu diarak sepasang. Ondel-ondel lelaki wajahnya...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Yapong
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Yapong awalnya diciptakan untuk meemriahkan ulang tahun kota Jakarta pada tahun 1975. Nama Yapong berasal dari para penari yang seringkali meneriakkan kata "ya-ya-ya-ya", serta alunan musik tradisional yang menghasilkan bunyi "pong". Tari Yapong ini merupakan salah satu tarian kontemporer yang menggambarkan pergaulan muda-mudi. Gerakan pada tarian ini juga terbilang dinamis dengan berfokus pada gerakan kaki dan tangan. Pakaian yang dikenakan oleh para penari Yapong biasanya berwarna terang dan menggunakan bawahan berupa kain batik khas Betawi. Dan untuk menambah cantik penampilannya, para penari berhiaskan bunga pada masing-masing kepala mereka. Hal tersebut sekaligus menandakan bahwa tari Yapong adalah perkawinan budaya Betawi dan Cina. (Sumber : http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/tari-yapong-tari-kontemporer-dari-jakarta).    

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Tehyan
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Tehyan merupakan alat musik gesek yang asalnya dari Cina. Berkembang di Indonesia dan menjadi alat musik khas Betawi.  Tehyan terdiri dari 3 jenis, yaitu Sukong, Tehyan, dan Kong ahyan. Perbedaan paling mendasar terletak pada bentuk dan ukurannya. Sukong adalah yang paling besar dengan nada dasar “G” dan suara yang memilik desibel tinggi (disebut juga Bass) dan Kongahyan memiliki ukuran yang paling kecil dengan nada dasar “D”  (disebut juga Melody). Sementara Tehyan biasa disebut Rythem dengan ukuran menengah antara Sukong dan Tehyan yang memiliki nada dasar “A”. (sumber :  http://karyabetawi.com/tehyan-betawi-alat-musik-tradisional-dari-jakarta/).  

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Jali-Jali
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
DKI Jakarta

Lagu Jali-Jali  seperti telah menjadi lagu kebangsaan masyarakat adat Betawi atau  Kota Jakarta  pada umumnya. Lagu tersebut benar-benar telah menjadi ikon di ibukota Indonesia tersebut. Banyak kelompok-kelompok kesenian tumbuh di  Jakarta . Kelompok-kelompok itupulalah yang turut melestarikan kesenian  Betawi . Beberapa kelompok meyakini bahwa Jali-Jali lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum ‘Cina peranakan Jakarta’ melalui musik tradisional mereka, gambang kromong.  Wajar bila masyarakat Betawi mengenal lekat dengan nama Jali-Jali, pasalnya, Jali-Jali merupakan sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Buah jail-jali sangat akrab di mata anak-anak Betawi. Buah tersebut kerap dijadikan pelulu senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu. Sedangkan bagi ibu-ibu Betawi, jali-jali sering kali diolah menjadi bubur yang popular disebut bubur jali. Jali-jali juga kerap menjadi hiasan tir...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kicir-Kicir
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
DKI Jakarta

Siapa yang tak mengenal lagu “Kicir-Kicir”? Sudah barang tentu lagu ini dikenal banyak orang Karen kerap dinyanyikan di acara perayaan. Setiap tahunnya lagu ini didendangkan dalam acara ulang tahun Kota Jakarta oleh artis-artis ibu kota. Lagu ini sebenarnya muncul dari tradisi pantun nusantara, terutama pengaruh dari pantun melayu dan syair. Hal tersebut terlihat dari lirik lagu ini yang terikat oleh rima, jumlah suku kata, dan larik persis seperti pantun dan syair. Pada larik pertama dan kedua di setiap baitnya berisi sampiran dan di dua larik selanjutnya terdapat isi. Hal inilah yang menandakan bahwa lagu ini merupakan pengembangan dari bentuk pantun dan syair. Budaya Betawi memang erat kaitannya dengan budaya Melayu dan Cina. Oleh sebab itu, khalayak akan melihat jejak-jejak perpaduan budaya Melayu dan Cina pada beberapa atau sebagian besar produk budaya Betawi, salah satunya melalui lagu daerahnya. Keterkaitan antara budaya betawi dan melayu terlihat dari bah...

avatar
Oase
Gambar Entri
GAMBANG RANCAK JALI JALUT (RANCAK SI PITUNG)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

·         SEJARAH RANCAK SECARA UMUM Rancak merupakan suatu nyanyian berupa pantun dan syair yang sudah ada sejak abad ke 19 dan perancak itu sendiri terdiri dari dua orang . Pada masa itu Rancak adalah suatu bentuk perlawanan di tanah Betawi pada musim paceklik. Dalam tuturan lisan yang terdapat di syair atau pantun masyarakat Betawi mengelabuhi penjajah melalui cara yang cemerlang. Pada masa ini Rancak diturunkan dari generasi ke generasi, Rancak kadang digunakan untuk ngamen  oleh masyarakat Betawi dan disampaikan secara spontanitas.   ·         MAKSUD DAN TUJUAN RANCAK 1.       Merlestarikan Budaya Betawi. 2.       Mengenalkan Si Pitung sebagai pahlawan Betawi. 3.       Mengenalkan cerita Si Pitung pada generasi muda.       ·...

avatar
Sobatbudayajakarta
Gambar Entri
Tari Cokek
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Cokek merupakan tarian yang berasal dari budaya Betawi. Selain Betawi, tari ini juga seringkali dijumpai di kawasan Tangerang. Sebab, tari ini merupakan hasil gesekan budaya Betawi, Banten, dan Cina. Tari Cokek sudah ada sejak abad 19 di daerah Teluknaga, Tangerang yang dibawa oleh saudagar Cina yang bernama Tan Sio Kek. Saudagar tersebut juga membawa alat musik Rebab Dua Dawai, yang kemudian dikolaborasikan dengan alat musik setempat, semisal suling, kempul, gong, kecrek, dan kendang. Lantunan tembang perpaduan tradisi daratan Cina dan Tangerang tersebut dinamakan Gambang Kromong. Awal kemunculannya, Tari Cokek dimainkan oleh tiga penari perempuan. Sekarang, pertunjukan Tari Cokek seringkali dimainkan oleh lima hingga hingga orang penari perempuan dan beberapa orang laki laki sebagai pemain musik yang sebagian ikut mengiringi tarian wanita. Sehelai selendang yang terikat di pinggang penari perempuan merupakan salah satu ornamen baju utama para penari wanita dipadu keba...

avatar
Sriutanti
Gambar Entri
Permainan Ujungan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Nama permainan ini diambil dari teknis bermainnya karena setiap pemain harus berusaha memukul lawan dengan ujung tongkat rotan sebatas lutut ke bawah. Peralatan yang digunakan dalam permainan ujungan adalah tongkat rotan dengan panjang sekitar 75 cm yang disediakan oleh  bebato . Permainan ujungan biasanya dilakukan pada malam hari dengan penerangan obor. Arena bermainnya berupa tempat terbuka atau lapangan. Permainan ujungan merupakan permainan sejenis pertandingan yang dipimpin oleh wasit yang disebut  bebato.  Dalam pelaksanaan permainannya diiringi oleh tetabuhan atau gamelan. Setelah semua siap, kedua pemain masuk ke dalam arena bermain dan memegang tongkatnya masing-masing. Kemudian  bebato   memeriksa ujung tongkat keduanya dan memberitahu aturan permainan yang dilanjutkan dengan saling bersalaman. Permainan dimulai setelah mendapatkan aba-aba dari  bebato.  Kedua pemain yang bertanding berusaha saling memukul  dan m...

avatar
Sriutanti
Gambar Entri
Tari Lenggang Nyai
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Lenggang Nyai, tarian yang berasal dari tanah Betawi yang menceritakan  kisah Nyai Dasimah. Asal mula tari lenggang ini berasal dari kisah nyai dasimah,Nyai Dasimah adalah gadis cantik asal Betawi yang berada  dalam kebingunannya memilih dua pilihan pasangan hidup,  seorang Belanda dan Seorang Indonesia. Ia kemudian menjadi istri seorang Belanda, Edward William. Merasa terkekang oleh aturan-aturan yang dibuat suaminya, Nyai Dasima menjadikan alasan tersebut untuk memberontak atas kesewenang-wenangan yang dilakukan terhadap dirinya. Perjuangan atas hak-hak perempuan itulah yang menginspirasi Wiwiek Widiastuti untuk mengenang perjuangan Nyai Dasima dalam gerak tarian Lenggang Nyai.  Karakter tari lenggang nyai lebih banyak menggunakan bentuk-bentuk gerak yang lincah sebagai personifikasi masyarakat betawi. Terkadang, seperti yang tidak bisa mengambil keputusan, gerakan tari ini menunjukan bagaimana ia bergerak pada satu sisi ke sisi lain. selain itu, t...

avatar
Sriutanti