Aksara
35 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar kereta kencana
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar kereta kencana bertuliskan "Ngelmu iku kalakone kanthi laku" yang artinya bahwa ilmu itu diperoleh dengan amal atau praktek atau dengan mengalami, bukan hanya teori saja. Salam Aksara Jawa http://kaligrafijawa.com Kaligrafijawa OLShop

avatar
Iqrahanacaraka
Gambar Entri
Prasasti Dawangsari
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prasasti Dawangsari merupakan  utpala pra Å›asti  yang terbuat dari batu andesit dengan tinggi 68,5 cm, lebar 34 cm, dan tebal 13 cm. Prasasti ini tidak berangka tahun dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno sebanyak 23 baris. Bentuk Sloka terdiri atas 9 bait. Setiap bait terdiri atas 4 baris dan jumlah suku kata dalam satu baris ada 8 buah, jadi bermetrum  anustubh.  Secara keseluruhan, aksara masih jelas kecuali pada baris 16, 17, 18, dan 19 ada beberapa aksara yang kabur. Hurufnya bulat dan miring ke kanan besarnya tidak sama yang digolongkan ke dalam aksara Kawi Awal.   Prasasti ini ditemukan pada 16 November 1979 oleh Pak Wongsorejo ketika hendak mengolah tanahnya di Dukuh Dawangsari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti Dawangsari kini disimpan di Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta dengan nomor inventaris BG 355.   Se...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Lintakan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prasasti Lintakan bertarikh 841 Çaka atau bertepatan dengan 12 Juli 919 M dengan memakai aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti Lintakan dipahatkan pada tiga buah lempeng tembaga masing-masing berukuran 55,5 x 24 cm dengan ketebalan 0,3 cm. Bagian atas terdapat lubang kecil, dan bertuliskan di satu sisi masing-masing berisi 17, 20 dan 22 baris.   Prasast ini berasal dari daerah Yogyakarta. Dulunya, prasasti ini dimiliki oleh Pangeran Ngabehi di Yogyakarta lalu diberikan kepada  Batavia Society  pada tahun 1856, dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris  E13a dan c. Prasasti ini pernah diterbitkan oleh Cohen Stuart dalam KO I, 1875: 1-6. Damais menerbitkannya dalam EEI IV, 1995: 51. Sarkar menerbitkan dalamnya Corpus vol. II, 1972: 162-182. Boechari bersama A.S. Wibowo menerbitkannya dalam PKMN, 1985/6: 46-52. Prasasti Lintakan berisi tentang peresmian daerah perdikan di Kasugihan, Lintakan, Tunah...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Pakem Ringgit Purwa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

SK  38  265  Bhs Jawa  Aks Jawa  Prosa  Roll  42  no. 2 Teks lengkap 2 lakon siklus wayang purwa dan 1 lakon siklus wayang kruci, sbb : Lampahan Lahiripun Sekutrem (h, 1-60); Lampahan Janaka Sewu (h. 1-47); Lampahan Bedhaipun pengging, dumadosipun aksara Arab utawi jawi (h.1-51) Sumber:  http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1765#prettyPhoto

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Wasitadarma
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Naskah ini berisi piwulang untuk para putri dalam menempuh hidup berumahtangga. Diberikan contoh waktu Kanjeng Nabi Muhammad memberikan nasehat kepada putrinya bernama Siti Fatimah. Teks ini merupakan hasil alihaksara dari koleksi Museum Sonobudoyo, nomor MSB/P70. Alih aksara dibuat oleh Yacobus Mulyadi, BA, tahun 1983, dibawah naungan proyek pembangunan  Permuseuman Daerah Istimewa Yogyakarta.    Sumber:  http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1664

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Wayang Thithi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Wayang kulit Cina - Jawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Wayang Thithi mulai dikenal di Yogyakarta pada tahun 1925 hingga sekitar tahun 1967. Istilah thithi sendiri didapat dari suara alat musik yang terbuat dari kayu berlubang yang biasa mengiringi setiap pertunjukan wayang kulit China yang jika dipukul akan mengeluarkan suara thek…thek…thek.. Suatu bunyi yang terdengar di telinga orang Jawa sebagai thi… thi… thi… Untuk lakon sendiri, berbeda dengan wayang kulit Jawa yang selalu mengangkat lakon dari dua epos terkenal yakni Ramayana dan Mahabarata maka untuk wayang thithi ini lakon atau cerita yang dimainkan adalah mitos dan legenda negeri Tiongkok seperti San Pek Eng Tay, Sam Kok, Thig Jing Nga Ha Ping She, dan sebagainya.    Dan karena wayang thithi merupakan sebuah kesenian budaya hasil akulturasi dari kebudayaan China dan Jawa maka tokoh-tokoh yang terdapat dalam lakon wayng thithi inipun perpaduan dari dua kebudayaan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Dagadu
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pembaca pasti banyak yang berpikir, Dagadu itu bukan senjata. Tapi kok ditaruh di kategori senjata? Jadi gini, Dagadu sebenarnya adalah suatu bahasa sandi asal Jogjakarta. Memang bukan bahasa resmi, melainkan bahasa buatan atau slang yang untuk membacanya diperlukan enskripsi. Lalu kenapa bahasa Dagadu ini masuk ke kategori senjata? Karena sandi Dagadu ini pernah digunakan dalam perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah. Pasalnya, pada jaman penjajahan dulu, interaksi antar pribumi sangat diawasi ketat. Khususnya di jogja. Oleh karena itu, digunakanlah bahasa sandi Dagadu ini, supaya penjajah tidak bisa memahami pesan yang berhubungan dengan perlawanan. Dagadu sendiri memiliki arti 'matamu'. Berikut cara mengenskripsi bahasa sandi Dagadu, menurut http://jebule.blogspot.com/2009/01/dagadu-matamu-kok-bisa.html?m=1 : Baris pertama ditukar dengan baris ketiga, dan baris kedua ditukar dengan baris keempat. Di jogja gaya bahasa ini dikenal juga dengan bahasa walikan (wa...

avatar
Oskm18_16818135_dyah
Gambar Entri
BABAD HB IX
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Serat Babad Ngayogyakarta HB IX teks I tersimpan di Kawedanan Hageng Punakawan Widya Budaya Kraton Kraton Kasultanan Yogyakarta dengan kode koleksi A.46. Namun begitu, dalam katalog khusus manuskrip di Kraton Kasultanan Yogyakarta, yang berjudul “Daftar manuskrip ingkang sumare wenten KHP widya budaya keraton ngayogyakarto Hadiningrat”, manuskrip dengan kode koleksi A.46, tidak ditulis dengan judul Serat Babad Ngayogyakarta HB IX , melainkan hanya ditulis Serat Babad Mentawis Ngayogyakarta , tidak berbeda dengan manuskrip-manuskrip lain yang berjudul sama. Oleh karena itu bagi yang belum membaca/mengetahui isinya tidak akan mengetahui bahwa naskah tersebut berisi penggalan kisah sejarah perjalanan hidup Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Naskah ini berwujud kitab yang dijilid dengan sampul kulit berwarna coklat muda, dengan ukuran, Panjang 46 cm, lebar 31 cm, dan tebal 6 cm. Naskah ini memiliki jumlah halaman tulisan sebanyak 670 halaman. Media tulis dari naskah ini berupa semacam...

avatar
Widra