guru
55 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serat Kalathida
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Ahyaning arda rubeda, Ki Pujangga amengerti, mesu cipta matiraga, mudhar waraning gaib, sasmitaning sakalir, ruweding sarwa pakewuh, wiwaling kang warana, dadi badaling Hyang Widdhi, amedharken paribawaning bawana.   Syair tembang sinom diatas merupakan pembuka dari kitab sastra kuno Serat Kalathida karangan (R.Ng) Ranggawarsita (1728-1802 tj). Kalathida sendiri secara harfiah terdiri dari gabungan dua kata yaitu Kala yang artinya masa dan Tidha yang artinya samar, kabur atau tak menentu. Jadi bila dua kata itu di gabungkan maka Kalathida bermakna sebuah zaman yang samar, gagap, kabur, absurd dan tak menentu. Ranggawarsita melalui karyanya inilah meramalkan bahwa akan datang satu periode masa yang jungkir balik dan tak menentu (dia menyebutnya sebagai “zaman edan atau zaman kalabendhu”) sebuah zaman dimana laki-laki akan seperti perempuan dan perempuan layaknya laki-laki, dimana sebuah janji dusta dimuntahkan, dan seribu topeng dikenakan, mayoritas...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Upacara Baritan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Masyarakat Kecamatan Dongko mempunyai cerita sendiri mengenai munculnya kesenian Jaranan Turonggo Yakso dari Trenggalek. Pada awalnya daerah itu dikenal upacara adat yang biasa disebut Upacara Baritan yang diaadakan setahun sekali bertepatan dengan tanggal 1 longkang(jawa : 1 suro) atau 1 muharam. Tempat upacara adat ini biasanya dilakukan di sawah/ladang yang selesai dipanen. Upacara ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada dewa pembagi rejeki yaitu Bathara Guru. Bentuk upacara masih sangat sederhana, hanya berupa sesajian yang diperuntukkan bagi nenek moyang dan pembawa rejeki. Menurut cerita rakyat setempat pada jaman dahulu kala, daerah Dongko khususnya dan Kabupaten Trenggalek umumnya adalah daerah yang sangat subur, panen selalu berhasil melimpah. Namun karena kemakmuran dan kehidupan yang berlebihan tersebut membuat warga melupakan upacara adat Baritan yang biasanya dilakukan setiap setahun sekali. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_fttm_muhammadfatih
Gambar Entri
Upacara Baritan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Masyarakat Kecamatan Dongko mempunyai cerita sendiri mengenai munculnya kesenian Jaranan Turonggo Yakso dari Trenggalek. Pada awalnya daerah itu dikenal upacara adat yang biasa disebut Upacara Baritan yang diaadakan setahun sekali bertepatan dengan tanggal 1 longkang(jawa : 1 suro) atau 1 muharam. Tempat upacara adat ini biasanya dilakukan di sawah/ladang yang selesai dipanen. Upacara ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada dewa pembagi rejeki yaitu Bathara Guru. Bentuk upacara masih sangat sederhana, hanya berupa sesajian yang diperuntukkan bagi nenek moyang dan pembawa rejeki. Menurut cerita rakyat setempat pada jaman dahulu kala, daerah Dongko khususnya dan Kabupaten Trenggalek umumnya adalah daerah yang sangat subur, panen selalu berhasil melimpah. Namun karena kemakmuran dan kehidupan yang berlebihan tersebut membuat warga melupakan upacara adat Baritan yang biasanya dilakukan setiap setahun sekali. OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16418102_Muhammad Fatih Ar Rizqy
Gambar Entri
Legenda Rangga Gading
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

LEGENDA RANGGA GADING Pada jaman dahulu kala, Di desa Karangmunggal yang terletak di Suroboyoan, ada seorang pemuda sakti, kesaktiannya tidak banyak yang mengetahui, sehingga dia sering menggunakannya untuk melakukan hal - hal yang tidak baik, pemuda itu bernama Rangga Gading. Rangga Gading adalah pemuda yang hebat dalam melakukan kesaktiannya, salah satu dari kesaktiannya adalah dia bisa berubah menjadi apapun asalkan makhluk hidup, dan kesaktiannya inilah yang menjadi sebab banyak kasus pencurian di desa Karangmunggal. Semakin hari dia semakin lihai dalam menggunakan kekuatannya, sehingga dia menjadi pemuda yang sombong, bahkan karena sangat sombong, dia terkadang melakukan pencurian ketika siang hari, hanya untuk bermain - main dengan kesaktiannya. Dia bisa mencuri 5 kerbau di siang hari, dan mengelabui warga dengan membalik telapak kaki kerbau tersebut, sehingga warga mencari Rangga Gading ke arah yang salah. Suatu hari, Rangga Gading mendengar ada s...

avatar
OSKM18_16518328_Aditya Tresnobudi
Gambar Entri
LEGENDA DUSUN KLABANG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

LEGENDA PETILASAN DUSUN KLABANG Narasumber : Bapak Djundjung-Tokoh masyarakat Dusun Klabang terletak di Kabupaten Tuban , Provinsi Jawa Timur. Di daerah ini terdapat petilasan mengenai asal usul dusun tersebut yang melegenda di masyarakat. Seiring dengan berkembangnya cerita rakyat tersebut meninggalakan jejak budaya di lingkungan masyarakat sekitar hingga kini. Pada zaman dahulu hiduplah seorang penggembala yang bernama Kekures. Setiap hari Kekures menggembala kambing-kambingnya di wilayah Punden. Masyarakat sekitar menganggap Punden tersebut sebagai “sarang siluman ular”. Walaupun Kekures sudah mengetahui mitos tersebut, Kekures tetap menggembala kambing-kambingnya di wilayah Punden. Alasannya, rumput di sana sangat subur, ternaknya tumbuh dengan sehat dan menghasilkan susu yang banyak. Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Ontobugo adalah nama dari siluman ular tersebut. Punden menjadi sangat dikeramatkan oleh kehadirannya, terlihat angker da...

avatar
OSKM18_16518260_Denny Fardian
Gambar Entri
Asal Usul Tari Gandrung
Tarian Tarian
Jawa Timur

                Gandrung Banyuwangi awalnya diperagakan oleh lelaki. Laki – laki yang menjadi Gandrung ini merupakan pasukan Blambangan dan Bali yang tersisa dari perang Puputan Bayu (Rakyat Bayu melawan VOC). Pasukan Blambangan i yang berantakan itu membentuk kelompok kecil antara desa ke desa. Sedangkan sisa pasukan Bali menyebar dimana – mana, bahkan mereka ada yang menjadi penduduk Blambangan dengan cara menikahi orang Blambangan. Keturunan – keturunnan mereka meneruskan tradisi orang tuanya dan mendirikan kesenian Gandrung.                 Pasukan – pasukan Blambangan yang berkelompok kecil -kecil tadi mendirikan Gandrung sebagai alat perjuangan. Artinya Gandrung sebagai alat komunikasi dengan kawan – kawan sisa pasukan Blambangan, dengan cara mementaskan tarian Gandrung dengan nyanyian perjuangan. Tarian dan nyanyian tadi pun sebagai Kode untuk pasukan - pasukan ya...

avatar
OSKM18_16518045_Reyvan Rizky Irsandy
Gambar Entri
Kentrung : Seni Penebar Dakwah Islam di Blitar
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Kentrung : Seni Penebar Dakwah Islam di Blitar             Kota Blitar, terkenal akan Kota Bungkarno, namun pernahkah kita mencari tahu kebudayaan apa saja didalamnya selain jejak sang proklamator kita? Siapa sangka kota yang jumlah penduduknya hanya 132 ribu menurut BPS Kota Blitar pada tahun 2010,  namun menyimpan budaya yang kaya akan nilai luhur dan religius yaitu Kentrung. Pasti masih awam ditelinga kita, oleh sebab itu perlu bagi kita untuk mengenal agar dapat melestarikannya, apalagi pertunjukan kebudayaan yang kental akan nilai sejarah islam.            Apasih sebenarnya Kentrung itu? Kentrung di Kota Blitar merupakan pertunjukan kesenian dengan menggunakan lagu yang di dalamnya memuat pesan agama serta ajaran kehidupan yang ditujukan kepada masyarakat. Lagu ini terinspirasi oleh cerita-cerita Wali Songo, kehidupan sehari-hari, dan pahlawan-pahlawan di tanah jawa. Kisah yang seri...

avatar
OSKM18_19918174_Alma Aulia Lutfiah
Gambar Entri
Lebaran Ketupat
Ritual Ritual
Jawa Timur

Potensi kekayaan budaya yang berupa tradisi sangatlah banyak di suatu daerah. Bahkan untuk daerah yang sangat berdekatan sekalipun dapat saja berbeda. Meskipun berada dalam satu wilayah kabupaten, namun belum tentu antara satu daerah memiliki tradisi dan upacara ritual yang sama dengan daerah di sekitarnya. Salah satu tradisi yang hingga kini masih sangat terjaga dengan baik bahkan justru semakin menyebar merambah ke wilayah-wilayah disekitarnya adalah tradisi kupatan di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Seperti kabupaten-kabupaten lain di daerah Propinsi Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek juga termasuk salah satu kabupaten dengan pengaruh agama Islam yang sangat kental. Hal tersebut selain dapat kita lihat saat ini dengan bukti banyak terdapat pondok pesantren dan juga berbagai peninggalan lain yang berkaitan dengan Islam. Salah satu dalam hal kebudayaan yang masih terdapat pengaruh Islam adalah tradisi kupatan yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini sangat erat...

avatar
OSKM18_16518131_Fandi Azam Wiranata
Gambar Entri
Toron Tana
Ritual Ritual
Jawa Timur

        Tradisi yang sangat terkenal bagi warga Madura ialah toron tana. Tradisi ini diperuntukan untuk bayi yang berumur 7 bulan. Kata  toron sendiri memiliki arti turun dan tana  sendiri memiliki arti tanah. Sesuai dengan namanya  toron tana memiliki arti luas yaitu suatu tanda yang menandakan bahwa seseorang manusia akan siap untuk menjalankan proses aktivitas kehidupannya di bumi kelak.          Dalam pelaksanaannya sang bayi dituntut oleh orang tuanya untuk menginjak bubur yang terbuat dari beras merah bercampur santan. Dengan mengijak bubur tersebut, bayi tersebut diyakini oleh masyarakat Madura menjadikan si bayi memiliki keberanian untuk menjalani hidup di muka bumi. Selanjutnya orang tua si bayi akan menyediakan beberapa untuk si bayi. Si bayi akan mengambil beberapa benda yang disediakan.           Setiap pengambilan benda yan diambil oleh si bayi, benda tersebut memiliki a...

avatar
Yoyon