7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Peyek Suket (Jentik Manis) Makanan Tradisional Daerah Magelang, Jawa Tengah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Peyek Suket (Jentik Manis) Makanan Tradisional Daerah Magelang, Jawa Tengah Peyek merupakan salah satu makanan khas tradisional daerah Jawa Tengah. Peyek menjadi salah satu oleh-oleh khas di daerah Jawa Tengah. Banyak sekali macam peyek seperti peyek kacang, peyek ikan petho , dan variasi peyek lainnya. Peyek menjadi makanan khas di berbagai kabupaten di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Magelang. Peyek yang menjadi keunikan di daerah Magelang adalah peyek yang berasal dari suket. Rumput (dalam bahasa Jawa suket ) menjadi bahan dasar utama pembuatan peyek. Suket yang digunakan adalah suket jentik manis. Jentik manis merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di daerah Magelang. Awalnya peyek hanya terbatas peyek kacang, tetapi saat ini sudah berinovasi seperti peyek suket. Bahan pembuatan peyek suket : Suket jentik manis Tepung beras Bawang putih Air Minyak goreng Garam Daun jeruk purut Proses pembuatan pe...

avatar
OSKM_16418316_Riamizar Surya Baihaqi
Gambar Entri
Asal Usul Nama Boyolali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Menurut legenda nama Boyolali berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang  Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara beliau dirampok oleh tiga orang yang mengira beliau membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Salatiga. Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali. Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan...

avatar
OSKM_16518275_Rafiq Satria Yudha
Gambar Entri
Ritual Begalan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Begalan yang dalam Bahasa setempat diambil dari kata begal yang artinya rampok adalah sebuah ritual yang dilakukan di acara pernikahan. Namun upacara ini hanya berlaku untuk pernikahan anak pertama dengan anak pertama, anak pertama dengan anak terakhir dan anak pertama.                 Begalan sendiri adalah kombinasi seni tari dengan seni tutur/lawak dengan iringan gending dengan penari sejumlah 2 orang. Satu orang yang disebut Gunareka bertugas membawa peralatan dapur dan seorang lagi yang disebut Rekaguna menjadi pembegal/perampok. Mereka berdua akan menari mengikuti iringan gending dan saling bertukar pantun.

avatar
Oskm18_16818006_hilwa
Gambar Entri
PROSESI JAMASAN PUSAKA WONOGIRI JAWA TENGAH
Ritual Ritual
Jawa Tengah

            Malam sura merupakan sebutan malam pergantian tahun Islam bagi masyarakat Jawa. Berbagai daerah di Jawa memiliki banyak cara dalam penyambutan pergantian tahun Islam ini, misalnya daerah Surakarta dengan ritual Sekaten, daerah Ponorogo dengan tradisi grebeg sura, daerah banten dengan pawai obor, sedangkan di daerah Wonogiri, Jawa Tengah diselenggarakan Ritual Jamasan Pusaka. Jamasan (bahasa Jawa) berarti mencuci/membersihkan/merawat. Jamasan pusaka merupakan tradisi masyarakat Jawa mencuci pusaka dengan tata cara tertentu.               Pusaka Mangkunegaran yang berada di Selogiri ada dua buah keris dan sebuah tombak peninggalan Raden Mas Said atau Mangkunegara I. Keris-keris tersebut bernama Kyai Karawelang dan Kyai Jaladara, sedangkan tombaknya diberi nama Kyai Totog. Pusaka tersebut disimpan di sebuah bangunan berbentuk tugu berukuran 7x7 meter dan tinggi 6 meter. Pada ba...

avatar
OSKM_19918056_Tyas Anung Wening
Gambar Entri
Tradisi Selapanan Masyarakat Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tinggal di lingkungan masyarakat Jawa maka kita akan mendapati banyak tradisi yang dilakukan. Salah satunya yaitu tradisi yang bernama Selapanan. Selapanan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat pada bayi setelah 35 hari kelahirannya. Hari ke-35 kelahiran seorang manusia menjadi sangat penting bagi manusia. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan kalendar Jawa, dimana masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan minggu sebanyak 7 hari (Senin – Minggu) dan hitungan pasaran dimana satu pasaran berjumlah 5 hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Perhitungan selapan berasal dari perkalian antara 7 dan 5 yang menghasilkan 35 hari. Pada hari ke 35 ini didapatkan pertemuan angka kelipatan antara 7 dan 5. Lantaran hari itu adalah hari lahir si bayi berdasarkan hitungan penanggalan Jawa. Contohnya, bayi yang lahir di hari Selasa Wage maka di hari ke-35 akan bertemu lagi dengan hari Selasa Wage yang sama. Tradisi Selapanan dilakukan dalam rangka rasa syukur atas kelahiran dan k...

avatar
OSKM18_16618261_M.Wijaya
Gambar Entri
Dolanan Kreweng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Dolanan Kreweng merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak generasi '70-an di daerah Jawa Tengah, khususnya Solo. Asal nama permainan ini dari bahasa jawa, dolanan berarti permainan dan  kereweng yang berarti pecahan genting.  Permainan ini merupakan permainan  jauh-jauhan melempar pecahan genting yang dapat meloncat-loncat di permukaan air. Biasanya permainan ini dilakukan di tepi sungai atau di tepi waduk/danau. Cara bermainnya pun sangat sederhana. Pertama, pergi ke tepi danau atau sungai. Selanjutnya, cari pecahan genting atau batu yang tipis sesuai dengan kemauan para pemain. Selanjutnya, para pemain bergantian melempar pecahan genting ke arah danau atau sungai. Tak ada batas waktu di dalam permainan ini. Dalam permainan ini, kemenangan dapat diraih apabila pemain melempar paling jauh dan pantulannya terhadap permukaan air paling banyak. Permainan ini dilakukan dengan pecahan genting, karena pada zaman '70-an, acapkal...

avatar
OSKM18_16318271_DZAKI SATRIO WIDANTO
Gambar Entri
Sedulur Papat Limo Pancer
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

            Istilah Sedulur Papat Limo Pancer sampai sekarang diketahui bersumber dari suluk Kidung Kawedar atau disebut pula Kidung Sarira Ayu, bait ke 41-42. Suluk ini diyakini masyarakat sebagai karya Sunan Kalijaga.             Sedulur Papat Limo Pancer dipercaya menyimbolkan empat macam nafsu yang berada di dalam diri manusia; nafsu keindahan, nafsu amarah, nafsu serakah, dan nafsu keutamaan, serta dari keempatnya, terdapat diri sendiri atau hati nurani manusia di tengah-tengah semua itu.             Kepercayaan Sedulur Papat Limo Pancer berwujud kepercayaan bahwa saat dikandung, setiap manusia dibungkus kulit ari dan bisa tersambung dan mendapat nutrisi dari ibu melalui tali pusar. Sedulur Papat Limo Pancer menyatakan bahwa kulit ari dan tali pusar itu bukan sekadar organ melainkan memiliki kekuatan intrinsik, menjadi roh penjaga y...

avatar
OSKM18_16918237_Fito Ezekiel Halor Jatmiko
Gambar Entri
Omah Trasan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Omah Trasan merupakan tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan orang terkasih karena suasananya yang sejuk, asri, dan kental dengan Budaya Jawa. Omah Trasan merupakan taman yang dikelilingi dengan Rumah Kuno Jawa. Di taman ditanami pohon jati. Semilir angin yang menerpa pohon jati menambah kesejukan dalam taman. Udara sejuk yang diciptakan dari pohon jati menambah suasana syahdu meskipun saat siang hari. Di bawah pohon jati terdapat beberapa meja dan kursi yang bisa digunakan untuk bersantai yang didukung dengan pemandangan indah dari hiasan Rumah Kuno Jawa dan patung-patung di tengah taman. Yang menjadi ciri khas Omah Trasan yaitu ada berbagai macam becak dan dokar sebagai hiasan taman. Di sana kita dapat mengambil foto dengan mengendarai becak dan dokar dengan background pohon jati yang menambah keunikan dari foto kita. Selain itu, ada juga berbagai barang antik yang diletakkan dalam lemari dan di dinding-dinding rumah. Barang-barang antik berupa perab...

avatar
OSKM18_16818058_Satrio Bagus Barselino
Gambar Entri
Cengkaruk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

          Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai ribuan budaya baik itu upacara  adat, rumah, bahasa, bahkan hingga makanan dan minuman. Salah satu makanan yang sekarang sudah sangat sulit ditemukan dan dibeli. Makanan ini bernama Cengkaruk. Cengkaruk adalah sebuah makanan yg terbuat dari nasi yang cocok dimakan sebagai cemilan. Cengkaruk ini adalah sebuah makanan khas dari daerah Solo dan sekitarnya. Makanan ini mempunyai rasa yang enak, gurih, dan renyah. Mungkin alasan orang dulu menamakan dengan cengkaruk karena makanan ini diambil dengan cara ' mencaruk ' (mengambil dalam jumlah banyak dan digenggam) dengan tekstur yang renyah.             Cara pembuatan cengkaruk ini tergolong mudah dan membutuhkan biaya yang kecil. Bahan utama yang digunakan adalah nasi sisa yang belum dihidangkan dan belum basi. Pertama, jemur nasi sisa pada nampan, usahakan nasi tidak dalam keadaan menggumpal terlalu banyak...

avatar
OSKM_16518074_Syarifuddin Fakhri