Berbicara mengenai zaman now, yaitu zaman di era industri 4.0 ini banyak sekali kaulinan barudak (permainan anak) sunda yang sudah tidak dimainkan lagi alias hampir punah. Kalo bukan kita yang melestarikan, ya siapa lagi? kalo bukan sekarang ya kapan lagi?. Ada beberapa permainan anak sunda yang hampir punah ditelan zaman, di antaranya adalah: 1. Bebentengan. Permainan ini mengajarkan kita fokus, kerjasama tim, dan disiplin. 2. Boy-boyan. Permainan tradisional dengan total pemain 5-10 orang 3. Main poces (kelereng) 4. Main Gatrik 5. Oray-Orayan (ular-ularan) 6. Congklak 7. Susumputan (petak umpet) 8. Egrang. Biasanya membutuhkan keseimbangan Demikian beberapa permainan yang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak sunda zaman now. Bahan bacaan: https://www.hipwee.com/list/beberapa-kaulinan-barudak-permainan-anak-sunda-yang-sudah-jarang-dimainkan/
Papatuk ( Congo ), bagian ujung kujang yang runcing, gunanya untuk menoreh atau mencungkil. Eluk ( Siih ), lekukan-lekukan atau gerigi pada bagian punggung kujang sebelah atas, gunanya untuk mencabik-cabik perut musuh. Waruga, nama bilahan (badan) kujang. Mata, lubang-lubang kecil yang terdapat pada bilahan kujang yang pada awalnya lubang- lubang itu tertutupi logam (biasanya emas atau perak) atau juga batu permata. Tetapi kebanyakan yang ditemukan hanya sisasnya berupa lubang lubang kecil. Gunanya sebagai lambang tahap status si pemakainya, paling banyak 9 mata dan paling sedikit 1 mata, malah ada pula kujang tak bermata, disebut “Kujang Buta”. Pamor, garis-garis atau bintik-bintik pada badan kujang disebut Sulangkar atau Tutul, biasanya mengandung racun, gunanya selain untuk memperindah bilah kujangnya juga untukmematikan musuh secara cepat. Tonggong, sisi yg tajam di bagian punggung...
Anda tahu Kota Bekasi? Bekasi merupakan salah satu kota yang berada di kawasan Jabodetabek yang mempunyai beragam keindahan alam semesta yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sehingga tak heran jika banyak sekali wisatawan yang berbondong-bondong berkungjung menikmati keindahan alam di Kota Bekasi. Nah, bagi Anda yang sedang berkunjung ke Bekasi maka diwajibkan untuk bawa pulang aneka macam oleh oleh makanan khas kota Bekasi. Meskipun tidak sebesar Jakarta, Bekasi ternyata juga memiliki banyak sekali oleh-oleh makanan khas yang bisa Anda beli ketika berkunjung ke Bekasi. Jadi, jika Anda berada di Bekasi dan ingin membeli oleh oleh makanan khas di Bekasi, tidak usah pusing. Pasalnya, banyak sekali pilihan oleh-oleh di Bekasi. 1.Kue Sagon bisikan.com Kue sagon merupakan jenis kue yang berbahan dasar tepung beras dan cukup populer sebagai jenis oleh-oleh makanan khas Kota Bekasi. Proses pembuatan kue sagon ini disangrai, sehingga akan menghasilkan cipta r...
angeun poloy atau yang biasa disebut dengan sayur lompong adalah penganan makanan yang terbuat dari batang talas/keladi. batang talas memiliki kandungan gizi yang bagus, diantaranya yaitu kalsium, karbohidrat, dan fosfor yang bermanfaat bagi tubuh. Angeun Poloy biasa dihidangkan saat lebaran hari raya. Angeun poloy lebih nikmat ketika dihidangkan dengan ketupat dan sambal kecap. Angeun Poloy memiliki rasa yang gurih dan lembut ketika disantap.
Budaya Bekasi hampir punah. Penyebabnya tidak lain karena generasi ‘emoh’ untuk meneruskan kebiasaan-kebiasaan yang dulu di banggakan. Namun satu diantara budaya Bekasi yang masih eksis, tetapi sudah hampir terpinggirkan adalah Topeng. Dengan sedikit modifikasi, Topeng Tambun atau yang biasa disebut dengan Topeng Blantek Bekasi kini dicoba eksistensinya lewat ekstrakurikuler untuk sekolah dasar (SD) dan SMP. Tarian lenggak-lenggok ini dulunya digunakan sebagai mata-mata pribumi pejuang Bekasi terhadap musuh. Biasanya dilakukan oleh gadis-gadis cantik yang memakai topeng. Mereka berpakaian khas dengan warna-warni yang lebih ‘norak’. Mereka melakukannya dengan berkelompok. Sehingga tercipta goyangan-goyangan yang lebih terarah sekaligus menatau keadaan di sekitarnya. Saat ini topeng blantek Bekasi mulai digemari oleh siswa. Sebab selain eskul, Topeng/Ronggeng Blantek menjadi iringan setiap kegiatan di Bekasi. Sedikitnya untuk melakukan ronggeng blante...
Pemandangan tugu bulan-bulan yang berada di jalan Juanda, Kota Bekasi, tepatnya dekat stasiun Bekasi, kini sudah bebeda. Pasalnya, tugu yang dahulunya dihiasi patung lele, kini ditanamkan lima bambu runcing. Bambu runcing itu, sebagai simbol Kota Patriot (Bekasi). Yang melakukan penanaman itu, adalah Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi Raya Ditancapkannya bambu runcing pada tanggal 17 Januari 2017, untuk mengenang sejarah 17 Januari 1950 silam. Dimana pada saat itu, ada sebuah apel akbar yang dilakukan Singa Karawang-Bekasi, dan saat itu ada sebuah peristiwa bersejarah dengan nama Bekasi lautan api. Simbol lima bambu runcing ini untuk mengenang ulang kembali sejarah rakyat Bekasi, berupa apel akbar pada tanggal 17 Januari 1950 yang dimotori KH. Noer Alie. Salah satunya, pemekaran Kota dan Kabupaten Bekasi serta melahirkan NKRI pada saat itu. Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang...
Jaipongan terlahir melalui proses kreatif dari tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain. Jaipongan di karawang pesat pertumbuhannya di mulai tahun 1976, di tandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrument sederhana yang terdiri dari gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau juru kawih. Dengan media kaset rekaman tanpa label tersebut (indie label) jaipongan mulai didistribusikan secara swadaya oleh H Suanda di wilayah karawang dan sekitarnya. Tak disangka Jaipongan mendapat sambutan hangat, selanjutnya jaipongan menjadi sarana hiburan masyarakat karawang dan mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakat karawang dan menjadi fenomena baru dalam ruang seni budaya karawang, khususnya seni pertunjukan hiburan rakyat. Posisi Jaipongan pada saat itu menjadi seni pert...
Selain budayanya, masyarakat Sunda juga terkenal kaya akan keseniannya. Nama Sunda berasal dari "su" artinya baik dan nda adalah kalimat penyambung / kreasi. Masyarakat Sunda yang terkenal dengan ramah tamahnya memiliki berbagai sejarah yang menghasilkan berbagai kesenian tradisional. Orang-orangnya memiliki karakter yang baik dan ramah. Sesuai semboyannya Someah Hade ka Semah artinya sangat ramah pada tamu. Budaya orang Sunda memang terkenal sangat ramah, murah senyum, lemah-lebut, periang, mereka pun sangat menghormati orang yang lebih tua, hal-hal seperti yang sudah mereka lakukan sejak mereka duduk di bangku SD. Hanya saja berbaurnya masyarakat luar, membuat budaya bercampur. Adat istiadat masyarakat Sunda perlahan memudar. Walau begitu, ternyata kesenian tradisional Sunda masih dilestarikan. Tidak sedikit kesenian Sunda yang tetap dibudidayakan hingga sekarang. Kesenian apa saja ya? Berikut adalah Kesenian Tradisional Khas Sunda: 1. Wayang Golek Wayang golek mirip dengan...
Setiap daerah memeliki tanaman khas masing-masing dan tidak terekculai di cisewu, nah salah satu tanaman masyarakat cisewu pada umumnya adalah Turubuk, dan sampai saat ini turubuk menjadi tanaman masyarakat cisewu pada umumnya Turubuk Adalah Tanaman Khas Cisewu -Cisewu adalahÃâàsalah satu kecamatan di Kabupaten Garut paling selatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Cianjur yang banyakÃâàmenyimpan potensi alam dan memeliki tanah subur untuk di jadikan lahan pertanian. Mayoritas masyarakat cisewu pada umumnya penghasilan utamanya adalah bertani baik kebun dan sawah, Tanaman padi adalah tanaman defaul masyarakat karena di anggap makan pokok untuk mengurangi pengeluaran. Berekebun adalah pendapatan untuk kebutuhan di jual sepeti kol, keriting, jagung danÃâàdan beragam tanaman lainnya sudah biasa masyarakat...