Kota Bandung atau yang kita juga kenal sebagai Kota Parahyangan atau juga dikenal dengan nama Parij Van Java karena keindahannya pada jaman dahulu seperti Kota Paris di tanah Jawa. Bandung juga mempunyai beberapa cerita rakyat yang sangat terkenal. Seperti salah satunya adalah Sangkuriang. Sangkuriang menceritakan kisah tentang seorang putri yang bernama Dayang Sumbi, anak Raja Sungging Perbangkara. Dayang Sumbi adalah seorang putri yang sangat cantik jelita. Banyak sekali raja-raja yang jatuh cinta karena kecantikan Dayang Sumbi sehingga mengakibatkan peperangan antara raja-raja tersebut. Merasa dirinya menjadi bahan sumber perperangan bagi raja-raja tersebut, akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk pergi ke hutan dan menjalani hidupnya disana. Pada suatu hari, ketika Dayang Sumbi sedang bertenun, pintalan benang tenunnya jatuh dan ia sangat malas untuk mangambilnya sehingga terucaplah kata-kata "Barangsiapa yang mengambil pintalan benang tenunku. Kalau dia perempuan, maka a...
Hong kotokolet atau yang biasa disebut juga hong-hongan merupakan permainan petak umpet yang sering dimainkan pada malam hari sekitar tahun 1970-1980an. Biasanya permainan ini dimainkan saat anak-anak kembali dari mesjid setelah menunaikan ibadah sholat maghrib. cara memainkan permainan ini hampir serupa dengan petak umpet pada umumnya, yaitu dengan menentukan satu orang pemain yang bertugas untuk berjaga dan mencari pemain lain yang bersembunyi. saat pemain yang berjaga berhasil menemukan pemain lain yang bersembunyi ia akan mengucapkan "hong kotokolet!" secara lantang. Umumnya permainan ini dimainkan di daerah pedesaan sehingga mereka akan bersembunyi di balik rerumputan, kandang ayam, atau bahkan bangunan yang terbengkalai. Tentunya permainan ini memiliki tantangan yang bertambah dua kali lipat karena dilakukan di malam hari sehingga pemain yang bersembunyi akan sulit ditemukan karena kurangnya penerangan di daerah pedesaan pada masa itu. Sayangnya, saat ini permainan tersebu...
Dodol Miskat adalah makanan tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Sesuai namanya, makanan ini memiliki komposisi yang sama dengan dodol yang sering kita jumpai. Bedanya, dalam Dodol Miskat terdapat parutan kelapa yang ditaburkan di atas adonannya. Dodol Miskat juga memiliki rasa manis yang didapatkannya dari gula pasir. Apabila dodol pada umumnya berbentuk persegi panjang dan berwarna cokelat, Dodol Miskat ini berbentuk seperti obat nyamuk dan warnanya bisa beragam sesuai keinginan pembuat, misalnya hijau dan merah muda. Meskipun menjadi makanan tradisional Jawa Barat, makanan ini sulit ditemukan di Tatar Sunda sekalipun. Akan tetapi, biasanya pada hari-hari penting seperti Idul Fitri makanan ini akan diproduksi khususnya oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Cibeber, Cianjur. Oleh karena jarangnya produksi yang dilakukan, banyak masayarakat yang tidak tahu dengan dodol jenis ini. Narasumber: Cicah #OSKMITB2018
Ngeuyeuk seureuh merupakan salah satu upacara sunda yang dilakukan sehari sebelum akad nikah. Upacara ini biasanya di selenggarakan di kediaman sang mempelai wanita pada malam hari. Ngeuyeuk seureuh sendiri bertujuan untuk meminta doa dan restu dari orangtua. Lewat upacara ini pula, orangtua biasanya memberikan nasihat dan petuah untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan saling menyayangi, menjaga dan mengajari. Proses ini biasanya dilakukan dengan seserahan berupa keperluan pengantin perempuan dari pihak laki-laki. Upacara ini tidak boleh dihadiri oleh sembarang orang, melainkan keluarga dan kerabat terdekat dari kedua mempelai dan juga seorang gadis dan wanita yang belum menikah tidak diperbolehkan menghadiri acara ini. Upacara ini dipimpin oleh wanita yang sudah berumur yang disebut dengan Nini Pangeuyeuk. Wanita ini lah yang memimpin acara sampai dengan akhir. Dari rangkaian upacara ini lah, kedua pengantin diharapkan bisa mengamalkan kehidupan pern...
Boboko adalah tempat untuk mencuci atau membersihkan beras, bisa juga disebut sebagai wadah nasi. Boboko terbuat dari bambu yang dibelah belah kemudian dianyam sampai rapat, bentuknya bundar cembung dengan kaki segi empat yang biasa disebut sebagai soko. Sisi permukaan wadah diberi wengku dililitkan dengan bambu tali. Nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan yang luar biasa, buktinya mereka berfikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu dalam kegiatan mereka. Pada zaman itu sudah mulai berkembang pengetahuan tentang anyaman, yaitu sejumlah benda yang berbentuk lembaran baik berupa daun, bambu, kulit kayu atau apapun yang disatukan dan saling menganyam sehingga membentuk aneka benda yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan saat itu. Pada masyarakat Sunda, boboko digunakan juga untuk menyimpan barang makanan yang akan dikirimkan ke tetangga atau saudara. Boboko atau dalam bahasa indonesia adalah bakul nasi memiliki banyak kegunaan, yaitu sebagai pe...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bila saudara mengunjungi Kota Bekasi ataupun tinggal di Bekasi, Stadion Patriot Candrabaga atau yang sering disebut dengan Stadion Bekasi tentu tak asing terdengar oleh saudara semua. Sesuai dengan namanya yang lazim, Stadion Bekasi seringkali digunakan sebagai sarana olahraga, khususnya olahraga sepak bola. Tidak hanya tim-tim Jawa Barat saja yang seringkali menginjakan kaki untuk bertanding di Stadion ini, melainkan juga tim-tim besar dari Jakarta seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, dan sebagainya. Dalam trackrecord yang ada, stadion ini telah menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Jawa Barat IV di tahun 1984, 4 tahun setelah dibangunnya Stadion Bekasi. Renovasi dan segala perbaikan pun kian dilakukan untuk memperluas serta menata ulang segi design yang ada hingga stadion ini menjadi bertaraf Internasional dengan kapasitas 30.000 pengunjung. Dalam peresmian pasca renovasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaiku selaku Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi meresmikan dan mem...
Pada jaman dahulu kala, di sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah seorang putri raja yang sangat cantik jelita bernama Dayang Sumbi. la sangat gemar menenun. Suatu hari, ketika sedang menenun, benang tenunnya menggelinding keluar rumah. Gadis itu berucap, "Ah, benangku jauh sekali jatuhnya. Siapa pun yang menggambilkan batang tenunku, kalau ia perempuan akan kuangkat sebagai saudara. Kalau laki-laki, ia akan menjadi suamiku." Tiba-tiba, datanglah seekor anjing membawakan benang miliknya. Anjing tersebut bernama si Tumang. Dayang Sumbi pun terpaksa memenuhi janjinya. Mereka pun menikah. Ternyata, si Tumang adalah titisan dewa yang dikutuk menjadi binatang dan dibuang ke Bumi. Waktu berlalu, Dayang Sumbi pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu mencari hati kijang. Sangkuriang pun berangkat ke hutan ditemani si Tumang. Setelah berburu sepanjang...