pahlawan
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Menengok Sejarah Berdirinya Gedung Sate
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Sate atau dalam bahasa sundanya Gedong Sate adalah sebutan dari masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Bandung untuk kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat. Letaknya berada di Kota Bandung tepatnya di Jalan Diponegoro No. 22. Gedung sate mulai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Pada zaman pemerintahan kolonial dulu, bangunan ini disebut dengan Gouvernments Bedrijven. Bangunan ini diarsiteki oleh Ir. J. Gerber yang merupakan seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland serta Ir. G. Hendriks dan Ir. Eh De Roo yang menjadi sebuah tim ahli dari Belanda. Ide untuk membangun gedung Sate awalnya dari penilaian kolonial Belanda bahwa Batavia sudah tidak pantas menjadi Ibu Kota karena berbagai perkembangan yang terjadi pada saat itu. Rencana awalnya, Gedung Sate dibangun untuk dijadikan pusat pemerintahan kolonial Belanda, karena mereka berpendapat bahwa iklim di Bandung mirip dengan iklim di Perancis Selatan saat seda...

avatar
Andhika irsyad
Gambar Entri
RWY LARASSUMBOGO KARYA DAN PENGABDIANNYA
Alat Musik Alat Musik
Bali

" RWY Larassumbogo: Karya dan pengabdiannya Moeljono, Moeljono (1984) RWY Larassumbogo: Karya dan pengabdiannya. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. [img] Text RWY LARASSUMBOGO KARYA DAN PENGABDIANNYA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Sebagai bangsa yang berjiwa besar, bangsa Indonesia selalu menjunjung tinggipahlawannya. Yang dimaksud dengan kata pahlawan disini tidak hanya terbatas pada mereka yang berjasa dalam bidang politik atau bidang militer saja, melainkan mencakup juga mereka yang berjasa dalam bidang sosial, ilmu atau budaya. Raden Wedono Josef Larassumbogo yang biografinya kita bicarakan sekarang ini merupakan salah seorang yang dianggap berjasa dalam bidang budaya, khususnya karawitan. Karena jasanya itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi Anugerah Seni berdasarkan Keputusan Menteri P & K No. 0148/1970...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Cerita Rakyat La Dhangu Sarina
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Kelahiran seorang bayi yang luar biasa di Kerajaan Wolio sekitar abad sembilan belas. Sejak bayi, ia telah memiliki keistimewaan yakni dapat makan dan menghabiskan setandang pisang kapok, sekali makan. Kemudian bayi itu diberi nama La Dhangu Sarina. Ayahnya memberi latihan khusus yakni berlatih memegang senjata dan tahan terhadap pukulan. Hal ini dilakukan agar ia dapat menjadi pahlawan dan hulubalang raja. Keluarbiasaan La Dhangu Sarina menjadi terkenal. Akhirnya La Dhangu Sarina di panggil oleh raja dan dijadikan pengawal istana. Suatu saat, Raja Wolio menerima tamu asing utusan kompeni. Tamu itu tertarik pada penampilan La Dhangu Sarina; akhirnya anak itu diminta kepada raja Wolio, namun pada saat itu ia tidak diajak serta. Selanjutnya, pada pelayaran berikutnya kompeni memerintah seorang utusan untuk menyemput La Dhangu Sarina. Namun, dengan perasaan kesal ketika utusan itu tiba La Dhangu telah meninggal dunia. Makna yang terkandung didalamnya adalah janganlah cepat tergoda de...

avatar
Widra
Gambar Entri
Asal Muasal Tari Patuddu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Sulawesi Barat atau disingkat Sul-Bar termasuk provinsi yang masih tergolong baru di Pulau Sulawesi, Indonesia. Provinsi yang dibentuk pada tanggal 5 Oktober ini sebagian besar dihuni oleh suku Mandar (49,15%) dibanding dengan suku-bangsa lainnya seperti Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan lainnya (19,15%). Maka tidak heran jika adat dan tradisi suku Mandar lebih berkembang di daerah ini. Salah satu tradisi orang Mandar yang sangat terkenal adalah tradisi penjemputan tamu-tamu kehormatan baik dari dalam maupun luar negeri. Penyambutan tamu kehormatan tersebut sedikit berbeda dari daerah lainnya. Para tamu kehormatan tidak hanya disambut dengan pagar ayu atau pengalungan bunga, tetapi juga dengan Tari Patuddu. Zaman sekarang, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan alat tombak dan perisai yang kemudian diiringi irama gendang. Oleh karena itu, Tari Patuddu yang memperagakan tombak dan perisai ini disebut juga tar...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Si Cantik Samba Pari dari Tanah Mandar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Pada zaman dahulu di pesisir Mandar, berdiri sebuah kerajaan yang kaya raya karena hasil bumi yang melimpah. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang zalim dan sewenang-wenang. Sehingga kekayaan alam tersebut hanya melimpah kepadanya serta kerabat sang raja. Sementara masyarakatnya makin hari semakin terpuruk karena hidup miskin. Mereka tak bisa menikmati hasil buminya lantaran didera pajak yang tinggi oleh sang raja. Kebengisan sang raja semakin lengkap sebab dia juga dikenal suka mengambil paksa perempuan muda untuk dijadikan sebagai permaisuri. Padahal dia telah memiliki tiga belas permaisuri. Akibatnya gadis-gadis lebih banyak mengurung diri di dalam rumah, takut suatu saat diculik oleh sang raja. Rakyat yang jenuh dengan kezaliman raja berusaha melakukan perlawanan. Namun, semua itu sia-sia. Sang raja dikenal sakti. Ia juga dikelilingi prajurit-prajurit yang tangkas dan langsung berhasil menggulung setiap upaya pemberontakan. Akhirnya banyak masyarakat yang lari menggunak...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Woleka
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Woleka adalah tarian yang dibawakan oleh kaum wanita untuk menyambut kepulangan para pahlawan dari medan perang. Asal mula Tari Woleka : Tari Woleka ini merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Asal mula Tari Woleka ini masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa sumber mengatakan bahwa tarian ini awalnya ditampilkan untuk menyambut dan mengiringi para tamu penting atau bangsawan yang datang ke sana. Pertunjukan Tari Woleka: Tari Woleka ini biasanya dimainkan oleh para penari pria dan wanita. Jumlah penari biasanya terdiri dari 4-6 penari wanita dan 2-4 orang penari pria tergantung konsep masing-masing kelompok yang membawakannya. Dalam pertunjukannya, diawali dengan formasi penari pria di barisan depan sedangkan penari wanita dibelakangnya. Kemudian dilanjutkan formasi berubah-ubah sesuai dengan sajian utama Tari Woleka. Untuk gerakan penari pria dan wanita dalam Tari Woleka ini biasanya berbeda. Para penari pr...

avatar
Widra
Gambar Entri
Grebek Pancasila
Ritual Ritual
Jawa Timur

Grebeg Pancasila biasanya dimulai sejak tanggal 31 Mei dengan rangkaian acara seperti Bedhol Pusaka, Tirakatan, dan ditutup dengan Upacara Budaya. Kemudian pada tanggal 1 Juni pagi, acara dilanjutkan dengan Kirab Gunungan Lima dan Kenduri Pancasila. Namun, rundown acara bisa berubah tiap tahunnya, tergantung kondisi. Seperti tahun kemarin dan tahun ini, di mana hari Pancasila bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga dilaksanakan lebih awal. Prosesi Bedhol Pusaka dilakukan dari tanggal 31 Mei sore, dan kegiatan Kirab Gunung Lima diadakan pada malam harinya hingga dini hari. Bedhol Pusaka Ini merupakan prosesi memindahkan benda pusaka dari rumah dinas Wali Kota Blitar di Jl. Sudanco Supriyadi ke kantor Pemkot Blitar. Pusaka yang dibawa antara lain Teks Pancasila, Teks Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, serta Bendera Merah Putih, yang masing-masing pusaka dimasukkan dalam sebuah peti. Selain tiga pusaka itu, ada pula ukiran kayu burung Garuda dan foto Bung Karno yang diarak be...

avatar
Widra
Gambar Entri
Rumah Adat Pacar Pu'u
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Rumah adat Pacar Pu’u adalah salah satu rumah adat orang manggarai yang masih eksis. Tak jauh dari rumah adat ini terdapat sebuah goa yang dulunya dijadikan benteng perang dengan nama Benteng Tinggil, dimana masih terdapat beberapa senjata kuno peninggalan masa perang dan salah satu pahlawan lokal Manggarai yang berasal dari daerah ini sangat terkenal menentang penjajahan bernama Macang Pacar, kini namanya diabadikan sebagai nama kecamatan untuk mengenang sekaligus sebagai penghargaan atas jasahnya dalam menentang penjajahan. https://wisata.manggaraibaratkab.go.id/listing/rumah-adat-pacar-puu/

avatar
Widra
Gambar Entri
Pinolisian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Pinolisian artinya tempat yang dipisahkan oleh Bagundaali (Gagundaali), seorang pahlawan Mongondow, kepala dari pahlawan Bintauna yang bernama Dongitan. Bagundaali dan Dongitan saling bertemu di hulu sungai Pinolisian. Setelah keduanya bertemu di hulu sungai, serta merta oleh Bagundaali dan Dongitan dipenggal dan terbagi dua. Selanjutnya, kepala Bagundaali dibawa ke Kotobangun. Di sana dia membuat tiang bendera yang akan ditancapkan di puncak gunung Pasi. Dan sejak hari itu tempat itu disebut oleh para tetua sebagai Pinolisian karena di sana terbelah Bagundaali seorang pahlawan dari Mongondow, dan kepala dari pahlawan Bintauna. Pada masa itu ada dua bersaudara. Keduanya adalah seorang pemburu. Nama mereka adalah Hondong dan Bangiloi. Keduanya dari Sinomantompi. Ketika berburu mereka sampai di hutan di pinggir sungai. Di dorong rasa lapar, mereka menangkap seekor kera dan membaginya di pinggir sungai. Kepla kera itu juga dibelah dua oleh mereka . https://belajar.kemdikbud....

avatar
Widra