HARI PAHLAWAN
743 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Dinoyo
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Dinoyo bertarikh 682 Saka atau 760 Masehi, ditulis dengan aksara Jawa Kuno (Kawi) dan menggunakan bahasa Sansekerta, dengan candrasengkala “ Nayana Vasu Rasa ”. Prasasti ini ditemukan di dekat pasar Dinoyo lama (sekarang menjadi pertokoan), dan sekarang menjadi koleksi Museun Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D.113. Meski sudah lama dijumpai penduduk sekitar, tetapi baru tahun 1916 dipublikasikan oleh Dr. F.D.K. Bosch dengan judul “ De Sanskrit-Inscriptie op den Steen van Dinaya ”. Prasasti Dinoyo ini terpahatkan pada batu andesit dengan tinggi 1,10 meter, yang pada waktu ditemukan dalam keadaan pecah menjadi tiga bagian. Bagian terbesar berada di Dinoyo, sedangkan dua pecahan kecil lainnya ditemukan di Merjosari. Prasasti ini ditulis oleh salah seorang cucu Raja Gajayana yang bernama Anana, dan isinya menurut Poerbatjaraka adalah sebagai berikut:   1.        âsîn  narap...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Prasasti Kamulan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Kamulan ini berada di Desa Kamulan, Trenggalek, Jawa Timur. Prasasti ini dibuat dan dikeluarkan pada masa pemerintahan Raja Kertajaya, pada tahun 1194 Masehi, atau 1116 Caka. Melalui prasasti ini disebutkan bahwa hari jadi dari Kabupaten Trenggalek sendiri tepatnya pada hari Rabu Kliwon, tanggal 31 Agustus 1194.   

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Nasi Pecel Tumpang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Nasi Tumpang Pecel  adalah makanan khas daerah Kediri yang berupa nasi  yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang dan juga sambel pecel. Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah kering (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Nasi tumpang populer di daerah Kediri dan sekitarnya dan digunakan sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari sebelum berangkat bekerja. Jika anda berjalan-jalan ke Kota Kediri pada malam hari, belum lengkap jika tidak berkunjung di Jalan Dhoho. Jalan Dhoho ini layaknya Jalan Marlboro di Yogyakarta, namun versi Kediri. Berbagai pertokoan berjajar sepanjang Jalan Dhoho. Ada toko pakaian, aneka kerajinan dan swalayan. Tidak lupa berbagai makanan khas Kediri juga terpampang sepanjang jalan ini. Setiap malam di atas pukul 21.00 WIB, setelah pertokoan tutup, seluruh trotoar di jalan itu menjadi warung lesehan nasi pecel dan nasi tumpang....

avatar
Somploc
Gambar Entri
Keduk Bedji
Ritual Ritual
Jawa Timur

Upacara Keduk Bedji merupakan salah satu cara untuk melestarikan adat budaya penduduk Desa Tawun sejak jaman dulu. Tujuan utamanya adalah mengeduk atau membersihkan Sumber Beji dari kotoran. Karena di sumber inilah letak kehidupan penduduk Tawun. Menurut masyarakat sekitar, Keduk Bedji harus dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon setelah panen di bulan Oktober. Inti dari ritual ini, terletak pada penyilepan atau penyimpanan kendi di pusat sumber air Beji. Pusat sumber tersebut terdapat di dalam gua yang terdapat di dalam sumber.   Ritual ini berawal dari pengedukkan atau pembersihan kotoran di dalam sumber Beji. Seluruh pemuda desa terjun ke air sumber untuk mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori kolam dalam setahun terakhir. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan penyilepan kendi ke dalam pusat sumber. Setelah itu, penyiraman air legen ke dalam sumber Beji dan penyeberangan sesaji dari arah timur ke barat sumber. Selama penyeberangan sesaji, para pemuda yang berad...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Es Batil
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Batil adalah salah jenis makanan tradisional khas Lamongan Jawa Timur, yang biasanya di hidangkan dalam acara-acara resmi. Namun, salah seorang warga setempat, menjadikannya sebagai bahan utama dalam es dawet sajiannya. Hasilnya, tiap hari warung es Dawet Batil tersebut, tak pernah sepi dari pembeli.  minuman yg terbuat dari beras yg diproses sehingga terbentuk menjadi batil ,kemudian dalam penyajian nya ditambah variasi seperti rumput laut,siwalan, muntiara,kacang ijo,ketan hitam,dan santan.   Tidak mudah menjumpai jenis makanan tradisional bernama Batil di Lamongan. Meski di kenal sebagai makanan khas, Batil yang bentuknya mirip Wajik ini hanya bisa di jumpai di desa Bulu Brangsi kecamatan Laren. Saat ini, makanan yang terbuat dari beras di campur tape beras dan parutan Kelapa yang memiliki rasa manis bercampur asam ini, mulai populer dalam sajian es Dawet Batil. 

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Besutan Jombangan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Oleh : Nasrul Illahi Besutan adalah kesenian tradisional asli Kabupaten Jombang yang merupakan pengembangan dari Kesenian Lerok dan merupakan cikal bakal Kesenian Ludruk. Kesenian Lerok merupakan kesenian yang bersifat amen. Pelakunya berpindah dari satu keramaian ke keramaian lain untuk menyuguhkan pertunjukan teater sederhana. Pelakunya semula tunggal yang melakukan monolog dan dalam perkembangannya pelakunya lebih dari satu orang. Lakon yang dibawakan merupakan cerminan dari kehidupan sehari-hari. Dari bermacam-macam lakon yang disuguhkan, ternyata yang menggunakan tokoh Besut paling digemari penonton. Lama kelamaan, karena lebih sering melakonkan Besut, maka keseniannya kemudian disebut Besutan. Kata besutan berasal dari kata besut. Besut itu sendiri merupakan akronim dari kata beto maksud (membawa pesan). Ada juga yang mengatakan besut berasal dari kata besot (menari). Besut merupakan nama tokoh utama dalam teater Besutan. Tokoh Besut merupakan sosok lak...

avatar
Agus Yulianto
Gambar Entri
Wisata Religi
Ritual Ritual
Jawa Timur

Wisata religius Pondok Pesantren Jombang telah lama terkenal dengan julukan kota santri. Lima ponpes terbesar di Kabupaten Jombang adalah Ponpes Tebuireng di Cukir ( Kecamatan Diwek ), Ponpes Darul Ulum di Rejoso ( Kecamatan Peterongan ), Ponpes Bahrul Ulum di Tambakberas ( Kecamatan Jombang ), Ponpes Mambaul Maarif di Denanyar (Kecamatan Jombang) dan Ponpes Luhur Nurhasan di Gadingmangu ( Kecamatan Perak ). Pengajian Padang Mbulan Merupakan pengajian rutin yang digelar pada setiap malam bulan purnama. Pengajian ini dirintis oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Diadakan di halaman depan asal rumah Cak Nun di Desa Menturo , Kecamatan Sumobito . Kelenteng Hong San Kiong Terletak di desa Gudo , Jombang. Selain dikenal sebagai tempat ibadah Tridarma (Agama Taoisme, Budha, dan Konghucu) juga sebagai tempat berobat. Menariknya yang datang untuk berobat juga banyak yang dari kalangan pribumi. Setiap menjelang Tahun...

avatar
Agus Yulianto
Gambar Entri
Tari Tayub
Tarian Tarian
Jawa Timur

Tayub merupakan salah satu kesenian tradisional Bojonegoro dan merupakan peninggalan dari budaya leluhur yang telah memasyarakat secara turun menurun. penari tayub biasanya terdiri dari 2 orang sampai dengan belasan penari. Yang unik dari tarian ini adalah ikut sertanya para penonton untuk menari bersama dengan penari Tayub. Acara akan semakin ramai dan hangat ketika penari Tayub yang disebut sindir menyanyikan gending-gending (lagu) yang sedang populer dan digemari oleh penononton, sehingga akan banyak penonton yang turut serta menari dengan gerakan tari yang mereka bisa lakukan. Sindir biasanya selalu memenuhi keinginan penonton dengan melantumkan lagu yang di minta oleh para penonton. Tarian ini biasanya diselenggarakan untuk memeriahkan acara perrnikahan, khitanan, atau acara keluarga lainnya. Acara berlangung selama 24 jam atau bahkan sampai dua hari, tergantung dari kemampuan penanggap / penyewa tarian tersebut. kelompok-kelompok tari tayub ini banyak terdapat di K...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Tari Dongkrek
Tarian Tarian
Jawa Timur

  Tari Dongkrek merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Madiun. Tari Dongkrek telah menjadi simbol bagi masyarakat Desa Mejayan akan makna yang terkandung di dalamnya, yaitu sebagai media untuk mengusir pageblug serta media tolak bala dan sampai saat ini masih di percaya akan kekuatannya. Berdasar pada fenomena tersebut penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui berbagai makna simbol yang digunakan dalam Kesenian Tari Dongkrek dan menggali makna religius yang terdapat dibalik simbol-simbol yang digunakan dalam Kesenian Tari Dongkrek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini dimaksutkan untuk menggambarkan suatu fenomena atau gejala sosial dengan jalan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian, dengan subjek penelitian dari pengurus paguyuban “Krido Sakti” Desa Mejayan. Penelitian ini menggunakan teknik vasilitas data, sedangkan penggalian data dilakukan dengan me...

avatar
Roby Darisandi