Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Marandang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Budaya Marandang adalah budaya masyarakat Sumatera Barat yang biasa dilakukan saat ada acara besar seperti hajatan atau sunatan anak. Budaya ini adalah budaya memasak randang beramai - ramai, biasanya ibu - ibu satu kampung. Randangnya dimasak diatas tungku besar yang nantinya akan dihidangkann di acara tersebut. Tungku tersebut terbuat dari tanah liat yang didalamnya diletakan kayu bakar, sedangkan alat yang digunakan sebagai wadah memasak biasanya adalah sejenis wajan yang cukup besar. Akhir - akhir ini biasanya kegiatan ini malahan diadakan sebagai kompetisi masak bersama jika ada kegiatan di kampung, akan tetapi hal ini sudah jarang dilakukan, walaupun masih ada di daerah tertentu yang mengadakan hal ini. Budaya ini menggambarkan kebersamaan suatu kaum yang sudah jarang ada   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918365_Samoa Isa Farrell
Gambar Entri
Tradisi "Guek Lai" Setelah Melahirkan
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Riau

Tradisi chinese mengenai postpatrum confinement atau yang dikenal dengan istilah "Guek Lai" sudah dimulai sejak  2000 tahun yang lalu. Dalam tradisi chinese, ibu yang baru saja melahirkan harus istirahat total atau di"karantina" selama 30-40 hari. Hal ini bertujuan untuk memulihkan kesehatan sang ibu pasca melahirkan. Selama 30-40 hari, sang ibu harus menjalankan serangkaian aturan rumit. Makanan merupakan suatu komponen yang sangat diperhatikan dalam menjalankan " Guek Lai ".  Biasanya dalam menjalankan " Guek Lai " sang ibu dibantu oleh ibunya maupun mertuanya. Namun, pada era ini, tak jarang orang menggunakan jasa "pengasuh" atau yang dikenal dengan confinement lady . Tugas dari confinement lady adalah menyediakan makanan untuk sang ibu, segala keperluan sang ibu selama menjalankan masa "karantina"nya, serta membantu sang ibu menjaga anaknya. Kebanyakan yang menjadi  confinement lady adalah tante-tante setengah baya yang sudah berpengalaman dalam menjaga ana...

avatar
OSKM_16718098_ Ayu Sarica
Gambar Entri
Masjid Raya Al-A'zhom
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Masjid Raya Al-A'zhom adalah salah satu masjid yang sangat populer di kota Tangerang. Berlokasi di komplek Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang dapat menampung jamaah sebanyak 15.000 orang. Masjid ini dibangun di atas tanah sebesar 2,25 hektare dengan luas bangunan mencapai 5.775 m 2 . Masjid ini pertama kali diresmikan pada 23 April 2003 oleh walikota Tangerang saat itu bernama H Moch Thamrin. Di sekitar masjid terdapat sejumlah tempat wisata kuliner bagi anda yang suka wisata kuliner. Tempatnya berupa tenda-tenda pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, sehingga anda tidak akan merasa jenuh untuk berkunjung ke sana. Salah satu keunikan dari masjid ini yaitu kubahnya. Kubah Masjid Raya Al-A'zhom merupakan kubah masjid terbesar di dunia yang berjumlah lima buah. Empat diantaranya merupakan anak kubah dan satu diantaranya adalah kubah induk. Filosofi mengenai jumlah kubah yang berjumlah lima yaitu melambangkan ibadah sholat fardhu sebanya...

avatar
Oskm18_19918069_Dhya Rizqi Andryan Zain
Gambar Entri
RAJA TOGA BUTAR BUTAR
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Raja Toga Butar-Butar Pada zaman dahulu kala , awalnya suku-suku di Sumatera Utara pada umumnya orang sakti dan suku suku tersebut terbagi menjadi beberapa kerajaan termasuk dalam hal ini Raja Toga Butar-Butar. Raja Toga Butar-butar adalah salah satu suku batak toba yang ada di Sumatera Utara . Raja Toga Butar-Butar mempunyai anak 4 : 1. Namauliutus br. Butar-butar 2. Simananduk (artinya: Depan) 3. Sitagorat (artinya: Tengah) 4. Simananti (artinya: Mengikut) Namauliutus br. Butar-butar anak dari Raja Toga Butar-Butar menikah dengan orang bunian (Guru Dungdang Sohahuaon) yang dikenal sebagai dukun sakti yang tinggal di Gunung Simanuk-manuk. Suatu ketika setelah Simanduk, Sitagorat , dan Simananti besar mereka disuruh oleh orang tuanya mencari kayu untuk keperluan membuat rumah , lalu mereka pergi tetapi sewaktu pergi kehutan tak disangka mereka sampai ketempat kakaknya Namauliutus br. Butar-Butar di Gunung simanuk-manuk. Sewaktu mereka selesai menc...

avatar
OSKM18_16618211_IKA BUTAR BUTAR
Gambar Entri
Festival Tegal Pesisir Karnaval
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Tegal Pesisir Karnaval                 Tegal Pesisir Karnaval merupakan peristiwa budaya yang rutin diselenggarakan pemerintah Kota Tegal sejak 2012. Acara ini diselenggarakan dalam bentuk karnaval busana yang sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tegal. Acara ini biasanya diselenggarakan pada bulan April yang merupakan bulan hari jadi Kota Tegal. Para peserta Tegal Pesisir Karnaval ini pun beragam dan banyak melibatkan kalangan pelajar untuk turut ambil bagian dalam acara ini. Acara ini juga merupakan bentuk kerja sama pemerintah dengan Cipta Kreasi Anak Indonesia.                 Festival Tegal Pesisir Karnaval ini biasanya dimulai ketika sehabis maghrib dengan start awal di gedung DPRD Kota Tegal. Kemudian dilanjutkan dengan menyusuri jalan-jalan protocol di Kota Tegal dan diakhiri dengan peragaan busana dari pa...

avatar
OSKM_16718345_Dion ITB_2018
Gambar Entri
Malam Bainai dan prosesi Mandi-mandi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam pernikahan adat minang, terdapat suatu prosesi yang harus dijalani oleh calon pengantin wanita atau disebut anak daro pada malam sebelum pernikahan berlangsung, yakni adalah malam bainai. Malam bainai adalah malam terakhir sang wanita minang atau yang disebut anak daro merasakan kebebasan berstatus lajang. Secara harfiah, bainai artinya melekatkan tumbuhan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatra Barat disebut daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Tumbukan daun inai ini akan meninggalkan bekas warna merah cemerlang di kuku setelah dipakai semalaman. Tujuan malam bainai ini untuk mendidik anak daro dalam segala bentuk gerak dan perilaku untuk mencapai tujuan hidup yang bahagia dengan senantiasa menghayati budi pekerti yang baik. Malam bainai ini dilakukan sehari sebelum pernikahan berlangsung. Pada acara malam bainai itu,wakil keluarga diberi kesempatan untuk memberikan doa restunya untuk melepas anak daro yang akan melangsungkan pernikahan itu. Karna itu, mal...

avatar
OSKM18_16318162_Hidayati Islami
Gambar Entri
Tutunggulan Budaya Kita yang Mulai Hilang, Terlupakan, Tersisihkan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Dulu sebelum kebudayaan luar masuk ke tatar sunda khususnya, dikampung-kampung atau daerah-daerah banyak sekali kebudayaan yang suka dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu. Salah satunya budaya Tutunggulan. Tutunggulan adalah suatu seni budaya lokal yang sering dilaksanakan bila seseorang akan mengadakan suatu hajatan atau resepsi seperti acara syukuran khitanan, pernikahan dan sebagainya. Biasanya dilaksanakan lima hari sebelum acara-acara tersebut dilaksanakan, serta biasanya juga berbarengan dengan menumbuk beras merah untuk dibuah kue dodol untuk dibagikan kepada tetangga sekitar sebagai tanda undangan agar mereka tahu dan bisa hadir untuk memberi do’a restu bila saatnya tiba. Tutunggulan adalah tabuhan yang menggunakan alat penumbuk padi dan lesung sebagai tabuhannya, dilakukan oleh orang-orang dewasa yang terlatih agar menghasilkan suara yang enak didengar. Dapat dilakukan oleh lebih dari tiga orang. Sayangnya seiring dengan perkembangan zaman...

avatar
OSKM18_16318168_Dede Mohammad Rizman
Gambar Entri
Batu Belah Batu Bertangkup
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Dewasa ini, cerita rakyat menjadi salah satu ‘artifak’ kebudayaan yang banyak ditinggalkan oleh generasi muda. Era globalisasi telah mencetak diri kita sedemikian rupa sehingga kita lupa akan identitas kita yang sebenarnya – Indonesia adalah SATU! Padahal melalui cerita rakyat, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dan tentu dapat menyandang signifkansi yang tajam di zaman ini. Berikut ini saya lampirkan cerita rakyat berjudul “Batu Belah Batu Tertangkup”; dari Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.   Batu Belah Batu Tertangkup Pada jaman dahulu di tanah Gayo, Aceh – hiduplah sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Ladang yang mereka punyai pun hanya sepetak kecil saja sehingga hasil ladang mereka tidak mampu untuk menyambung hidup selama semusim, sedangkan ternak mereka pun hanya dua ekor kambing yang kurus dan sakit-sakitan. Oleh karena itu, untuk menyambung hidup keluarganya, petani itu menjala ikan di sungai Kru...

avatar
OSKM18_16618041_David Alexander
Gambar Entri
Weton Kelahiran dan Perwatakannya
Ritual Ritual
Jawa Timur

Dalam kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa yang terjadi pada hari tertentu dapat diramal dengan menelaah saat terjadinya peristiwa tersebut dalam suatu siklus hari dalam kalender tradisional. Dasarnya adalah moco ing waskito, yang berarti membaca kejadian dari fenomena atau tanda-tanda (alam) yang telah terjadi sebagai panduan untuk memahami setiap peristiwa yang akan terjadi. Ingatan-ingatan tersebut kemudian dicatat ketika orang mulai mengenal tulisan. Catatan-catatan fenomena alam yang polanya telah diuji berulang-ulang secara empiris, kemudian ditata menjadi suatu sistem penanggalan. Salah satu contoh dari metode peramalan ini dapat ditemukan dalam sistem hari kelahiran Jawa yang disebut Wetonan. Leluhur kita percaya bahwa hari dimana seorang anak dilahirkan akan membawa pengaruh pada sifat, karakter dan jalan hidup anak tersebut. Sejak jaman dahulu, sistem penanggalan atau penghitungan dengan weton ini sudah biasa digunakan oleh masyarakat Jawa. Bukan hanya sebagai pena...

avatar
OSKM18_16618066_Tasya Raishania Amarin Gata