Ikan bakar batu dari Pulau Tanimbar, Mauluku Tenggara Barat, dikenal sebagai makanan menyambut masa panen. Para lelaki dewasa akan pergi ke laut mencari ikan, sedangkan para ibu di rumah memetik daun pisang dan daun pepaya serta bumbu-bumbunya, seperti rawit, tomat dan bawang putih. Ikan yang dibakar pun tidak boleh ikan kecil. Harus besar, lebih dari sekilo beratnya. Misalnya tongkol, ikan goropa, atau ikan kerapu. Dalam perayaan menyambut panen, warga Desa Olilit di Pulau Tanimbar, biasanya membakar 30 ekor ikan yang besarnya sekitar 3 kilogram per ekor. Sepuluh ekor ayam dan 15 bungkus pepesan daun pepaya, juga bubur jagung. Cara menyiapkan masakan ini, Ikan dibersihkan. Lalu disiram dengan perasan jeruk nipis dan garam. Kemudian dibungkus dengan daun. Untuk bumbu ayam, hanya diberi penyedap rasa, bawang putih dan garam, lalu dibungkus dengan daun pepaya. Sedangkan untuk pepesan daun pepaya dibumbui dengan cabe rawit, tomat, bawang putih, bawang me...
Cacing laut yang dimaksud disini adalah cacing tentunya bisa dimakan. Jika sobat masih ingat waktu SMP dulu, di saat belajar Biologi mengenai Mollusca yang tidak bercangkang, akan ditemui penjelasan mengenai cacing. Nah lalu ada 2 jenis cacing yang bisa dimakan yaitu cacing wawo dan palolo, masih ingat? Cacing wawo inilah yang banyak ditemui di beberapa tempat di Indonesia seperti Bali, Lombok, Maluku dan bahkan di perairan sumatera juga ada. Cacing wawo ini tidak berbahaya, bahkan cacing ini memiliki manfaat yang tinggi bagi kesehatan tubuh. Dengan sedikit bumbu, cacing laut ini bisa menjadi keripik cacing. Cacing goreng laut (wawo) ini memiliki rasa gurih sekali. Cacing goreng ini begitu krispi karena di goreng sangat garing sehingga benar-benar seperti keripik. Sehingga sobat tidak usah khawatir dengan kenyal-kenyalnya cacing di saat hidup, toh sesudah di goreng pas digigit benar benar krispi. Sobat, cara membuatnya sangat sederhana sekali, tinggal siapkan saja cacing laut...
Suami dibuat dari parutan singkong ( cassava ) dicampur dengan parutan kelapa. Kemudian dimasukkan dalam semacam wadah kerucut dari anyaman daun kelapa dan diuap. Mirip dengan cara pembuatan kue putu di Jawa. Tekstur hasil akhirnya pun serupa. Suami ada beberapa tipe. Maksudnya tipe di sini adalah tipe rasa. Pilihan rasa yang datar a.k.a plain dominan campuran singkong dan kelapa sehingga rasanya gurih. Sedangkan suami yang manis ditambahi saos gula merah sehingga rasanya manis. Anehnya suami gula merah yang saya beli agak cenderung kecut. Ada satu lagi tipe suami. Suami yang ini dibuat dengan mencampur singkong, parutan kelapa, gula merah, dan santan. Jadinya seperti jenang. S uami “tipe jenang” ini dibuat dengan cara memipihkan dan melipat adonan berulang-ulang sehingga menjadi berbentuk seperti balok jenang berwarna kuning. Harga suami di sini Rp 5.000 per kerucut dan di konsumsi bukan sekedar untuk jajan, tapi juga sebagai makanan...
Pisang gorengnya seperti pisang goreng tepung pada umumnya, sedangkan sambalnya dibuat dari cabe dengan garam yang digoreng. Sebelum pisang gorengnya digigit, cocolkan dulu ke sambal. Sumber: https://enasrullah.wordpress.com/2012/04/19/5-panganan-unik-halmahera-selatan/
Sagu yang ditemui di sini unik. Sagu dibentuk menyerupai batako warna pink . Teksturnya “terlihat” (terlihat lho ya, bukan terasa) seperti roti. Rasanya tawar. Konsistensinya alot agak keras. Mirip adonan karet dengan butiran tepung besar-besar. Bukan makanan favorit saya sih, tapi kalau dimakan saat lapar, pasti bakal lazis juga. Saya bersyukur di Halsel sudah banyak beras walaupun mahal. Sagu ini dibandrol dangan harga Rp 5.000 per empat batang. Sagu juga menjadi bahan pangan pokok di Maluku dalam bentuk lain.Tepung sagu kering dilembabkan dengan sedikit arang, lalu dibakar dalamcetakan dari tanah liat, sehingga membentuk balok-balok kecil. Setelah dimasak,sagu kering ini dapat tahan berbulan-bulan. Teksturnya sangat keras, dan biladimakan begitu saja dapat mengakibatkan gigi rontok.Sagu dimakan dengan cara melembabkannya terlebih dulu. Bisa dimakan sebagaicemilan, dicocolkan ke dalam kopi panas atau teh panas, lalu dimakan. Dengan cara yang sama,...
Kue ini disajikan dalam mangkok daun pisang. Dari atas tampaknya hanya putih polos, tapi di dasarnya ternyata ada lelehan gula merah. Tekstur adonan putihnya kenyal dan rasanya gurih manis. Mirip dengan kue talam ubi. Alamat Penjual: Tara No Ate Kota Ternate, Maluku Utara Sumber: https://enasrullah.wordpress.com/2012/08/12/6-menu-tajil-khas-halmahera-selatan/
Secara umum ini adalah kolak pisang. Potongan pisang di masak dengan kuah santan, rempah-rempah dan gula merah. Nah, yang unik adalah cendolnya. Cendolnya berupa butiran kecil-kecil seperti–yang kalau di jawa saya sebut–mutiara. Tapi “cendol” ini ternyata dibuat dari sagu. Batako sagu , dibakar sampai kering. Setelah itu dihancurkan menjadi butiran-butiran kecil. Butiran kecil ini direbus bersama pisang dalam kolak. Voila , jadi deh cendol maluku utara. Sebagai tambahan, kadangkala kuah sagubi ini tidak dibuat dari santan parutan kelapa, tapi dari perasan bunga pala. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Gamalama Jl. Pahlawan Revolusi, Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara 0813-4000-0378 Sumber: https://enasrullah.wordpress.com/2012/08/12/6-menu-tajil-khas-halmahera-selatan/
Lanso artinya segitiga, menggambarkan bentuk kulit kue ini. Kulit Lapis lanso teksturnya mirip dengan kue nastar. Gurih, renyah, berbutir-butir dan “mudah rontok”. Nah, isi yang diapit dua lapis kulit tadi adalah selai kenari . Kacang tanah bisa juga, tapi kalau pakai kenari jadi jauh lebih enak. Bagi saya yang jarang makan kenari, keunikan kue ini terletak pada kelezatan selai kenarinya. Alamat Penjual: Tara No Ate Kota Ternate, Maluku Utara Sumber: https://enasrullah.wordpress.com/2012/08/12/6-menu-tajil-khas-halmahera-selatan/
Sajian sayuran asal Maluku ini juga layak untuk Anda coba sebagai menu sehari-hari. Hidangan ini sangat tepat di jadikan sebagai menu makan siang yang cukup menyegarkan, bahan-bahannya juga segar, di tambah dengan bumbunya yang bercita rasa pedas. RESEP ULANG ULANG KHAS MALUKU Bahan Ulang Ulang : • 75 gr kacang panjang, iris tipis • 75 gr tauge, buang ekornya • 50 cc air jeruk nipis • 2 sendok makan gula pasir • 2 buah ketimun, iris tipis • 1 buah terung ungu, iris tipis • 1 buah parai muda, iris tipis, remas dengan garam • 1 genggam daun kemangi Bumbu Halus Ulang Ulang : • 50 gr kenari, sangrai • 7 buah cabai merah • 5 buah cabai rawit • 3 siung bawang merah • 2 sendok teh terasi goreng • 1 sendok teh garam Cara Membuat Ulang Ulang : 1. Campurkan bumbu yang dihaluskan, air jeruk nipis, dan gula pasir. Aduk rata. 2. Tambahkan ketimun, kacang panjang, t...