Wanita
192 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kisah Prabu Angling Dharma
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sebelum Angling Dharma lahir, terdapat sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Hastina. Kerajaan Hastina saat itu dipimpin oleh Raja yang dikenal dengan Raja Parikesit. Semenjak Parikesit mempunyai beberapa orang putra, kehidupan disekitar kerajaan mulai memburuk karena terjadi persaingan perebutan tahta kerajaan. Raja Parikesit mewariskan tahtanya kepada putranya Yudayana. Ketika masa kepemimpinan Yudayana dimulai, kerajaan hampir mengalami kehancuran sehingga Raja Yudayana sampai berani mengubah nama kerajaannya menjadi Kerajaan Yawasita. Perubahan nama kerajaan dilakukan bermaksud agar masa depan kerajaan yang dipimpin raja Yudayana semakin membaik. Namun kenyataannya masa depan kerajaan Yawasita tetap tidak jaya. Sehingga tahta Raja Yudayana dia berikan kepada saudaranya Gendrayana yang dulu pernah bersaing dengan Yudayana. Pada masa pemerintahan Raja baru Gendrayana, lingkungan kerajaan semakin membaik dan mulai ada perubahan yang lebih sejahtera. Hal itu dibuktikan denga...

avatar
Oase
Gambar Entri
Legenda Gatot Kaca
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Alkisah dalam pengasingannya selama dua belas tahun Pandawa sempat mengembara sampai di sekitar Pegunungan Dieng. Dua belas tahun bukan waktu yang singkat untuk berputar-putar hanya di sekeliling India. Bhima dapat menaklukkan Raja Raksasa Harimba, penguasa hutan di pusat pulau Jawa. Adik sang raja, Harimbi jatuh cinta kepada Bhima, ksatria tinggi besar kuat berotot layaknya raksasa tetapi gagah penampilannya, tidak seperti raksasa yang rewo-rewo. Harimbi adalah raksasa wanita, akan tetapi hatinya sudah lembut, evolusi jiwanya mendahului penampilannya. Dewi Kunti, ibu Bhima yang waskita memahami wanita yang cocok sebagai pendampingi sang putra, maka dia 'memoles' Harimbi dengan 'operasi plastik zaman kuna' menjadi wanita yang cantik, sehingga Bhima jatuh cinta. Dewi Kunti mendapatkan banyak ilmu dari Resi Durwasa, termasuk ilmu mendatangkan Dewa dan mempercantik wanita. Dewi Kunti juga ingat nasehat dari keponakannya, Prabu Kresna untuk menggunakan perkawinan sebagai pe...

avatar
Oase
Gambar Entri
Wayang Arjuna
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

https://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna  Arjuna merupakan seorang tokoh ternama dalam dunia  pewayangan  dalam budaya Jawa Baru. Beberapa ciri khas Arjuna versi pewayangan mungkin berbeda dengan ciri khas Arjuna dalam kitab  m ahabharatta versi  India  dengan  bahasa Sanskerta . Dalam dunia pewayangan, Arjuna digambarkan sebagai seorang  kesatria  yang gemar berkelana, bertapa, dan berguru. Selain menjadi murid  Resi Drona  di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi  brahmana  di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan kesatria unggulan para dewa untuk membinasakan  Prabu Niwatakawaca , raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Dewa Indra, bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain: Gendewa (dari  Bhatara Indra ), Pa...

avatar
Sherlynahalim
Gambar Entri
Kain Lurik
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Kain lurik dengan motif garis-garis vertikal memanjang merupakan salah satu nama besar yang lahir dari salah satu kecamatan di sudut Kabupaten Klaten yang bernama Pedan. Dulu menurut cerita, lurik menjadi salah satu primadona. Industri Lurik Pedan pernah sangat berjaya kala itu, sekitar tahun 1950an hingga akhirnya terpuruk karena serbuan kain-kain dengan warna memikat serta murah. Setelah beberapa masa terpuruk, kini lurik mulai menggeliat. Program Lurikisasi yang diusung Pemkab Klaten dengan mengeluarkan kebijakan agar karyawan Pemkab Klaten mengenakan lurik Pedan sebagai seragam pada hari Kamis tentu saja bukan hanya bisa mengangkat kembali nama lurik, tapi juga potensi ekonomi lokal. Kain Lurik Pedan dibuat dengan menggunakan bahan benang katun yang ditenun dengan alat tenun tradisional (ATBM). Sedangkan untuk proses pewarnaan dimulai dari benangnya, sehingga setelah benang ditenun sempurna maka warna kain depan dan belakang adalah sama. Corak-corak dari lurik sendiri cende...

avatar
Ressti_ayu
Gambar Entri
Srandul
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Srandul Srandul adalah sebuah wujud kesenian drama tari rakyat yang bernafaskan Islam. Apabila ditengok dari syair dan adegan yang di dalamnya menunjukkan adanya upaya dakwah untuk perbaikan pendidikan moral, agama, etika, dan estetika.  Dalam setiap tembangnya secara tersurat menggambarkan tentang tuntunan perjalanan hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Islam. Dari Wonogiri kesenian Srandul ini sempat menyebar ke beberapa daerah di sekitarnya antara lain Ponorogo, Klaten, Karang Anyar, Gunung Kidul, Sleman, Bantul, Temanggung, dan lain-lain. Kesenian Srandul ini juga sempat berkembang di Kota Gede, Yogyakarta. Hal ini diawali dengan pementasan kelompok Srandul dari Gunung Kidul di Kota Gede sekitar tahun 1941. Rombongan ini sempat menginap di kampung Bumen, Kota Gede dan melakukan gladi resik (latihan sebelum pertunjukan). Rakyat setempat  rupanya cukup tertarik dengan kesenian ini dan ikut berlatih. Rakyat Basen, sebuah kampung di K...

avatar
Alvipian
Gambar Entri
Malam Midodareni
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Menurut pernikahan adat jawa, Midodareni adalah sebuah prosesi menjelang acara panggih dan akad nikah. Midodareni sendiri berasal dari kata widodari yang dalam bahasa Jawa bermakna bidadari. Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat jawa sendiri kenapa diadakannya acara prosesi Midodareni adalah karena konon pada malam itu para bidadari dari khayangan turun ke bumi dan bertandang ke rumah calon mempelai wanita guna ikut mempercantik dan menyempurnakan calon pengantin wanita. Urut-urutan dari acara malam midodareni sendiri adalah sebagai berikut: Jonggolan / Nyantri Jonggolan / Nyantri adalah sowannya calon mempelai pria ke rumah calon mempelai wanita untuk beremu dengan orang tua dari calon mempelai wanita yang kelak akan menjadi mertuanya. Jonggolan sendiri berasal dari kata njonggol yang berarti menampakan diri. Mendapakan diri ini untuk menunjukkan kepada calon mertuanya bahwa sampai saat menjelang detik-detik akad nikah calon mempelai pria dalam keadaan sehat wal afiat dan t...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Cowongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Cowongan adalah salah satu jenis ritual atau upacara minta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Banyumas dan sekitarnya. Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, permintaan datangnya hujan melalui cowongan, dilakukan dengan bantuan bidadari, Dewi Sri yang merupakan dewi padi, lambang kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui doa-doa yang dilakukan penuh keyakinan, Dewi Sri akan datang melalui lengkung bianglala (pelangi) menuju ke bumi untuk menurunkan hujan. Datangnya hujan berarti datangnya rakhmat Illahi yang menjadi sumber hidup bagi seluruh makhluk bumi, termasuk manusia. Dilihat dari asal katanya, cowongan berasal dari kata “cowong” ditambah akhiran “an” yang dalam bahasa Jawa Banyumasan dapat disejajarkan dengan kata perong, cemong, atau therok yang diartikan berlepotan di bagian wajah. Perong, cemong, dan therok lebih bersifat pasif (tidak sengaja). Sedangkan cowongan lebih bersifat aktif (disengaja). Jadi cowongan dapat diartikan sesuatu ya...

avatar
Daniteer
Gambar Entri
Serat Pandhita Raib
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Manuskrip "Serat Pandhita Raib" merupakan karya Kyai Sastradiwangsa. Ditulis di atas kertas dluwang gendhong, yaitu kertas yang dibuat dari kulit kayu yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Naskah bertema Sejarah Islam ini menceritakan tentang pertempuran Nabi Muhammad dengan seorang pendeta Agama Yahudi bernama Pandhita Raib dari Negeri Kebar. Penyebab pertempuran ini, sang pendeta berupaya mempengaruhi penduduk Kebar agar menjauh dari Islam dan memurtadkan mereka ke dalam ajaran Yahudi. Pada akhir pertempuran sang pendeta digambarkan menyerah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Penulisan karya sastra ini nampak diinspirasi oleh konflik antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang tinggal di sekitar oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah. Selain itu naskah ini juga membahas tentang sifat-sifat Nabi Muhammad. Juga terdapat bagian dimana Nabi Muhammad dikisahkan sedang menyampaikan ajaran kepada putrinya, Fatimah tentang kewajiban ibadah dan tugas wanita muslimah terutama...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Serat Pandhita Raib
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Manuskrip "Serat Pandhita Raib" merupakan karya Kyai Sastradiwangsa. Ditulis di atas kertas dluwang gendhong, yaitu kertas yang dibuat dari kulit kayu yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Naskah bertema Sejarah Islam ini menceritakan tentang pertempuran Nabi Muhammad dengan seorang pendeta Agama Yahudi bernama Pandhita Raib dari Negeri Kebar. Penyebab pertempuran ini, sang pendeta berupaya mempengaruhi penduduk Kebar agar menjauh dari Islam dan memurtadkan mereka ke dalam ajaran Yahudi. Pada akhir pertempuran sang pendeta digambarkan menyerah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Penulisan karya sastra ini nampak diinspirasi oleh konflik antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang tinggal di sekitar oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah. Selain itu naskah ini juga membahas tentang sifat-sifat Nabi Muhammad. Juga terdapat bagian dimana Nabi Muhammad dikisahkan sedang menyampaikan ajaran kepada putrinya, Fatimah tentang kewajiban ibadah dan tugas wanita muslimah terutama...

avatar
Farrihnabhan