Ituwu Manu atau Ayam dimasak dalam bumbu, merupakan resep masakan warisan leluhur.Ayam dimasak sedemikian rupa didalam campuran berbagai bumbu, setelah matang kemudian dituangkan kedalam wadah berupa mangkok besar. Bahan-Bahan: • tujuh ratus delapan puluh tujuh 1/2 gram kelapa muda.diserut kasar kemudian di sangrai • cabe rawit 9 • ayam 2 1/4 ekor,di potong menjadi 18 bagian • untuk pembungkus gunakan daun pisang dan lidi • 11 1/4 pucuk daun asam jawa • garam seperlunya • pisang kepok empat setengah buah,di potong-potong Pengolahan: 1.cabe rawit dan garam dihaluskan 2.ayam,pisang kepok,serutan kelapa muda,daun asam jawa dimasukan 3.beberapa sendok adonan diambil 4.letakan di selembar daun pisang 5.Adonan dibungkus bentuk tum 6.adonan disemat 7.Ituwu dikukus hingga matang Source: https://dinaspariwisataposo.wordpress.com/2011...
Inau Tarente Sulewana adalah masakan dari berbagai jenis sayuran yang menggunakan rempah minimalis. Inau Terante berarti Urap Sayur sedangkan Sulewana adalah nama daerah asal masakan ini. Biasanya Inau Tarente Sulewana merupakan makanan yang tidak mengandung daging atau ikan karena murni terbuat dari sayuran sehat. Jenis sayuran yang biasa dibuat diantaranya adalah toge, kangkung, daun singkong, kacang panjang dan lain sebagainya. Mengkonsumsi makanan ini ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak misalnya seperti mencegah penyakit jantung, menjaga kesehatan tubuh, mencegah pendarahan, mengurangi berat badan dan lain-lain. Berikut bahan dan cara pembuatan Inau Tarente Sulewana yang bisa Anda coba buat di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan 1 ikat kangkung ( siangi lalu direbus ) 1/4 toge segar ( rebus dalam air panas ) 5 lembar kol ( iris-iris ) 15 utas kacang panjang ( potong setiap 3 cm lalu direbus ) 2 buah wortel ( potong membentuk...
Disebut juga Khitan. Upacara ini sudah menjadi adat dan tradisi di kalangan masyarakat Kaili sejak masuknya Islam hingga dewasa ini, secara turun temurun. Upacara nosuna (khitan) dilaksanakan pada anak laki-laki dan perempuan. Namun pada bahagian ini hanya diuraikan khusus pada upacara nosuna bagi anak laki-laki yang dilakukan menjelang anak berumur sekitar 7 sampai 8 tahun, yaitu pada anak-anak yang belum memasuki puber atau balig (nabalego). Maksud dan Tujuan Upacara Upacara ini dilaksanakan karena mempunyai maksud dan tujuan tertentu menurut adat dan kepercayaan masyarakat setempat, yaitu : § Mentaati perintah agama (sunah Nabi) yang disebut Noinpataati Parenta Nabita (mengikuti perintah Nabi Muhammad SAW). § Nompakavoe koro (mensucikan diri) . § Nompataati ada (mematuhi adat kebiasaan masyarakat agar sang anak tersebut (yang disunat) terlepas dari dosa, di samping anak itu terhindar dari berbaga...
Salah satu upacara pada usia menjelang usia baligh dewasa ini ialah upacara nokeso, yaitu upacara menggosok gigi bagian depan sampai rata, baik bagian atas maupun bagian bawah bagi seorang anak perempuan menjelang baligh (nabalego). Teknis upacara nokeso ini ditentukan oleh vati sesuai status sosial dan atau warisan yang pernah diterimanya dari orang tua atau nenek moyangnya. Bagi keturunan raja/bangsawan vati, ditentukan oleh ketua dewan adat. Tujuan Upacara Tujuan upacara ini adalah mengantar anak perempuan memasuki masa gadis ( karandaa ) agar dapat bahagia tanpa gangguan mental dan phisik, serta harapan memasuki pintu perkawinan dengan baik, panjang umur, murah rezeki, ataupun menjaga dirinya, tutur katanya serta adat istiadat leluhurnya. Sesungguhnya upacara ini adalah suatu upacara peresmian/pernyataan orang tua bahwa putrinya telah mengakhiri masa kanak-kanaknya dan memasuki alam kedewasaan. Waktu Upacara Upacara ini biasanya dilaksanakan pada masa sebelum...
Upacara Nobau adalah suatu upacara yang dilaksanakan oleh orang dewasa, khususnya orang tua manakala anak-anak dari suatu keluarga ada yang mengalami gangguan penyakit atau kurang sehat seperti nabaka-baka (banyak tumbuh luka pada bagian anggota badan), nange’e / nakeru keru (hidup kerdil dan kurus sebagai akibat pertumbuhan tubuh kurang normal seperti berkudis, termasuk penyakit tuli, bisu, dan sebagainya. Menurut kepercayaan masyarakat bahwa keadaan yang kurang sehat yang dialami oleh anak-anak dalam keluarga itu adalah akibat nakaratea (gangguan roh nenek moyang) sebagai akibat kelalaian orang tuanya mengadakan adat atau telah melupakannya. Bila segala upaya pengobatan telah dilakukan, ternyata anak-anak belum sembuh, berarti ada nengoimo (upacara adat sudah harus dilaksanakan). Tetapi upacara ini tetap dilaksanakan oleh semua anggota keluarga walaupun belum ada yang mengalami berbagai macam penyakit, sebagai upaya preventif. Nama lain upacar...
Alat Kesenian ini dinamakan puree, sebab bilamana dimainkan berbunyi re…. re….. re. Bahannya: buluh tui dan rotan. Bentuknya: Alat ini berbentuk seperti jepitan atau seperti garpu tala. Warna: Kecoklat-coklatan, sesuai dengan warna bambu yang sudah kering. Cara pembuatan Sebelum dilaksanakan pembuatan alat ini terlebih dahulu diadakan pemilihan bahan, berupa buluh Tui yang telah tua, lurus dan berkualitet bagus serta memilih jenis rotan yang baik untuk dianyam. Buluh Tui yang merupakan buluh pilihan yang dipotong sepanjang satu ruas dengan ukuran panjang 40 – 50 cm dan garis tengah ± 3 cm. Ukuran ini tidak mutlak sebab tergantung pada buluh yang dipilih, ada ruasnya panjang dan garis tenaghnya lebih besar. Jadi ukuran dari alat kesenian ini bervariasi. Pada salah satu ujungnya, bukunya tidak dikeluarkan, namun sekat pada rongga bulu ini dikeluarkan sehingga tembus pandang. Kira-kira 2/3 atau 3/5 bagian dari bulu tersebut dikeluarkan/ disay...
Nama alat gambusu ini diambil dari nama gambus yang dikenal secara umum. Karena bahasa di Tanah Kaili yang bersifat vokalis, maka pada akhir kata gambus ditambah dengan bunyi u, sehingga alat itu dinamakan gambusu. Gambusu = kata benda Gambusu = bermain gambus = kata kerja. Bahan: Kayu nangka, kawat baja kecil atau tali nilon dan kulit kambing/ sapi yang kuning. Bentuk: Lihat foto. Warna : Kekuning-kuningan. Cara membuatnya Pertama kali diperhatikan adalah memilih bahan yakni kayu nangka. Kayu nagngka yang sudah tua dan bentuknya yang bulat sebgai pilihan utama untuk membuat alat tersebut. Kayu itu dipotong sepanjang ± 1,5 meter, dengan garis tengah dan dikeluarkan kulitnya. Kayu nangka yang telah dipotong itu dijemur, dan kira-kira sudah kering, maka dengan cermat kayu atau dikeluarkan 1/3 bagian. Boleh juga diambil kayu nangka yang kering meranggas, sehingga tidak perlu dijemur. Menjemurnya bukan dipanas matahari, tetapi cukup hanya dianginkan, sehingga tida...
Terbuat dari daun kelapa yang muda, atau daun silar yang muda. Bentuk: Persegi, dan adapula yang bulat atau bulat panjang. Warna: Sesuai warna bahan yang dipakai (hijau). Tidak diketahui secara pasti mengapa alat ini dinamakan gonde, tetapi akhir-akhir ini nama / kata gonde ini, dikenal sebagai istilah dikalangan remaja, utamanya dikalangan remaja dengan arti lain yakni: gonde yang artikan pacar. Nogonde = berpacaran. Cara pembuatannya Sebelumnya, terlebih dahulu memilih daun kelapa muda/ daun silar muda yang dan panjang, sebanyak 2 (dua) daun. Lidinya dikeluarkan, sehingga tiap daun menghasilkan 2 (dua) helai, berarti 2 (dua) daun akan mendapatkan 4 (empat) helai. Pada bagian ujung yang kecil dipertemukan, lalu digulung dan kemudian helai-helai daun itu dipisah-pisahkan (diurai) saling tindis dan dibentuk sesuai bentuk yang dinginkan pembuat. Helai satu ditindis oleh helai dua, dan helai dua ditindis oleh helai ketiga dan helai ketiga tindis oleh helai ke empat, sambil...
Bahan-bahan: 1. tepung terigu 2 ½ gelas 2. telur 2 butir 3. Santan 1/5 gelas 4. Minyak goreng ½ botol Cara membuatnya : 1. Telur dan gula dikocok sampai putih. 2. Terigu dan santan dicampur dengan kocokan telur tadi hingga rata. 3. Adonan dibentuk sebesar batang pensil lalu dipotong sebesar kacang. 4. Digoreng dalam minyak panas sampai mengembang dan berwarna keemas-emasan. Bisa dibeli di: God Bless Shop Manado, https://www.tokopedia.com/godblessshop Sumber: Buku Mustikarasa Sukarno