7.615 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sego Pencok, Sego nan gurih a'la Desa Kuwu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Anda ingin memanjakan lidah dengan suwiran ayam yang dipadukan gurihnya parutan kelapa, dibumbui bawang dan dimakan bersama lalapan timun dan terong? anda pasti tidak akan kecewa dalam mencoba kuliner khas Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang legendaris ini.  Ya, Sego Pencok namanya, atau dalam bahasa Indonesia Nasi Pencok. memang daerah Kuwu dikenal karena adanya Bledug Kuwu sebagai salah satu ikon wisata Kecamatan Kuwu yang terkenal. namun, jika anda menemukan kuliner yang satu ini saat sedang berkunjung ke Kuwu, kurang puas rasanya untuk mencoba satu pincuk (bungkusan daun pisang) Sego Pencok.  Sego Pencok merupakan bagian dari kultur upacara adat yang dilakukan masyarakat Kuwu dalam acara slametan yang diadakan oleh masyarakat desa Kuwu. seringkali, Sego pencok dijadikan sebagai sesajen kepada Mbah Bledug yang diletakkan di dalam rumah-rumahan kecil yang terletak pada makam Mbah Bledug. hanya saja, sekarang ini sudah jarang Sego Pencok digunakan untuk sesajen. Seka...

avatar
OSKM18_19718165_Grace
Gambar Entri
Calung Banyumasan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Seperti semua daerah di Indonesia, Kabupaten Banyumas juga memiliki aset budaya yang menjadi identitas masyarakatnya. Hingga sekarang, kesenian yang akan dibahas pada artikel ini, masih diupayakan untuk tetap lestari sehingga dapat lolos seleksi alam pada generasi milenial dan generasi di bawahnya. Calung Banyumasan adalah seni pertunjukan musik tradisional berupa calung, yaitu sejenis perkusi mirip gamelan yang terbuat dari bambu yang, tentu saja, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Banyumas. Rene T.A. Lysloff dalam sebuah makalahnya berjudul  Calung Music in Banyumas menjelaskan bahwa penggunaan akhiran -an  di belakang nama tempat dimaksudkan untuk lebih mengkhususkan ruang tradisi-tradisi lokal dan berhubungan dengan persoalan  gaya  atau  gagrag . Calung Banyumas, pertama kali muncul dalam bentuk musik bambu disebut bongkel. Berdasarkan analisis fisik, musikalitas, dan fungsi dapat diketahui bahwa bongkel termasuk musik bambu tertua d...

avatar
OSKM_16118051_AMALIA ALITA
Gambar Entri
Mitos seputar Candi Borobudur
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Borobudur merupakan peninggalan penganut kepercayaan buddha pada masa dinasti Syailendra (760-830 M). Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia. Banyak wisatawan lokal dan asing yang mengunjungi Candi Borobudur untuk mengagumi kemegahan bangunan kuno tersebut. Dibalik kemegahan arsitekturnya yang dikagumi di mata dunia, tak sedit pula mitos seputar Candi Borobudur yang beredar di masyarakat bahkan sampai kepada wisatawan mancanegara. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang Candi Borobudur. 1. Kunto Bimo      Kunto Bimo adalah patung buddha dalam posisi dharmachakra yang berada di dalam stupa dengan penutup yang berbentuk belah ketupat. Patung ini terletak pada tingkat dasar dari 3 undak-undak stupa. Menurut cerita masyarakat setempat, jika kita berhasil menyentuh arca dalam stupa tersebut, maka keinginan kita akan terkabul. Tak heran jika kita melihat wisatawan yang sedang mema...

avatar
Oskm18_16818064_bunga Firdaus
Gambar Entri
Asal-usul Makanan Khas Tegal "Olos"
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

     Olos adalah makanan Khas Tegal yang dibuat menggunakan tepung dan dibentuk bulat sepeti bola, lalu bulatan itu di isi dengan kembang kol, bawang dan cabai rawit. Lalu digoreng hingga adonan bulatan mengeras. Sehingga dimakan terasa pedas karena isi dari bulatan Olos itu adalah cabai rawit. Konon, makanan ini dibuat oleh masyarakat Desa Jatirawa, kecamatan Tarub.      Jajanan Olos berkembang dengan banyak macam. Tetapi yang khas dari olos adalah rasanya yang sangat pedas. Apa lagi olos asli Jatirawa belum tertandingi kepedasannya. Bentuknya yang terkesan acak-acakan dan agak keras menjadi ciri khas olos asli Jatirawa. Asal mula jajanan olos adalah berasal pada saat si penemu jajanan ini yang berawal dari berjualan Risoles namun anak-anak kecil waktu itu tidak menyebut risoles melainkan oles, dan akhirnya jajanan ini dinamakan olos sampai sekarang. Dan bedanya dengan risoles, olos hanya berisikan kol dan cabe. Menurut si penemu juga, awalnya sepe...

avatar
OSKM18_16018372_Yogi Prakoso
Gambar Entri
Ornamen Rumah Adat Jawa Tengah
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Ornamen Rumah Adat Jawa Tengah   Sering kali kita menjumpai banyak ukiran-ukiran atau ornamen yang terdapat pada rumah-rumah adat saat mengunjungi Jawa Tengah yang terlihat sangat unik dan indah. Ternyata ornamen-ornamen tersebut tidak dibuat sembarangan, ada makna tertentu dibaliknya. Seperti; gunungan, tlacapan, banyu-tetes, ularnaga, banaspati dan masih banyak lainnya.     Gunungan   Simbol yang biasa disebut Kayon atau Kekayon ini mejadi simbol dari jagad raya. Sementara puncak dari simbol tersebut melambangkan keagungan dan keesaan. Secara keseluruhan, orang jawa biasanya mengukir motif ini pada rumahnya sebagai pengharapan akan adanya kententraman dan lindungan Tuhan didalam rumah.   Lung-Lungan Secara harafiah kata ‘Lung’ adalah batang tumbuhan yang masih muda. Simbol yang biasanya di ukir adalah berupa tangkai, buah, bunga dan daun yang distilir yang berwarna emas. Tumbu...

avatar
OSKM18_19718334_Deanne Lintang Kinari
Gambar Entri
Kisah Adipati Karna
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Diceritakan Kunti adalah istri pertama Raja Pandu dari kerajaan Kuru. Walaupun Raja Pandu tidak bisa memiliki anak karena dikutuk, dengan memohon kepada dewa, Kunti dapat melahirkan tiga anak dari suaminya tersehut. Mereka adalah Yudistira, Bima, dan Arjuna. Bersama dengan Nakula dan Sadewa, mereka dikenal dengan sebutan Pandawa Lima. Namun, sebelum menikah dengan Raja Pandu, Kunti sebenarnya telah melahirkan seorang anak ketika ia masih seorang gadis. Anak tersebut lahir dari dewa matahari, Surya, yang datang karena dipanggil oleh Kunti. Anak itu adalah Karna. Karena malu, Kunti menghanyutkan Karna di sungai Aswa, dan kemudian dipungut oleh Adirata, seorang kusir di Hastinapura, kediaman Raja Pandu. Oleh Adirata, Karna dinamakan Basusena dan kemudian dijuluki Radheya (Anak Radha) oleh masyarakat di Hastinapura. Disebabkan Karna hanyalah anak seorang kusir, ia tidak dapat mengikuti pendidikan yang sama dengan para Pandawa, walaupun keterampilannya setingkat dengan Arjun...

avatar
OSKM_16818238_Zofia Alisha
Gambar Entri
SATE AMBAL KHAS KEBUMEN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sate Ambal adalah makanan khas dari daging ayam yang berasal dari daerah Ambal, sebuah kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah   BAHAN : 500 gr daging ayam 1 bungkus tusukan sate 5 sendok teh minyak goreng  2 sendok makan kecap manis BUMBU : 4 butir bawang merah dan digoreng 2 siung bawang putih  1/2 sendok makan ketumbar butiran, disangrai 1/8 sendok teh jintan, disangrai 2 butir kemiri, disangrai 1/2 cm jahe  1 sendok teh garam  1 sendok makan gula merah sisir SAUS TEMPE: 250 gr tempe kukus, haluskan 6 butir bawang merah 3 siung bawang putih 5 buah cabai merah 1 sdt gula merah ½ sdt garam 250 ml air   Cara membuat:    Saus Tempa: Haluskan tempe, bawang merah, bawang putih, cabai merah, gula, dan garam. Tuang ke dalam wajan, lalu tambahkan air. Rebus di atas api sedang, sambil diaduk sam...

avatar
OSKM18_16618205_edmund
Gambar Entri
Tradisi Mageng Pasa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Tradisi Mageng Pasa             Setiap daerah mempunyai caranya masing-masing untuk mengirimkan doa dan penghormatan bagi orang yang sudah meninggal. Seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat suku Jawa, Tradisi Mageng Pasa dilakukan setiap tanggal 29 sampai 30 bulan rawah (bulan arwah) dengan cara memberikan makanan kepada orang yang paling tua di daerah tempat tinggalnya dan berdoa. Orang-orang yang melakukan tradisi ini hanya orang-orang yang menganut paham kejawen, mereka percaya bahwa dengan memberi makan pada orang yang lebih tua sama saja dengan menghormati dan menghargainya.   #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_16218016_Yuthika Raihan N
Gambar Entri
Getuk Kethek Khas Salatiga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Indonesia adalah Negara yang kaya akan budayanya. Salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia adalah makanan khas dari berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah Getuk Kethek dari Salatiga. Getuk Kethek adalah makanan khas Salatiga yang dibuat dari campuran parutan ketela pohon pilihan, parutan kelapa, dan gula jawa. Getuk ini terasa istimewa karena rasanya gurih dan tidak terlalu manis, teksturnya pun lembut sehingga mudah untuk dimakan. Konon katanya pemilik Getuk Kethek memiliki kethek (monyet) di halaman rumahnya, maka dengan itu getuk ini dinamakan Getuk Kethek. Getuk kethek dapat dibeli di jalan Argo Tunggal dekat perempatan ABC Salatiga. Getuk ini dibuat tanpa pengawet sehingga getuk ini hanya bertahan 5 jam apabila tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Jadi, getuk ini selain enak juga sehat. #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_19918099_Adinda Rahel Arida Putri