jawa tengah
2.768 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
maenpo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Maenpo adalah ilmu bela diri yang berasal dari Jawa Barat. Kata maenpo berasal dari istilah maen nu tara mere tempo yang berarti permainan yang tidak pernah memperlihatkan bentuknya kepada lawan. Sedangkan maenpo yang menitikberatkan pada permainan pukulan ( meupeuh ), dinamakan Maenpo Peupeuhan. Maenpo diperkenalkan pertama kali pada pertengahan abad ke-19 oleh pendekar pencak yang bernama Mohammad Kosim, yang terkenal juga dengan sebutan Mama Sabandar. Beliau mengembangkan cikal-bakal teknik dan jurus dasar yang kini digunakan dalam Paguron Maenpo Peupeuhan. Tidak sedikit yang datang kepada Mama Kosim untuk diangkat menjadi murid. Namun hanya beberapa orang saja yang ia terima, karena beliau takut bela diri ini disalahgunakan.

avatar
Cheniasatriyulistia
Gambar Entri
Labuh Saji
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara adat yang hidup dan berkembang di Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat merupakan wujud nyata perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi para leluhur mereka. Salah satunya adalah upacara Labuh Saji yang dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sebagai ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widi yang memberikan kesejahteraan dalam kehidupan mereka.   Upacara adat labuh saji merupakan tradisi turun-temurun nelayan Palabuhanratu untuk memberikan penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara atas perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan. Mayangsagara mulai melakukan upacara labuh saji sebagai tradisi tahunan sejak abad ke-15 untuk memberikan bingkisan kepada Nyi Roro Kidul yang waktu itu dipercaya sebagai penguasa laut selatan. Mayangsagara melakukan upacara itu agar rakyatnya mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan.   Mitos yang berkembang menyatakan, Nyi Putri Mayangsagara merupakan putri Raden Kumbang Bagus Setra dan Rat...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Upacara ke Makam Karomah
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ziarah ke makam karomah dilaksanakan pada setiap hari Sabtu. Tamu yang datang mempunyai maksud berziarah, datang ke Dukuh di hari Jum'at atau hari sebelumnya. Untuk tamu yang datang di hari-hari sebelum Sabtu; seperti hari Rabu, Kamis, atau Jum'at harus menunggu sampai hari Sabtu, terutama tamu yang jauh atau yang dari luar propinsi Jawa Barat. Sedangkan tamu-tamu yang dekat kadang-kadang datangnya Sabtu pagi pada waktu ziarah. Sedatangnya ke Kampung Dukuh tamu langsung ke rumah Kuncen untuk menceritakan maksud kedatannganya, selebihnya tamu ada yang menginap dirumah Kuncen, tapi kadang-kadang ada juga yang dirumah masyarakat terdekat sebab di rumah Kuncen tidak tertampung.    Semua tamu yang datang ke Kuncen disuguhi makan sebab merupakan kewajiban Kuncen. Di waktu malam tamu-tamu yang ada di rumah Kuncen diberikan penjelasan asal muasal Karomah, Kampung Dukuh, serta adat istiadat yang ada di Kampung Dukuh, lalu diteruskan dengan membaca salawat.  Pad...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ronggeng Amen
Tarian Tarian
Jawa Barat

Ronggeng Kaler (kaler berarti utara) lebih dikenal sebagai Ronggeng Amen. Ronggeng Amen merupakan pengayaan dari seni Ronggeng Gunung. Disebut Ronggeng Kaler karena asal dan daerah penyebarannya di wilayah bagian utara Kabupaten Ciamis atau Kuningan, yang perpaduannya menghasilkan Ronggeng Amen/Kidul yang lebih "laku" di masyarakat, mungkin karena lebih meriah sebab sudah menggunakan gamelan kliningan dan lagu-lagu Rancagan. Berbeda dengan Ronggeng Gunung, dalam Ronggeng Kaler penyanyi tidak merangkap sebagai penari. Penyanyinya biasa disebut pesinden sehingga bentuknya hampir mirip dengan Kliningan di daerah utara Jawa Barat yang menggunakan perangkat gamelan secara lengkap. Ronggengnya lebih dari dua orang dan musik pengiringnya adalah seperangkat gamelan lengkap dengan lagu-lagu kliningan. Perkembangannya sekarang telah melalui proses modifikasi dan daya kreatifitas pada idiom-idiom tari tradisi dan penyajiannya. Gaya penyajian Ronggeng Amen tetap menggunakan pola lingkar...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Tari Ketuk Tilu
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari ketuk tilu ini banyak tersebar di wilayah Priangan, Bogor, dan Purwakarta. Tarian ini biasa ditampilkan pada acara perhelatan, perayaan dan ngamen, bisa di ruang terbuka atau tertutup. Tari Ketuk Tilu ini termasuk ke dalam tari hiburan atau tari pergaulan. Pada penampilannya, tari ketuk tilu disajikan di depan kelompok penabuh. Di tengah arena tempat menari biasanya ditempatkan lampu minyak berkaki (Sunda disebut oncor). Penonton/calon penari berada di sekitar gelanggang, duduk, jongkok atau berdiri, sekarang pada acara resmi selalu disediakan kursi untuk duduk para penonton. Pada adegan pertama perangkat iringan di bunyikan yang biasa disebut Tatalu, yaitu untuk menghimpun pengunjung, penonton, dan peserta. Setelah masarakat banyak berdatangan dan sudah berkumpul, dimulai dengan para penari wanita (Ronggeng) memasuki gelanggang, menari bersama mengitari lampu oncor, gerakan tarinya disebut jajangkungan dan wawayangan dan gerakannya sudah ditata terlebih dahulu, dengan temp...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Adat Sirna Resmi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Secara geografis, Desa Sirnaresmi terletak di  6° 48' 54" BT dan  106° 33' 3" LS. Secara administrasi, Desa Sirnaresmi termasuk dalam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Batas-batas administrasi Desa Sirnaresmi adalah:  Sebelah utara, berbatasan dengan Kabupaten Lebak . Sebelah timur, berbatasan dengan Kecamatan Kelapa Nunggal   Sebelah selatan dan barat, berbatasan dengan Desa Cicadas  Kampung Sirnaresmi merupakan salah satu dari tujuh kampung yang ada di Desa Sirnaresmi. Batas-batas Kampung Sirnaresmi adalah :  Sebelah utara, berbatasan dengan Sungai Cibareno  Sebelah selatan, berbatasan dengan Kampung Cibongbong  Sebelah timur, berbatasan dengan Kampung Cikaret  Sebelah barat, berbatasan dengan Desa Cicadas  Suhu udara di wilayah desa berada pada kisaran 21-28°C dengan curah hujan antara 2120-3250 mm/lahun serta kelembaban udara 84%.  Desa Sirnaresmi berada pada...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Pulo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Merupakan suatu perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang. Menurut cerita rakyat, masyarakat Kampung Pulo dulunya menganut agama Hindu, lalu Embah Dalem Arif Muhammad singgah di daerah ini karena terpaksa mundur pada saat mengalami kekalahan sewaktu menyerang Belanda. Karena malu kepada Sultan Agung maka Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram. Pada saat itu beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat Kampung Pulo. Sampai dengan beliau wafat dan dimakamkandi Kampung Pulo, beliau meinggalkan 6 orang anak dan salah satunya adalah pria. Oleh karena itu di Kampung Pulo didirikan 6 buah rumah adat yang berjajar saling berhadapan masing-masing 3 buah rumah di kiri dan di kanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah ataupun dikurangi, serta yang tinggal di dalam rumah tersebut tidak boleh melebihi dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak laki-laki sudah dewasa dan menikah maka paling lamba...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Dukuh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berada pada ketinggian ± 390 m di atas permukaan laut dengan luas ± 5 hektar. Dalam kisah tradisi yang dipercayai masyarakat setempat bahwa yang berjasa sebagai pendiri Kampung Dukuh adalah Syekh Abdul Jalil.   Menurut cerita nama dukuh diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukuh (kukuh, patuh, teguh), dalam mempertahankan apa yang yang menjadi miliknya, atau taat dan sangat patuh menjalankan tradisi warisan nenek moyangnya. Menurut penuturan (2006) Lukmanul Hakim, Juru Kunci (Kuncen) Kampung Dukuh istilah dukuh berasal dari padukuhan atau dukuh = calik = duduk. Jadi padukuhan sama dengan pacalikan atau tempat bermukim. Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok, terdiri atas beberapa puluh rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkat. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari arah barat ke timur. Letak antar rumah hampir berdempetan, sehingga jalan kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan s...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17