Nenjrag Bumi merupakan salah satu ritual upacara adat khas Sunda yang dilakukan kepada anak bayi dengan tujuan agar kedepannya sang anak tidak gampang ketakutan dan gampang kaget. Nenjrag Bumi dilakukan dengan cara meletakkan sang bayi di pelupuh (lantai yang terbuat dari bambu yang di belah-belah) kemudian indung atau ibu menghentakkan kaki nya ke pelupuh tersebut. Cara lain yaitu memukulkan alu sebanyak tujuh kali ke bumi di dekat bayi, Dengan melakukan upacara tersebut diharapkan agar bayi kelak menjadi anak yang tidak gampang terkejut dan penakut. #OSKMITB2018
Betawi merupakan salah satu suku yang terdapat di wilayah Jakarta,dengan datangnya suku-suku dan negara dari luar muncullah suatu adat istiadat tradisi budaya setempat. Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri budanya yang semakin mantap, sehingga mempunyai identitas tersendiri. Berbagai tarian, lagu, dan alat musik dikembangkan oleh suku Betawi, salah satunya yaitu tarian Nandak Ganjen.Tari Nandak Ganjen merupakan tarian kreasi seni baru Betawi yang berasal dari Jakarta.Tarian ini menceritakan tentang gadis muda yang baru beranjak dewasa bersama dengan ceria, gembira dan menuntut kebebasan, atau dalam istilah modern di Indonesia biasa disebut dengan gadis ABG (Anak Baru Gede). Dimana dalam proses peralihan tersebut mulai nampak keceriaan remaja dibarengi dengan kecentilan namun terkadang kecentilan-kecentilan itu berujung pada kekonyolan lucu yang membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum-senyum.Tari ini adalah bentuk ungkapan sukacita dan kebeb...
“Batagak gala” (Mewariskan gelar) Batagak gala merupakan tradisi minangkabau yang masih berjalan sampai saat ini namun jarang ditemui pada daerah perkotaan. Gala (gelar) ini diperuntukan untuk anak laki-laki di Minangkabau. Batagak gala merupakan pertanda bahwa anak laki-laki dimangkabau sudah memasuki tahap dewasa. Gala (gelar)yang diberikan merupakan suatu pusako yang didak berwujud seperti pusako lainya. Biasanya batagak gala diadakan sehari sebelum pernikahannya di waktu malam selpas maghrib dan dihadiri oleh tokoh tokoh masyarakat adat dan keluarga besar kedua mempelai pengantin. Gelar yang didapatkan (diwarisi) oleh calon marapulai (pengantin laki-laki) dari gelar mamak yang tertua dari kaumnya. Gala (gelar) yang diberikan berfungsi sebagai panggil...
Dikisahkan, pada zaman dahulu kala ada seorang ibu yang hidup dengan anaknya yang masih berusia sepuluh tahun. Mereka tinggal di perkampungan yang aman dan tentram di ujung nusantara, Aceh. Tidak pernah kau dengan pencurian dan perampokan di kampung itu. Masyarakatnyapun gemar bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan. Sehari-hari, ibu dan anak itu mencari kayu bakar untuk di jual di pasar dan menyambung hidup mereka. Pada suatu saat, hal yang tidak terduga terjadi di kampung tersebut. Salah seorang warga yang biasa dipanggil Mak Yah kehilangan kerbaunya. Walau masyarakat sudah bersusah payah mencarinya, mereka tetap tidak berhasil menemukan kerbau itu. Hilang bagai tertutup kabut. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Membuat masyarakat kampung itu dipenuhi tanda tanya. Siapakah gerangan yang mencuri kerbau milik Mak Yah? Tidak hanya kabar hilangnya kerbau Mak Ya...
Setelah perpindahan pusat pemerintahan Kadipaten Blambangan pada tanggal 24 Oktober 1774 ke Banyuwangi, pengikut mendiang Mas Rempeg/Jogopati banyak yang hidup di hutan-hutan sekitar pusat pemerintahan yang baru itu. Mereka melanjutkan cita-cita Mas Rempeg mengenyahkan kekuasaan VOC di bumi Blambangan dengan segala cara. Salah satunya adalah Kik Soeb Dandang Wiring Puthuk Perliman yang mampu ngerogo sukmo dan kemudian melakukan penyamaran sebagai kelompok seni Barong bersama Kik Godo’ dan Kik Asnan sebagai penggendang Barong pertama. Sekitar tahun 1775 Kota Banyuwangi terus berkembang. Bersamaan dengan itu, VOC makin banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar Banyuwangi sekaligus ada yang didaulat sebagai mata-mata. Agar penyamaran perjuangannya tidak diketahui VOC, Kik Soeb membawa seperangkat barong tersebut ke pelosok desa yang masih banyak tumbuh pohon kemiri. Di tempat yang kemudian disebut Desa Kemiren itu terdapat makam salah...
Rabab adalah salah satu alat musik gesek tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari tempurung kelapa, bentuk alat musik nya mirip dengan biola dan orang yang memainkannya disebut tukang rabab. Biasanya dalam rabab ini dikisahkan berbagai cerita nagari atau dikenal dengan istilah Kaba. Rabab ada bermacam-macam yaitu Rabab Darek, Rabab Piaman dan Rabab Pasisia. Rabab Darek berkembang di daerah Tanah Datar, 50 Kota dan Agam, rabab Piaman terdapat di daerah Pariaman dan rabab Pasisie terdapat di daerah Pesisir Selatan dan Painan. Kesenian barabab umumnya untuk menyampaikan pesan moral dari suatu cerita tersebut. Biasanya rabab pasisia dimainkan saat menjelang acara resepsi pernikahan pada malam hari. Rabab Pasisia diawali dengan raun sabalik. Baik tukang rabab dan tukang gendang bernyanyi berupa pantun secara bergantian. Mereka, membawakan berbagai macam irama yang diiringi oleh rabab. Mendekati tengah malam, baru masuk pada rabab yang sesun...
MAKAN BAJAMBA makan bajamba merupakan tradisi yang dimiliki oleh orang sumatra barat (minangkabau). tradisi ini biasanya dilakukan pada acara-acara besar dikampung-kampung, terutama acara baralek (resepsi nikah). namun tradisi ini juga dilakukan di kampung-kampung ketika telah arak-arakan khatam al-quran, bukan hanya orang tua yang makan tetapi anak-anak juga ikut makan, tetapi acara ini di utamakan bagi orang tua sebagai rasa syukur atas sesuatu.
Di daerah Aceh banyak sekali di dapatkan nisan kuno dimana-mana, terutama di daerah Banda Aceh yang menjadi pusat pemerinatahan kerajaan Aceh pada masa lalu. Salah satu teori yang menjelaskan bahwa Islam masuk ke Aceh berasal dari Gujarat India adalah berdasarkan bukti sejarah berupa batu nisan yang coraknya sangat khas dengan corak batu nisan yang terdapat di India Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk di Indonesia bukan berasal dari Arab atau Mesir-Afrika tetapi berasal dari Gujarat, India sekitar abad ke-13 M, dibawa oleh orang-arang yang menjalin kontak dagang antara kedua belah negeri. Boleh jadi melalui orang-orang Gujarat yang membawa barang-barang dagangan ke anak-anak Nusantara, tetapi boleh jadi anak-anak Nusantara yang membawa hasil-hasil pertanian dan rempah-rempah ke sana ikut serta mendalami ajaran Islam, lalu membawa pulang ke negerinya, atau kedua belah pihak sama-sama aktif mengembangkan ajaran agama baru ini di In...
Enggrang adalah salah satu jenis kesenian dan akhirnya menjadi permainan tradisional Indonesia yang dipengaruhi dan banyak terpengaruh budaya China. Enggrang berkembang tahun 1960-an di Kabupaten Karawang Jawa Barat ini dikenal sebagai suatu pertunjukan yang diiringi berbagai alat musik tradisional Jawa Barat yang biasa dimainkan dalam pertunkan. Namun, lama-lama berkembang menjadi permainan tradisional yang sering dimainkan oleh semua kalangan masyarakat bahkan diluar jawa barat Enggrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu...