7.615 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Kirab Budaya Suro Pandanan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

     Indonesia kaya akan tradisi dan adat istiadat,salah satunya adalah tradisi yang ada di Pandanan,Soropaten,Karanganom,Klaten yaitu tradisi kirab budaya suro.Tradisi ini dilaksanakan sebagai tanda untuk memperingati pergantian tahun baru hijriyah pada awal bulan muharram atau bulan suro.      Tradisi kirab budaya suro sangat lekat dengan budaya jawa.Tradisi ini juga  untuk mewujudkan rasa syukur dengan pawai budaya bersih desa,pentas pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.Dalam pawai atau kirab budaya juga ada kirab kebo bule keturunan kerbau kiai slamet Solo, ada sejumlah gunungan hasil bumi, ada penampilan ibu-ibu PKK, seni reog, dan wayang kulit      Semarak acara ini memang terasa sekali, seperti ada puluhan kelompok pengibar bendera, regu Drumband dan Marching Band dari sekolah TK, SD, SMP dan SLTA sekitar.Disamping itu juga prajurit bersenjata (Jawa), kelompok masyarakat, Paguyuban Kawula Surakarta, kelompok Wayang...

avatar
OSKM18_19718258_erna yeni nofianti
Gambar Entri
Kentongan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Kentongan adalah alat pemukul tradisional yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat. Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan, maupun tanda bahaya. Kentongan sering diidentikkan dengan alat komunikasi zaman dahulu yang sering dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan. Sebenarnya, sampai saat ini belum dapat dibuktikan daerah asal ditemukannya kentongan. Namun, yang jelas kentongan sering dijumpai di masyarakat pedesaan seperti di Desa Kalikotes, Kabupaten Klaten. Kentongan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Ke...

avatar
Oskm18_16618421_misi
Gambar Entri
Kue Gandos Ambarawa
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kue Gandos Ambarawa   Kue gandos banyak ditemukan di pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Jajanan kue ini sangat digemari oleh kalangan manapun dari jaman Belanda sampai sekarang karena ciri khasnya yang unik. Kue ini terbuat dari tepung beras khusus yang dibuat secara tradisional, bukan tepung beras kemasan yang biasanya dapat ditemukan di supermarket ataupun toko - toko yang sering kita kunjungi. Cara membuat tepung beras ini menggunakan beras yang harus disangrai terlebih dahulu lalu ditumbuk. Kue ini pun menggunakan campuran santan, 1 butir telur, gula, dan garam secukupnya. Kue gandos khas Ambarawa - lah yang terunik diantara kue gandos yang sering kita temui. Kue gandos Ambarawa ada dua macam, yaitu: kue gandos pisang dan asin. Kue gandos pisang adalah kue gandos yang ditambahkan pisang di atas kue tersebut dan bentuknya bundar, sedangkan kue gandos asin yaitu kue gandos dengan rasa aslinya namun bentuknya memanjang.  Cara membuat gandos juga cukup unik,...

avatar
OSKM18_16818155_martina steffanydarmawan
Gambar Entri
Prol Sukun
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Pohon sukun merupakan pohon yang langka di perkotaan. Tekstur pohonnya yang besar perlu tempat yang luas untuk menanamnya. Namun, pohon sukun masih banyak ditanam di perdesaan. Buahnya enak dimakan dg cara dikukus atau direbus. Namun sekarang, buah sukun bisa dinikmati dengan mengolahnya sehingga menjadi makanan teman minum teh dengan tampilan dan rasa yang lebih menarik dan mempunyai nilai jual yg lebih tinggi. Contoh olahan buah sukun adalah Prol Sukun. Pada artikel ini akan dibahas cara pembuatan prol sukun. Bahan: Sukun matang 1/2 kg. Telur 4 butir. Gula pasir 2 ons. Gandum 2 ons. Ovalet 1 sendok makan. Simas 2 ons. Garam 1 sendok teh Cara membuat: 1. Sukun matang dibersihkan dan di buang hatinya. 2. Semua bahan dicampur sampai rata. Diuleni lalu masukkan loyang. 3. Kemudian kukus. Ditutupnya dilapisi kain supaya airnya tidak menetes ke adonan. Kira-kira 15--20 menit kemudian baru diangkat. 4. Untuk mengetahui apakah sudah matang atau belum, tusuk-tusuk p...

avatar
OSKM18_16518176_Okugata
Gambar Entri
Tari Cepetan
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini bernama Tari Cepetan. Kata “ cepetan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ cepet” yang berarti setan atau makhluk halus yang dipercaya berkeliaran saat petang. Mengapa tarian ini bisa diberi nama Tari Cepetan? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakang atau asal usul tarian ini tercipta. Tarian ini awalnya berkembang di Kecamatan Karanggayam tepatnya mulai abad ke XIX. Pada zaman penjajahan Belanda, lahan-lahan di daerah ini banyak yang berubah menjadi onderneming — perkebunan luas yang dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Melihat tanah mereka direbut oleh pihak asing, warga sekitar tidak bisa tinggal diam. Akhirnya lahirlah tarian ini sebagai bentuk perlawanan non-fisik kepada penjajah. Warga bermaksud untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga tidak kerasan dan memilih unt...

avatar
OSKM18_16018090_Finka Lidya Wati
Gambar Entri
Gamelan Soepra
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Gamelan merupakan salah satu alat musik yang terkenal dari Jawa. Gamelan sering kita jumpai dalam acara-acara yang mengusung tema budaya seperti pagelaran wayang. Gamelan sendiri juga merupakan budaya bangsa Indonesia yang harus dijaga agar tetap ada. Namun untuk belajar gamelan tidaklah mudah karena tangga nada yang digunakan tidak sama seperti tangga nada musik modern seperti sekarang ini. Gamelan menggunakan tangga nada pentatonik yang terbagi menjadi dua yaitu slendro dan pelog . Untuk mengatasi hal itu, di Semarang terdapat sebuah gamelan unik yang bernama gamelan soepra. Apa itu gamelan soepra?? Yuk cari tahu lebih jauh. Gamelan soepra sekilas memang terlihat seperti gamelan pada umumnya, tidak ada perbedaan mencolok antara keduanya. Namun jika sudah dimainkan baru akan terasa perbedaannya yaitu, ada pada tangga nada yang digunakan. Tidak seperti gamelan biasanya, gamelan soepra menggunakan tangga nada kromatis sehingga menjadi lebih mudah dipelajari dan bisa memain...

avatar
OSKM18_16518349_DISMAS WIDYANTO
Gambar Entri
shalat khusuf (shalat gerhana)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bagi umat muslim, jika terjadi fenomena langit gerhana Bulan dianjurkan untuk menunaikan ibadah salat sunah gerhana atau kerap disebut salat 'khusuf'. Karena fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah bukti kekuasaan Allah.   Berikut tata cara menjalankan shalat 'khusuf' :   1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram. 2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati. 3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah. 4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. 5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran. 6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah. 7. Itidal. Baca doa i’tidal. 8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama. 9. Duduk di antara dua sujud 10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua. 11. Duduk is...

avatar
OSKM18_16618123_mujib
Gambar Entri
Asal Usul Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kethek Ogleng merupakan sebuah tari yang gerakannya menirukan tingkah laku kethek (kera). Tarian ini biasa ditarikan oleh masyarakat Desa Tokawi Kabupaten Wonogiri bertahun-tahun lamanya. Biasanya tarian ini dipentaskan pada waktu hajatan masyarakat setempat. Tarian Kethek Ogleng ini berasal dari sebuah cerita Kerajaan Jenggala dan Kediri. Raja Jenggala mempunyai seorang putri bernama Dewi Sekartaji dan Kerajaan Kediri mempunyai seorang putra bernama Raden Panji Asmorobangun. Kedua insan ini saling mencintai dan bercita-cita ingin membangun kehidupan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Hal ini membuat keduanya tidak dapat dipisahkan. Namun, raja Jenggala, ayahanda Dewi Sekartaji, mempunyai keinginan untuk menikahkan Dewi Sekartaji dengan pria pilihannya. Ketika Dewi Sekartaji tahu akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan ayahandanya-yang tentunya tidak dia cintai, dia diam-diam meninggalkan Kerajaan Jenggala tanpa sepengetahuan sang ayahanda dan seluruh orang di kerajaan. M...

avatar
OSKM_19918124_Nabila ITB_2018
Gambar Entri
Batik Tapak Kebo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...

avatar
Oskm_16318094_alfianfani