budaya
4.809 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
"ngertakeun Bumi Lamba" -mapag Sasih Kapitu Suryakala-
Ritual Ritual
Jawa Barat

UPACARA ADAT BUDAYA SUNDA (NUSANTARA - SABUANA) "NGERTAKEUN BUMI LAMBA" -mapag sasih kapitu suryakala- Ngertakeun bumi lamba, artinya Mensejahterakan Kehidupan Bumi Alam, seperti yang diamanatkan Sang Prabu Siliwangi 1482-1521M, dalam Sanghyang Siksa Kanda’ng Karesian. Upacara ini sebagai salah satu bentuk dari kearifan lokal masyarakat adat dalam berhubungan dengan alam yang mendesak manusia untuk mengubah sikapnya terhadap lingkungan, yaitu dengan berusaha kembali untuk lebih arif dalam memperlakukannya seperti yang telah dilakukan oleh leluhur sejak dulu. Upacara Ngertakeun Bumi Lamba adalah upacara untuk menjalankan pesan kasepuhan (orangtua adat) dari Kanekes, yang menitipkan 3 (tiga) Gunung, sebagai Pakualam (harus diperlakukan sebagai tempat suci yang penting bagi warga adat yang mengakui dirinya Urang Bandung), yaitu Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Wayang dan Gunung Gede sebagai tempat 'Kabuyutan' (sumber air, makanan atau juga leluhur). Inti upacar...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
batik ukel kanthil lung-lung
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
todung sahala batak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Tondung Sahala Orang Batak Fungsi: alat meramal/horoskop Terbuat dari Kepingan Bambu, ditulisi kalimat-kalimat mantra Batak. Catatan: Orang Batak percaya akan adanya ruh/jiwa (tondi) yang menentukan wibawa (sahala) seseorang. Ada beberapa sahala: Sahala Namora: Sahala Kekayaan Sahala Datu: Sahala Ilmu Sahala Panangko: Sahala perilaku buruk (pencuri), jika memiliki sahala ini, seseorang akan sulit untuk ditangkap ketika mencuri. Tondung Sahala merupakan kepingan bambu yang bertuliskan ramalan-ramalan terkait sahala seseorang. Koleksi Foto: Hokky Situngkir

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Pustaha Batak Pane Na Bolon
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Replika Pustaha Batak Pane Na Bolon Aslinya berada di: Museum für Völkerkunde Hamburg, Jerman (13.81.24). Replikai dibuat oleh: Liberty Manik. Replika saat ini ada di perpustakaan IACI, Bandung.  Isi: Naskah ini merupakan naskah ilmu nujum orang Batak, terkait pada nujum Naga Besar yang juga dikenal oleh masyarakat etnik kuno Melayu. Pustaha dan nujum Pane Na Bolon (Pane Besar) biasanya dibuka saat hendak mengadakan peperangan atau hendak mendirikan desa yang baru. Pane Na Bolon adalah penamaan dewa yang mengelilingi bumi dan dalam perjalanannya menempati keempat arah mata angin selama sekitar 3 bulan. TIap kali Pane Na Bolon berpindah, ia mendirikan desa baru dan sesuai dengan kepercayaan Batak kuno, perlu diadakan pesta perjamuan yang merupakan jiwa manusia yang diambilnya pada saat peperangan atau wabah penyakit. Pane Na Bolon merupakan dewa yang sangat ditakuti, dan hanya datu yang mengetahui cara menangkal keberadaannya. Dalam teks pustaha tertu...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Pustaha Laklak Kode 4301
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha Batak, disebut Pustaha Laklak Kode 4301 (linguistik). Sekarang berada di Logan Museum of Anthropology, Wisconsin, AS. Kondisi: Sudah sangat rusak. Beberapa halaman sudah hancur dan tidak dapat dibaca lagi, tetapi bagian yang masih utuh memiliki teks dan ilustrasi yang cukup jelas. Bahan: Kulit Kayu Ukuran: 28 x 18 cm Bungkus jilid (terbuat dari kayu, disebut "lampak") berdimensi 35 x 18 cm. Koleksi: Harley Harris Bartlett (1886-1960) Catatan:  Harley Harris Bartlett (1886-1960) adalah penulis "The Labors of the Datoe and Other Essays on the Bataks of Asahan (North Sumatra)" dalam "Michigan Papers on South and Southeast Asia, 15. Ann Arbor: University of Michigan Press (1973). Bartlett ialah seorang antropolog dan ahli tumbuh-tumbuhan yang meneliti di daerah Asahan pada tahun 1917 dan 1927. Dalam pustaha tertulis: "Ahu pangulubalang si bahir bangke darajahon di | bulung ni sapuate (atau sada ate?) asa daparap ma dohot si | biyang...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Pustaha Poda Ni Si Aji Mamis Ma Inon
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha ini merupakan naskah kuno dari tanah Batak. disebut Pustaha Laklak Saat ini berada di: Übersee-Museum Bremen, Jerman. Ukuran: 14,2 x 12,5 cm Jumlah halaman: 39 halaman ditulisi pada kedua sisi Bahan: Kulit Kayu Kondisi: pustaha ini sudah robek sebelum ditulisi sehingga terpaksa dijahit  Judul: "Poda ni si aji mamis ma inon" (Nasihat untuk menghancurkan musuh) Catatan: Bahasa yang digunakan dalam pustaha ini adalah bahasa yang digunakan di saat perang (dalam bahasa Batak kuno perang selalu disebut sebagai bisara na godang -"adat yang mulia"). Dikatakan pada akhir halaman pertama dan awal halaman kedua bahwa pustaha ini diuntukkan Guru Habinsaran Hata ni Aji dari Silaga-laga yang dikatakan na so nung talu di bisara na godang - yang tidak pernah kalah berperang. Sebagaimana dapat dilihat dari bahasa dan aksara yang digunakan naskah ini dapat dipastikan berasal dari Toba. Pustaha ini dapat dibagi atas beberapa bab, yang semuanya ditandai oleh...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
motif pacitan
Motif Kain Motif Kain
Jawa Timur

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
banjar negara kupu
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Subak Bali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Subak adalah sistem pengelolaan pendistribusian aliran irigasi pertanian khas masyarakat Bali. Sistem ini sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Bali. Melalui sistem subak, para petani mendapatkan jatah air sesuai ketentuan yang diputuskan dalam musyawarah warga. Secara filosofis, keberadaan subak merupakan implementasi dari konsep “tri hita karana”, yang bila diartikan adalah tiga penyebab kebahagiaan (Tuhan, manusia dan alam). Tri hita karana merupakan konsep mengenai hubungan yang harmonis antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam, dan antar manusia. Jadi dengan kata lain, kegiatan di dalam subak tidak selalu mengenai pertanian, tapi juga mencakup interaksi sosial antar warga dan ritual keagamaan untuk kesuksesan dalam bertani. Uniknya, sistem pengairan Bali (subak) tidaklah ditetapkan atas perintah raja, melainkan diinisiasi penduduk desa melalui koperasi desa, yang disebut "subak...

avatar
Eviakbarwati