Wanita
99 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Wati - Merauke - Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Wati adalah salah satu minuman tradisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Malind Animn di pesisir pantai selatan mulai daratan Selatan Kondo pertabatasn RI-PNG sampai di daratan pulau Kimaam, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Wati (piperaceae misthycum) merupakan salah satu jenis tumbuhan, bagian yang digunakan adalah Akar dan batang. Wati dalam masyarakat Marind Anim mempunyai fungsi yang beragam antara lain; sebagai pembayaran mas kawin, sarinya disuguhkan dalam acara adat, upacara adat. Dalam acara ini mereka boleh menyediakan untuk tamu terhormat dan orang boleh minum dalam jumlah besar. Dahulu sarinya diperas lewat mulut gadis-gadis yang ditumpahkan dalam tempurung kelapa lalu diminum oleh laki-laki dan bisa tidur untuk beberapa hari lamanya. Sekarang wati bisa minum atau diolah oleh masing-masing individu. Keberadaan Magna Wati pada masyarakat Malind Anim merupakan salah satu benda yang sangat berharga, dapat dikatakan Wati sebagai maskawin orang Malind sel...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tananoko - Nabire - Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur adalah sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut, makanan ini disebut Tananoko atau Papedah Biji-bijian. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Bahan: Bahan yang digunakan untuk pembuatan Tananoko adalah tepung sagu dan air. Cara Pengolahan: Kemudian Tepung sagu yang sudah disiapkan dicampur dengan air hingga mencair lalu diendapkan s...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Upacara Adat Bakar Batu
Ritual Ritual
Papua

Eksistensi Upacara Bakar Batu Suku Dani   3.1 Langkah Langkah Upacara Bakar Batu   Suku Dani adalah suku yang gemar berperang memang selalu melakukan tradisi Upacara Bakar Batu sesudahnya. Tradisi ini digunakan sebagai momen damai antara kedua suku yang berperang. Upacara Bakar Batu terkenal dengan prosesnya yang dilakukan sangat tradisional dan bisa dibilang sangat kuno karena merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Upacara Bakar Batu yang dilakukan setelah terjadi peperangan memiliki langkah-langkah ritual yang tidak jauh berbeda dengan Upacara Bakar Batu yang diadakan pada momen peresmian gereja, penerimaan tamu kehormatan, kelahiran atau kematian. Upacara Bakar Batu dibagi dalam tiga tahap yaitu persiapan, bakar babi, dan puncaknya makan bersama. Pada bagian pertama yaitu pada tahap persiapan para wanita khususnya para ibu atau yang biasa di sapa mama melakukan tarian-tarian pembukaan, sedangkan para bapak mempersiapkan batu dan kayu, sus...

avatar
Megaannisaw
Gambar Entri
Ukiran Kayu Asmat
Ornamen Ornamen
Papua

Suku Asmat adalah suku besar yang cukup ternama di Bumi Papua. Keberadaannya sebagai suku yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua sangat diperhitungkan dalam sejarah penyebaran masyarakat Papua. Asmat menjadi begitu ternama karena memiliki harkat hidup yang luar biasa, selain itu budaya yang dimiliki suku ini pun sangat menarik dan unik. Salah satu yang menonjol ketika membicarakan suku ini adalah hasil seni ukiran mereka yang sudah terkenal luas hingga ke mancanegara. Seperti kehidupan pada umumnya, Suku Asmat juga membutuhkan media untuk menyatakan berbagai hal yang mereka alami dalam kehidupan. Kisah-kisah heroik, mistis, atau peraturan-peraturan adat biasanya mereka ungkapkan dalam bentuk media tertentu. Hal ini mereka lakukan dengan berbagai tujuan, antara lain sebagai sarana menjaga kelangsungan tradisi, sarana belajar bagi generasi selanjutnya, dan penghormatan spiritual bagi para roh leluhur. Oleh karena itulah, ukir-ukiran menjadi tidak terpisahkan dari kehidupan Su...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tradisi Mengunyah Pinang
Ritual Ritual
Papua

Masyarakat Papua memiliki budaya yang begitu kaya. Berbicara tentang budaya, tentu tidak lepas dari tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu tradisi yang masih melekat di masyarakat Papua hingga saat ini adalah tradisi mengunyah buah Pinang. Masyarakat Papua gemar mengunyah Pinang karena Pinang menguatkan gigi dan gusi. Tidak hanya itu, mereka menikmati buah Pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang. Bahkan, beberapa masyarakat mengatakan bahwa tidak ada makanan atau bumbu lain yang rasanya menandingi buah Pinang. Mereka menganggap buah Pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka. Walaupun demikian, Pinang sama sekali tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya. Umumnya, buah Pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang. Hal ini dilakukan untuk m...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Anyaman Rambut Khas Papua
Ritual Ritual
Papua

Anyaman rambut khas Papua adalah sebuah tradisi unik yang diajarkan turun-temurun dalam masyarakat Papua. Umumnya yang melakukan ini adalah kaum wanita, namun tidak jarang pula kaum pria yang menganyam rambutnya untuk alasan trend atau sekedar bergaya saja. Anyaman rambut ini adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian besar wanita Papua. Tidak hanya sebatas fesyen dan penampilan semata, anyaman rambut ini sudah menjadi penanda atas sebuah kecantikan yang dimiliki para wanita Papua. Untuk menganyam rambut ini memang tidak membutuhkan kursus atau pengajaran di waktu khusus, namun proses menganyamnya cukup rumit dan perlu ketrampilan tersendiri. Pertama rambut dipilah-pilah menggunakan sisir menjadi beberapa bagian. Kemudian, setiap bagian mulai dikepang dengan ukuran yang tidak terlalu besar mengikuti pilahan yang sudah dibuat sebelumnya. Perlu menjadi perhatian, saat mengepang, kondisi ikatan harus kuat dan rapih, bila tidak maka kepangan mudah terlepas dan anyaman rambut pun rusa...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Anyaman Rambut - Papua - Papua - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Papua

Anyaman rambut khas Papua adalah sebuah tradisi unik yang diajarkan turun-temurun dalam masyarakat Papua. Umumnya yang melakukan ini adalah kaum wanita, namun tidak jarang pula kaum pria yang menganyam rambutnya untuk alasan trend atau sekedar bergaya saja. Anyaman rambut ini adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian besar wanita Papua. Tidak hanya sebatas fesyen dan penampilan semata, anyaman rambut ini sudah menjadi penanda atas sebuah kecantikan yang dimiliki para wanita Papua.   Untuk menganyam rambut ini memang tidak membutuhkan kursus atau pengajaran di waktu khusus, namun proses menganyamnya cukup rumit dan perlu ketrampilan tersendiri. Pertama rambut dipilah-pilah menggunakan sisir menjadi beberapa bagian. Kemudian, setiap bagian mulai dikepang dengan ukuran yang tidak terlalu besar mengikuti pilahan yang sudah dibuat sebelumnya. Perlu menjadi perhatian, saat mengepang, kondisi ikatan harus kuat dan rapih, bila tidak maka kepangan mudah terlepas dan anyaman rambut...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ritual Potong Jari Suku Dani- Papua
Ritual Ritual
Papua

  Tradisi turun-menurun dari nenek moyang yang dilestarikan oleh suku Dani Papua ini rupanya masih juga dilakukan oleh sebagian wanita dewasa yang yang tinggal disana hingga saat ini. Tradisi yang terlihat sungguh menyakitkan kaum wanita ini ternyata punya makna yang begitu menyentuh.  Bila ditanya mengapa bisa sampai menyakiti dirinya sendiri dengan memotong jari ruas keruas. Itu semua karna bentuk dari rasa cinta mereka terhadap keluarga/kerabat mereka (ibu, anak, suami, saudara kandung, dsb) yang meninggal dunia. Maka rasa kehilangan mereka buktikan dengan pemotongan ruas jari-jari mereka. Menunjukan pembuktian bahwa mereka begitu merasa kehilangan mendalam dan menyakitkan setelah ditinggal oleh kerabat/keluarga mereka. Benar-benar menyentuh hati ya jika tau alasannya.    Meskipun pemotongan ini biasanya dilakukan oleh wanita dewasa (ibu, nenek, tertua) saja namun tidak menutup kemungkinan juga untuk para pria dewasa( ayah tertua, atau kakek) pun iku...

avatar
Naensca
Gambar Entri
Tradisi Iris Kulit Kuping Suku Dani Papua
Ritual Ritual
Papua

Jika dilihat dari postingan sebelumnya yaitu membahas tentang pemotongan jari yang dilakukan oleh wanita dewasa pada suku Dani Papua. Yang membedakan dari tradisi kali ini  hanyalah bagian tubuhnya saja.  Yaa.. benar sekali, kali ini pria dewasa (tua,bapak, kakek) yang merasa kehilangan atas meninggalnya sanak saudara/kerabatnya pasti akan memotong kulit bagian telingannya. Memang suku ini bisa dijuluki dengan sebutan suku anti-mainstream ya.. hehe.. Namun kembali lagi terhadap makna yang disampaikan dari tradisi tersebut terlihat begitu menyentuh hati, karena alasannya adalah pembuktian dari rasa cinta kasih sayang mereka terhadap  sanak keluarga/kerabat mereka yang telah meninggalkan mereka. Berarti bahwa mereka merasakan pengalaman kehilangan yang begitu meyakitkan, maka mereka bersedia untuk memototong bagian tubuh yang penting juga. Sungguh penuh dengan rasa solidartas yang mendalam yaa, sampai-sampai merelakan bagia tubuh mereka.

avatar
Naensca