Anak
5.722 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
legenda ikan sakti sungai janiah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Sungai Janiah Sungai Janiah adalah sebuah kolam yang merangkap sebagai nama sebuah kampung dalam kanagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso,Bukittingii, Sumatera Barat. Di dalam kolam yang bernama Sungai Janiah ini ada satu jenis ikan yang sampai sekarang tidak jelas spesiesnya apa. Orang-orang yang tinggal disana biasanya menyebut ikan-ikan tersebut dengan ikan sakti. Ikan sakti ini ada yang mewarna merah, putih, hitam dan abu-abu. Legenda ikan sakti ini mermula dari rombongan yang berasal dari puncak merapi mencari hunian baru dan menemukan kawasan yang memiliki sungai dan air mancur yang sangat jenih di dekat Bukik Batanjua, namun tempat tersebut sudah di tempati jin. Maka agar bisa hidup berdampingan, dibuatlah kesepakatan antara jin dan manusia. Kesepakatan itu berisi ”jika manusia ingin menebang pohon maka sepihan pertama dai kayu tersebut harus di lempar ke arah pohon itu akan di rebahkan”. Suatu waktu ada keinginan para mamak untuk membagun balairung tempat...

avatar
OSKM_FMIPA_JIHAN ITB_2018
Gambar Entri
Sejarah Gethuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sudah lama orang mengenal Gethuk atau getuk (dalam bahasa Indonesia), namun dengan lamanya orang mengenal Gethuk, ternyata belum banyak yang mengetahui asal mula dan sejarah terciptanya makanan yang satu ini. Sejarah Gethuk berawal pada jaman penjajahan Jepang, konon pada masa itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit untuk di temukan, sehingga penduduk lokal (asli) Magelang berupya mengganti makanan pokok mereka dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar. Hingga tersebutlah nama mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang mencoba berinovasi dengan ketela tersebut menjadi satu makanan yang cukup menarik untuk dihidangkan dan tak membosankan dimakan. Ketika itu beliau mencoba untuk mengolah ketela dengan cara dikukus kemudian dihaluskan sekedarnya kemudian dicampur dengan gula. Dari sanalah konon makanan yang bernama Gethuk ini berasal. Meskipun saat itu, untuk menghaluskan ke...

avatar
Oskm18_19718079_agatha
Gambar Entri
Pallu Mara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Palumara, yang namanya tak asing di telinga berdarah makassar saya, adalah masakan khas Makasar yang berbahan ikan. Sup ini berkuah bumbu kunyit dan memiliki cita rasa segar dan gurih dari bawang. Palumara ini biasa disajikan di keluarga saya untuk makan malam, bahan dasarnya ikan laut. Ikan air payau seperti bandeng pun dapat dipakai, namun di keluarga besar saya haram hukumnya menyajikan pallu mara dari ikan air tawar yang teksturnya cenderung lembek & lembut. Tidak cocok, kata nenek saya. Keluarga besar dari sisi ayah saya selalu menyajikan hidangan berkuah kuning ini dalam acara-acara, baik kecil maupun besar. Nenek saya, yang sudah berusia lebih dari 70 tahun masih bersikeras menangani berdua hidangan ini, tak percaya akan kemampuan orang lain selain dirinya dan putri keduanya. Resep pallu mara keluarga saya sendiri tidak akan anda temukan dimana-mana karena resepnya hanya diturunkan lewat pengajaran langsung orangtua kepada anaknya. Menurut ayah, pallu mara paling spes...

avatar
OSKM18_16618198_Irfan Pawennari
Gambar Entri
Jonjang Dogrok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Jonjang Dogrok adalah salah satu permainan tradisional yang kian hari kian jarang dimainkan oleh anak anak masa kini. Dogrok adalah bahasa jawa yang berarti jongkok. Permainan yang tidak ada aturan khusus mengenai jumlah peserta nya ini dilakukan dengan memilih beberapa orang, biasa nya satu, dua, atau tiga orang, untuk istilah nya masang. Tugas orang tersebut adalah menyentuh orang yang bukan masang, dengan catatan orang yang bukan masang tersebut dalam keadaan berdiri, dan orang yang bukan masang tersebut bisa dogrok. Lalu jika mau berdiri yang dogrok tersebut harus bersentuhan dengan sesama yang bukan masang. Untuk bisa kembali berdiri dan berlari menjauhi orang yang masang OSKMITB2018

avatar
Oskm_16518317_gala
Gambar Entri
Dodol Labu Kuning
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Barat

Resep Dodol Labu Kuning Khas Pontianak, Kalimantan Barat (KALBAR) Sederhana Spesial Legit Asli Enak. Rasa dodol pastilah manis. Sebenarnya dodol labu kuning Pontianak ini hampir sama dengan resep jenang waluh khas Banyuwangi, Jawa Timur (JATIM) hanya berbeda dari beberapa bahan dan proses pengolahannya, kalau soal rasa berani diadu dan tergantung selera. Dodol labu termasuk jenis dodol buah. Dodol buah paling terkenal enak yaitu dodol buah Along. Jajanan atau makanan tradisional ini sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh dan juga cocok disajikan sebagai pendamping aneka kue-kue lebaran, karena disukai oleh tamu anak-anak karena rasa manisnya dan orang-orang dewasa atau orang-orang tua juga suka tapi biasanya tidak terlalu kuat makan dodol sebab jika kebanyakan makan dodol sakit giginya kumat. Berikut kumpulan rahasia aneka kreasi dan variasi olahan resepi dodol labu kuning ala Potianak sajian sedap istimewa lengkap dengan cara bikin sendiri di rumah ala rumahan (Homemade) yang simp...

avatar
Oskm18_16518066_matthew
Gambar Entri
Mangkaroan
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Adat mangkaroan itu adalah salah satu dari sekian banyak adat dari budaya Batak. Mangkaroan atau yang biasa dikenal sebagai Melek-melekan adalah salah satu adat batak untuk menyambut kelahiran seorang bayi yg baru lahir. Adat mangkaroan atau melek-melekan dilaksanakan pada saat bayi berumur 1-4 minggu. Pada saat acara tersebut, orangtua ibu dari si bayi datang dengan membawa dekke (ikan mas arsik), ulos dan beras di tandok. Sementara dari pihak keluarga suami (ayah dari si bayi) menyediakan menu makanan utama. Kakek dan nenek dari si bayi akan memberikan ulos ke bayi tersebut yang dinamakan ulos holong atau selendang kasih sayang. Ulos ini diberikan sebagai simbol memohon berkat dan panjang umur untuk si bayi. Lalu dilanjutkan dengan keluarga dari pihak Ibu akan menyuapi si Ibu dengan nasi, dekke (ikan mas arsik), dan air. Nasi atau dalam adat Mangkaroan disebut beras sipirni ni tondi melambangkan agar selalu teguh imannya. Dekke menjadi alas dalam menyampaikan harapan, doa dan mim...

avatar
Oskm18_19718268_gabriella
Gambar Entri
Anak Gunung Sindoro Menangis
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Konon, di suatu kerajaan, hidup seorang raja yang gagah perkasa dan rupawan. Raja tersebut merupakan raja tersohor yang terkenal hingga ke seluruh negeri bahkan dikalangan bangsa-bangsa jin. Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan mendengar berita tersebut. Tanpa bertatap muka dengan Si Raja Rupawan, ia jatuh cinta. Nyi Roro memutuskan untuk mengutus seorang punggawa-nya yang bernama Nyi Kembang untuk meminang Sang Raja. Sang Raja yang mengetahui hal tersebut, meminta Panglima Perangnya yang bernama Raden Aryo Galuh untuk menghalau Nyi Kembang. Pada akhirnya mereka bersua di depan kerajaan. Terjadilahpeperangan yang dahsyat antara Nyi Kembang dan Raden Aryo Galuh karena raja tidak mau menikah dengan Nyi Roro Kidul. Raden Aryo Galuh pergi ke sebuah tempat untuk bersembunyi dan bersemedi dengan tujuan supaya dapat mengalahkan Nyi Kembang. Raden Aryo Galuh bersemedi di suatu gunung, yaitu Gunung Sindoro. Raden Aryo Galuh dibantu dengan resi utusan rajanya, dapat menghalau Nyi Kemban...

avatar
OSKM2018_16218045_Ifah ITB_2018
Gambar Entri
Babad Kedungdalem (Asal-usul Desa Kedungdalem)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pangeran Pringgabaya ditugaskan untuk tinggal di daerah Kapringan hingga ia membangun pendukuhannya. Pangeran Pringgabaya berputrakan Pangeran Dayalautan yang memiliki keturunan bernama Ki Maspa. Dan Ki Maspa mempunyai anak bernama Ki Warsiki. Sudah menjadi tradisi Keraton Pakungwati apabila setiap minggu para Ki Gede atau putra-putrinya wajib melaksanakan piket untuk menjaga barang-barang jimat di Gedong Jinem. Ketika Ki Warsiki mendapat giliran piket bersama dengan Putri Megu anak Ki Gede Megu itu dilakukan dengan penuh tawa dan bercanda ria, sehingga menarik perhatian pinangeran keraton dan melaporkan keduanya jika telah melakukan pelanggaran kepada Sultan. Sultan marah, kemudian mereka dibuang ke suatu daerah bernama Pesanggrahan dalam keadaan terikat tali satu sama lain. Tali itu tidak bisa dibuka karena diikat oleh kekuatan sang Sultan. Kemudian, ada seorang lelaki penggembala kambing yang menemukan mereka. Diberikannya kupat kepada mereka oleh penggembala itu. Ajaibnya,...

avatar
Oskm18_16318049_parasmitawulandari
Gambar Entri
Tujuh Makna untuk Tujuh Bulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...

avatar
OSKM_16018156_Winiardhita Anjani