Adat Nusantara
375 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makan Bejamba #DaftarSB19
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Hai Sobat Budaya, apakah kalian sudah pernah dengar Tradisi Makan Bejamba ? Yap, pastinya kalian belum tahu kan. Nah, kali ini saya ingin memperkenalkan Tradisi Makan Bejamba kepada kalian. Makan Bejamba pertama kali berasal dari Koto Gadang, kabupaten Agam, Sumatera Barat dan keberadaannya sudah ada sejak agama Islam masuk ke Minangkabau sekitar abad ke-7. Oleh karena itu, adab-adab yang ada dalam tradisi ini umumnya didasarkan pada ajaran Islam terutama Hadits. Beberapa adab dalam tradisi ini di antaranya adalah seseorang hanya boleh mengambil apa yang ada di hadapannya setelah mendahulukan orang yang lebih tua mengambilnya. Makan bajamba atau dapat disebut makan barapak merupakan tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan dalam berbagai upacara adat, pesta adat, dan pertemuan penting lainnya. Makan bajamba...

avatar
Ignatiaivani
Gambar Entri
Tari Lilin #DaftarSB19
Tarian Tarian
Sumatera Barat

  Tari Lilin  merupakan salah satu tarian tradisional dari  Sumatera Barat . Seperti namanya, tarian ini dimainkan oleh para penari dengan menggunakan piring kecil dengan lilin yang menyala di atasnya sebagai atribut menari. Tarian lilin dimainkan oleh sekelompok penari dengan gerakan yang atraktif dan seirama dengan alunan musik yang mengiringinya. Tarian ini merupakan salah satu tarian yang terkenal di Indonesia dan menjadi salah satu  icon  tarian tradisional di Sumatera Barat, khususnya masyarakat  Minangkabau .   Sejarah Tari Lilin   Menurut beberapa sumber yang kami dapatkan, tarian ini ternyata dulunya merupakan salah satu tarian istana dan biasa ditampilkan pada malam hari. Konon asal usul dari tarian ini tidak lepas dari cerita rakyat. Dalam cerita rakyat tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang gadis yang ditinggal oleh tunangannya untuk pergi berdagang. Suatu hari sang gadis kehilangan ci...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Tari Indang(Dindin Badindin) #DaftarSB19
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Tari Indang diperkirakan diadaptasi dari kebudayaan arab. Dengan bukti Indang yang digunakan serta penuturan lisan yang mengiringi tarian sarat akan shalawat dan dakwah. Karena memang tarian ini dahulunya berfungsi sebagai alat dakwah.umlah penari Indang biasanya bervariasi dari 9 hingga 25 orang, yang penting ganjil. Gerakan dibuat dinamis dan bervariasi. Sesekali para penari memagang dan memukul Indang untuk menghasilkan bunyi-bunyian sekaligus mengatur tempo. Kadang Indang ditaruh didepan, dan sesekali di jentik dengan jari mereka. Gerakan tari kadang meliuk ke depan dan ke belakang berselang seling, kadang ke kanan dan kiri secara bergantian. Namun masih tetap dalam satu  shaf (barisan). Tari Indang kini tidak hanya dipentaskan saat upacara Tabuik .  Tari ini pun sering dipentaskan pada berbagai acara lain, seperti acara penyambutan tamu agung, pengangkatan penghulu di suatu desa, atau acara festival budaya. Tari Indang merupakan sala...

avatar
Aulia Rahmawati
Gambar Entri
Pakaian Kebesaran para Isteri Suku Minang #DaftarSB19
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Barat

Pakaian ini merupakam lambang kebesaran wanita Minangkabau yang disebut "Limpapeh Rumah nan gadang". Busana ini hanya dipakai pada acara-acara tertentu yang menggunakan acara adat, seperti jamuan pengantin, pengukuhan penghulu, dan lainnya. Limpapeh sendiri artinya tiang tengah pada sebuah bangunan dan tempat memusatkan segala kekuatan tiang-tiang lainnya. Apabila tiang tengah ini ambruk maka tiang-tiang lainnya ikut jatuh berantakan. Pakaian ini melambangkan kebesaran perempuan suku Minangkabau dalam mengatur rumah tangga. Dengan kata lain perempuan di Minangkabau merupakan tiang kokoh dalam rumah tangga. Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang tidak sama ditiap-tiap nagari, seperti dikatakan "Lain lubuk lain ikannyo, lain padang lain bilalangnyo". Akan tetapi, beberapa kelengkapan khusus yang pasti ada dalam jenis-jenis pakaian tersebut. Perlengkapan ini antara lain tingkuluak (tengkuluk), baju batabue, minsie, lambak atau sarung, salempang, dukuah (kalung), galang (gelang), dan bebera...

avatar
Nadiafauzana
Gambar Entri
“Sumando” Kedudukan Suami dirumah Istri adat Minangkabau #DaftarSB19
Ritual Ritual
Sumatera Barat

“Sumando” Kedudukan Suami dirumah Istri adat Minangkabau Disamping menganut sistem eksogami dalam perkawinan, adat Minang juga menganut paham yang dalam istilah antropologi disebut dengan sistem "matri-local" atau lazim disebut dengan sistem "uxori-local" yang menetapkan bahwa marapulai atau suami bermukim atau menetap disekitar pusat kediaman kaum kerabat istri, atau didalam lingkungan kekerabatan istri. Namun demikian status pesukuan marapulai atau suami tidak berubah menjadi status pesukuan istrinya. Status suami dalam lingkungan kekerabatan istrinya adalah dianggap sebagai "tamu terhormat", tetap dianggap sebagai pendatang. Sebagai pendatang kedudukannya sering digambarkan secara dramatis bagaikan "abu diatas tunggul", dalam arti kata sangat lemah, sangat mudah disingkirkan. Namun sebaliknya dapat juga diartikan bahwa suami haruslah sangat berhati-hati dalam menempatkan dirinya dilingkungan kerabat istrinya. Dalam struktur adat Minang, kedudukan suami sebag...

avatar
Salmahidayah
Gambar Entri
Suji Cair: Kerajinan khas Kotogadang #DaftarSB19
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Kotogadang adalah desa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang terkenal akan hasil kerajinan tangannya. Setiap perempuan yang lahir dan besar di sana diperkenalkan pada seni kerajinan berupa menenun dan menyulam, salah satu teknik menyulam yang sudah sangat terkenal hingga di Jakarta masa kini adalah Suji Cair atau Suji Caia . Suji adalah istilah untuk menghias kain atau bahan lainnya dengan kiat menjahit pola dan gambar menggunakan jarum dan benang (Razny, Sita Dewi dan MityJ. Juni. Pakaian Tradisional: Sulam, tenun, dan Renda khas Kotogadang. 2011 ). Suji Caia/Cair adalah teknik menyulam memakai benang berbeda warna yang menunjukkan tingkatan gradasi warna suatu objek, misalnya bunga. Gradasi yang dihasilkan tersebut menampakkan efek tiga dimensi objek yang disulamkan. Untuk selendang Suji Caia diperlukan bahan sutera atau satin dengan ukuran lebar kain 55-60 cm dan panjang 1,80 - 2,00 m. Motif yang akan disuji, digambar dengan pensil, kemudian seluruh bahan tersebut dire...

avatar
Prissi32
Gambar Entri
Kaba Siti Baheram #DaftarSB19
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Siti Baheram adalah seorang perempuan muda asal Sungai Pasak, Pariaman yang dibunuh oleh pemuda bernama Ajo Juki, pecandu judi. Aju Juki ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan perempuan tersebut. Baheram ditemukan meninggal pada malam Minggu 11 November, tengah malam menjelang 12 November 1916, di Batang Sungai Pasak, Pariaman setelah mengalami penganiayaan. Pada telinga kanannya terdapat luka dan lehernya memiliki bekas diikat dengan rambut dan baju. Perhiasan yang ia pakai juga raib. Pembunuhan terjadi ketika Baheram hendak pulang ke rumah usai berkunjung dari rumah mertuanya di Kota Marapak. Kala itu, perempuan berusia 20 tahun ini memakai sepasang gelang emas, sepasang anting emas, peniti perak, dan tusuk konde. Si Juki bersama temannya yang bernama si Gambuik kemudian membunuh dan merampok perhiasan yang ia kenakan untuk dipertaruhkan di lapak judi. Kedua penjudi ini dikabarkan mengalami banyak kekalahan di medan judi sehari sebelum kejadian. Peristiwa pembuhun...

avatar
Oriska Chairunnisa
Gambar Entri
Tari Saman #daftarSB19
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

TARI SAMAN  – Tari saman yaitu tarian tempat asal suku gayo yang lazimnya kerap digelar dikala ada acara-acara adat atau peristiwa penting berhubungan dengan kultur tempat. Syair yang digunakan dalam tarian ini menerapkan bahasa gayo itu sendiri. Disamping itu lazimnya tarian saman juga ditampilkan dikala ada acara perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tari saman dimaksimalkan dan didirikan oleh Syekh Saman, yaitu seorang ulama yang berasal dari tempat Gayo yaitu Aceh bagian Tenggara. Tari saman sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah sati daftar kultur warisan dari Aceh yang terdapat pada sidang ke-6 komite antar pemerintah atas perlindungan warisan kultur tidak benda UNCESCO di bali, tepatnya pada tanggal 24 November 2011. Tari saman ini mulai dimaksimalkan mulai dari abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman. Awalnya tarian ini cuma sekadar permainan rakyat yang sebelumnya diberikan nama Pok Ane. Kemudian kebudayaan Islampun masuk ke temp...

avatar
Adhelia khansa
Gambar Entri
Adat bajapuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Bajapuik (japuik; Jemput) adalah tradisi perkawinan yang menjadi ciri khas di daerah pariaman. Bajapuik dipandang sebagai kewajiban pihak keluarga perempuan memberi sejumlah uang atau benda kepada pihak laki-laki (calon suami) sebelum akad nikah dilangsungkan. (Azwar, 2001:52) Uang jemputan adalah uang yang diberikan oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki sebagai persyaratan dalam perkawinan dan dikembalikan lagi pada saat mengunjungi mertua untuk pertama kalinya. Uang jemputan ini berwujud benda yang bernilai ekonomis seperti emas dan benda lainnya. Penentuan uang jemputan dilakukan pada saat acara maresek dan bersamaan dengan penentuan persyaratan lainnya. Sedangkan untuk pemberian dilakukn pada saat menjemput calon mempelai laki-laki untuk melaksanakan pernikahan di rumah kediaman perempuan. (Maihasni, 2010:12) Uang Japuik adalah pemberian dari keluarga pihak perempuan kepada pihak laki-laki yang diberikan pihak perempuan pada saat acara manjapuik marapulai dan akan dikemba...

avatar
Gensetata