Prasasti Dinoyo bertarikh 682 Saka atau 760 Masehi, ditulis dengan aksara Jawa Kuno (Kawi) dan menggunakan bahasa Sansekerta, dengan candrasengkala “ Nayana Vasu Rasa ”. Prasasti ini ditemukan di dekat pasar Dinoyo lama (sekarang menjadi pertokoan), dan sekarang menjadi koleksi Museun Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D.113. Meski sudah lama dijumpai penduduk sekitar, tetapi baru tahun 1916 dipublikasikan oleh Dr. F.D.K. Bosch dengan judul “ De Sanskrit-Inscriptie op den Steen van Dinaya ”. Prasasti Dinoyo ini terpahatkan pada batu andesit dengan tinggi 1,10 meter, yang pada waktu ditemukan dalam keadaan pecah menjadi tiga bagian. Bagian terbesar berada di Dinoyo, sedangkan dua pecahan kecil lainnya ditemukan di Merjosari. Prasasti ini ditulis oleh salah seorang cucu Raja Gajayana yang bernama Anana, dan isinya menurut Poerbatjaraka adalah sebagai berikut: 1. âsîn narap...
Wisata religius Pondok Pesantren Jombang telah lama terkenal dengan julukan kota santri. Lima ponpes terbesar di Kabupaten Jombang adalah Ponpes Tebuireng di Cukir ( Kecamatan Diwek ), Ponpes Darul Ulum di Rejoso ( Kecamatan Peterongan ), Ponpes Bahrul Ulum di Tambakberas ( Kecamatan Jombang ), Ponpes Mambaul Maarif di Denanyar (Kecamatan Jombang) dan Ponpes Luhur Nurhasan di Gadingmangu ( Kecamatan Perak ). Pengajian Padang Mbulan Merupakan pengajian rutin yang digelar pada setiap malam bulan purnama. Pengajian ini dirintis oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Diadakan di halaman depan asal rumah Cak Nun di Desa Menturo , Kecamatan Sumobito . Kelenteng Hong San Kiong Terletak di desa Gudo , Jombang. Selain dikenal sebagai tempat ibadah Tridarma (Agama Taoisme, Budha, dan Konghucu) juga sebagai tempat berobat. Menariknya yang datang untuk berobat juga banyak yang dari kalangan pribumi. Setiap menjelang Tahun...
Tari Dongkrek merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Madiun. Tari Dongkrek telah menjadi simbol bagi masyarakat Desa Mejayan akan makna yang terkandung di dalamnya, yaitu sebagai media untuk mengusir pageblug serta media tolak bala dan sampai saat ini masih di percaya akan kekuatannya. Berdasar pada fenomena tersebut penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui berbagai makna simbol yang digunakan dalam Kesenian Tari Dongkrek dan menggali makna religius yang terdapat dibalik simbol-simbol yang digunakan dalam Kesenian Tari Dongkrek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini dimaksutkan untuk menggambarkan suatu fenomena atau gejala sosial dengan jalan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian, dengan subjek penelitian dari pengurus paguyuban “Krido Sakti” Desa Mejayan. Penelitian ini menggunakan teknik vasilitas data, sedangkan penggalian data dilakukan dengan me...
Masyarakat Jember menceritakan bahwa nama pantai Watu Ulo bermula dari kisah berikut. Pada zaman dahulu Ajisaka (baca: Ajisoko) datang ke tanh Jawa. Di Jawa, negeri Medang Kamula, ia mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan kesaktian kepada masyarakat. Saat mengajari murid-muridnya, ilmunya didengar ayam yang sedang mencari makan di bawah pondok perguruannya. Seharusnya, siapapun tidak boleh mendengar ajaran Ajisaka, selain murid yag sudah diijinkan. Karena mendengar matra-mantra yang diajarkan kepada muridya, seekor ayam itu mendadak bertelur yang amat besar, tidak seperti biasanya. Saat telur itu dierami dan menetas, ternyata yang keluar dari cangkang telur bukan anak ayam, tetapi anak naga raksasa, yang mampu berbicara seperti manusia. Anak naga itu bicara terus, dan menanyakan siapa ayahnya. Oleh masyarakat setempat naga itu diberi tahu kalau ingin tahu siapa ayahnya, disuruh tanya ke rang sakti bernama Ajisaka. Lalu, anak naga itu mendatangi Ajisaka dan bertanya siapa ayahnya...
Kercengan merupakan hadrah dalam bentuk tradisional Bawean. Alat musik yang dipergunakan terdiri dari sejumlah rebana/terbang khusus yang memiliki bidang badan yang lebar terbuat dari kayu. Membran sebagai penghasil suara memiliki ukuran kekencangan yang berbeda dengan terbang yang dipergunakan hadrah ISHARI. Lagu-lagu yang dipergunakan pada awalnya diambil dari Kitab Barzanji. Namun pada perkembangan selanjutnya juga ditemukan syair-syair berbahasa Bawean maupun Indonesia yang temanya masih tetap seputar pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad serta ajaran syariat Agama Islam. Kercengan Bawean juga dilengkapi dengan sejumlah 15 – 30 penari yang disebut dengan ruddet. Para penari ini duduk bersaf dalam 1, 2 atau 3 baris syaf. Gerakan-gerakannya banyak diinspirasi dari gerakan sholat dan huruf hijaiyah lafat-lafat suci Agama Islam. Konon Kercengan baik yang menabuh maupun yang menari hanya dilakukan oleh pria saja. Namun saat ini banyak ditemui wanita sebag...
Alat musik ini terbuat dari kulit binatang dan tekstil. Barongan ini menjadi bagian dari kesenian Jaranan Sentherewe. Jaranan Sentherewe merupakan kesenian rakyat yang telah dikenal sejak abad ke-13 M. Secara visual kesenian ini terpahat pada relief candi Penataran di Blitar. Perangkat kesenian ini terdiri dari dua buah jaranan dan satu buah jejaplok yang diiringi satu buah kendang, dua buah serone dan satu buah kempul. Kesenian ini berkisah tentang keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana, pasukan ini bertempur melawan musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong atau jejaplok. Kesenian jaranan sentherewe dilaksanakan untuk mengumpulkan warga pada acara bersih desa. Dewasa ini kesenian jaranan sentherewe ditampilkan untuk hiburan pada upacara hari kemerdekaan RI.
Alat musik ini merupakan bagian dari kesenian Jaranan Sentherewe. Alat musik ini terbuat dari kayu dan tanduk. Jaranan Sentherewe merupakan kesenian rakyat yang telah dikenal sejak abad ke-13 M. Secara visual kesenian ini terpahat pada relief candi Penataran di Blitar. Perangkat kesenian ini terdiri dari dua buah jaranan dan satu buah jejaplok yang diiringi satu buah kendang, dua buah serone dan satu buah kempul. Kesenian ini berkisah tentang keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana, pasukan ini bertempur melawan musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong atau jejaplok. kesenian jaranan sentherewe dilaksanakan untuk mengumpulkan warga pada acara bersih desa. Dewasa ini kesenian jaranan sentherewe ditampilkan untuk hiburan pada upacara hari kemerdekaan RI.
Alat musik ini merupakan bagian dari kesenian Jaranan Sentherewe. Alat musik ini terbuat dari kayu. Jaranan Sentherewe merupakan kesenian rakyat yang telah dikenal sejak abad ke-13 M. Secara visual kesenian ini terpahat pada relief candi Penataran di Blitar. Perangkat kesenian ini terdiri dari dua buah jaranan dan satu buah jejaplok yang diiringi satu buah kendang, dua buah serone dan satu buah kempul. Kesenian ini berkisah tentang keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana, pasukan ini bertempur melawan musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong atau jejaplok. kesenian jaranan sentherewe dilaksanakan untuk mengumpulkan warga pada acara bersih desa. Dewasa ini kesenian jaranan sentherewe ditampilkan untuk hiburan pada upacara hari kemerdekaan RI.
Kempul merupakan bagian dari kesenian Jaranan Sentherewe. Alat musik ini terbuat dari kayu dan kuningan. Jaranan Sentherewe merupakan kesenian rakyat yang telah dikenal sejak abad ke-13 M. Secara visual kesenian ini terpahat pada relief candi Penataran di Blitar. Perangkat kesenian ini terdiri dari dua buah jaranan dan satu buah jejaplok yang diiringi satu buah kendang, dua buah serone dan satu buah kempul. Kesenian ini berkisah tentang keperkasaan pasukan berkuda milik Raja Klana Sewandana, pasukan ini bertempur melawan musuhnya yang diwujudkan dalam bentuk barong atau jejaplok. kesenian jaranan sentherewe dilaksanakan untuk mengumpulkan warga pada acara bersih desa. Dewasa ini kesenian jaranan sentherewe ditampilkan untuk hiburan pada upacara hari kemerdekaan RI.