Walira Adalah salah satu bagian dari alat tenun yang berfungsi sebagai penekan guna memadatkan kain tenunan. Alat ini terbuat dari kayu hitamataujenis-jenis kayu yang keras. Bentuk pipih sepertl bentuk parang, setebal 2 em, lebarnya kurang lebih 6 em dan panjangnya 1,5 m. Dalam kegiatan menenun, alat ini terletak di antara dua alat lainnya yakni sasuakka dan tarupanna. Sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ
Webbetta adalah Salah satu komponen alat yang mengatur mekanisme benang atau serat yang ditenun adalah alat ini. Ia mengatur pergantian jalinan benang atau serat, dengan dibantu oleh dua alat lainnya, ialah alat pengatur jarak benang tenunan dan -satu alat yang menyerupai dan berfungsi sebagai jarum. Alat tersebut terbuat dari kayu, panjangnya 1,5 m dengan bentuk bulat panjang dengan garis tengahnya 1,5 em. Alat ini dilengkapi dengan sejumlah tali pintal, tali atau benang yang dilingkarkan pada alat ini serta mengait kepada semua benang I serat yang akan ditenun. Dalam kegiatan menenun, proses kerja yang paling rumit aclalah menyiapkan alat yang satu ini, karena setiap benang yang akan ditenun, dikaitkan satu persatu dengantali yang ada dan melingkarialat ini. Cara mengaitkannya pun harus disesuaikan dengan pola jalinan benangIserat tenunan yang dikehendaki penenun. Sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ
Tarupanna Sebagai salah satu bagian dari alat tenun, merupakan pasangan. utama dari alat lainnya yang dlsebut piatta. Orang biasanya memakai bambu sepanjang 2 m dengan garis tengahnya 5 em untuk dijadikan bahan baku komponen ini. Pada kedua ruas ujung bambu ini biasanya dibelah, dengan belahan pada kedua ruas ujung bambu ini yang dimaksudkan agar bilamana ada kegiatan menenun, ujung bambu yang terbelah ini akan · mengeluarkan irama tertentu sesuai dengan ketukan-ketukan yang dilakukan oleh penenun sewaktu memadatkan kain tenunannya. Kalau pada bagian lain dari alat ini dililiti oleh benang I serat yang akan ditenun, dan dihubungkan dengan pasangannya yang diikatkan tergantung pada tiang rumah. atau patok yang disediakan sehubungan dengan kegiatan menenun. Sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ
Dararumma adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai jarum penenun. Alat lnl dlbuat darl bambu yang dlgunakan untuk memasukkan benang I serat secara membujur pada benang I serat yang diikatkan pada piatta atau tarupanna. Alat-alat lainnya yang melengkapi unit alat tenun ini diantaranya ialah bambu tempat penenun berpijak, tempat benang I serat manila hennep, tempat mana terbuat dari kulit kayu, dan benang I serat sebagai bahan baku kain tenunan, ditambah sejumlah ramuan akar-akar dan dedaunan sebagai obat pengawet sekaligus pewarna bahan tenunan. Bahan baku lainnya untuk kain tenun seperti ini adalah serat daun nenas. Sumber: Buku Kain Tenun Tradisional "KOFO" Di Sangihe – Steven Sumolang #SBJ
Ritual ini dilengkapi dengan masakan-masakan khas batak dengan masing-masing nilainya, seperti Manuk napinadar agar sehat jasmani saat bekerja menggarap kemenyan, selain itu untuk mendapat berkat dari yang maha kuasa agar dilindungi dari roh-roh yang ada di dalam hutan; Itak gurgur agar hasil getah kemenyan keluar melimpah; dan terakhir adalah Sagu-sagu. Semua makanan ini harus di santap pada saat ritual berdoa selesai dilakukan. Kemenyan yang dalam bahasa lokal sering disebut haminjon (Styrax Paralleloneurum), adalah komoditi yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Batak, terutama yang berdomisili di kawasan Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Barus, dan wilayah sekitarnya. Dahulu sekitar abad ke-5 (bahkan jauh sebelumnya), kemenyan pernah menjadi komoditi yang nilainya setara atau bahkan lebih bernilai dari emas. Keahlian turun-temurun serta ritual terkait dengan pemanfaatan tumbuhan kemenyan melekat pada masyarkat (petani) sekitar. Legenda terkait kemenyan...
Ritual ini dilengkapi dengan masakan-masakan khas batak dengan masing-masing nilainya, seperti Manuk napinadar agar sehat jasmani saat bekerja menggarap kemenyan, selain itu untuk mendapat berkat dari yang maha kuasa agar dilindungi dari roh-roh yang ada di dalam hutan; Itak gurgur agar hasil getah kemenyan keluar melimpah; dan terakhir adalah Sagu-sagu.Semua makanan ini harus di santap pada saat ritual berdoa selesai dilakukan. Kemenyan yang dalam bahasa lokal sering disebut haminjon (Styrax Paralleloneurum), adalah komoditi yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Batak, terutama yang berdomisili di kawasan Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Barus, dan wilayah sekitarnya. Dahulu sekitar abad ke-5 (bahkan jauh sebelumnya), kemenyan pernah menjadi komoditi yang nilainya setara atau bahkan lebih bernilai dari emas. Keahlian turun-temurun serta ritual terkait dengan pemanfaatan tumbuhan kemenyan melekat pada masyarkat (petani) sekitar. Legenda terkait kemenyan...
Beberapa waktu lalu Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, meletus tiga kali dalam sehari. Letusan gunung tersebut disertai semburan material abu vulkanik yang membumbung tinggi. Ada mitos menarik tentang Gunung Lokon ini. Mitos ini dikisahkan turun temurun oleh warga sekitar gunung, yakni tentang kehidupan Mangkawalang dan babi piaraannya yang hidup di dalam gunung. Tapi ada yang bilang itu hanya dongeng semata. Begini kisah Mangkawalang ini, seperti ditulis Aneke Sumarauw Pangkerego dalam bukunya: Cerita Rakyat dari Minahasa. Konon Gunung Lokon ini dihuni oleh orang bernama Mangkawalang. Dia hidup berbahagia di gunung itu karena aman dan sejahtera tanpa gangguan. Namun pada suatu hari dia disuruh pindah oleh seseorang yang merasa berhak tinggal di situ, yakni Pinontoan dan istrinya bernama Ambilingan. Dengan hati masygul Mangkawalang memutuskan pindah karena tidak mungkin berdebat dan perang melawan Pinontoan dan Ambilingan itu. Di tenga...
Tam tam buku adalah permainan tradisional yang serupa dengan permainan ular naga atau wak wak gung… dua orang membuat terowongan dan yang lain membuat barisan panjang. Permaianan ini melibatkan beberapa orang. Langkah-langkah dalam permainan tam tam buku ini adalah sebagai berikut: Dua orang A dan B membuat terowongan (kedua tangan saling bertemu) Si A sebagai matahari dan Si B sebagai bulan. Salah seorang memimpin barisan. Bentuk barisan adalah memanjang ke belakang. Masing-masing berpegangan pada baju bagian belakang dari teman yang ada di depannya. Barisan ini berjalan-jalan dengan cepat sambil berkeliling mengitari A dan B sambil menyanyikan lagu " “Tam tam buku, seleret tiang bahu, patah lembing, patah paku, anak belakang tangkap satu , bunyi lonceng pukul satu” Setelah lama berkeliling masuklah pemimpin barisan ke terowongan. A dan B harus menahan/me...
Ini merupakan resep dari Petty Elliott, penulis buku Papaya Flower - Manadonese Cuisine Provincial Indonesian food, Contemporary Indonesian Food, dan Jakarta Bites. Gunakan salmon dalam kualitas sashimi, yang berarti cukup segar dan prima disajikan mentah sekalipun. Jika sulit menemukannya, matangkan salmon dengan teknik pan-fried. Ini juga sedap! Bahan: 200 g fillet salmon 1 sdt garam laut Avocado dabu-dabu: 500 g (1 buah) avokad matang, potong kecil 300 g tomat merah, buang bijinya, potong kecil 9 sdm virgin olive oil 5 buah cabai rawit merah, iris halus 4½ sdm air jeruk nipis 4 butir bawang merah, cincang kasar ¾ sdt garam Garnish: Bunga Gomphrena, petik per kuntum (opsional) Cara membuat: 1/ Iris tipis salmon. Sisihkan dalam wadah tertutup di kulkas. Sisihkan. 2/ Dabu-dabu: Aduk rata semua bahan. 3/ Penyajian: letakkan beberapa lembar salmon di atas piring saji. Taburi dengan garam secukupnya...