Sepak Bola Api atau Laliang merupakan permainan tradisional khas Indonesia. Permainan ini berasal dari daerah Sumba Barat NTT tetapi sudah menyebar juga ke Pulau Jawa. Laliang hanyalah permainan sepak bola biasa yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima orang. Bedanya seperti namanya, bola yang dimainkan adalah bola api yang terbuat dari batok kelapa yang sudah kering, lalu direndam minyak tanah selama beberapa hari, kemudian dibakar. Biasanya Laliang dimainkan pada malam hari oleh santri-santri di pesantren pada Bulan Ramadhan. Sebelum bermain, biasanya santri-santri melakukan syarat khusus (ritual), setiap daerah mempunyai ritualnya masing-masing. Tentu permainan ini hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa, bahaya jika yang memainkan bola api adalah anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Selain itu, permainan ini juga membutuhkan keberanian dan kekuatan karena resiko cederanya cukup besar. Bagaimana tidak? kulit orang yang memainkan sangat mungkin m...
COBEK BASRENG Cobek basreng adalah makanan dari derah sunda yang kekinian di Era sekarang, yang diadaptasi dari makan yang dicobek lainnya. Cobek basreng ini sering ditemukan di tempat makanan sunda lainnya tapi lebih sering dijual di pedagang kaki lima bersama makanan sunda yaitu Seblak. Cobek basreng ini bermula berbahan baku oncom atau tempe yang difermentasi. Namun seiring waktu berjalan cobek oncom ini tergantikan dengan adanya cobek basreng ini. Cobek basreng ini sekarang fungsinya hanya untuk ganjal perut atau sebagai camilan berbeda dengan yang dulu jika melihat cobek oncom, dulu para kaum ibu golongan menengah kebawah sering memanfaatkan oncom ini untuk teman makan nasi jika kebutuhan lauk pauk mereka habis, dan berlalu untuk membeli oncom yang harganya sangat terjangkau. Cobek basreng ini terbuat dari bakso ikan yang digoreng, Basreng ini pun mudah di temukan di pasar, terutama di tempat yang menjual kerupuk. Cobek Basreng ini mempunyai cita rasa yang pedas,d...
Sepak Bola Api atau Laliang merupakan permainan tradisional khas Indonesia. Permainan ini berasal dari daerah Sumba Barat NTT tetapi sudah menyebar juga ke Pulau Jawa. Laliang hanyalah permainan sepak bola biasa yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima orang. Bedanya seperti namanya, bola yang dimainkan adalah bola api yang terbuat dari batok kelapa yang sudah kering, lalu direndam minyak tanah selama beberapa hari, kemudian dibakar. Biasanya Laliang dimainkan pada malam hari oleh santri-santri di pesantren pada Bulan Ramadhan. Sebelum bermain, biasanya santri-santri melakukan syarat khusus (ritual), setiap daerah mempunyai ritualnya masing-masing. Tentu permainan ini hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa, bahaya jika yang memainkan bola api adalah anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Selain itu, permainan ini juga membutuhkan keberanian dan kekuatan karena resiko cederanya cukup besar. Bagaimana tidak? kulit orang yang memainkan sangat mungkin m...
Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...
Eme Neme Jauware adalah salah satu lagu yang berisi moto kabupaten Mimika. Lagu ini di ambil dari gabungan bahasa amungme dan kamoro yang merupakan suku asli penduduk Timika. Kata Eme berarti teman, Neme berarti berteman/bersaudara dalam bahasa amungme dan kata Jauware berarti semangat dalam bahasa kamoro, jadi Eme Neme Jauware berarti bersatu bersaudara kita membangun. lagu ini biasanya di nyanyikan di acara-acara resmi maupun tidak resmi. Eme Neme Jauware juga merupakan salah satu nama gedung serbaguna di Timika. Lagu ini di ciptakan oleh Melky Goeslauw dan Klemen Tinal yang merupakan mantan bupati kabupaten Mimika. EME NEME JAUWARE Derap-derap langkah Meniti impian karya anak bangsa Padamu persada anak cucu kita ingin ku sembahan Terbit matahari dari timur sana ku ikut menyapa Menyinari pusaka taman eden kedua di tanah papua Rencana strategis sbagai tolak ukur membangun papua Visi dan misi Dorongan terpa...
Taman Putroe Phang Taman Putroe Phang adalah salah satu objek wisata di daerah Banda Aceh, taman ini terletak di seberang kuburan belanda yang legendaris yaitu Kerkhof. Taman ini menjadi salah satu peninggalan dari Sultan Iskandar Muda yang memerintah dari tahun 1607-1636, merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Aceh. Sultan Iskandar Muda membangun taman ini untuk permaisuri nya yaitu Putroe Phang (Putri Pahang) yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia. Nama asli dari putri ini adalah Putri Kamaliah, namun rakyat Aceh sering menyebut nya Putroe Phang, putroe berarti "Putri", phang adalah Pahang, yang bermaksud Putri dari Pahang. Putri ini adalah anak dari Raja Pahang yang telah di taklukkan oleh Kerajaan Aceh Menurut sejarah, Putri Pahang sering sekali merindukan kampung halaman nya di tanah Malaysia, maka dari itu sang sultan membangun taman sari ini untuk sang permaisuri agar ia bisa merasakan berada di kampung halaman nya dan tidak kesepian apabila...
Permainan ini merupakan salah satu permainan simpel yang tidak memerlukan alat apapun. Permainan ini dinamai dari 7 warna pelangi yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Permainan ini mirip dengan permainan ABC Lima Dasar namun dia bermain dengan warna. Sebelum permainan dimulai para pemain yang biasanya diikuti oleh 5-7 orang memilih satu warna dari ketujuh pilihan warna diatas, setelah hitungan ke tiga pemain akan mengeluarkan jari mereka dari 0-10 jari. Jari-jari yang dikeluarkan tersebut akan dihitung lewat kalimat “Me Ji Ku Hi Bi Ni U”, bila berhenti di kata “Me” yang berarti merah maka si pemilik warna tersebut akan memberikan misi atau hukuman kepada pemain lainnya, dan hal yang sama berlaku pada warna lainnya. Bila permainan berhenti di warna yang tidak dimiliki siapapun maka penghitungan akan diulang kembali. Misi dan hukuman yang diberikan adalah bebas namun hukuman yang terkenal adalah dengan sebutan “Tak Tik Bum Wer&rdq...
Sarapan merupakan salah satu kebutuhan kita di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Lain tempat, lain pula jenis sarapannya. Bubur merupakan salah satu makanan yang sudah akrab bagi masyarakat Indonesia di pagi hari. Kegemaran mengonsumsi bubur tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Bubur memiliki tekstur yang lembut sehingga sangat cocok bagi anak-anak karena mudah dicerna. Di kalangan orang dewasa, bubur ayam mungkin masih menjadi "bintang" di antara jenis bubur yang ada. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya bubur kurang cocok untuk dijadikan sarapan? Menurut Prof Hardiansyah dalam doktersehat.com, tekstur bubur yang mudah dipecah dalam sistem pencernaan dapat membuat kenaikan gula darah dengan cepat. Tapi ternyata ada loh jenis bubur yang cukup ideal untuk dijadikan sarapan. Tinutuan atau lebih akrab dengan sebutan bubur manado ini merupakan bubur yang dimaksudkan tadi. Tinutuan mungkin masih asing ditelinga masyarakat Indonesia yang mayoritas lebih memilih bub...
Asal Mula Danau Maninjau Di suatu perkampungan di kaki Gunung Tinjau, Sumatera Barat, hiduplah 10 orang bersaudara.Yang terdiri dari sembilan laki-laki dan satu anak perempuan. Ayah dan ibu mereka telah meninggal dunia. Anak tertua bernama Kukuban. dan si bungsu yang merupakan satu-satunya perempuan,yang bernama Siti Rasani atau Sani. Karena jumlah laki-laki bersaudara itu sembilan orang, penduduk sekitar sering menyebut mereka dengan Bujang Sembilan..Semenjak orangtua mereka meninggal dunia, mereka diasuh oleh seorang paman, yaitu Datuk Limbatang yang biasa mereka panggil Engku. Datuk Limbatang mempunyai seorang anak lelaki bernama Giran.Setelah dewasa, Giran dan Sani saling jatuh cinta. Pada awalnya mereka menyembunyikan hubungan tersebut. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak balk, akhirnya mereka mengungkapkan hubungan ini kepada keluarga masing masing. Kedua keluarga itu menyambut hubungan Sani dan Gani dengan suka cita. Suatu...