MAIN KARET ; salah satu permainan rakyat Lampung Apr 27 Posted by blog mahasiswa lampung UNJ Segala puji bagi Rabb semesta alam yang telah memberikan kesempatan kepada SIKAM LAMPUNG UNJ untuk kembali menulis artikel di blog ini. Apa kabar para pembaca semua? mudah-mudahan selalu sehat wal afiat. Pada kesempatan kali ini SIKAM LAMPUNG UNJ akan membahas salah satu permainan rakyat Lampung, yaitu main karet. Pada zaman sekarang permainan tradisional seperti ini semakin ditinggalkan karena teknologi yang semakin canggih dan anak-anak lebih menyukai itu. Akan tetapi kami sebagai mahasiswa Lampung merasa terpanggil untuk menulis ulang pembahasan ini agar permainan ini tetap dikenal oleh generasi mendatang masyarakat Lampung. Pembahasan ini dikutip dari: Permainan Rakyat Daerah Lampung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Jakarta. 1982 silahkan dibaca… 1. Nama Permainan Na...
Seminung di kala dibi Cahyani kuning gegoh emas Cukutni hampaghan mato Tebingni ngejutko hati Manuk-manuk behamboghan Dija dudi ghagom bepantun Ngeghasako angin Seminung Ceghita jak zaman saka Reff: Segalo huma di zaman tumbai Tanom tumbuh tuwoh mak buhantagha Seminung sikop dilingkaghi wai Kughnia Tuhan Mahakuasa (Dalam Bahasa Indonesia) Seminung di sore hari Sinarnya kuning seperti emas Kakinya terlihat di mata Tebingnya mengejutkan hati Ayam ayam beterbangan Di sana sini ahli berpantun Merasakan angin Seminung Cerita sejak zaman dahulu Reff: Semua ladang/kebun pada zaman dahulu Tanam tumbuh hidup tak bersekat/berjarak Seminung cantik dikelilingi air Karunia Tuhan Maha Kuasa
Ado sekor anok tupai atah julai mokte kudung ekor perut lapar jalan cari makan Kejadian tuhan dipanggil nama tupai asalnya dale hutan sejenis mamalia Kalu pasal jakit kok dehe dialah yg paling pandai jatuh jare jare kerana dia tak sobar Pandai pandai tupai melompat jatuh tanah jugok tak wi gambar ore jahat jale telajok mangok Ore jame ritu pakat hambat tupai bimbe ko woh kayu takuk tokdan besar Nyor derian duku kalu dan nye kerit tupai pendek tahun tu nyor derian takdan nak jual Ore sekepung tupai sekor berambat hari hari nya pakat likung nya pakat pekong tupai takleh lagi Sakat bedil ado tupai habih mati hok ni lah saya raso kita sangat rugi Kita manusio tinggi mana pun kita ngaji nak wat tupai sekor tentu sekali nya tak jadi Loni kapung atau bandar jare buleh tgk bapok tupai ibu tupai jale bawak anok Rasa kesian sungguh tgk sekor ke anok tupai kerana telajok kuruh sapa tokleh nak niti pagar Bulu bulu pun...
Kekiciran merupakan tradisi yang berkembang di Kec. Pesisir Utara hingga Lemong. Tradisi ini tidak ditemukan pada masyarakat lainnya di Lampung. Biasanya kekiciran dilakukan selama tujuh hari dan dilakukan berpindah-pindah kampung. Kekiciran merupakan ungkapan sukacita menyambut hari raya Idulfitri, biasanya dimulai selepas isya hingga subuh tiba. Kekiciran merupakan festival tari adat antarkampung. Setiap kampung akan menampilkan tariannya masing-masing. Tari dengan ragam yang unik dan penuh dengan unsur adat mereka tampilkan dalam setiap gerakan. Tari dengan penilian terbaik dari juri akan tampil menjadi pemenang.
Pandap/babutuk adalah makanan penyerta nasi atau dianggap sebagai bagian dari lauk-pauk. Namun oleh sebagian orang, kadang-kadang makanan ini juga disantap dengan sendirinya, tanpa nasi. Bagi yang suka, menyantap makanan ini tanpa nasi memberi sensasi rasa yang lebih tajam di lidah. Pandap/babutuk merupakan khas tradisional Krui, Lampung Barat, dan Bengkulu, yang berakar sejak jaman nenek moyang, purbakala. Namun kini Pandap/babutuk mulai meredup, mulai tidak popular lagi, kalah bersaing dengan makanan-makanan modern yang banyak dijual di restoran dan mini market. Kalau dahulu banyak penjaja Pandap/babutuk keliling setiap hari, kini sudah jarang. Makanan ini sekarang sudah agak sulit dicari, kendati belum tergolong langka. Jangan berharap Anda akan menemui makanan ini di restoran atau di warung-warung makan di Krui. Cara membuatnya cukup sederhana: parutan kelapa yang sudah diberi bumbu dan potongan ikan, dibungkus dengan beberapa lembar daun bebat (5 sam...
Sipahit Lidah dan Empat Mata Serunting adalah orang yang sakti mandraguna. Dia berasal dari Majapahit yang kemudian diusir dari istana lalu berkelana ke Sumatera. Adik ipar Serunting yang bernama Arya Tebing merasa iri dengan kesaktian Serunting. Dia lalu memujuk kakaknya untuk memberitahu di mana letak kelemahan Serunting. Karena rasa sayang kepada adiknya akhirnya istri Serunting memberi tahun letak kelemahan Serunting. Setelah mengetahuinya Arya Tebing mengajak Serunting untuk adu kekuatan. Mereka pun berkelahi, ketika itu Arya Tebing menusuk Serunting di tempat kelemahannya. Serunting terluka parah dan kemudian mengasingkan diri di Gunung Siguntang. Dalam pengasingannya Serunting mengobati lukanya dan tidak jemu berdoa pada Tuhan agar mengembalikan kesaktiannya. Karena ketekunan Serunting akhirnya dia diberi kelebihan bahwa apapun yang diucapkannya menjadi kenyataan. Pada suatu hari Serunting sedang berjalan-jalan di sebuah kampung. Masyarakat kampung tersebut sedan...
Sebambangan merupakan tradisi masyarakat Lampung untuk yang dilakukan oleh pasngan yang ini menikah, dimana sang pria akan "menculik" wanita yang akan dinikahinya sebelum benar-benar menikahinya. tradisi ini jika dilihat secara sekilas mungkin sedikit aneh karena menculik calon pengantin sendiri. Namun jika dilihat secara sekasama, maka tradisi ini memiliki nilai kehidupan yang sangat penting. salah satu nilainya adalah mempelai pria harus berjuang keras jika ingin menikahi wanita yang dicintainya dan harus meminta restu ke wanita tersebut. Jika Sebambangan diatur oleh hukum adat dan perangkat adat, tidak bertentangan dengan Syariat Islam, dan bahkan memberikan keadilan kepada bujang gadis untuk memilih jodohnya karena akibat paksaan orang tua, sehingga dimusyawarahkan sampai diambil keputusan dan persetujuan kedua orang tua bujang gadis. Sedangkan "Kawin Lari" tidak diatur oleh hukum dan perangkat adat, serta tanpa persetujuan kedua orang tua baik bujang atau gadis sehingga ber...
Masyarakat suku Lampung saibathin memiliki ritual tersendiri untuk setiap kelahiran dan kematian seseorang, ritual ini sudah diturunkan dan dilaksanakan secara turn temurun Namun sekarang, sudah jarng dlakukan oleh suku Lampung Saibathin. Upacara Kelahiran Lampung Saibathin Upacara Jenis ini dilaksanakan sesuai dengan kehidupan seharihari dalam setiap transformasi kehidupan, sejak seseorang dalam kandungan sampai akhir hayat seseorang. Masa Kehamilan - Kukhuk Limau/Belangekh, Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan. - Ngekhuang Kaminduan, Upacara ini dilaksanakan saat masa kehamilan berumur lima bulan. Masa Kelahiran Teppuk Pusokh/Salai Tabui/Salin Khah/Nyilih Dakhah . Upacara ini dilaksanakan setelah kelahiran bayi umur sehari, caranya adalah dengan membersihkan dan menanam ari ari sang bayi. Betebus Upacara ini dilaksanakan saat bayi berumur tujuh hari, dima...
Upacara Kelahiran dalam Masyarakat Lampung Pepadun Pada saat mengandung seorang bayi tidak ada ritual khusus, namun dibuatkan makanan untuk menyambut sang bayi ketika lahir kelak. Makanan tersebut adalah Sagon. Sagon ini terdiri dari dua jenis yaitu agon tepung yang berwarna putih dan sagon kelapa yang berwarna kuning kecoklatan. Makna dari pembuatan sagon ini adalah untuk memberikan informasi bahwa telah lahir dengan selamat seorang bayi ke dunia ini. Kemudian diadakan syukuran/aqiqahan sesuai syariat Agama Islam, dengan serangkaian acara diantaranya pemotongan kambing 1 untuk anak perempuan dan 2 untuk anak laki-laki. Pemotongan rambut yang nanti akan ditukar dengan emas sesuai dengan berat rambut bayi tersebut. Kematian dalam Masyarakat Lampung Pepadun Upacara adat pada saat kematian di masyarakat lampung pepadun antara lain : Tahlilan :mendo’akan orang yang sudah meninggal Negou : memperingati hari ketiga meninggalnya seseorang...