tahun baru islam
1.180 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Gambyong, Legendanya, dan Sebelum "Naik Takhta"
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Tari Gambyong, Legendanya, dan Sebelum “Naik Takhta”               Tari Gambyong yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah ini merupakan tarian yang sering ditampilkan untuk memeriahkan acara resepsi perkawinan atau menyambut para tamu. Tarian yang konon menggambarkan seorang wanita remaja yang sedang berdandan ini populer dalam kalangan kerajaan jawa. Walaupun begitu,  akar tari gambyong tidak terlepas dari pengaruh kesenian rakyat jawa itu sendiri.             Banyak pendapat mengenai akar tarian gambyong ini. Salah satunya adalah dari pesindhen yang menyanyi dan menari bersamaan dan akhirnya lahir sebuah tradisi bernama tayuban . Apa sebenarnya tayuban itu?             Tayuban mungkin bisa diibaratkan sebagai clubbing dan saweran , sekaligus ajang prostitusi. Dengan satu...

avatar
Nikennoor
Gambar Entri
Tokoh Wayang Bagong
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Ki Lurah Bagong  adalah nama salah satu tokoh  punakawan  dalam kisah  pewayangan  yang berkembang di  Jawa Tengah  dan  Jawa Timur . Tokoh ini dikisahkan sebagai anak bungsu  Semar . Dalam  pewayangan   Sunda  juga terdapat tokoh panakawan yang identik dengan Bagong, yaitu  Cepot atau  Astrajingga . Namun bedanya, menurut versi ini, Cepot adalah anak tertua Semar. Dalam wayang banyumasan Bagong lebih dikenal dengan sebutan  Bawor . Ciri fisik Sebagai seorang  panakawan  yang sifatnya menghibur penonton  wayang , tokoh Bagong pun dilukiskan dengan ciri-ciri fisik yang mengundang kelucuan. Tubuhnya bulat, matanya lebar, bibirnya tebal dan terkesan  memble . Dalam figur wayang kulit, Bagong membawa senjata  kudi . Gaya bicara Bagong terkesan semaunya sendiri. Dibandingkan dengan ketiga panakawan lainnya, yaitu  Semar ,  Gareng , dan  Petruk , ma...

avatar
Borip X7
Gambar Entri
Candi Pawon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Pawon terletak tak jauh dari Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini masuk dalam kompleks Candi Borobudur yang diakui UNESCO sebagai World Heritage Lists asal Indonesia pada tahun 1991 dengan nama Borobudur Temple Compounds . Pendirian Candi Pawon diperkirakan pada pertengahan abad VIII, hampir bersamaan dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur. Nama "Pawon" sendiri, menurut sebagian orang berasal dari kata "pa-awu-an" yang berarti tempat menyimpan awu atau abu. Pada bilik candi ( central cella ) di tubuh candi semula diperkirakan terdapat Arca Bodhisattva sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra. Berdasarkan prasasti Karang tengah (824 M), arca tersebut mengeluarkan "vajra" (sinar), sehingga arca Bodhisattva tersebut kemungkinan terbuat dari logam perunggu. Menurut Poerbatjaraka, Candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Borobudur, karena adanya kemiripan motif pahatan pada Candi Powan dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur.

avatar
Gandung Aryopratomo
Gambar Entri
Wedang Secang Solo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Wedang #Secang disebut2 dalam Surat #Centhini yang ditulis pd tahun 1806 sebagai minuman Keraton berfungsi untuk menghangatkan tubuh

avatar
mariska apriani
Gambar Entri
Temulawak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

#Temulawak nama minuman ini muncul dalam Serat #Centhini dan telah membudaya selama ratusan tahun di Jawa bagian utara. wedang #Temulawak mempunyai khasiat dalam menopang kebugaran tubuh dan baik untuk liver.  

avatar
mariska apriani
Gambar Entri
Sirup Kawista
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sirup Kawista merupakan minuman yang berbahan utama dari sari buah kawis lalu dicampur dengan gula dan air. Sirup ini rasanya sangat khas, ada campuran manis dan asamnya serta baunya wangi. Buah kawis tergolong cukup langka di Indonesia karena pohonnya hanya bisa tumbuh di daerah kering atau panas, seperti Rembang.  Untuk mendapatkan rasa  sirup kawista yang segar dan enak diperlukan proporsi yang pas dari bahan-bahan yang dicampur. Cara membuatnya :   Pertama-tama daging buah kawis direbus bersama air. Selanjutnya air rebusan disaring dengan menggunakan kain halus agar sari buah dan seratnya terpisah. Sari buah yang dihasilkan lalu diendapkan selama seharian penuh (24 jam) dalam wadah yang tertutup. Setelah mengendap, pisahkan air sari lapisan atas dengan endapannya, dan tambahkan sedikit pengental. Kemudian diamkan kembali air sari tersebut selama 12 jam. Rebus kembali air sari yang telah didiamkan, dan tambahkan gula pasir dengan perbandingan 1 lite...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Pura Mangkunegaran
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said atau yang dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa pada tahun 1757. Pura ini dbangun setelah adanya perjanjian Salatiga yang mengawali berdirinya praja Mangkunegaran dan menjadikan Raden Mas Said sebagai Mangkunegara I.

avatar
mariska apriani
Gambar Entri
Masjid Al Wustha
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Beridirinya Masjid Al Wustha diprakasai oleh Mangkunegara I yang pembangunannya dilakukan mulai tahun 1878 hingga tahun 1918. Sebelumnya masjid ini dibangun di daerah kauman pasar legi, namun pada masa pemerintahan Mangkunegara II masjid ini dipindahkan berdekatan dengan Pura Mangkunegaran. Pada masa pemerintahan Mangkunegaran V terdapat tambahan bangunan Maligen yang dipergunakan untuk mengkhitan untuk putra dan kerabat Mangkunegaran. Pada masa Mangkunegara VII maligen ini akhirnya dipergunakan untuk mengkhitan masyarakat umum. Pada masa Mengkunegara VII masjid ini ditambah bangunan menara yang dibangun pada tahun 1926 agar suara azan bisa terdengan lebih jauh.

avatar
mariska apriani
Gambar Entri
Dalem Prangwedanan Mangkunegaran
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Dalem Prangwadanan merupakan bangunan yang terletak di sebelah timur Pura. Di sebelah timurnya masih terdapat bangunan lagi dengan bentuk pendapa yang diberi nama Panti Putra. Fungsi Dalem Prangwadanan adalah untuk tempat tinggal putra mahkota, juga sebagai tempat tinggal putera mahkota setelah diangkat sebagai Kangjeng Gusti Pangeran Prabu Prangwadana. Nama Prangwadana merupakan gelar kedua yang diberikan oleh Sunan Kuning kepada RM. Said ketika ia menyatakan diri bergabung dengan pasukan Cina melawan Kumpeni VOC pada 1741 di Kartasura. Peristiwa itu dalam sejarah Jawa biasa dikenal sebagai Geger Pacina . Sebelumnya dari Pakubuwana II RM. Said pernah mendapat gelar Pangeran Suryakusuma. Setelah Perjanjian Salatiga pada 17 Maret 1757 RM. Said memperoleh gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara. Sejak itu ditetapkan bahwa gelar bagi pengganti Mangkunegara I adalah Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara jika si pengganti sudah berumur 40 tahun. Jika belum ge...

avatar
mariska apriani