Magetan - Ribuan pengunjung memadati obyek wisata telaga Sarangan di Magetan karena bertepatan dengan puncak acara tradisi Festival Gebyar Labuhan dengan acara larung tumpeng 'Gono Bau'. 'Gono Bau', adalah nama sebutan sesaji berupa tumpeng nasi raksasa. Tumpeng raksasa dengan ukuran tinggi sekitar 3 meter itu diarak dengan dipikul 4 orang berpakaian adat jawa. Selain tumpeng nasi putih ada pula ikut di barisan belakangnya tumpeng gunungan hasil bumi berupa aneka sayuran yang juga dipikul dengan tandu. Satu tumpeng nasi dan tiga gunungan hasil bumi tersebut diarak dari pintu masuk retribusi Telaga Sarangan sisi utara untuk dibawa menuju telaga. Arak-arakan itu dikawal iringan 8 pasukan berkuda yang berada di barisan paling depan. Tumpeng nasi putih dan tiga gunungan hasil bumi diserahkan ke bupati Magetan secara...
Jalak Lawu merupakan bentuk tari yang menggambarkan tentang burung jalak yang terdapat di Sarangan, lereng Gunung Lawu dengan nama Jalak lawu. Tari Jalak Lawu mempunyai arti dan bentuk gerak yang menggambarkan gerak burung yang lincah indah dengan warna bulunya yang gemerlapan, terbang kian kemari untuk mencari makan dan minum, bercumbu dan bermain, siang malam merasa tenteram menambah keindahan nuansa sarangan. Sebenarnya burung jalak lawu ini merupakan keluarga dari anis, tapi masyarakat sekitar lereng Lawu sering menyebutnya dengan nama jalak lawu / jalak gading (karena bulunya berwarna gading). Membahas tentang jalak lawu pasti tidak akan jauh tentang mitos seputar jalak lawu dan gunung Lawu. Jalak lawu dikisahkan merupakan jelmaan dari Kyai Lawu, seorang abdi setia Prabu Brawijaya V yang merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit yang melarikan...
Candi Simbata adalah sebuah candi yang terdapat arca Dewi Sri di dalamnya dan terletak di desa Simbatan, sekitar 17 Km ke arah timur dari kota Magetan. Arca Dewi Sri ini merupakan arca yang 'dihormati', dimana setiap hari Jumat Pahing, dalam penanggalan Jawa, di bulan Muharram selalu diikutsertakan dalam ritual bersih desa. Dan kegiatan itu sudah berlangsung sejak tahun 1813. Ada sesuatu yang menarik tentang arca Dewi Sri ini, dimana sejak tahun 1933 sampai tahun 1942 pada dada arca tersebut keluar sumber air yang bersih. Dan sejak saat itu, sumber air tersebut dimanfaatkan oleh banyak orang untuk diambil sebagai pengobatan segala macam penyakit. (Sumber: http://www.eastjava.com/tourism/magetan/ina/simbatan.html)
Magetan Ngumandang adalah lagu kebanggaan Kabupaten Magetan yang di ciptakan oleh : Bp. Suripto. Memang untuk meningkatkan kesatuan dan kebersamaan visi dan misi dibutuhkan sarana untuk mempersatukan visi dan misi tersebut, salah satunya melalui lagu, tembang atau gending. Seperti inilah lyrik lagu Magetan Ngumandang tersebut: Magetan Ngumandang Pranyata Kutha Magetan Kondang Mbangun Jiwa Ekonomi Lan Sosial Manembah Maha Kwasa Adhedhasar Pancasila Hangumandhang Tansah Ngumandang Saindheing Nusantara Kawuryan Tansah Kaloka Kutha Pariwisata Pratani Nara Praja Lan Tamtama Golong Tunggal Cipta Rasa Budi Lan Karsa Gumregut Tumandhang Ambangun Negara Kang Tumuju Marang Katentreman Ngudi Karaharjan Sarta Kabudayan Ing Kutha Lan Desa Magetan Ngumandang,,, (Sumber: https://www.kompasiana.com/cakpattomadeozawa/54f72bf0a33311b4688b462e/magetan-kumandang-penuh-kenangan)
Tari Gelang Ro’om Gelang ro’om memiliki arti yaitu gelang harum, merupakan salah satu perhiasan yang biasa digunakan remaja putri di Madura. Tari Gelang Ro’om merupakan tarian yang diadaptasi dari tari Topeng Getak dan Ronding asal madura. Tarian ini merupakan karya koreografer Dimas Pramuka Admaji yang mengangkat budaya Madura. Gadis yang sudah remaja diwajibkan untuk menggunakan gelang kaki atau binggel. Gelang kaki ini bukan hanya sebagai aksesoris tentang tingkat sosial seorang gadis madura, tetapi juga menunjukkan kepatuhan tehadap adat istiadat madura. Tari Gelang Ro’om merupakan tari dengan latar belakang budaya madura dan tingkah laku remaja perempuan madura yang beranjak dewasa. Perempuan madura yang gemar menggunakan gelang kaki sejak jaman dahulu. Semakin banyak gelang yang digunakan maka menunjukkan semaki...
Sesuai dengan namanya menggunakan “ Kembang Goyang “, maka tarian ini adalah tarian yang salah satu propertinya adalah menggunakan kembang goyang tentunya. Kembang goyang ini merupakan perhiasan yang dipasangkan pada rambut atau sanggul ( konde ) dan dapt bergerak – gerak apabila digoyangkan atau digerakkan karena pada bagian tengah atau bawahya kembang goyang ini memiliki pegas. Hiasan kembang goyang ini sendiri dibuat dari logam atau kuningan dan juga terkadang dibuat hiasan berupa batu permata sehingga tidak salah jika kembang goyang ini sangat popuer digunakan pada saat acara tradisional di negara kita. Kembang goyang ini, lazim dikenakan untuk aksesoris pengantin, penari. Karena pada saat menari kembang tersebut ikutan bergoyang, oleh karena itulah tercetuslah nama tari Kembang Goyang. Pada setiap ada acara perkawinan secara tradisional, maka tidak pernah lupa menggelar tari Kembang Goyang tersebut, karena memang peruntukannya untuk hal seperti i...
Batik pesisir banyak dipengaruhi oleh tumbuhan dan hewan yang hidup di sekitar masyarakat. Salah satu tumbuhan yang menginspirasi para pembatik adalah pohon toge. Motif getoge ini merupakan gambaran dari pohon toge. Namun karena diucapkan dengan aksen Madura, maka nama motif ini menjadi getoge. Dalam batik ini juga terlihat ornamen udang yang beraneka warna. Sumber: http://kainusa.id/koleksi/kain-batik/kain-batik-cap/batik-cap-udang-getoge-1504a012
Bunga Seruni merupakan ragam hias yang banyak dijumpai dalam batik pesisir. Bunga Seruni melambangkan ketabahan menghadapi keadaan. Seruni juga menyiratkan umur panjang, kebahagiaan dan kesejahteraan di usia senja serta mengundang keberuntungan. Sumber: http://kainusa.id/koleksi/kain-batik/kain-batik-cap/batik-seruni-latar-ceplok-1510a016
Berbagai macam batik di Indonesia memiliki sejarah tersendiri. Begitupun batik Banyuwangi, yang dikenal sebagai batik pesisiran. Motifnya beragam, dari Kopi Pecah dan lain sebagainya. Kopi Pecah merupakan salah satu motif batik asli Banyuwangi. Ada filosofi yang ingin diangkat dalam pengambilan tema ini, yakni pengorbanan. Biji kopi harus dipecah atau dihancurkan, agar bisa dinikmati. Itulah makna pengorbanan. Kini batik Banyuwangi telah dikenal di dunia fashion nasional maupun internasional. Permintaan batik Banyuwangi terus mengalami peningkatan. Saat ini, ciri khas Batik Banyuwangi telah dikenal. Ketika membeli batik, orang tahu kalau itu batik khas Banyuwangi. Dengan demikian pelaku industri batik Banyuwangi ikut berkembang. Kopi Pecah menjadi tema dalam Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2017. Selain itu, kopi juga menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini luas lahan kebun kopi di Banyuwangi mencapai 10.833 hektar baik kebun yang dikelola sw...