×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

Sumatera Selatan

1_Bergotong-Royong Mengumpulkan Beras da...

Tanggal 17 May 2018 oleh Sobat Budaya.

Semas, sehat mandiri agamis dan sejahtera merupakan motto bagi Kabupaten Muara Enim. Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam berupa migas dan batubara ini berlokasi sekitar 175 km dari ibukota Sumatera Selatan, Palembang. Selain memiliki sumber daya alam yang harus dijaga dan dipergunakan untuk kepentingan bersama, Muara Enim juga mempunyai kekayaan tradisi yang dipertahankan secara turun temurun. Salah satu tradisi tersebut adalah Bebehas.

Bebehas merupakan tradisi yang dahulu kerap dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Muara Enim. Secara harfiah, Bebehas dapat dimaknai dengan menjadikan beras yang tadinya padi atau kegiatan mengumpulkan beras. Tradisi Bebehas dahulu dilakukan manakala suatu keluarga akan mengadakan hajat, seperti ingin menikahkan putra putrinya atau yang biasa disebut dengan ngantenkan.

Tradisi Bebehas hanya dilakukan oleh para ibu dan remaja putri. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara bergotong-royong. Secara umum, tradisi Bebehas dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap awal dilakukan dengan mulai memisahkan padi pada tangkainya atau yang masyarakat Muara Enim menyebutnya dengan mengirik. Setelah padi dipisahkan dari tangkainya, biji padi tersbeut kemudian dijemur, tahap ini dinamakan dengan mengisal.

Padi yang sudah dijemur kemudian masuk ke tahap selanjutnya, yaitu ditumbuk dengan menggunakan lesung. Proses ini dilakukan untuk memisahkan bulir padi dengan kulitnya. Setelah bulir padi terkelupas, barulah dilakukan tahap menampikan biji padi ke dalam alat yang terbuat dari balok kayu yang oleh masyarakat Muara Enim disebut dengan isaram.
 
Tahapan terakhir dari tradisi Bebehas adalah membawa hasil panen padi ke tempat tuan rumah yang akan mengadakan hajat. Sebagai ungkapan terima kasih, si empunya hajat akan memberikan oleh-oleh berupa bakul yang berisi berbagai bahan makanan, seperti gula, kopi, dan minyak goreng. Berbagai tahapan dalam tradisi Bebehas tersebut dilakukan secara bergotong-royong, dan dilaksanakan tentu dengan suasana suka cita dan ikhlas.

Sebagai tradisi asli masyarakat Muara Enim di pedesaan, Bebehas makin tergerus oleh kemajuan zaman dan teknologi. Tradisi ini makin jarang atau bahkan sudah tidak pernah ditemukan lagi. Hal tersebut dikarenakan pola hidup guyub dan bergotong royong yang makin terpinggirkan, dan tergantikan oleh pola hidup individualistis. Padahal dalam Bebehas tergantung nilai-nilai luhur masyarakat Muara Enim yang guyub, saling menghormati, dan bersyukur atas limpahan berkah yang diberikan Tuhan. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

 

Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/bergotong-royong-mengumpulkan-beras-dalam-tradisi-bebehas

DISKUSI


TERBARU


Upacara Kapat

Oleh Widra | 12 Aug 2020.
Ritual

Upacara bulan Kapat atau yagn sering juga dikenal dengan upacara selamatan bumi, air, kayu dan segala macam tanaman beserta hasil buminya. Upacara in...

Perbedaan Antar...

Oleh Iklanid | 07 Aug 2020.
makanan

Kambing dan domba adalah dua jenis spesies hewan yang berbeda. Dalam bahasa latin, kambing disebut Capra hirpus sedangkan domba disebut Ovis aries....

Bubur odeon

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Bahan-bahan 100 gram beras putih 700 ml kaldu ayam Secukupnya garam Secukupnya penyedap Secukupnya merica 2 sdm minyak babi (boleh sk...

Skoteng Singapo...

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Kuah sekoteng singapore seperti pada umumnya di daerah lain Indonesia yaitu air gula dengan campuran jahe dan susu. Sekoteng singapore terkenal sanga...

Mochi Khas Suka...

Oleh Abe Tanu | 31 Jul 2020.
Makanan

Masakan terkenal dari Sukabumi adalah kue mochi. Pada dasarnya, kue mochi memang menjadi makanan yang paling diburu para wisatawan. Selain karena ras...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...