Tradisi Ngabungbang, Tradisi Terang Bulan di 10 Mulud. Oleh: Adis Najmia Di daerah pedesaan Indonesia, tradisi dan kepercayaan setempat kerap kali masih dijumpai, seperti mandi di sungai tertentu agar awet muda, upacara tradisional untuk meminta hasil panen yang melimpah, dan banyak lainnya. Entah kepercayaan tersebut benar atau tidak, tradisi tersebut tetap sering dilakukan oleh masyarakat setempat dan banyak yang percaya. Seperti salah satu tradisi yang paling terkenal di kampung Cigintung, Kabupaten Sumedang, adalah tradisi 'Ngabungbang', yaitu kegiatan mandi bersama-sama--pria dan wanita--yang dilakukan setiap bulan mulud dari tanggal 10 sampai 17. Menurut sang kuncen, Pak Igi, masyarakat melaksanakan ritual ini bertujuan untuk mensucikan diri, melancarkan jodoh, bahkan sampai meminta kemudahan dalam berusaha. Namun sekarang, lokasi mandi pria dan wanita sudah dipisah. Lokasi tempat Ngabungbang ini berada di pemandian Ci...
Kocar Kacir adalah kudapan khas Indramayu yang terbuat dari singkong. Proses pembuatannya singkong yang telah dikupas dikukus hingga matang. Kemudian dihaluskan dan dicetak berbentuk jajar genjang. Tampilannya mirip seperti Gethuk Lindri, namun tanpa pewarna alias asli warna singkong. Perbedaannya dengan Gethuk, Kocar Kacir disiram kuah gula merah (kinca) yang dicampur parutan kelapa muda. Ketika dimakan teksturnya kenyal dan terasa manis kinca. #OSKMITB2018
Gedung Linggarjati Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”. Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...
Pada jaman dahulu kala, di sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah seorang putri raja yang sangat cantik jelita bernama Dayang Sumbi. la sangat gemar menenun. Suatu hari, ketika sedang menenun, benang tenunnya menggelinding keluar rumah. Gadis itu berucap, "Ah, benangku jauh sekali jatuhnya. Siapa pun yang menggambilkan batang tenunku, kalau ia perempuan akan kuangkat sebagai saudara. Kalau laki-laki, ia akan menjadi suamiku." Tiba-tiba, datanglah seekor anjing membawakan benang miliknya. Anjing tersebut bernama si Tumang. Dayang Sumbi pun terpaksa memenuhi janjinya. Mereka pun menikah. Ternyata, si Tumang adalah titisan dewa yang dikutuk menjadi binatang dan dibuang ke Bumi. Waktu berlalu, Dayang Sumbi pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu mencari hati kijang. Sangkuriang pun berangkat ke hutan ditemani si Tumang. Setelah berburu sepanjang...
Tradisi ngayun berhubungan dengan kehidupan awal manusia di dunia. Upacara kegiatan Ngayun rutin dilaksanakan setelah tujuh hari kelahiran bayi. Terkadang Tradisi Ngayun dilaksanakan berbarengan dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Yang dimaksud dengan ngayun yaitu proses pemberian nama kepada si jabang bayi. Tradisi Ngayun di tempat lain disebut juga Tradisi Turun Bumi. Tradisi Ngayun dilaksanakan setelah 7 hari kelahiran bayi. Tradisi Ngayun bertujuan untuk memberikan nama kepada anak yang baru lahir. selain memberi nama, Tradisi Ngayun memiliki tujuan untuk menyampaikan rasa syukur terhadap Tuhan YME atasa kelahiran si jabang bayi dan keselamatan si jabang bayi beserta ibunya. Pelaksanaan Tradisi Ngayun sama sekali tidak ada hubungannya dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Berikutnya dikemukakan struktur Tradisi Ngayun di kecamatan Rawamerta. Struktur Tradisi Ngayun di Kecamatan Rawamerta terdiri atas: Menyiapkan untaian dan memasangkan samp...
Zaman kini sudah menjadi zaman yang modern . Makanan yang ada di zaman dahulu kini sudah jarang sekali kita temukan. Kali ini saya akan membahas tentang makanan yang pernah 'ada' di zamannya, yaitu permen gulali gula pasir. Teman teman mungkin tahu tentang permen yang bisa dibentuk menjadi apapun, seperti permen berbentuk pesawat, bunga, dan sebagainya. Tapi jika dilihat sekarang, apakah kalian pernah melihat pedagang yang berjualan permen gulali gula pasir? Sudah jarang bukan? Ya, sulit sekali untuk menemukan pedagang yang berjualan permen ini. Tapi saya menemukannya di daerah Tamansari. Pedagang ini sudah tidak muda lagi, tetapi masih punya berkeinginan untuk menjual permen yang sudah tidak zamannya lagi. Saat saya mengobrol asik bersama sang pedagang ini, beliau pun berkata bahwa pedagang permen gulali ini hanya tersisa 3 orang saja termasuk beliau. Sungguh saya pun tidak bisa berkata apa apa. Yang dahulunya sangat populer sekali pada zaman 2000-an kini pun harus musnah...
Kampung Naga Kampung Naga merupakan kampung adat yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Salawu, merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat Sunda. Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Mereka menolak campur tangan dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Untuk bisa ke Kampung Naga, orang harus melewati sekitar 439 anak tangga. Terbuat dari batu yang dilapis semen, ini setelah direnopasi pada tahun 2009 oleh bapak Anton yang sekarang menjadi kapolda jabar. Sebelum direnopasi, anak tangganya berjumalh 360 yang terbuat dari kayu atau bambu. tangga itu menuruni bukit yang terjal ,dari muara tangga terbentang jalan batu di antara sawa...
Kembang temu adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat. Makanan yang terbuat dari tepung beras ini memiliki bentuk menyerupai Bunga Kembang Temu, tanaman yang berasal dari genus curcuma, dengan warna putih, merah muda, hijau, hingga kuning. Kembang temu dapat disajikan basah dengan direndam dalam santan sebagai kuahnya atau disantap kering dengan parutan kelapa. Adanya unsur kelapa dan tepung beras sendiri membuat rasanya cukup gurih, sedikit asin, dan sedikit manis. Kembang temu biasa dijual di pasar tradisional, namun kini cukup sulit untuk ditemukan. Untuk itu membuatnya sendiri di rumah dapat menjadi solusi untuk dapat menyantap Kembang Temu. Cara membuat Kembang Temu: Siapkan bahan yaitu tepung beras, air panas, pewarna (opsional), kelapa parut, dan santan; Campur tepung beras dengan santan, lalu aduk dengan tangan hingga bercampur; Beri pewarna bila diperlukan, campur hingga merata; Ambil sedikit...
Sempora Indramayu terbuat dari tepung beras yang dicampur parutan kelapa muda dan gula pasir. Semua bahan diaduk dan dibungkus daun pisang membentuk kerucut. Kemudian dikukus setengah matang. Rasanya manis dan gurih dengan tampilan berwarna putih. Biasanya dibuat saat acara hajatan. #OSKMITB2018