Tradisi chinese mengenai postpatrum confinement atau yang dikenal dengan istilah "Guek Lai" sudah dimulai sejak 2000 tahun yang lalu. Dalam tradisi chinese, ibu yang baru saja melahirkan harus istirahat total atau di"karantina" selama 30-40 hari. Hal ini bertujuan untuk memulihkan kesehatan sang ibu pasca melahirkan. Selama 30-40 hari, sang ibu harus menjalankan serangkaian aturan rumit. Makanan merupakan suatu komponen yang sangat diperhatikan dalam menjalankan "Guek Lai". Biasanya dalam menjalankan "Guek Lai" sang ibu dibantu oleh ibunya maupun mertuanya. Namun, pada era ini, tak jarang orang menggunakan jasa "pengasuh" atau yang dikenal dengan confinement lady. Tugas dari confinement lady adalah menyediakan makanan untuk sang ibu, segala keperluan sang ibu selama menjalankan masa "karantina"nya, serta membantu sang ibu menjaga anaknya. Kebanyakan yang menjadi confinement lady adalah tante-tante setengah baya yang sudah berpengalaman dalam menjaga anak.
Ada aturan-aturan yang perlu dipatuhi oleh sang ibu selama menjalankan "Guek Lai", antara lain :
1. Tidak boleh kontak dengan air
Dalam hal ini, termasuk larangan untuk mandi, cuci rambut. Ini adalah tradisi yang dijalankan pada zaman kuno. Dasar dari larangan ini adalah mencegah sang ibu "masuk angin" yang dapat menyebabkan sakit kepala maupun sakit rematik di saat tua. Namun pada era ini, sangatlah tidak mungkin untuk seseorang tidak mandi selama 30 hari. Oleh karena itu, sang ibu tetap dianjurkan untuk mandi dan cuci rambut, dengan catatan mandi dengan air hangat, serta segera mengeringkan badan dan rambut setelah mandi. Ataupun sang ibu dapat menggunakan dry shampoo sebagai alternatif lain. Kebersihan diri juga merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dan dijaga.
2. Makanan untuk ibu
Sang ibu harus memperhatikan asupan makanannya pasca melahirkan. Sang ibu harus menghindari makanan yang tergolong "dingin". Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya "angin" ke dalam tubuh sang ibu. Sang ibu akan sering menemui jahe di hidangan makanannya. Sang ibu juga akan sering meminum obat-obat herbal cina yang rasanya pahit. Asupan makanan ini selain bertujuan untuk menjaga dan memulihkan kesehatan ibu, juga bertujuan untuk membantu produksi ASI.
3. Tidak boleh keluar rumah
Larangan ini berdasar pada menjaga agar sang ibu tidak masuk "angin". Karena pada dasarnya, ibu yang baru melahirkan sangat rentan terhadap patogen angin. Apabila sang ibu harus keluar rumah, ia harus memakai pakaian yang tebal untuk menjaga tubuhnya tetap hangat dan tidak masuk "angin"
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...