7.615 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jonjang Dogrok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Jonjang Dogrok adalah salah satu permainan tradisional yang kian hari kian jarang dimainkan oleh anak anak masa kini. Dogrok adalah bahasa jawa yang berarti jongkok. Permainan yang tidak ada aturan khusus mengenai jumlah peserta nya ini dilakukan dengan memilih beberapa orang, biasa nya satu, dua, atau tiga orang, untuk istilah nya masang. Tugas orang tersebut adalah menyentuh orang yang bukan masang, dengan catatan orang yang bukan masang tersebut dalam keadaan berdiri, dan orang yang bukan masang tersebut bisa dogrok. Lalu jika mau berdiri yang dogrok tersebut harus bersentuhan dengan sesama yang bukan masang. Untuk bisa kembali berdiri dan berlari menjauhi orang yang masang OSKMITB2018

avatar
Oskm_16518317_gala
Gambar Entri
Jenang Lot
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Jenang lot merupakan makanan khas tradisional yang berasal dari Magelang. Jenang lot biasanyaaa dibuat ketika ada acara tertentu seperti pernikahan dan idul fitri atau lebaran. Jenang lot merupakan makanan khas tradisional asli dari magelang yang terbuat dari tepung, gula jawa, dan santan. Jenang lot memilik tekstur yang kenyal dan rasanga manis. Cara pembuatannya pun tidak mudah karena dimasak di dalam tungku yang besar dan membutuhkan wktu sekitar 1-2 hari di aduk tanpa henti. Biasanya masyarakat membuat jenang lot dalam jumlah yang banyak mengingat proses pembuatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setiap masyarakat di daerah Magelang mempunyai kreasi jenang lot yang berbeda - beda. Ada yang menambahkan variasi tertentu seperti perasa dan lain - lain. Jenang lot sudah menjadi tradisi yang harus ada ketika idul fitri/ lebaran tiba terutama di desa Madusari. Bahkan masyarakat madusari merasa ada yang kurang apabila tidak ada jenang lot yang tersaji di rumah mereka masing - ma...

avatar
Oskm18_16218088_salsabila
Gambar Entri
Anak Gunung Sindoro Menangis
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Konon, di suatu kerajaan, hidup seorang raja yang gagah perkasa dan rupawan. Raja tersebut merupakan raja tersohor yang terkenal hingga ke seluruh negeri bahkan dikalangan bangsa-bangsa jin. Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan mendengar berita tersebut. Tanpa bertatap muka dengan Si Raja Rupawan, ia jatuh cinta. Nyi Roro memutuskan untuk mengutus seorang punggawa-nya yang bernama Nyi Kembang untuk meminang Sang Raja. Sang Raja yang mengetahui hal tersebut, meminta Panglima Perangnya yang bernama Raden Aryo Galuh untuk menghalau Nyi Kembang. Pada akhirnya mereka bersua di depan kerajaan. Terjadilahpeperangan yang dahsyat antara Nyi Kembang dan Raden Aryo Galuh karena raja tidak mau menikah dengan Nyi Roro Kidul. Raden Aryo Galuh pergi ke sebuah tempat untuk bersembunyi dan bersemedi dengan tujuan supaya dapat mengalahkan Nyi Kembang. Raden Aryo Galuh bersemedi di suatu gunung, yaitu Gunung Sindoro. Raden Aryo Galuh dibantu dengan resi utusan rajanya, dapat menghalau Nyi Kemban...

avatar
OSKM2018_16218045_Ifah ITB_2018
Gambar Entri
Lomba Makan Kerupuk
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Lomba makan kerupuk pada umumnya diadakan dalam acara perayaan HUT RI pada 17 Agustus. Cara bermainnya cukup simpel yaitu: 1. Sebuah penopang yang terbuat dari bambu atau kayu lainnya, atau bahkan seutas tali rafia atau tali lainnya diposisikan lebih tinggi dari tinggi peserta lomba. Tujuan dari penopang ini adalah agar kerupuk dapat diikat berjajar dalam satu garis lurus, sehingga dapat dibandingkan kecepatan satu peserta dengan peserta lainnya.  2. Kerupuk diikat berjajar menggunakan tali rafia, benang kasur, atau semacamnya pada penopang tersebut. Kerupuk yang digunakan haruslah besar agar tidak gampang dihabiskan peserta. Jenis kerupuk yang umum dipergunakan adalah kerupuk putih yang terbuat dari tepung. Untuk ketinggian tiap kerupuk disesuaikan dengan ketinggian tiap-tiap peserta. Kerupuk akan diikatkan dengan ketinggian lebih tinggi dari pundak peserta. 3. Setelah tanda lomba dimulai, para peserta berlomba untuk menghabiskan kerupuk masing-masing secepat mungk...

avatar
OSKM2018_16518143_Jonathan Jonathan Yudi
Gambar Entri
Tujuh Makna untuk Tujuh Bulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...

avatar
OSKM_16018156_Winiardhita Anjani
Gambar Entri
Kubro Siswo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kubro siswo merupakan tarian tradisional dari Temanggung, Jawa Tengah. Kubro siswo memiliki latar belakang penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Dilihat dari definisinya, Kubro memiliki makna Besar, sedangkan Siswo  memiliki makna siswa atau murid, kubro siswo memiliki makna murid-murid Tuhan yang diimplementasikan melalui pertunjukan yang selalu mengagungkan dan menjunjung kebesaran Tuhan. Kubro siswo merupakan singkatan dari kesenian ubahing badan lan rogo (kesenian gerak badan dan jiwa). Maksudnya adalah selain untuk kesehatan badan ada esensi keagamaan mengenai ketuhanan. Dalam tariannya, kubro siswo memiliki ritme yang cepat dan gerakan yang enerjik. Meskipun demikian tetap ada aturan dalam gerakannya yang mengatur pergerakan agar kompak. Pada saat pertunjukan, baju yang dipakai penari Kubro Siswo adalah kaos hitam dan celana hitam panjang dengan aksesoris warna warni ditambah dengan riasan pada wajah. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16918293_Yuma Giofan Ulinnuha
Gambar Entri
Enting-Enting Gepuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Siapa yang tidak tau dengan kacang? Salah satu komoditas pertanian yang sangat sering digunakan sebagai bumbu atau bahan tambahan dalam kuliner Nusantara. Pernahkan kalian mengetahui salah satu camilan khas Kota Salatiga? Ya, sebuah kota kecil yang terletak 58 Km dari Semarang dan berada di kaki Gunung Merbabu ini mempunyai camilan khas bernama Enting-Enting Gepuk. Enting-Enting Gepuk bisa dibilang camilan yang unik, karena saat memakannya kita dapat merasakan dua sekaligus rasa dan tekstur yang berbeda dari kacang tanah, walaupun awalnya tetap berasal dari kacang tanah yang dihaluskan terlebih dahulu. Bentuk asli dari enting-enting gepuk adalah prisma segitiga dengan bagian luar berasa manis dan keras, sedangkan bagian dalamnya tetap mempertahankan rasa asli kacang dengan tekstur kacang tumbukan yang saat digigit akan berguguran. Jadi, bisa dibilang saat memakannya kita harus berhati-hati agar kacang pada bagian dalamnya tidak berjatuhan. Hal ini dikarenakan saat dipegang biasa b...

avatar
OSKM18_16418261_Zafira Nuraini
Gambar Entri
Asal-Usul Nama Kelurahan Kerten
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Asal mula nama Kerten diambil dari salah satu pelayan istana kerajaan di desa Kerten saat ini. Warga itu memiliki nama Ngabehi Selakerten. Warga tersebut sangat populer di komunitas Kerten pada saat itu karena Ngabehi Selakerten memiliki tugas membuat ukiran batu kijing atau batu yang biasa ditempatkan di makam. Wilayah Kerten saat itu masih banyak lahan dan lahan milik warga.   Kerten pada masa saat ini adalah salah satu nama Kelurahan di Kecamatan Laweyan, yang terletak di sisi barat Surakarta. Wilayah Kerten adalah 92.076 Ha dan memiliki ketinggian 92 m di atas permukaan laut. Di Kerten ada 2 pangkalan atau markas militer, salah satunya adalah Korem 074. #OSKMITB2018    

avatar
OSKM18_16518113_Daffa Muhammad Daffa Dinaya
Gambar Entri
Pasar Gede
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di Surakarta ada pasar yang sudah ada sejak zaman Belanda, yaitu "Pasar Gede" yang dalam bahasa jawa artinya Pasar Besar. Pasar ini selesai dibangun pada tahun 1930 oleh arsitek Belanda dengan Arsitektur perpaduan antara gaya Belanda dan Jawa. Pasar ini berlokasi di Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Pasar Gede, tepatnya di seberang Balai Kota Surakarta. Di Pasar ini kebanyakan yang berjualan keturunan Tionghoa, karena memang lokasi pasar ini yang dekat dengan perkampungan Tionghoa. Di dekat Pasar Gede kita juga dapat menemukan sebuah kelenteng yang bernama 'Vihara Avalokitesvara Tien Kok Sie'. Pada bulan Oktober 1999 karena Megawati tidak terpilih menjadi presiden, Pasar Gede dibakar oleh sekelompok massa, namun setelah itu Pasar Gede direnovasi dengan tetap mempertahankan arsitektur aslinya dan selesai pada tahun 2001. Seiring perkembangannya, pasar ini menjadi pasar terbesar yang ada di Surakarta. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16418269_Muhammad Hafizh Darmawan