tahun baru islam
514 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Uma Adat Mentawai
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Rumah tradisional / adat suku Mentawai masih banyak kita di jumpai di kabupaten Kepulauan Mentawai, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Uma biasanya dihuni oleh 5 hingga 7 kepala keluarga dari keturunan yang sama. Satu diantaranya anggota yang tinggal dalam sebuah rumah disebut Sikerei. Sikerei itulah yang oleh suku Mentawai dianggap sebagai tetua. Uma menjadi pusat kehidupan bagi suku Mentawai. Di dalam Uma itulah, suku Mentawai tinggal, menyelenggarakan pertemuan dan melaksanakan berbagai macam acara adat, seperti penikahan. Uma juga menjadi tempat untuk menyembuhkan anggota keluarga jika ada yang sakit. Uma adalah rumah besar yang berfungsi sebagai balai pertemuan semua kerabat dan upacara-upacara bersama bagi semua anggotanya. Uma terbuat dari kayu kokoh dan berbentuk rumah panggung yang dibawahnya digunakan sebagai tempat pemeliharaan ternak seperti babi. Selain bangunan rumah utama atau uma ada macam bangunan lain yang di sebut: Lalep  tempat...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Kapurut
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Ini adalah  kapurut (bungkus) sagu khas Mentawai, Sumatera Barat.Panjang 40 centimeter seukuran ibu jari orang dewasa, bagian luar dilapisi daun sagu warna hitam hangus setelah dibakar, setelah dibuka di dalamnya terkandung tepung sagu yang mulai keras warna coklat muda.    Kapurut sagu sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian warga Siberut yang tinggal di pedalaman. Rasa gurih ketika mulai dimainkan lidah.   Untuk membuatnya tergolong lebih murah, semua perlengkapan, mulai dari daun sagu sampai tepung sagu. Ada dua macam makan khas kapurut sagu. Pertama, kapurut sagu tanpa dicampur bahan lain, dan kedua, kapurut sagu yang dicampur dengan bahan lain, seperti kelapa dan garam.   Kapurut jenis kedua biasanya menjadi hidangan sarapan. Sementara, yang hanya sagu biasanya dijadikan makanan pokok, biasanya digandeng dengan ikan rebus.   Langkah pertama membuat kapurut, cari daun sagu yang bersih dan tidak muda maupun tidak tua...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Dulang / Talam
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Alat musik ini terbuat dari tembaga. Dulang, selain digunakan sebagai wadah makanan juga berfungsi sebagai alat musik. Dulang sebagai alat musik biasanya dimainkan dalam mengiringi puju-pujian dan dakwa mengingat Tuhan yang kemudian dikenal dengan sebutan Selawat Dulang pada saat acara pernikahan dan peringatan hari raya Islam.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Rebab Pasisie
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Alat musik ini terbuat dari kayu, tali senar dan plastik. Merupakan alat musik gesek yang menyerupai biola Eropah. Pada awalnya rabab pasisie bentuknya sama dengan Rabab Pariaman yang badannya terbuat dari tempurung kelapa. Pada tahun 1920-an bentuknya berubah menyerupai bentukanya sekarang, meskipun cara memainkannya tetap sama. Dinamakan Rabab Pasisie karena banyak dijumpai di wilayah pesisir selatan Sumatera Barat. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi kaba yaitu sejenis tradisi lisan Minangkabau. Selain perubahan bentuk rebab nama pertunjukkannya pun berubah yang semula bernama barabab kini menjadi babiola.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Kue Bika
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Kue Bika adalah camilan yang berasal Sumatera Barat berukuran kira-kira sebesar tangan. Mayoritas orang mengira kue bika menyerupai bika ambon asal Sumatera Utara. Namun, baik penampakan, rasa, maupun cara pembuatan, kue bika berbeda dengan bika Ambon. Bika ambon berasal dari Sumatera Utara, berwarna kuning dan berbentuk persegi sedangkan kue bika berasal dari Sumatera Barat, berwarna putih dan berbentuk bundar. Tekstur kue bika pun memiliki pori-pori yang lebih kecil dibandingkan bika ambon. Kue bika banyak ditemukan di daerah Koto Baru, Padang Panjang, sebuah kota yang berdekatan dengan kota Bukittinggi yang akan dilewati jika kita menempuh perjalanan darat dari kota Padang atau Kota Solok menuju Bukittinggi. Warung-warung penjual bika berbaris di kota ini dengan kualitas yang bervariasi. Walau menjamur di Koto Baru, Bika dapat ditemukan di kota-kota lain bahkan di provinsi lain. Kue bika memiliki bahan-bahan berupa tepung beras, tape, santan, gula merah, kelapa parut dan...

avatar
Riskiakia
Gambar Entri
Jam Gadang, Kebanggaan Masyarakat Minang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

  Jam  G adang  (dalam Bahasa Indonesia berarti jam besar) merupakan sebuah menara jam yang merupakan landmark dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki diameter 80 cm dengan denah dasar 13x4 meter dengan tinggi mencapai 26 meter. Ukurannya yang tidak lazim itulah maka menara jam ini disebut sebagai jam besar. Terletak di kota Bukit Tinggi, Jam  Gadang  menjadi simbol khas Sumatera Barat karena usianya yang sudah mencapai puluhan tahun serta karena keunikan yang dimilikinya. Jam  Gadang  dibangun pada tahun 1926 oleh seorang arsitek bernama Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada  Controleur  (Sekretaris Kota) pada waktu itu. Pembangunannya sendiri konon menghabiskan biaya hingga 3.000 Gulden. Hal yang menjadi keunikan dari jam ini terletak pada ornamennya yang selalu berubah mengikuti perkembangan penguasa saat itu. Pada masa pen...

avatar
Atika Amalina
Gambar Entri
Istana Pagaruyung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Istano Basa atau biasa dikenal dengan Istana Pagaruyung merupakan sebuah istana yang terletak di kota Batusangkar, Sumatera Barat. Istana ini berbentuk rumah gadang dengan tiga tingkat, sebelas gonjong atau puncak atap, dan tinggi 60 meter dimana atapnya terbuat dari ijuk. Istano Basa yang berdiri saat ini sebetulnya adalah replika dari istana yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah namun telah terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. Pembangunan Istano Basa kembali dilakukan pada tahun 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu, Harun Zain. Namun lokasinya telah dipindahkan dari tempat aslinya. Istano Basa ini juga mengalami kebakaran hebat lagi pada tahun 2007 lalu.

avatar
Atika Amalina
Gambar Entri
Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tabuik (Indonesia: Tabut) adalah perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Muhammad, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman. Festival ini termasuk menampilkan kembali Pertempuran Karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut. Walaupun awal mulanya merupakan upacara Syi'ah, akan tetapi penduduk terbanyak di Pariaman dan daerah lain yang melakukan upacara serupa, kebanyakan penganut Sunni. Upacara melabuhkan tabuik ke laut dilakukan setiap tahun di Pariaman pada 10 Muharram sejak 1831.Upacara ini diperkenalkan di daerah ini oleh Pasukan Tamil Muslim Syi'ah dari India, yang ditempatkan di sini dan kemudian bermukim pada masa kekuasaan Inggris di Sumatera bagian barat.

avatar
Atika Amalina
Gambar Entri
Tradisi Balimau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Diwariskan secara turun temurun, tradisi ini dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad. Latar belakang dari balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan, sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Secara lahir, mensucikan diri adalah mandi yang bersih. Zaman dahulu tidak setiap orang bisa mandi dengan bersih, baik karena tak ada sabun, wilayah yang kekurangan air, atau bahkan karena sibuk bekerja maupun sebab yang lain. Saat itu pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau adalah limau (jeruk nipis), karena sifatnya yang melarutkan minyak atau keringat di badan.  

avatar
Atika Amalina