HARI PAHLAWAN
906 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tugu Lele Bekasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Patung Lele dan Kecapi, atau yang biasa disebut sebagai Tugu Lele, dicanangkan pada tahun 1995 saat Bupati Mochammad Djamhari, satu tahun sebelum Kabupaten Bekasi diresmikan menjadi Kota Bekasi. Tugu tersebut didirikan di Jalan Insinyur H. Juanda Blok A No.1, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat; Atau sebutan tempat yang lebih populernya Simpang Bulan-Bulan. Patung Lele ini disematkan buah kecapi pada tengah tugu tersebut sehingga secara resmi, penamaan kurang populer, disebut sebagai Patung Lele dan Kecapi. Akan tetapi, Tugu Lele hanya berdiri selama 7 tahun. Pada tahun 2002, Tugu Bekasi dibakar habis oleh sejumlah orang.   Mengapa Tugu Lele Bekasi Dibakar Oleh Massa Organisasi Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB), dan beberapa orang Bekasi merasa bahwa patung tersebut tidak mencerminkan masyarakat Bekasi. Lele dipercaya sebagai hewan yang tamak. Ikan lele adalah pemakan segala yang rakus, bahkan memakan kotoran hewan lain, sehingga tak layak menjad...

avatar
OSKM18_16518103_HARDY
Gambar Entri
Lagu Pop Sunda "Budak Jalanan" karya Kustian
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Ini adalah lirik lagu pop sunda yang berjudul "Budak Jalanan" karya Kustian BUDAK JALANAN   Panyanyi : Kustian Ceuk batur mah Kuring teh budak jalanan Gawe ukur ngamen  Dina kandaraan Sabenerna hate ngarasa nalangsa Puguh hirup ragap taya  Kolot teu apal dirupa Jeung deui duka di mana Mun panas…. Kapanasan… Mun hujan… Kahujanan… Mun reup peuting ngadon sare di emperan Da puguh hirup di jalan Hanteu boga petempatan Pikeun pangbalikan Timana…timana.. atuh timana Diri kuring timana atuh asalna Kumaha…kumaha.. atuh kumaha Diri kuring na kumaha mimitina Ya Allah paparin abdi pituduh Na dimana kolot abdi teh ayeuna..        Lagu ini menceritakan tentang kisah hidup anak-anak jalanan yang tidak tahu dimana keberadaan orantuanya. Mereka setiap hari harus mencari uang dan tidur di tempat yang berbeda...

avatar
OSKM18_16618258_AhmadNabil Maulana
Gambar Entri
Ngumbah Kujang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tugu Kujang merupakan monumen khas dari Kota Bogor. Tradisi Ngumbah Kujang merupakan salah satu bentuk dari pelesatrian dan wujud mempertahankan tradisi sunda. Tradisi Ngumbah Kujang dimulai sejak Tugu Kujang dibangun dan diresmikan. Walaupun sempat terhenti, tetapi pada tahun ini masyarakat Kota Bogor kembali berantusias dalam tradisi ini.  Tradisi Ngumbah Kujang dilaksanakan pada siang hari dengan menggunakan tiga sumber mata air yang berada di sekita Tugu Kujang. Beberapa orang menggunakan alat panjat tebing dan membawa suatu bambu berisi air untuk mencuci bagian dari Tugu Kujang. Selain mencuci Tugu Kujang, tradisi ini juga sekaligus memeriksa kondisi keretakan dan sebagainya dari Tugu Kujang tersebut agar Tugu Kujang tetap berdiri kokoh di tengah Kota Bogor. #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16618292_Muhammad Arif Sadewo
Gambar Entri
Tugu Perjuangan di Jalan KH. Agus Salim
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen ini berbentuk persegi empat, di atasnya terdapat semacam kepala. Konon, ketika awal dibangun di sekeliling kepala tugu ditanam pecahan peluru meriam, mortir, granat tangan, dan selongsong peluru ukuran 12,7 mm yang diambil dari berbagai pertempuran di sekitar Bekasi dan Cakung. Keberadaan barang-barang tersebut memang tidak bisa dilihat secara jelas, karena sekitar tugu dipasang rantai pembatas yang akan menghalangi orang untuk mendekat. Penjelasan yang lebih ilmiah datang dari sahabat saya yang dikenal sebagai Sejarawan Bekasi yang bernama Ali Anwar. Ia menceritakan bahwa tugu di Jalan Agus Salim, menggambarkan berbagai pertempuran hebat yang pernah terjadi pada masa Agresi II. Berbagai peristiwa penting, seperti di daerah Kali Abang Bungur, Gardu Cabang dan Medan Satria, Kranji dan di berbagai tempat serta peristiwa pembakaran oleh tentara Sekutu diperingati oleh para pejuang dengan membangun tugu ini. Seandainya tidak ada Moch Toha, pahlawan dari bandung Selatan, mungkin...

avatar
Oskm18_16818271_agustin
Gambar Entri
Tiong Chiu Pia / Kue Bulan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tiong Chiu Pia atau yang lebih dikenal dengan nama "Kue Bulan" merupakan makanan khas Tionghua yang disajikan saat perayaan pertengahan musim gugur (tanggal 15, bulan 8, penanggalan Imlek). Pada tanggal tersebut, bulan terlihat lebih besar, bulat, dan terang. Konon, ada seorang dewi bernama Chang e yang tinggal sendirian di istana bulan lho! Nah, bagaimana bisa dewi tersebut tinggal sendirian di istana bulan? Mari simak legendanya! Pada jaman dahulu kala, di bumi ada 10 matahari. 10 matahari tersebut seharusnya terbit secara bergantian (1hari, 1matahari). Namun, karena keserakahan matahari-matahari tersebut, mereka terbit di hari yang sama dan menimbulkan bencana kebakaran hebat di bumi. Seorang dewa langit bernama Hou Yi ditugaskan oleh Kaisar Langit untuk memusnahkan matahari-matahari tersebut dan kembali ke istana langit dalam waktu maksimal 3 tahun. Hou Yi adalah pemanah yang handal dan dengan sergap memanah 9 matahari, menyisakan 1 matahari untuk menyinari bumi. Hou Yi juga me...

avatar
OSKM18_19918090_Valary Budianto
Gambar Entri
LAIS
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

            Kesenian Lais dari Garut,  Jawa Barat , adalah merupakan kesenian tradisional berupa pertunjukan akrobatik yang menggunakan seutar tali sepanjang kurang lebih 6 meter yang dibentangkan diantara 2 ruas bambu pada ketinggian 12 - 13 meter. Kesenian ini sudah ada sejak jaman Belanda serta cukup populer di Garut, namun sayang kesenian lais mulai jarang dimainkan dan nyaris punah.             Kesenian Lain berasal dari Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut. Kesenian Lais  pada awalnya diambil dari nama seorang laki-laki yang sangat terampil dalam memanjat pohon kelapa. Pak Laisan yang sehari-hari dipanggil Pak Lais adalah seorang yang sangat terampil memanjat dan memetik kelapa, bahkan jika pohon kelapa yang diambil berdekatan, Pak Laisan atau Pak Lais ini tidak turun terlebih dahulu ketanah untuk berpindah pohon, melainkan langsung melompat dari dahan /...

avatar
OSKM18_16018077_TIANDI
Gambar Entri
Kripik Setan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Semenjak tahun 2000-an, "Keripik Setan" atau yang lebih sering disebut "Keripik Pedas" mulai dikenal se-antero Nusantara. Tak disangka, kudapan berbahan baku singkong dan bercita rasa pedas ini berasal dari Kota Cimahi. Ya, sebuah Kota kecil di area Bandung Raya yang kini baru menginjak usia 17 tahun pada 21 Juni 2018. Awalnya, Keripik Setan hanya dikenal di daerah Cimahi, Bandung, dan sekitarnya, dengan nama pasar Keripik Riki. Seiring dengan berjalannya waktu, Keripik Setan mulai banyak dikenal karena cita rasanya yang menggugah selera. Keripik Setan terbuat dari singkong yang dipotong tipis-tipis, lalu digoreng hingga kering dan renyah. Setelah itu, singkong yang sudah digoreng diberi bumbu bubuk yang terbuat dari cabai kering, bawang putih, dan penyedap rasa. Awalnya, Keripik Setan hanya memiliki satu varian rasa. Akan tetapi, lama kelamaan banyak bermunculan inovasi Keripik Setan dengan berbagai macam rasa. Mulai dari pedas, pedas keju, kari, cabe hijau, dan lain sebagainy...

avatar
OSKM18_16218080_Riva Camila Luthfiana
Gambar Entri
PENCA ORAY
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

            Penca Oray (Pencak Silat Ular) merupakan kreasi baru permainan pencak silat yang digabungkan dengan permainan ular. Jurus-jurus pencaknya tak jauh beda dengan jurus yang biasa diperagakan dalam atraksi pencak silat. Hanya saja dalam pencak ular ketika memeragakaan gerakan penca para pemainnya sambil membawa ular.              Ular-ular tersebut awalnya disembunyikan dulu dibalik baju. Ketika gerakan penca sampai pada puncaknya, ular-ular itu dikeluarkan dan dipermainkan seiring dengan gerakan penca. Yang menjadi keunikan lainnya, konon para pemainnya sudah kebal terhadap gigitan ular. Walaupun ular-ular tersebut bukan ular beracun, namun sering kali ular itu mengigit tetapi dianggap hal biasa oleh pemainnya.             Selain itu, ular yang digunakan adalah ular liar yang biasanya sengaja dicari ketika keesokan harinya...

avatar
OSKM18_16018077_TIANDI
Gambar Entri
Tari Ronggeng Ketuk
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Ronggeng Ketuk merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang terletak di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tari Ronggeng ketuk ini merupakan sebuah kesenian yang sejenis dengan kesenian Ketuk Tilu di daerah lain, namun Ronggeng Ketuk ini namanya diambil dari salah satu instrumen yang mengiringi kesenian ini, yaitu berupa cemplon atau ketuk yang terdiri dari 3 buah instrumen-instrumen yang lainnya seperti rebab, kendhang sabet, tipung 3, ketuk, suling, gong, kecrek, dan suling. musik yang dimainkan yaitu musik Kembang Suket, Bata Rubuh, Gentong Kali, dan Empal Banteng. Tari Ronggeng Ketuk dipertunjukkan untuk upacara adat desar seperti upacara Ngarot, bersih desa, mapag sri, dan lain-lain. Tari Ronggeng Ketuk ini dipercayai sebagai sebuah tarian yang melambangkan kesuburan. Namun Tari Ronggeng Ketuk sering juga dipertunjukan untuk acara-acara ain seperti acara khitanan, pernikahan, dan lain sebagainya. Bentuk pertunjukan dalam tarian ini yaitu para penonton melin...

avatar
Nur Fajar Dwisaputra OSKM18_16418265_[Nur Fajar]