Daerah yang berada di selatan Pulau Jawa ini memang sudah terkenal akan lawetnya. Sudah menjadi rahasia umum jika sarang burung lawet menjadi salah satu sumber penghasilan daerah sejak abad ke 17. Hal inilah yang membuat Kabupaten Kebumen mengangkat burung lawet menjadi simbol daerahnya . Secara filosofi makna lawet merupakan pencerminan dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika dari rakyat daerah Kabupaten Kebumen dalam usahanya untuk membangun daerahnya. Menjadi ikon dari Kebumen, lawet bertranformasi ke dalam bentuk tarian kreasi yang disebut tari lawet. Berawal dari keinginan dari Bupati Kebumen pada tahun 1989 untuk menampilkan pentas tari massal khas Kebumen dalam rangka pembukaan acara Jambore Daerah Jawa Tengah yang diadakan di bukit perkemahan Widoro, Kebumen. Keinginan Bupati disambut baik oleh Bapak Sardjoko. Seniman asal Klaten ini melakukan survei dan pengamatan untuk obyek refleksi budaya ke pantai selatan Kebumen, tepatnya di daerah Karang Bolong. Karangbolong di...
GOTRI NAGASARI gotri legendri nogosari, ri riwul iwal- iwul jenang katul, tul tulen olen-olen dadi manten, ten tenono mbesuk gedhe dadi opo, po podheng mbako enak mbako sedeng, deng dengklok engklak-engklok koyo kodok Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000008424784/lagu-dolanan-jawa-lagu-yang-terlupakan-ada-yang-masih-ingat/
Sumber : https://www.aroengbinang.com Museum Wayang Banyumas memilki luas bangunan 250 m2, di atas tanah 2000 m2 di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas. Gedung museum sebelumnya merupakan paseban bagi tamu bupati. Diresmikan menjadi Museum Wayang Banyumas pada 31 Desember 1982. Museum ini menyimpan lukisan bangunan lama, seperti Pendopo Si Panji yang diambil dari dokumen Pangeran Banyumas bertahun 1925, Alun-alun dan Pendopo Si Panji ketika dipindahkan ke Purwokerto pada 1937, Gedung Karesidenan Banyumas yang dibangun pada 1843 menurut Babad Banyumas yang ditulis pada 25 OKtober 1898 oleh RA Wiriatmadja. Ada pula koleksi lukisan foto Gedung Perpoestakaan Rakyat Banyumas yang diambil pada tahun 1925, Gedung Kantor Pos Banyumas bertahun 1925, Gedung Penjara Belanda yang berada di sebelah Timur Alun-Alun Banyumas, dan Sekolah jaman Belanda yang sekarang menjadi gedung SMK Negeri 3 Banyumas. Juga ada alat musik tradisional Banyumas yang disebut Calung. Peran...
Buntil adalah kuliner khas dari kabupaten Banjarnegara. saking terkenalnya Banjarnegara juga diseut sebagai kota Buntil, makanan yang erahan dasar daun singkong atau talas ini dengan isian berupa parutan kelapa dan juga rempah menjadi primadona sejak era kerajaan jawa hingga kolonial bahkan sampai saat ini. rsanya yang gurih dan enak serta daun pemungkusnya yang dapat dimakan sekaligus juga menjadi keunikan kuliner yang satu ini. Saking enaknya orang-orang Belanda juga membawa until untuk di sajikan di Belanda dan saat ini juga menjadi salah satu kuliner dari Indonesia yang paling digemari di Belanda. kuliner ini dapat kita jumpai di Restoran-restoran serta rumah makan di Banjarnegara, serta tempat tempat umum seperti pasar tradisional dan juga pinggir jalan. Gilar-gilar
Seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/10) selain meresmikan Museum Paviliun 5, pada kesempatan tersebut Presiden juga meresmikan Skuadron Udara XVI Pekan Baru dan Batalyon Infanteri X Marinir Batam. "Saya menyambut baik hadirnya kekuatan baru jajaran TNI AU yaitu Skuadron Udara XVI, kekuatan udara di era modern sangat penting, oleh karena itu Angkatan Udara harus semakin tangguh kuat dan modern dan harus mampu menjaga wilayah udara yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke," kata Presiden yang juga menyambut baik hadirnya pangkalan baru yang merupakan pos depan tempur bagi negara kepulauan Indonesia, yaitu dibangunnya Batalyon Infanteri X Marinir yang akan memperkuat jajaran kekuatan marinir. "Saya juga mengucapkan terima kasih atas dibangunnya Museum Paviliun 5 ini, Insya Allah akan memberikan semangat, inspirasi, dan motivasi bagi para taruna untuk meraih cita-cita," katanya. SBY juga berharap museum tersebut menjadi saksi sejarah dari masa ke masa yang menjad...
Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan bertepatan dengan hari lahir beliau 08 Juni di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul , DIY. Di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, museum ini didirikan untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia. Di museum ini juga memajang berbagai prestasi yang diraih beliau semasa menjabat Presiden RI ke-2. Museum memorial Jenderal Besar Soeharto ini dibangun dan diresmikan oleh Bapak H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Mbak Tutut (putri pertama Soeharto) terdiri dari beberapa bangunan utama seperti pendopo, ruang diorama dan masjid kecil di sebelah selatan persis ruang diorama ini. Dalam kunjungannya di museum ini, redaksi kotajogja.com sempat melakukan wawancara singkat dengan Aryo Winoto keponakan dari Bp Soeharto. “Memorial ini dibangun menjadi tetenger dan sumber inspirasi bagi generasi muda, selain itu untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa negar...
Asmarandana: Kitab Musarar inganggit Duk Sang Prabu Jayabaya Ing Kediri kedhatone Ratu agagah prakosaTan ana kang malanga Parang muka samya teluk Pan sami ajrih sedaya Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa. Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani. Milane sinungan sakti Bathara Wisnu punika Anitis ana ing keneIng Sang Prabu Jayabaya Nalikane mangkana Pan jumeneng Ratu AgungAbala para Narendra Beliau sakti sebab titisan Batara wisnu. Waktu itu Sang Prabu menjadi raja agung, pasukannya raja-raja. Wusnya mangkana winarni Lami-lami apeputra Jalu apekik putrane Apanta sampun diwasa Ingadekan raja Pagedhongan tanahipun Langkung arja kang nagara Terkisahkan bahwa Sang Prabu punya putra lelaki yang tampan. Sesudah dewasa dijadikan raja di Pagedongan. Sangat raharja negaranya. Maksihe bapa anenggih Langkung suka ingkang rama Sang Prabu Jaya...
Desa Sugihwaras termasuk dalam wilayah kecamatan Adimulyo. Pada masa perang kemerdekaan desa ini menjadi salah satu bagian pertahanan tentara RI. Untuk menghindari banyaknya korban penyerangan Belanda terhadap pos pertahanan TNI di Sidobunder pada Selasa akhir Agustus 1947, tentara RI mundur ke desa Sugihwaras (sebagai batas pertahanan terluar) hingga ke Podohurip (markasnya kini menjadi SDN Podohurip). Salah satu pejuang yang bermarkas di Sugihwaras adalah Supardjo Rustam (mantan Gubernur Jawa Tengah). Selanjutnya pada peristiwa Canonade Candi 19 Oktober 1947 Belanda juga mengawali serangan pendahuluannya ke desa ini. Beberapa hari setelah peristiwa Canonade Candi dan Sugihwaras, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1947 Belanda berhasil mendapat informasi mengenai banyaknya markas tentara RI serta catatan struktur penggerak perjuangan masyarakat dari Podohurip hingga ke Sugihwaras yang ternyata didominasi oleh para pemuda desa Sugihwaras....
Jembatan Renville adalah jembatan kereta api yang terletak di daerah Panjer – Kebumen yang melintas di atas sungai Luk Ula. Jembatan ini disebut jembatan Renville oleh para pejuang kemerdekaan untuk mengabadikan peristiwa perundingan Renville. Peristiwa pelanggaran Belanda pada tanggal 21 Juli 1947 yang secara terang – terangan terhadap persetujuan Linggarjati dengan melancarkan ekspansinya hingga ke Gombong mengakibatkan TNI mengadakan perlawanan dengan tetap mematuhi perintah Gencatan Senjata. Pihak Belanda yang pada awalnya mengambil batas wilayah di timur Kali Kemit (tepatnya di lokasi yang kini menjadi Monumen Kemit) akhirnya bersedia memundurkan garis setelah diadakannya perundingan dengan Pihak RI yang di tengahi oleh KTN dan diambillah kesepakatan bahwa Kali Kemit sebagai garis demarkasi/status Quo. https://kebumen2013.com/jembatan-renville-panjer-kebumen-dan-pelurusan-prasastinya/