Ketika saya masih duduk di kelas lima SD, sekolah saya mengadakan studi wisata dan salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Desa Cinangneng di kawasan Bogor. Di sana kami banyak mempelajari kebudayaan tradisional, mulai dari makanan (waktu itu kami membuat kue pukis) sampai mempelajari sedikit tarian tradisional. Salah satu hal paling berkesan yang saya pelajari adalah membuat gogolekan dari batang daun singkong. Gogolekan atau yang lebih umum dikenal sebagai wayang adalah media yang sangat terkenal di Indonesia, terutama di masyarakat Sunda dan Jawa. Gogolekan yang sering kita jumpai kini biasanya terbuat dari kulit atau kayu, namun pada awal lahirnya gogolekan dibuat dari batang daun pohon lontar atau singkong dengan membentuk dan menganyamnya menjadi seorang tokoh. Biasanya antar tokoh dibedakan dari bentuk dan arah hidungnya, namun kreativitas tanpa batas anak-anak melahirkan berbagai bentuk dengan variasi yang unik. Sebagai contoh, tokoh ksatria memiliki hidung yang manc...
Wayang kulit merupakan kesenian yang berkembang di kalangan masyarakat jawa. Wayang kulit berasal dari kata "ma hyang" yang berarti menuju spiritualitas yang maha kuasa. Oleh karena itu selain sebagai sebuah pertunjukan, wayang kulit juga biasa digunakan sebagai media permenungan menuju roh spiritual para dewa. Wayang kulit terbuat dari dari lembaran kulit kerbau. Setiap engselnya disambung menggunakan tanduk kerbau. Wayang kulit biasa dimainkan oleh seseorang yang disebut "dalang". Seorang dalang harus bisa memainkan wayang dengan lihai dan harus paham betul tentang cerita-cerita perwayangan. Selama pertunjukan berlangsung, suara dari gamelan dan para sinden selalu mengiringinya. Para sinden melantunkan syair syair bahasa jawa. Tak lupa, sesajen berupa ayam kampung, nasi tumpeng, kopi, dan asap dari pembakaran dupa juga selalu ada di setiap pementasan wayang. Isi dari cerita wayang selalu mengajarkan budi pekerti yg luhur, saling menyayangi dan menghormati sesama....
SAMPURASUN!! PUNTEN sadayana. Apa kabarnya? Pada kesempatan kali ini saya akan memberi info tentang sebuah tarian yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kota Bekasi. Yaitu “Tari Ronggeng Menor” yang dimana sang penggagas tarian ini adalah guru saya sendiri sewaktu sekolah menengah atas di SMA Negeri 4 Kota Bekasi Ibu Dini Irma Damayanthi,S,sn Ronggeng sendiri ialah jenis kesenian tari yang berkembang di Tatar Pasundan. Ronggeng itu adalah penari wanita yang dilengkapi selendang yang dikalungkan di leher sebagai kelengkapan menari. Sedangkan kata menor berarti mencolok cara berdandannya atau berhiasnya dengan berpakaian warna terang dan berwarna-warni. (Tim Redaksi KBBI, 2013: ) Tari ini adalah sebuah kreasi baru yang mengangkat tarian rakyat Jawa Barat yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai pintu gerbang budaya Sunda dan Betawi. Tarian ini menggambarkan sosok penari ronggeng wanita yang lebih ekspresif, lincah dan energik denga...
Wot Batu adalah suatu tempat di jalan bukit dago pakar timur no 98, Cuburial, Cimenyan, Bandung Jawa Barat tepatnya di kawasan selasar sunaryo art space, Wot Batu adalah tempat pameran karya seni yang berisikan batu-batu karya Bapak Sunaryo, beliau adalah salah satu seniman di Indonesia yang berasal dari Banyumas, tetapi sekarang menetap di bandung, dan beliaupun memiliki almamater di Institut Teknologi Bandung, dan sekarang beliaupun menjadi dosen seni rupa di institusi tersebut. Disana banyak batu karya beliau yang dipajang memiliki keterangan seperti arti, pesan, serta cerita sejarah batu tersebut. Batu-batu yang dipajang pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan tak sedikit juga yang berasal dari luar negeri. Suasana disanapun sangat nyaman dan memberi kesan, karena tidak hanya ada pameran bebatuan, tetapi ada cafe, ruang auditorium, kolam dll, view artspace ini juga sangat indah, karena menghadap hutan dan pemandangan kota di sisi yang lain, sangat cocok jadi tempat wis...
Sisingaan atau menggotong singa merupakan salah satu jenis pertunjukkan rakyat khas Subang. Biasanya Sisingaan sering ditampilkan ketika ada acara khitanan bagi anak-anak. Sisingaan mulai muncul pada saat kaum penjajah menguasai Subang, yakni pada masa pemerintahan Belanda tahun 1812. Masyarakat Subang saat itu mendapatkan tekanan secara politis, ekonomis, sosial, dan budaya dari pihak Belanda maupun Inggris. Namun masyarakat tidak tinggal diam, mereka melakukan perlawanan, perlawanan tersebut tidak hanya berupa perlawanan fisik, namun juga perlawanan yang diwujudkan dalam bentuk kesenian. Bentuk kesenian tersebut mengandung unsur sindiran secara tak langsung melalui symbol/lambing yang memiliki makna tersembunyi. Salah satu perwujudan atau bentuk ekspresi masyarakat Subang, dengan menciptakan salah satu bentuk kesenian yang kemudian dikenal dengan nama sisingaan. Kesenian sisingaan merupakan bentuk ungkapan rasa ketidakpuasan,...
Dalam Khazanah kesenian Cirebon dan khazanah kesenian Priangan, jenis kesenian yang selalu menampilakan ceritera dengan pelaku manusia adalah wayang wong. Seperti dijelaskan oleh Soedarsono, kata "wayang" dalam bahasa Jawa kuno (kawi) berarti "bayangan" atau "pertunjukan bayangan" dan kata wwang berarti manusia. Jadi wayang wwanh adalah pertunjukan wayang yang semula aktor-aktrisnya berupa boneka dari kulit atau golek kemudian diganti dengan manusia. Setiap wayang wong Priangan memiliki cara pertunjukan khas. Cara adalah jalan (aturan, sistem) melakukan/menyajikan wayang wong Priangan untuk dipertunjukkan kepada masyarakat. Dari pertunjukan wayang wong Priangan sejak masa sebelum kemerdekaan sampai masa setelah kemerdekaan yang di alami oleh kelompok-kelompok di kalangan menak dan kelompok-kelompok di kalangan rakyat, terdapat dua cara pertunjukkan: Mandiri Mandiri adalah cara pertunjukan yang tidak bergantung pada orang lain, melainkan diselenggarakan/diadakan oleh ke...
Apakah teman-teman pernah mendengar kata pupuh? Pupuh sudah sering dijumpai saat kita belajar muatan lokal Bahasa Sunda, baik saat duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Untuk itu, pupuh sudah familiar dikalangan pelajar Jawa Barat. Lalu bagaimana jika tidak pernah mempelajari Bahasa Sunda ? Tenang, mari kita cek informasi lebih lanjut mengenai pupuh sunda dibawah ini! Pupuh merupakan karya sastra sunda yang menjadi salah satu aset kekayaan Budaya Indonesia. Karya sastra pupuh terikat oleh jumlah padalisan, guru wilangan, dan guru lagu. Bingung dengan istilah diatas? Berikut ini adalah nama lain dari beberapa istilah dalam pupuh 1) Padalisan berarti jumlah larik. 2) Guru wilangan berarti banyaknya suku kata. 3) Guru lagu berarti rima. Menurut sifatnya, pupuh terbagi menjadi tujuh belas bagian yang disesuaikan oleh tema cerita yang terkandung didalamnya. Ketujuh...
EBEG, PERTUNJUKKAN BANJAR YANG TERLUPAKAN Kota Banjar adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat , Indonesia . Kota Banjar berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah , yakni dengan Kabupaten Cilacap . Banjar merupakan pintu gerbang utama jalur lintas selatan Jawa Barat. Untuk membedakannya dengan Banjarnegara yang berada di Jawa Tengah , kota ini sering disebut juga Banjar Patroman (dari nama asal "Banjar Pataruman"). Luas Wilayah Kota Banjar sebesar 13.197,23 Ha, terletak di antara 07°19' - 07°26' Lintang Selatan dan 108°26' - 108°40' Bujur Timur. Berdasarkan undang-undang nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat kurang lebih 113,49 Km 2 atau 11.349 Ha. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Banjar) Salah satu budaya lama yang saat ini hampir punah karena jarang diangkat atau dilestarikan ialah&...
asalmuasal penamaan daerah Dago yang konon di ambil dari kata Dagoan atau menunggu. Konon ceritanya pada jaman dahulu daerah Dago atas merupakan tempat kebanyakan masyarakat Bandung berladang dan bertani namun pada jaman dahulu kawasan dago masih merupakan hutan yang luas dan masih terdapat hewan buas yang berkeliaran seperti Macam atau Harimau. Maka pada masa itu daerah Dago konon adalah sebuah daerah yang digunakan para petani untuk berkumpul dan menunggu petani lain sebelum pergi berladang dan bertani di ladang masing masing dan saling menjaga sesama selama perjalanan menuju dan pulang dari ladang masing masing. Sumber: http://infobandung.co.id/penamaan-daerah-di-kota-bandung-sebuah-nama-sebuah-cerita/