Motif Kain
Motif Kain
kerajinan tangan, Kotogadang, motif kain, Sumatera Barat, #DaftarSB19 Sumatera Barat Kotogadang
Suji Cair: Kerajinan khas Kotogadang #DaftarSB19
- 14 Februari 2019

Kotogadang adalah desa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang terkenal akan hasil kerajinan tangannya. Setiap perempuan yang lahir dan besar di sana diperkenalkan pada seni kerajinan berupa menenun dan menyulam, salah satu teknik menyulam yang sudah sangat terkenal hingga di Jakarta masa kini adalah Suji Cair atau Suji Caia. Suji adalah istilah untuk menghias kain atau bahan lainnya dengan kiat menjahit pola dan gambar menggunakan jarum dan benang (Razny, Sita Dewi dan MityJ. Juni. Pakaian Tradisional: Sulam, tenun, dan Renda khas Kotogadang. 2011).

Suji Caia/Cair adalah teknik menyulam memakai benang berbeda warna yang menunjukkan tingkatan gradasi warna suatu objek, misalnya bunga. Gradasi yang dihasilkan tersebut menampakkan efek tiga dimensi objek yang disulamkan.

Untuk selendang Suji Caia diperlukan bahan sutera atau satin dengan ukuran lebar kain 55-60 cm dan panjang 1,80 - 2,00 m. Motif yang akan disuji, digambar dengan pensil, kemudian seluruh bahan tersebut direnggangkan di atas pemedangan, yaitu rangka dari kayu yang dapat menjepit sekeliling pinggiran kain (Razny, Sita Dewi dan MityJ. Juni. Pakaian Tradisional: Sulam, tenun, dan Renda khas Kotogadang. 2011). Objek sulaman biasanya berupa bunga, binatang, sawah, dan lain sebagainya.

Menurut cerita penduduk lokal, Suji Cair diperkenalkan oleh bangsa Belanda, terutama kaum wanita Belanda yang ingin mendidik wanita Kotogadang, akan tetapi motif dan pola dari banyak dipengaruhi oleh Cina, India, dan Arab.

Wanita Kotogadang yang sudah menikah, memakai selendang berbahan satin atau sutera dengan sulaman suji apabila menghadiri acara adat, atau bila setelah akad nikah berkunjung ke rumah keluarga mempelai pria untuk makan bersama.  

Ibu saya, Ninda Elisa bercerita bahwa pada masa kecilnya tinggal di Kotogadang, ia dan saudaranya dilibatkan oleh kerabat membuat renda tepian tempat tidur dan taplak meja. Meskipun tidak sempat selesai karena harus pindah ke Jakarta, kenangan itu amat melekat, dan beliau masih ingin menyelesaikannya. Ibu Ninda yang tinggal di jakarta, pada usianya yang sudah 58 tahun masih ingin memakai selendang Suji Caia berwarna jingga terang, akan tetapi ibu beliau, yaitu nenek saya, Yohana, berpendapat bahwa orang Kotogadang yang sudah berusia paruh baya, lebih mengenakan busana yang berwarna redup dan dengan hiasan yang lebih sederhana. Ibu Yohana sendiri lazim mengenakan selendang tenun terawang (yang akan dijelaskan pada segmen selanjutnya) berwarna ungu tua pada acara-acara adat. Selendang tersebut dibelikan oleh Ibu saya ketika mengunjungi Kotogadang. 

Razny, Sita Dewi dan MityJ. Juni. Pakaian Tradisional: Sulam, tenun, dan Renda khas Kotogadang. 2011

 
Rekaman account etnografi 12 Februari 2019 pukul 16:35. Wawancara face to face dengan Ninda Elisa.
 
Rekaman account etnografi 12 Februari 2019 pukul 18:20. Wawancara dengan Yohana Rahim.
 
Gambar:
Pariwisata Halal.org
@HijrahHeiji:Suji Cair, si cantik dari Kotogadang.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum