Tiong Chiu Pia atau yang lebih dikenal dengan nama "Kue Bulan" merupakan makanan khas Tionghua yang disajikan saat perayaan pertengahan musim gugur (tanggal 15, bulan 8, penanggalan Imlek). Pada tanggal tersebut, bulan terlihat lebih besar, bulat, dan terang. Konon, ada seorang dewi bernama Chang e yang tinggal sendirian di istana bulan lho! Nah, bagaimana bisa dewi tersebut tinggal sendirian di istana bulan? Mari simak legendanya!
Pada jaman dahulu kala, di bumi ada 10 matahari. 10 matahari tersebut seharusnya terbit secara bergantian (1hari, 1matahari). Namun, karena keserakahan matahari-matahari tersebut, mereka terbit di hari yang sama dan menimbulkan bencana kebakaran hebat di bumi. Seorang dewa langit bernama Hou Yi ditugaskan oleh Kaisar Langit untuk memusnahkan matahari-matahari tersebut dan kembali ke istana langit dalam waktu maksimal 3 tahun. Hou Yi adalah pemanah yang handal dan dengan sergap memanah 9 matahari, menyisakan 1 matahari untuk menyinari bumi. Hou Yi juga membantu manusia bumi untuk memusnahkan siluman-siluman jahat dan mengajari mereka untuk memanah dengan handal. Hou Yi sangat dikagumi oleh manusia bumi, termasuk Chang e. Chang e adalah seorang manusia biasa yang cantik dan rendah hati. Hou Yi dan Chang e pun akhirnya jatuh cinta satu sama lain. Waktu terus bergulir, 3 tahun sudah dijalani Hou Yi di bumi. Kaisar Langit marah besar terhadap Hou Yi yang dianggap melanggar janjinya untuk kembali. Akhirnya, status Hou Yi sebagai dewa pun dicabut oleh Kaisar Langit. Hou Yi dan Chang e pun hidup sebagai pasangan manusia biasa. Karena Hou Yi ingin hidup dengan Chang e selamanya, dia mencari obat panjang umur untuknya dan Chang e. Didapatkannyalah obat tersebut yang akan diminum pada tanggal 15, bulan 8, saat bulan purnama. Namun, musibah datang melanda keluarga Hou Yi. Salah satu murid Hou Yi, Feng Meng, berniat merampas obat panjang umur dari Hou Yi. Chang e yang sedang di rumah menunggu kedatangan Hou Yi, akhirnya memakan kedua obat panjang umur tersebut dan terbang ke bulan. Chang e pun berjanji akan selalu menemani Hou Yi dengan pancaran terang bulan.
Untuk menghargai pengorbanan Chang e, masyarakat Tionghua memakan Kue Bulan pada tanggal 15, bulan 8, menurut penanggalan Imlek. Kue Bulan juga disajikan sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur pada masa panen. Kue bulan disajikan dalam beberapa rasa seperti, kacang merah, cokelat, teh hijau, dan lain lain.
OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...