Bahan-bahan: ayam 1 kg. darah ayam dari pemotongan, dicampur jeruk sundah, garam. Bumbu-bumbu: kemiri dibakar 12 bj. jae seruas jari andaliman 1 untai garam secukupnya bawang putih 5 bj. bawang merah 15 bh. laos 4 iris sereh 3 batang dipotong-potong lombok rawit secukupnya Cara membuatnya: Ayam setelah dipotong, dibakar bersama bulunya, sampai habis bulunya. Isi perut dibuang. Dicuci sampai bersih, kemudian terus dipanggang di atas bara. Diambil dari api lalu dicincang sama tulangnya. Bumbu digiling halus dicampur dengan darah ayam, lalu dituangkan pada cincangan daging ayam. Keterangan: Hidangan untuk para Hulubalang di masa dahulu. Membakar ayam jangan pakai bambu, karena rasa lalu akan menjadi kurang sedap. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Sipirok Jln. Sunggal no. 14,...
Bahan-bahan: teri asin/tawar 1 ons minyak 1 ckr. tomat 1 ons Bumbu-bumbu: bawang merah 10 bj. lombok merah 10 bh. sereh 1 btg. Cara membuatnya: Teri dicuci dengan air dingin, lalu ditiriskan. Bawang merah diiris, sereh dipotong tipis. Lombok merah ditumbuk halus. Lombok setelah halus dicampur dengan bawang merah dan tomat. Teri digoreng hingga kuning. Lombok yang sudah halus ditumis. Kalau tumisan lombok sudah matang, gorengan teri dimasukkan lalu diangkat. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Sipirok Jln. Sunggal no. 14, Medan 20123 061 77839205 Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 786
Pustaha laklak sering juga dikatakan buku Laklak. Buku Laklak ialah suatu buku pustaha dimana isinya berisi aksara Batak. Buku Laklak ini terbuat dari kulit kayu. Jika dilihat sekilas akan sangat mirip seperti buku dengan ukuran yang agak besar namun disusun dengan rapi berupa lipatan-lipatan kayu. Dan sampul dari Pustaha Laklak ini digorga atau ditambahkan gambar-gambar ornament yang menggambarkan isi dari bukunya. "Boja" digunakan sebagai tintanya dan ujung pisau atau "tarugi" yang digunakan untuk menuliskan aksara Batak tersebut di kulit kayu. Boja ialah sejenis "gota" atau getah kayu. Pustaha Laklak, Buku Aksara Batak Pustaha Laklak, Buku Aksara Batak Dahulu kala, sering kali orang mengoleskan getah ini ke gigi mereka, karena menurut mereka gigi mereka akan terlihat lebih bagus dan lebih kuat. Tentu buku Laklak ini juga memiliki fungsi tersendiri bagi orang Batak dan ini tergantung dari penulisnya. Pada umumnya Pustaha Laklak menuliskan ilmu seperti Parhalaan yaitu ilmu perbinta...
Kitab Pengobatan Kitab ini menerangkan tentang bagaimana manusia agar selalu sehat, bagi orang sakit menjadi sembuh, bagaimana agar dekat dengan Tuhan dan bagaimana cara melaksanakan budaya ritual agar manusia itu sehat. Dalam kehidupan orang batak segala sesuatunya termasuk mengenai pengobatan selalu seiring dengan budaya ritual dan barang pusaka peninggalan leluhur jaman dahulu untuk mengetahui bagaimana cara mendekatkan diri pada sang pencipta agar manusia tetap sehat dan jauh dari mara bahaya. Mari kita buka kitab pengobatan ini : Mulajadi Nabolon Tuhan Yang Maha Esa bersabda : “Segala sesuatunya yang tumbuh diatas bumi dan di dalam air sudah ada gunanya masing-masing di dalam kehidupan sehari-hari, sebab tidak semua manusia yang dapat menyatukan darahku dengan darahnya, maka gunakan tumbuhan ini untuk kehidupanmu”. Apabila kita membaca ayat ini, maka jelaslah bahwa segala yang tumbuh di bumi dan di dalam air mempunyai kegunaan masing-masin...
Salah satu budaya seni yang pernah menjadi tontonan menarik bagi masyarakat batak sebelum adanya media elektronik adalah opera. Seni pementasan cerita ini kini dirasakan sudah mulai terlupakan akibat adanya dominasi teknologi berupa radio, televisi. Bahkan pementasan seni opera batak yang melakonkan sebuah cerita rakyat itu pun kini sudah langka. Opera Batak merupakan sebuah label dalam budaya batak. Namun istilah opera sebenarnya lebih akrab di Eropa.Pengertian opera di Eropa merupakan drama yang dinyanyikan. Jadi dalam kesenian opera orang sambil berakting, menyanyi dan sekaligus menari. Yang ketiga unsur tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Mulai dari bagian pertama nyanyian, tarian dan lakon cerita saling terkait. Jadi orang bisa mengetahui hubungan lagu dengan tarian dan lakon. Awalnya dalam opera batak kesannya memang seperti nuansa yang ada di Eropa, tapi antara nyanyian, musik.tari dan lakon cerita tidak berkaitan. Ada tiga aspek...
Pada upacara padi-padiken tapak rumah itu, diaturlah oleh pengetua disaksikan oleh tukang (pande). Pada upacara ini dibentangkan tikar di atas pertapakan itu, dan di atas tikar itu diletakkan: padi dua liter, beras satu genggam, telor ayam sebutir, belo cawir (sirih), belo baju minah, belo bujur dan lain-lain. Tujuan dari padi-padiken tapak rumah ini adalah untuk mengetahui apakah tapak itu serasi dan bertuah atau tidak, akankah terjadi bala apabila ditempati oleh yang punya rumah ? Banyak cara-cara yang dilaksanakan dukun (guru) untuk menge tahui keadaan tanah bersangkutan. Dukun mengambil tanah segenggam dan dilengkapi dengan belo cawir (sirih). Kemudian dukun itu mengucap meminta firasat kepada roh, dan biasanya melalui mimpi. Cara lain yang dilaksanakan dukun yaitu dengan membacakan doa, dan kemudian dukun mengambil beras masing-masing dengan tangan kanan dan tangan kiri. Kemudian jumlah beras yang diambil dihitung. Apabila jumlah butir beras yang ada di tangan kanan ganjil...
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang tua di suatu kampung. Ia tinggal di kebunnya yang luas dan tanaman jagung. Tetapi sekalipun tak pernah ternikmati buah jagungnya itu karena selalu habis dimakan monyet. Oleh karenanya, dia selalu susah karena habis tenaga dan modal tak sekali jua pernah menikmati hasil kebun jagung tersebut. Tahun berikutnya, tiba masa menanam, jagung pula yang ditanamnya. Ketika masa panen hampir tiba, dilihatnya pula ada tanda bekas datang monyet. Akhirnya orang tua itu berpikir, “Baiklah kucari akal untuk menangkap monyet itu.” Lalu ia pergi ke hutan mengambil ijuk untuk dipintalnya menjadi tali, tak lupa diambilnya pula bahan getah. Tali – tali ijuk itu kemudian dibentuk menjadi boneka yang mirip manusia. “Tentu monyet itu akan takut melihat orang – orangan ini. Jika ia takut, tentu tak akan berani lagi mengambil buah jagungku ini,” pikirnya. Kemudian semua getah tadi dibubuhkannya ke orang – orangan itu sehing...
AMA RAJA IRUMANA mempunyai anak Perempuan SI TAGAN-TAGAN BULU Br,LUMBAN GAOL ( Muli tu Datu Pargongo ) Sitagan tagan Bulu dihadang Raja op.Pangisi Naiborngin dohot ibotona Si Tagan-Tagan Bulu alai gabe didok Halak doi Boruna,Jolma nahassit ai sopot somarina do Raja Op.Pangisi Naiborngin dohot ibotona sitagan tagan Bulu,ai sorang pe oppui Op.Raja Pangisi Naiborngin tu portibion ai so diberengbe inong pangittubuna. sitagan tangan bulu,goarni sieheton(Leaon) goar naso uli jouon molo dihalak batak omma nidokna goar sopala jouon jala di panggoarhonmai tu nasodi anggap jolma Alana sorangpe namborui so dianggap jolma godangdo mandao tondongna alani rupana sogon tagan,alani dibaenma goarna sieheton sitagan tagan Bulu. dung magodang ibotana Raja Op.Pangisi Naiborngin diboando ibotona siehetoni tudiape ibana mangalakka ai ido ibotona sisada halungunann...
Umum Setelah mempelajari dan membaca beberapa buku-buku sejarah dunia dapatlah diketahui bahwa di daerah Nusantara atau lebih dikenal orang zaman sekarang dengan sebutan Asia Tenggara, telah berdiri tiga kerajaan abad ke-5 Masehi yaitu : Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat. Kerajaan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Kerajaan Nagur di Sumatera Timur. Yang akan diterangkan dalam tulisan ini ialah mengenai keberadaan satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur abad ke-5 Masehi yaitu Kerajaan Nagur (selanjutnya lihat peta). Memang dalam buku-buku sejarah nasional Indonesia bahwa keberadaan Kerajaan Nagur itu tidak ada tercantum, tetapi dari hasil penyelidikan para ahli-ahli sejarah di kemudian hari sepeti H. Maratua Siregar guru sejarah di Vervolg School di zaman Belanda di Pamatang Siantar bahwa ada satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur di tepi sungai Bah Bolon lebih kurang 3 kilometer dari kota Pardagangan sekara...