8.382 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sejarah Cap Go Meh
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Perayaan Cap Go Meh sudah tidak asing lagi di kalangan orang Tionghoa di Indonesia. Selain perayaan tersebut melambangkan kekentalan budaya Tionghoa di Indonesia, Cap Go Meh juga menandakan bahwa budaya Tionghoa juga diterima di Indonesia sebagai budayanya sendiri. Maka dari itu, kita perlu mengetahui asal-muasal perayaan ini dan bagaimana sejarahnya. Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam.  Perayaan Cap Go Meh atau Perayaan Lampion ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut merayakan har...

avatar
Aryadipta Setiadi
Gambar Entri
Sejarah Cap Go Meh
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Perayaan Cap Go Meh sudah tidak asing lagi di kalangan orang Tionghoa di Indonesia. Selain perayaan tersebut melambangkan kekentalan budaya Tionghoa di Indonesia, Cap Go Meh juga menandakan bahwa budaya Tionghoa juga diterima di Indonesia sebagai budayanya sendiri. Maka dari itu, kita perlu mengetahui asal-muasal perayaan ini dan bagaimana sejarahnya. Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam.  Perayaan Cap Go Meh atau Perayaan Lampion ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut merayakan har...

avatar
Aryadipta Setiadi
Gambar Entri
Nasi Tutug dan Cara Membuatnya
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Nasi tutug atau  sangu tutug adalah makanan khas sunda selain Nasi Liwet yang sudah populer di kalangan masyarakat. Olahan nasi yang indentik dengan kesundaannya ini biasanya terjual di warung-warung makanan sunda di pinggir-pinggir jalan maupun restoran-restoran besar sunda yang tersebar di daerah Jawa Barat. Secara tradisional, nasi tutug ini terbuat dari kerupuk Opak yang dimasak sedikit gosong atau dalam bahasa sunda  opak tutung dan nasi yang ditumbuk bersama-sama dan ditaburi sedikit garam supaya ada rasanya. Namun dari tahun ke tahun, nasi ini berkembang mengikuti zaman. Nasi tutug sering dijumpai dengan adanya modifikasi contohnya perpaduan nasi merah dengan isian oncom. Nasi tutug opak ini rasanya enak walaupun tidak dimakan bersama lauk karena rasanya yang sedikit asin dan tekstur nya yang lembek tetapi renyah. Kerenyahan ini datang dari opak apalagi jika opaknya  tutung atau gosong. Secara garis besar, makanan yang kaya akan karbohidrat   ini su...

avatar
OSKM18_16918133_Evan Ariella
Gambar Entri
Sejarah Kuda Kuningan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Apakah kamu pernah ke Kabupaten Kuningan/Desa yang berada di sekitar Kuningan, Jawa Barat? Pernah melihat tugu yang berbentuk kuda disana? Dan Apakah kamu sadar bahwa lambang dari Kabupaten Kuningan itu sendiri menggambarkan hewan kuda disana? Teringat pula ketika saya masih usia anak anak, saya bersama saudara sepupu saya menaiki delman yang ditarik oleh kuda ke beberapa tempat. Ini yang membuat saya tertarik ingin mengetahui mengapa hewan kuda sangat identik/kental sekali dengan Kabupaten Kuningan. Ternyata, Keidentikan hewan kuda di Kabupaten Kuningan punya cerita tersendiri lho... Konon, kuda-kuda yang berasal dari Kuningan pada zaman dahulu kala (pada abad 15) memiliki perawakan atau bentuk tubuh yang berukuran tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, dan bisa dibilang lebih kecil dari pada kuda-kuda pada umumnya, namun tenaganya sangat luar biasa besar. Baik dalam memikul suatu benda yang berat, atau melaju dengan kecepatan yang sangat cepat. Kuda Kuningan ini juga san...

avatar
OSKM18_16518123_Andhika Rahadian
Gambar Entri
Hajat Lembur Kampung Cikareumbi
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hajat Lembur diselenggarakan di Kampung Cikareumbi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Budaya ini sudah ada sejak pemerintahan Tatar Ukur (1628), diselengarakan 1 tahun sekali tepat pada tanggal 10 Muharram. Hajat Lembur sendiri dapat diartikan sebagai tradisi rasa syukur atas kesuburan tanah yang menghasilkan sayur mayur yang berlimpah, bersyukur atas kesehatan yang baik, dan rezeki yang berlimpah. Mata pencaharian sebagian besar warga Kampung Cikareumbi adalah sebagai petani, maka dari itu mereka bersyukur atas keberhasilan dalam bertani. Makna lain dari Hajat Lembur yaitu membuang sifat-sifat buruk yang ada dalam diri, seberti sombong, serakah, licik, picik, dan lainnya. Ritual-ritual yang dilakukan sebelum diselenggarakannya Hajat Lembur yaitu menyembelih kambing yang dilakukan oleh Kepala Adat Kampung Cikareumbi, lalu memasak bersama dengan warga kampung, berdoa sebagai rasa syukur, dan diakhiri dengan makan bersama. Acara inti dari Hajat Lembur yaitu berd...

avatar
OSKM18_16318219_Devitayuli Indarwati
Gambar Entri
Kemprongan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

KEMPRONGAN Kemprongan adalah jenis kesenian tradisional yang tumbuh di daerah Kabupaten Kuningan, khususnya di Desa Sidaraja Kecamatan Ciawi Gebang dan Kecamatan Luragung. Kesenian ini sering disebut juga dengan Pesta (Fiesta, Belanda) yang artinya bersukaria. Jika dilihat dari penyajiannya, Kemprongan sangat mirip dengan tayub, atau boleh dikatakan sebagai tari tayub dengan memakai istilah lain. Di daerah Kuningan dan sebagian daerah Majalengka dan Ciamis, Tayuban juga seringkali disebut dengan Pesta (Fiesta). Istilah Kemprongan berasal dari kata "prung" yang berubah konsonan menjadi "prong". Kata prong diambil dari fonem kendang yang artikulasi bunyinya mirip dengan suara prong atau pong. Sakemprong diartikan sama dengan sakemprung, artinya sama dengan satu babak, atau satu lagu.  Seperti halnya Tayuban, Kemprongan juga diiringi oleh seperangkat gamelan berlaras salendro. Waditranya (alat musik) terdiri atas saron pambatek, saron   p...

avatar
Oskm18_16018076_fahmi
Gambar Entri
COMRO & MANFAATNYA BAGI KESEHATAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

MANFAAT COMBRO BAGI KESEHATAN Combro adalah makanan khas dari daerah Jawa Barat. Combro adalah singkatan dari "ONCOM DIJERO", yang berarti ada Oncom di dalamnya. Combro terbuat dari parutan Singkong yang di dalamnya berisi Oncom, yang lalu di dibentuk menjadi lonjong atau bulat ceper. Kandungan gizi dari Combro adalah sebagai berikut : Sebagai sumber Karbohidrat dan Kalori Ini dikarenakan bahan dasar dari Combro adalah singkong yang mengandung karbohidrat yang lebih tinggi dari kentang, sehingga kalori nya (Penambah tenaga) dibandingkan dengan kentang Makanan yang rendah lemak Kandungan lemak pada singkong, lebih rendah dari sereal dan kacang kacangan, sehingga cocok untuk program Diet Sumber vitamin B kompleks Singkong dikenal kaya akan Vitamin B Kompleks, seperti Tianin, Riboflavin, piridoksin, dan asam pantotenat. Sebagai sumber mineral Singkong mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti : Seng, Tembaga, Magnesium, Mangan, dan Besi Jadi, dibal...

avatar
OSKM18_16918266_Muhammad Sidik N
Gambar Entri
Pais Ganyong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Indonesia adalah negara multikultural. Dengan 34 provinsi yang dimilikinya, Indonesia memiliki banyak kebudayaan. Provinsi Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang menyumbang banyak kebudayaan. Di daerah Bandung Selatan, tepatnya Pangalengan, wilayah dataran tinggi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ada sebuah kebudayaan berupa makanan yang cukup unik. Makanan itu adalah Pais Ganyong . Pais Ganyong  adalah makanan yang terbuat dari tanaman ganyong, sejenis umbi-umbian yang ditanam di dataran tinggi seperti daerah Bandung Selatan. Namun sekarang, tanaman ini sudah langka dan sulit ditemukan. Bahan untuk membuat pais ganyong adalah : 1. Umbi ganyong 2. Gula merah 3. Daun pisang untuk membungkus Untuk membuat pais ganyong itu sendiri, caranya sangat sederhana, yaitu : 1. Parut umbi ganyong 2. Campurkan dengan gula merah 3. Bungkus dengan daun pisang 4. Kukus sampai matang Pais ganyong yang lezat, kaya akan karbohidrat dan kandunga...

avatar
OSKM18_16118019_Annisa Raihani Zahwa
Gambar Entri
Resep Colenak Khas Bandung #OSKMITB2018
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

  Colenak atau tape bakar adalah nama yang diberikan pada kudapan yang dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Makanan ini berasal dari Bandung yang dikenalkan oleh  Aki Murdi pada tahun 1930. Penamaan makanan ini merupakan lakuran dari kata dalam bahasa Sunda, dicocol enak. Bahan-bahan     300 gr tape (pilih yg empuk) Secukupnya margarin Bahan saus : 100 gr kelapa parut 120 ml santan 1 bks vanili bubuk 2 sdm gula pasir 1 bh gula merah Sejumput garam Langkah               Panaskan sedikit margarin lalu panggang tape sembari dipipihkan, panggang hingga sedikit gosong..sisihkan Untuk bahan saus: siapkan dalam panci/wajan air santan campurkan dengan garam dan vanili, aduk sampai mendidih lalu masukan...

avatar
OSKM18_16718199_Azuhra Zahra Raintya