masyarakat adat
614 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kain Non Tenun Sumatera Barat : Sulaman Suji | #OSKMITB2018
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Ketika  marak pulai  (pengantin laki-laki) diantar ke rumah  anak daro  (pengantin perempuan), jadilah sebuah pesta perkawinan adat Minangkabau yang dinamakan  baralek gadang  (pesta besar). Perempuan-perempuan muda yang belum lama menikah biasanya ikut dalam iringan arak-arakan. Mereka dinamakan  pasumandan,  artinya pengiring dari lingkungan yang baik-baik. Pasumandan pada saat itu memakai pakaian adat yang terbagus dan terbaru, baju yang dipakai mereka biasanya berwarna merah bercorak sulaman. Bagi orang awak , sulaman ini dinamakan suji .Ini kalau memakai satu warna benang. Jika memakai warna-warna benang yang berbeda dinamakan suji cair . Cair artinya memecah atau merambat, maksudnya warna tertentu merambat pada warna yang lain, dengan kata lain bernuansa. Umumnya ragam-ragam hias suji berupa corak-corak flora, seperti rangkaian bunga dan dedaunan. Penempatan warna benang sangat terkontrol dan terpilih antara ujung. Tengah, dan...

avatar
OSKM18_16418277_[Muhammad] Iqbal Rahmadhani
Gambar Entri
Upacara Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Kali ini saya akan membahas tenteng salah satu upacara adat Tabuik yang berasal dari Pariaman,Sumatera Barat. Tabuik mrupakan benda berbentuk keranda bertingkat tiga yang biasanya terbuat dari kayu, bambu, dan rotan. Tabuik berasal dari bahasa Arab Melayu yang artinya peti atau keranda yang dihiasi bunga berwarna-warni dan kemudia dibawa berarak-arak keliling kampung. Upacara Tabuik ini di adakan sebagai rangka memperingat Asyura, atau gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada 10 muharram. Tradisi ini melibatkan banyak orang, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir pada penyelesaian puncak acara. Keterlibatan tradisi ini bukan hanya pada warga setempat, melainkan hingga ke pemerintah daerah. Rangkaian tradisi upacara Tabuik di pariaman terdiri dari tujuh tahapan ritual Tabuik, yaitu : -Mengambil tanah -Menebang batang pisang -Mataan -Mengarak jari-jari -Mengarak sorban -Tabuik naik pangkek -Membuang Tabuik...

avatar
OSKM18_16218092_Kania Qaula
Gambar Entri
Upacara Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tabuik  adalah perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharam) yaitu mengenang  kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw  yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam...

avatar
Alamsrizanf
Gambar Entri
'Aia Basuah' Adat Makan urang Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

                Ketika berada dirumah makan padang, kita pasti sering melihat tempat mencuci tangan diletakkan diatas meja makan kita. Dalam bahasa minang, ini dinamakan aia basuah . Kita menggunakan ini untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Hal ini tentu lumrah ditemukan dimana saja. Namun, yang menjadi ciri khas dari kebiasaan urang minang ini adalah cara menggunakannya. Adat makan di minangkabau, setelah makan biasanya orang minang manonyong (menyiram)  tangan di piring makan. Kemudian baru dicampuangan (dicemplung)  ke tempat aia basuah, sehingga tangan yang dibilas dua kali lebih bersih. Bagi orang minang menjadi hal biasa menyuci tangan sesudah makan langsung di piring bekas makan kita dan malah hal itu dianjurkan dengan pameo: biar ndak kariang rasaki (susah rezeki). Hal ini bermaksud untuk memudahkan orang untuk mencuci piring yang sudah basah....

avatar
Lucarr
Gambar Entri
Makna Pakaian Kebesaran Pangulu Minangkabau
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Barat

Dalam adat Minangkabau, pemimpin disebut dengan Pangulu atau Penghulu yang diberi gelar Datuak .  Pangulu merupakan orang pilihan dari suatu suku atau kaum yang ditetapkan berdasarkan ketentuan adat yang nantinya akan memimpin anak-kemenakan serta masyarakat di negerinya.   Sebagai seorang pemimpin, Pangulu memiliki pakaian kebesaran yang tidak hanya sekedar pakaian saja tetapi juga memiliki makna simbolik dan makna yang tersembunyi didalamnya. Pakaian Pangulu terbagi menjadi 8 macam, yaitu : Deta (destar) Terdiri dari deta saluik dan deta bakaruik. Melambangkan akal yang berlipat-lipat,tidak mudah ditafsirkan dan mampu menyimpan rahasia Baju tanpa saku Berlangan lapang sedikit dibawah siku. Melambangkan bahwa penghulu tidak mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri Celana (longgar serta lapang) Melambangkan Kemampuan membuat langkah kebijaksanaan dengan gerak yang ringan,santai,tidak menyulitkan Kain Sampiang...

avatar
OSKM18_16018271_Ulva
Gambar Entri
Marandang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Budaya Marandang adalah budaya masyarakat Sumatera Barat yang biasa dilakukan saat ada acara besar seperti hajatan atau sunatan anak. Budaya ini adalah budaya memasak randang beramai - ramai, biasanya ibu - ibu satu kampung. Randangnya dimasak diatas tungku besar yang nantinya akan dihidangkann di acara tersebut. Tungku tersebut terbuat dari tanah liat yang didalamnya diletakan kayu bakar, sedangkan alat yang digunakan sebagai wadah memasak biasanya adalah sejenis wajan yang cukup besar. Akhir - akhir ini biasanya kegiatan ini malahan diadakan sebagai kompetisi masak bersama jika ada kegiatan di kampung, akan tetapi hal ini sudah jarang dilakukan, walaupun masih ada di daerah tertentu yang mengadakan hal ini. Budaya ini menggambarkan kebersamaan suatu kaum yang sudah jarang ada   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918365_Samoa Isa Farrell
Gambar Entri
Malam Bainai dan prosesi Mandi-mandi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam pernikahan adat minang, terdapat suatu prosesi yang harus dijalani oleh calon pengantin wanita atau disebut anak daro pada malam sebelum pernikahan berlangsung, yakni adalah malam bainai. Malam bainai adalah malam terakhir sang wanita minang atau yang disebut anak daro merasakan kebebasan berstatus lajang. Secara harfiah, bainai artinya melekatkan tumbuhan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatra Barat disebut daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Tumbukan daun inai ini akan meninggalkan bekas warna merah cemerlang di kuku setelah dipakai semalaman. Tujuan malam bainai ini untuk mendidik anak daro dalam segala bentuk gerak dan perilaku untuk mencapai tujuan hidup yang bahagia dengan senantiasa menghayati budi pekerti yang baik. Malam bainai ini dilakukan sehari sebelum pernikahan berlangsung. Pada acara malam bainai itu,wakil keluarga diberi kesempatan untuk memberikan doa restunya untuk melepas anak daro yang akan melangsungkan pernikahan itu. Karna itu, mal...

avatar
OSKM18_16318162_Hidayati Islami
Gambar Entri
Mambangkik Batang nan Tarandam
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Minang Kabau kaya dengan berbagai macam budaya. salah satunya yaitu Mambangkik Batang nan Tarandam. Budaya ini merupakan tradisi dari nenek moyang orang minang kabau dimana pada saat seseorang ingin mendirikan rumah gadang (rumah adat) yang bahan dasarnya kayu/batang pohon.Seperti yang sering kita lihat di minang rumah gadang kebanyakan terbuat dari kayu mulai dari lantai ,dinding ,tiang dan sebagainya. Namun ada juga seberapa yang menggunakan bata, yang seperti ini biasanya telah siap direnovasi. Tata cara dalam membangun rumah gadang yaitu pertamakali masyarakat minang kabau melakukan mufakaik(musyawarah). Setelah dimusyawarahkan bagi yang laki-laki mulai mencari bahan yang diperlukan. Setelah mendapatkan bahan utama dalam pembangunan ini yaitu kayu. Masyarakat mulai dengan" Mambangkik Batang nan Tarandam ". Disini kayu yang telah didapatkan direndam didalam tabek(kolam) selama beberapa minggu atau bahkan sampai beberapa bulan. Ini bertujuan agar kayu yang digunakan menjadi...

avatar
OSKM18_16418230_Refky
Gambar Entri
Batagak Panghulu di Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Batagak Panghulu di Minangkabau   Batagak panghulu berarti meresmikan seorang datuk menjadi Panghulu. Dalam adat Minang peresmian atau pengangkatan seorang panghulu tidak dapat dilak ukan oleh keluarga yang bersangkutan saja. Malahan keseluruhan suku dilingkupi dalam satu kesatuan adat berupa (KAN) Kerapatan Adat Nagari inilah yang akan terlibat pula didalam nya nanti. Peresmian haruslah berpedoman dalam petitih adat Minang yakni " Maangkek Rajo sakato Alam - Ma'angkek Panghulu sakato Kaum ". Sebelum itu syarat-syarat  pribadi seorang panghulu juga harus dilihat, dimana jabatan panghulu di minangkabau di turunkan secara turun-temurun. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kemenakannya. Dimana yang berhak mendapat atau memakai gelar panghulu adalah kemenakan dekat, kemenakan di bawah dagu kata orang minang, artinya kemenakan yang setali darah menurut garis matrilineal. Panghulu adalah pemimpin kaum, pembimbing anak-kemenakan, dan men...

avatar
OSKM18_16318179_ADELIA KURNIADI