Ronde sangat terkenal di Pulau Jawa, khususnya kota Semarang. Banyaknya orang Cina di Semarang dijadikan alasan lahirnya akulturasi Ronde di Indonesia. Ronde di Indonesia disajikan manis, semangkuk ronde terdiri dari Ronde, irisan roti tawar, kolang-kaling, kacang tanah sangrai, lalu disiram dengan kuah jahe panas yang manis. Ronde biasanya dijual malam hari, sehabis maghrib, para penjaja ronde baru mulai beroperasi. Ronde juga punya filosofi yang diambil dari bahan dasarnya. Misalnya tepung ketan yang lengket memiliki makna perekat kekerabatan serta mempererat hubungan antar keluarga. Ronde sebenarnya juga berasal dari bahasa Belanda, yakni rond yang berarti bulat. Bagian je di akhir menunjukkan kata jamak dalam bahasa Belanda. Dengan kata lain, rondje berarti “banyak bola”. jamak digunakan akhiran sufiks pengecil je sehingga orang Belanda menyebutnya rondje. Kata rondje agak sulit...
Jamu uyup-uyup cocok sekali diminum oleh wanita yang baru melahirkan karena dapat menjaga ketahanan tubuh. Selain itu, jamu ini juga bagus untuk ibu menyususi untuk meningkatkan produksi ASI. Tidak hanya itu, jamu uyup-uyup atau yang biasa disebut dengan gepyokan juga bisa mengatasi masalah bau badan. Jamu ini terdiri dari temulawak, jahe, gula aren, kencur, katuk, temugiring, dan garam. Bahan-bahan: 100 gram daun katuk 50 gram kunyit 50 gram daun beluntas 25 gram kencur 25 gram temulawak 25 gram asam jawa 250 gram gula kelapa 3 buah jeruk nipis 1/4 sendok teh garam 3 liter air Langkah-langkah pembuatan: Cuci semua bahan hingga bersih, kecuali gula dan garam. Kupas kulit kunyit, kencur, dan temulawak. Iris tipistipis, kemudian gerus kasar. Didihkan air, lalu masukkan daun katu dan asam jawa yang sudah diambil bijinya. Tambahkan kulit kunyit, kencur, dan temulawak yang sudah ditumbuk, gula kelapa, dan garam. Masak hingga matang dan air sedikit menyusut sambil sesekali diaduk...
Wayang santri adalah salah satu program yang dibuat oleh Ki Enthus Susmono untuk melakukan menyiarkan agama Islam. Wayang santri dirilis sejak tahun 2006 dan pertama kali dipentaskan di pendopo Ki Enthus Susmono di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Pemberian istilah “Wayang Santri” karena Ki Enthus Susmono mengakui ia bukanlah seorang kiyai, dan ilmunya masih dangkal. Itulah yang membuat Ki Enthus Susmono terbiasa mengatakan “mengaji bersama” pada setiap pagelaran wayang santri karena posisi Ki Enthus Susmono bukan ustad atau pun kiyai namun ia hanya membantu para ustad dan kiyai untuk menyebarkan ajaran dan pengetahuan tentang Islam. Cerita-cerita yang digunakan Ki Enthus Susmono pada pementasan wayang santri, yaitu cerita tentang kisah keteladanan dan perjuangan para alim ulama, abu nawas dan tokoh muslim lainnya. Naskah cerita ditulis oleh beberapa kyai, diantaranya Kyai Amiruddin, KH Amir da...
Sejarah terbentuknya Kabupaten Wonogiri tidak bisa terlepas dari perjalanan hidup dan perju angan Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa. Asal kata Wonogiri sendiri berasal dari bahasa Jawa wana (alas/hutan/sawah) dan giri (gunung/ pegunungan). Nama ini sangat tepat menggambarkan kondisi wilayah Kabupaten Wonogiri yang memang sebagian besar berupa sawah, hutan dan gunung. Pemerintahan di Kabupaten Wonogiri awal mulanya merupakan suatu daerah basis perjuangan Raden Mas Said dalam menentang penjajahan Belanda. Raden Mas Said lahir di Kartasuro pada hari Minggu Legi, tanggal 4 Ruwah 1650 tahun Jimakir, Windu Adi Wuku Wariagung, atau bertepatan dengan tanggal Masehi 8 April 1725. Raden Mas Said merupakan putra dari Kanjeng Pangeran Aryo Mangkunegoro dan Raden Ayu Wulan yang wafat saat melahirkannya. Memasuki usia dua tahun, Raden Mas Said harus kehilangan ayahandanya karena dibuang oleh Belanda ke Tanah Kaap (Ceylon) atau Srilan...
Wonogiri merupakan Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terletak di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Gunung Kidul di Provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya terletak di Kecamatan Wonogiri. Latar belakang terciptanya Batik Wonogiri atau dikenal dengan Batik Wonogiren merupakan tradisi Tirtomoyo diawali oleh seorang abdi dalem Pura Mangkunegaran yaitu Kanjeng Wonogiren yang merupakan sang kreator terciptanya Batik Wonogiren sekitar tahun 1910-an. Batik Wonogiren memiliki ciri khas eksklusif yaitu remukan (retakan). Remukan tercipta dari ketidak sengajaan saat proses membatik, akan tetapi para konsumen mengira remukan-remukan tersebut merupakan ciri dari Batik Wonogiren dan terlihat seperti alami dan indah. Para ko...
Ukiran jepara merupakan seni ukir khas yang berasal dari Jepara. Jepara yang terkenal dengan sebutan Kota Ukir, kini berubah menjadi Kota Ukir Dunia. Setelah meningkatkan citra Jepara "The World Carving Center" , karena produk-produk ukir Jepara sudah sangat terkenal dan sangat banyak penyuka seni ukiran Jepara dari berbagai negara. AS Merupakan Negara Tujuan Ekspor Terbesar Jepara. Negara tujuan ekspor mebel Ukiran Jepara tahun 2015 juga mengalami kenaikan menjadi 113negara dengan jumlah eksportir sebanyak 296 pengekspor, sedangkan tahun 2014 nilai ekspornya hanya 114,78 juta dolar AS dengan 223 pengekspor untuk negara tujuan 106 negara. https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Relief_Ukir_Jepara.jpg https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Jepara Â
Tari Jurit Ampil Kridha Warastra adalah tarian yang berasal dari Kota Salatiga. Tarian tersebut menggambarkan tentang pasukan garwa ampil (selir) dari Mangkunegara I atau Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) dalam Perjanjian Salatiga. Tarian ini merupakan tarian lepas, artinya dapat ditampilkan secara beregu, berpasangan, dan tunggal. Unsur klasik tarian tersebut terdapat dalam gerakan, iringan lagu, busana, dan tata riasnya, tetapi saat ini telah dipadukan dengan unsur-unsur baru yang mengikuti perkembangan zaman. Arti tarian Tari Jurit Ampil Kridha Warastra memiliki arti, yaitu jurit yang berarti "prajurit", garwa ampil yang berarti "selir" – dari Mangkunegara I, dan warastra yang berarti "gendewa". Tarian ini menggambarkan tentang pasukan garwa ampil (selir) dari Mangkunegara I dalam Perjanjian Salatiga yang dilaksanakan tanggal 17 Maret 1757. Dalam perjanjian tersebut masing‑masing pihak (Hamengkubuwana I, Pakubuwana III, dan Mangkun...
Tari Luyung ini adalah tarian kreasi baru karya Tejo Sulistyo pada tahun 2010 di Klaten, Jawa Tengah, turut mempromosikan potensi daerah Klaten yakni lurik dan payung, hingga terbentuk kata “Luyung”. Payung dibuat oleh pengrajin di kecamatan Juwiring dan Lurik dibuat oleh pengrajin di kecamatan Pedan. Dalam tarian ini menggunakan properti Payung dan penarinya mengenakan pakaian Lurik, menggambarkan sekelompok remaja putri yang sedang belajar menenun kain. Hasil karya mereka berupa kain lurik yang indah dan elok yang dibuat pakaian tradisional yang sangat menawan, sambil bermain payung yang beraneka ragam warnanya, mereka memamerkan keindahan pakaian lurik tersebut kepada teman-temannya. Ge rakan tarian ini berupa gerak tari cara membuat kain lurik, seperti gerakan menenun, memintal benang, menjemur sampai melipat dan menyimpan kain lurik. Sedangkan busana yang di kenakan para penari berupa hiasan rambut, anting, kalung, kebaya lurik, kemben lurik, sabuk, da...
Tari Topeng Ireng merupakan tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo, tarian ini mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi, Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an, disebut juga sebagai Tari Dayakan. Tari Topeng Ireng mengisahkan tentang perjuangan seorang pertapa untuk membuka lahan hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman, dimana dihutan tersebut terdapat manusia rimba. Seorang pertapa tersebut melawan para manusia rimba dan mengajari mereka untuk hidup sebagai manusia biasa, mengajak mereka membuka hutan, membuka lahan pertanian, dan mengajari seni bela diri. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-temanggung/