Mirong merupakan salah satu makanan khas yang biasa ditemukan di desa Dukuh Jeruk, kecamatan Banjarharjo, Kab.Brebes, Jawa Tengah. Makanan khas desa Dukuh Jeruk yang satu ini sering disantap sebagai lauk dan bisa juga sebagai camilan oleh orang disana. Mirong ini merupakan makanan olahan yang dibuat dari bahan dasar ikan asin pipirik. Rasanya asin dan gurih. Cara untuk membuat mirong ternyata mudah. Kita cukup membutuhkan tepung beras, bumbu dapur, minyak, dan juga ikan asin pipirik. Pertama-tama, campurkan air pada tepung beras dan diaduk sedikit-sedikit hingga rata. Sambil diaduk, masukkan bumbu dapur yaitu Bawang merah, garam, dan muncang. Setelah campuran rata, panaskan wajan yang telah dituangkan minyak goreng kedalamnya. Setelah panas, ikan asin pipirik yang sudah disiapkan, tempel disisi-sisi wajan diatas minyak goreng dan taburi sedikit-sedikit olahan tebung beras tadi keatas ikan asin pipirk tersebut. Karena panas wajan, lama-lama ikan asin pipirik yang tela...
Ratusan warga Kampung Bustaman, Kota Semarang mempunyai tradisi unik untuk menyambut datangnya Bulan Ramadan. Acara dimulai dari siang hari, dimana semua warga menyiapkan air berwarna-warni yang dibungkus dalam plastik. Air tersebut diambil dari sebuah sumur yang berdekatan dengan Mushala Al Barokah. Menjelang sore hari, semua warga Kampung Bustaman berkumpul di halaman Musholah Al Barokah untuk pembacaan doa. Prosesi doa ini dipimpin oleh sesepuh kampung dan dilanjutkan dengan tradisi perang air. Acara tersebut langsung menghebohkan kampung dengan suara tertawa dan teriakan banyak orang. Uniknya lagi, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh para remaja, tetapi juga orang tua. Seorang tokoh masyarakat setempat, Hari Bustaman mengatakan, Gebyuran Bustaman bertujuan untuk membersihkan warganya dari segala kotoran menjelang bulan Puasa. Hari berujar, bila tradisi unik tersebut sudah diadakan oleh warga sejak puluhan tahun silam. Pria berkulit legam itu mengungkapkan,...
Tari Retno Tanjung merupakan tarian putri tunggal asal Kota Tegal yang dapat ditarikan berkelompok maupun individu. Pada tari ini, penari-penari menggambarkan remaja putri yang selalu bersyukur atas rezeki berupa kekayaan alam laut yang melimpah yang diberikan Tuhan. Tarian ini diciptakan pada tahun 2007 oleh seorang guru seni budaya di SMA Negeri 1 Tegal bernama Endang Supadmi. Makna dari kata Retno Tanjung yaitu Retno yang berarti permata dan Tanjung yang berarti daerah lautan, maka disimpulkan Tari Retno Tanjung adalah tarian putri yang berasal dari daerah lautan. Tari Retno Tanjung ini juga mencerminkan kondisi masyarakat Kota Tegal yang menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan yang serta untuk dinikmati dan selalu menjaga kelestariannya. Endang Supadmi menciptakan Tari Retno Tanjung dengan kreativitas yang memiliki unsur dasar gerak tari Tegalan, Solo dan Jawa Barat, yang kemudian dikembangkan dan d...
Banyaknya makanan di Indonesia tidak membuat eksistensi makanan daerah hilang. Salah satunya adalah getuk. Makanan ini sudah banyak dijumpai di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ada salah satu jenis getuk yang unik dan berbeda. Getuk kinca namanya. Getuk adalah makanan yang terbuat dari singkong yang berasal dari Jawa Tengah. Getuk kinca dibuat dari singkong yang dikukus sampai empuk. Kemudian ditumbuk sampai halus ketika masih panas. Lalu, dilumatkan dan dibentuk memanjang untuk kemudian dipotong - potong. Setelah itu, getuk dibungkus dengan daun pisang yang sudah dilumuri dengan sedikit minyak goreng agar tidak kering. Perbedaan getuk kinca dengan getuk lainnya adalah dengan adanya kinca sebagai pelengkap. Kinca sendiri dibuat dari gula merah yang direbus sampai mengental. Jaman dahulu getuk kinca disajikan dengan menggunakan daun jati, karena harganya yang murah atau bahkan tinggal memetiknya langsung. Namun saat ini yang banyak dijumpai adalah dengan da...
Sluku Sluku Bathok adalah lagu yang berasal dari Jawa Tengah. Lagu ini sangat dikenal dan sering dinyanyikan oleh anak-anak jaman dahulu. Pada saat awal lagu ini diciptakan, lagu ini digunakan Wali Songo sebagai metode berdakwah menyebarkan agama Islam. Lagu ini menggunakan Bahasa Jawa yang diangkat dari Bahasa Arab, agar mudah masuk ke masyarakat awam yang kental budayanya. Berikut adalah lirik lagu Sluku Sluku Bathok beserta filosofi dan artinya. Sluku-sluku bathok/Usluku suluka bathnaka Artinya: Hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja, waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi yang seimbang, bathok atau kepala kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuanya. Bathoke ela-elo/Bathnaka La ilaha illallahu Artinya: Dengan berdzikir (ela elo laa ilaaha ilalloh) mengingat allah, syaraf neuron di otak akan mengendur, ingatlah Allah, dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram. Si Rama menyang Solo/Siiruu ma'aa ma...
Carica adalah salah satu nama buah yang tumbuh di wilayah dataran tinggi dengan tingkat kelembaban bisa dibilang wilayah basah. Carica merupakan buah-buahan yang masih sejenis dengan pepaya atau lebih tepatnya pepaya gunung. Buah yang tumbuh diketinggian 1.500-3.000 mdpl ini hanya tumbuh di wilayah Wonosobo dan Bali saja, namun buah ini di Bali dinamai Gedang Memedi. Di bali, Gedang Memedi kurang dilestarikan dan tidak ditujukan menjadi kebudayaan khas Bali itulah mengapa Gedang Memedi tidak sepopuler Carica yang tunbuh di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Walaupun berada di dataran tinggi, buah ini tidak dapat tumbuh disembarang tempak karena dari jenis daun, akar hingga lekukan dari batang pohonnya memiliki kadar tertentu. Buah ini ketika masih muda memliki kulit berwarna kehijauan hingga menjadi kuning pada masa ketika sudah matangnya. Melainkan dengan carica bali atau lebih dikenal dengan Gedang Memedi, jika...
Acara 1 Suro ini diadakan di seluruh wilayah Jawa setiap tanggal 1 Suro yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram. Tanggal 1 Suro ini juga adalah hari pertama dalam kalender Jawa. Salah satu tempat diadakannya acara ini adalah di keraton Surakarta pada malam hari. Dalam acara ini, ada kirab kerbau bule (albino), kirab kereta pusaka keraton, kirab keris, dan senjata pusakak keraton. Kerbau yamg dilibatkan adalah kerbau bule, keturunan Kiai Slamet. Dalam buku babad Solo karya Raden Mas (RM) Said. Leluhur kerbau bule adalah hewan kesayangan Sultan Pakubuwono II. Dalam acara ini, kotoran kerbau menjadi rebutan petani untuk sawahnya. Petani yakin, bisa membuat sawahnya subur, jika dipupuk kotoran kerbau yang dikirab (diarak).
Jawa merupakan salah satu suku yang memiliki kalendernya sendiri, yang sampai sekarang masih cukup banyak yang menggunakannya sebagai penanggalan sehari-hari dalam kebudayaan Jawa. Kalender Jawa mengandung keistimewaan karena merupakan akulturasi dari sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian. Kalender ini pertama kali digunakan di Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, dekrit dari Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Islam) penanggalan Jawa menjadi kelanjutan dari penanggalan Saka yang sebelumnya digunakan. Penanggalan Jawa menggunakan sistem seperti penanggalan Hijriah, dimana perhitungannya dengan mengamati perputaran bulan/lunar. Tujuan Sultan Agung sendiri dalam mengubah penanggalan ini karena dia ingin menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Sistem ini berlaku di seluruh daerah Jawa dan Madura yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram. Penggunaan kalender Saka yang awalnya berdasarkan perputaran matahari digantikan dengan kalender Jawa yan...
SEJARAH PEMERINTAH KOTA SEMARANG Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang terhitung sebagai kota besar dengan jumlah penduduk hampir mencapai 1,6 juta jiwa dengan luas wilayah 373,67 km 2 terbagi menjadi 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Dari masa ke masa berbagai fasilitas sarana dan prasarana dibangun terus menerus. Kota ini memiliki pelabuhan besar yang telah dibangun oleh kolonial Belanda sejak tahun 1900 yaitu Pelabuhan Tanjung Mas, terminal udara yang megah Bandara Ahmad Yani, dan beberapa terminal angkutan darat di wilayah Mangkang, Genuk, dan Banyumanik. Untuk memudahkan penjelasan sejarah tentang berdirinya Kota Semarang, kita dapat bagi sejarah ini menjadi tiga bagian berdasar pada pola kepemerintahan, yaitu: kepemerintahan kerajaan, kepemerintahan asing (era kolonial), dan kepemerintahan Indonesia. Kepemerintahan Kerajaan Pada abad ke 6 Masehi, Semarang merupakan daerah milik kerajaan Mataram Kuno. Di masa ini, per...