Makanan Minuman
Makanan Minuman
Tanaman khas Jawa Barat Desa Cisewu
TURUBUK TANAMAN KHAS CISEWU #DaftarSB19
- 16 Februari 2019

Setiap daerah memeliki tanaman khas masing-masing dan tidak terekculai di cisewu, nah salah satu tanaman masyarakat cisewu pada umumnya adalah Turubuk, dan sampai saat ini turubuk menjadi tanaman masyarakat cisewu pada umumnya

Turubuk Adalah Tanaman Khas Cisewu -Cisewu adalah  salah satu kecamatan di Kabupaten Garut paling selatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Cianjur yang banyak  menyimpan potensi alam dan memeliki tanah subur untuk di jadikan lahan pertanian. Mayoritas masyarakat cisewu pada umumnya penghasilan utamanya adalah bertani baik kebun dan sawah, Tanaman padi adalah tanaman defaul masyarakat karena di anggap makan pokok untuk mengurangi pengeluaran. Berekebun adalah pendapatan untuk kebutuhan di jual sepeti kol, keriting, jagung dan  dan beragam tanaman lainnya sudah biasa masyarakat cisewu apabila mereka berkebun sayur atau apaun itu,  memanfaatkan di sela-sela tanaman utama untuk di tanam tanaman lain, nah salah satu tanamn itu adalah turubuk apakah anda mengetahui apa itu turubuk? turubuk adalah semacam burkoli dan memeliki karakter lembut tangkai tinggi macam tebu, mudah menanam dan tahan penyakit, jadi sangat cocok di tanam si sela-sela tanaman sayuran seperti keriting, tomat dan kol  karena memang tidak mengaggu tanaman utama, turubuk sudah ada sejak lama dan di budidayakan masyarakat cisewu dan sebagai tanaman tradisional dan sebagai lauk nasi, dan lagi pula, menanam turubuk tidak perlu pemeliharaan yang rumit, dan bisa di tumpang sari dengan tanaman lain masa panen cukup pendek, dari tanam sampai di panen di perkirakan memakan waktu kurang dari 7 bulan, untuk nanam turubuk kita cukup memotong batang ukuran 5-10 cm dan sebarkan di area kebun yang berjarak 1 m antara tanamn satu dan lainnya,  dan apabila sudah tumbuh tunas langsung di pupuk dengan urea atau pupuk kandang turubuk yang kita konsumsi adalah buahnya yang  menjolor seperti jagung dan tumbuh di bagian pucuk, isi buah turubuk lembut dan kenyal warna putih, dan jika biarkan tidak di panen akan jadi bunga biasa dan tidak enak di konsumsi kelebihannya buah turubuk adalah bisa di konsumsi mentah  tidak memeliki rasa pahit dan kesat Untuk rasa lebih enak dan nikmat bisa di olah di jadikan sayur bening macam sayur soup,  dan cocok konsumsi selagi hangat, rasa turubuk tidak jauh dari sayur  burkoli, namun yang membedakan burkoli dan turubuk adalah konturnya yang lembut, sedangkan brukoli agak keras dan tidak bisa di konsumsi mentah Turubuk termasuk tanaman sayuran dan itu merupakan tanamam budidaya masyarakat cisewu pada umumnya dan tersebar di semua desa kecamatan cisewu, hal ini mengingat tanaman turubuk tahan penyakit, cara tanam mudah, dan masa panen singkat, walupaun tidak di jual tapi tanaman turubuk masih jadi tanaman  andalan masyarakat sebagai tanaman tumpang sari di konsumsi secara pleksibel dan memeiki rasa nikamat sebagai lauk nasi, ini menjadi alasan masyarakat masih terus memepertahankan menanam turubuk ini untuk masak turubuk tidak ada cara-cara khusus dan sebagai mana masak sayur pada umumnya tapi ada perbedaan, masak turubuk jangan terlalu lama di atas api, karena rasa yang di hasilkan  kurang nikmat, dan terkesan ''beyetek''/benyek, kurang nikmat, tapi cukup begitu air dan bumbu sudah mendidih di atas wajan dan maka turubuk masukan ke wajan, selang 15 menit langsung di angkat dan di konsumsi selagi masih hangat , kalau kebetulan lagi di sawah dan tidak memeliki peralatan masak, dan tidak ingin di makan mentah, bisa di bakar langsung di  bara api, caranya cukup mudah tinggal masukan ke dalam bara api bersama cangkang dan langsung di bakar layaknya bakar jagung apabila di bakar tidak sampai gosong rasanya enak banget dan sepeti rasa jamur pepes, untuk bumbunya cukup menamburkan garam dan siap di konsumsi tapi jika anda malas membakar, bisa di konsumsi mentah, namun ada sebagian orang bisa  sakit perut banyak orang yang berpendapat di bakar kurang enak dan mudah gosong, dan itu kembali lagi kepada kesukaan anda. Nah itu ya turubuk khusunya di cisewu bukan tanaman untuk di jual tapi sebagai tanaman tradisional untuk konsumsi keluarga tapi mungkin di daerah lain  tanaman turubuk di jadikan untuk mendulang rupiah dengan menanam seluas-luasnya dan hasilnya di jual keperkotaan dengan hargan lumayan mahal

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker