Silampari - Sumatera SelatanIni kisah dari Dusun Ulak Lebar, sebuah desa kecil di tepian Sungai Kelingi, anak Sungai Batanghari Sembilan di Sumatra Selatan. Ada seorang raja yang memerintah di sana. Raja Biku, demikianlah namanya. Permaisurinya bernama Putri Selendang Kuning. Sayangnya, setelah sepuluh tahun menikah, Raja dan Permaisuri belum dikaruniai keturunan. Raja Biku memohon pertolongan dari Dewa Mantra Sakti Tujuh yang turun di Puncak Bukit Rimbo Tenang. Ia menyuruh Raja untuk bertapa dan mengembarakan jiwa guna mencari kembang tanjung berkelopak enam. Setelah raja mendapatkan kembang itu, Sakti Tujuh menyuruhnya membuat ramuan. "Gunakanlah air ramuan itu untuk mandi, dan sebagian lagi untuk diminum permaisuri. Engkau akan mendapatkan enam orang anak sesuai dengan jumlah kelopak bunga ini," kata Sakti Tujuh. "Terima kasih Dewa," ujar raja Biku gembira. "Tapi, ingatlah satu hal. Semua akan kembali ke asalnya, pada waktu yang telah ditentukan," tegas Sakti Tujuh. Raja dan perm...
Putri Jelitani adalah seorang putri raja di sebuah kerajaan di daerah Sumatra Selatan. Suatu ketika, negeri sang Putri dilanda kemarau yang amat panjang. Keadaan yang sulit itu baru akan pulih jika ada seorang gadis yang mau berkorban dengan mencebur ke laut. Oleh karena tak seorang pun yang mau berkorban, maka dengan ikhlas sang Putri rela melakukannya demi keselamatan rakyatnya dari bahaya kelaparan. Bagaimana nasib Putri Kemarau selanjutnya? Simak kisahnya dalam cerita Pengorbanan Putri Kemarau berikut ini! * * * Dahulu, di Sumatra Selatan ada seorang putri raja bernama Putri Jelitani. Namun, ia akrab dipanggil Putri Kemarau karena dilahirkan pada musim kemarau. Ia merupakan putri semata wayang sang Raja. Ibunda sang Putri baru saja wafat. Sebagai putri tunggal, ia pun amat disayangi oleh ayahnya. Sementara itu, ayahnya adalah seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Negeri dan rakyatnya pun hidup makmur dan tenteram. Suatu ketika, negeri itu dilanda kemarau yang s...
Semas, sehat mandiri agamis dan sejahtera merupakan motto bagi Kabupaten Muara Enim. Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam berupa migas dan batubara ini berlokasi sekitar 175 km dari ibukota Sumatera Selatan, Palembang. Selain memiliki sumber daya alam yang harus dijaga dan dipergunakan untuk kepentingan bersama, Muara Enim juga mempunyai kekayaan tradisi yang dipertahankan secara turun temurun. Salah satu tradisi tersebut adalah Bebehas . Bebehas merupakan tradisi yang dahulu kerap dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Muara Enim. Secara harfiah, Bebehas dapat dimaknai dengan menjadikan beras yang tadinya padi atau kegiatan mengumpulkan beras. Tradisi Bebehas dahulu dilakukan manakala suatu keluarga akan mengadakan hajat, seperti ingin menikahkan putra putrinya atau yang biasa disebut dengan ngantenkan . Tradisi Bebehas hanya dilakukan oleh para ibu dan remaja putri. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara...
Semenjak nginak dengan Aku jadi penasaran Sehingge aku ribang Nggok dengan ringke nian Gaya dan rupe dengan Ringke alap menawan Ati rase tetawan Tesirak di pikiran (2x) Sukar nuntut bandingan Lok dengan ringke nian Pecayelah padeku Aku sayang nggok dengan Walau sribu penghalang Kasih sayang dek luak Puas aku berayau Kesane sini medang Lah banyak yang kuribang Dekde ringke lok denga Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-sumatera-selatan.html
Anak lanang pegi merantau Merantau jauh ke pulau sundan Menuntut ilmu di badah jeme Kandek keluarge di talang sane Tiap malam jeme tue Mendoakan dek anak-ee Make kele anak lanang jadi jeme Tiap bulan tanggal mude Jeme tue ngihim duit Ngihim beras, ngihim cabi Dan cung dire Sayang dek sayang Selayang pandang Anak lanang Engkase dide sekulah Tiap malam gawinye Begadang saje Duduk di simpang gawinye Ngucak betine sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-sumatera-selatan.html
Bukan aku dek sayang Bukan ku dek cinte Ngah kakang di duson Di Talang Beniu Kakang jauh di buket Temalam di kebun Nanam kawe baghi Ai sebidang kecek Ame ghindu cunga’i bulan Disitu mate kite betemu Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-sumatera-selatan.html
Sayang selayak burung lempipi, sayang selayak burung lempipi Menarap abang keputehan ai keputehan Kakang berayak ke duson ini Kakang berayak ke duson ini Tuape batan perulehan, ai perulehan Sayang selayak burung lempipi, sayang selayak burung lempipi Sayang selayak burung lempipi, sayang selayak burung lempipi Menarap abang keputehan ai keputehan Kami berayak keduson ini Kami berayak keduson ini Ade mbak gunong perulehan, ai perulehan Sayang selayak burung lempipi, sayang selayak burung lempipi Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-sumatera-selatan.html
Sayang hebung sayang hebung ade miang Nak ku pancong nak ku pancong pakai grahang Bak itulah aku nak ngambik dengan Anak jeme gerut oy lagi terpandang Luluk behuk kanjarinye saje aku Nundung karut juwara sia nak nerime Au tuape dami aku bujang sare Balek ngelimat mbatak ibatan bangai Miang hebung miang hebung nyikse nian Manceku uleh mentuwe Iluk luk penjadi dihi Damih abat ne… Karut penundung iluk lah dek jadi Nginak aku bujang sare Die melikus anakne Dik ngajung nian… Kalu kan jadi kami di tetak due Ijuk ijuk oy sapu lidi Kalu kan sare isuk Iluk lah dek njadi Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-sumatera-selatan.html
Sebelum lebih jauh membicarakan tentang adat Nampun Kule di daerah Muara Enim, Sumatra Selatan, terlebih dahulu harus diketahui tentang apa dan bagaimana prosesi Nampun Kule itu sendiri. Secara harafiah Nampun Kule berarti menyambung hubungan baik antara kedua belah pihak besan. Dan memang, Nampun Kule seperti juga arti harafiah dari dua kata tersebut, tujuannya adalah untuk membuat hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak besan dari sejak anak-anak mereka akan menikah hingga nantinya menjadi sepasang suami istri. Kemudian bagaimanakah prosesi resminya? Ini dia Arsip Budaya Nusantara coba gambarkan secara singkatnya saja.. 1. Kunjungan Pertama Kunjungan pertama dalam rangkaian nampun kule ini adalah semacam silaturahmi dari orang tua pihak pria ketika sang anak menyatakan bahwa dia berniat untuk memperistri seorang perempuan. Maka dari itu kunjungan orang tua dari pihak pria ke rumah orang tua dari pihak perempuan yang ingin diperistri oleh anak lelakinya i...