7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Rawa Pening Semarang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Rawa Pening  adalah sebuah Danau yang merupakan salah satu Obyek Wisata Air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Danau ini tepatnya berada di cekungan terendah antara Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Rawa Pening memiliki ukuran sekitar 2.670 hektar yang menempati empat wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Menurut cerita, Danau ini terbentuk akibat suatu peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut. Berikut kisahnya dalam cerita Legenda Rawa Pening.  Pada jaman dahulu kala, di lembah antara Gunung Merbabu dan Telomoyo terdapat sebuah desa bernama Ngasem. Di desa itu tinggal sepasang suami istri yang bernama  Ki Hajar  dan  Nyai Selakanta  yang dikenal pemurah dan suka menolong sehingga sangat dihormati oleh masyarakat. Sayangnya, mereka belum mempunyai seorang anak. Meskipun demikian, Ki Hajar dan istrinya selalu hidup rukun. Setiap menghadapi permasalahan, mereka selalu menyelesaikannya me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Sunan Drajat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam ia menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi.(Sumber :  https://id.wikipedia.org/ )   Sunan Drajat Sumber:  https://www.google.com/...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Prasasti Klurak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Klurak berangka tahun 704 Saka (782 M) dengan memakai aksara Prenagari dan berbahasa Sansekerta. Prasasti ini ditemukan di dekat Candi Lumbung, Desa Kelurak, di sebelah utara Kompleks Percandian Prambanan, Jawa Tengah, dan kini prasasti ini disimpan di Museum Nasional dengan No. Inventaris D.44.     Prasasti ini berisi tentang pendirian sebuah bangunan suci untuk Manjusri atas perintah Raja Indra. Menurut para ahli, yang dimaksudkan dengan bangunan tersebut adalah Candi Sewu, yang terletak di Kompleks Percandian Prambanan. Nama Raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya.  ***  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Mundu’an
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Mundu’an berangka tahun 728 Çaka atau 806 M dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terdiri atas dua buah lempeng berbentuk persegi panjang dibuat dari tembaga ( tamra pra Å›asti ). Lempeng pertama memiliki ukuran 9,5 x 32,2 cm dengan tebal rata-rata 1 mm, sedangkan lempeng kedua berukuran 9,5 x 31,8 cm dengan bagian tepinya lebih tipis dibandingkan bagian lainnya. Setiap lempeng prasasti memuat tujuh baris tulisan.   Prasasti ini ditemukan oleh Mbok Reti (saat itu berusia 55 tahun) pada tanggal 27 November 1969 di Dukuh Toro, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Oleh Mbok Reti, prasasti yang ditemukan dalam keadaan setangkep dengan bagian yang bertuliskan menghadap ke dalam, dianggap sebagai benda keramat sehingga dijaganya dengan baik. Prasasti ini acapkali disebut juga sebagai prasasti Jumo sesuai dengan nama tempat ditemukannya.   Saat ini prasasti...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Munggu Antan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Munggu Antan berangka tahun 808 Saka (976 M), ditulis dengan aksara dan berbahasa Sansekerta. Prasasti ini merupakan prasasti batu berbentuk lingga berukuran tinggi 70 cm dengan diameter 24 cm, yang ditemukan di daerah Bulus, Balak, daerah Kedu, Jawa Tengah.   Prasasti ini menceritakan tentang peresmian Desa Munggu Antan menjadi perdikan bagi sebuah biara di Gusali oleh  Sang Pamgat Munggu  dan adik perempuannya  Sang Hadyan Palutungan  atas perintah dari Sri Maharaja Rakai Gurunwangi. Prasasti ini sekarang disimpan di Museum Nasional dengan No. Inventaris D.93.  ***   Sumber: kekunaan.blogspot.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Siwagrha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Siwagrha berangka tahun 778 Saka (856 M) dengan  candrasengkala “ Wwalung gunung sang wiku ”. Prasasti ini yang berbentuk batu ini berbahasa dan aksara Jawa Kuno, dan kini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.28. Prasasti ini berisi tentang peresmian bangunan suci untuk Dewa Siwa, yaitu  Siwagraha  dan Saiwalaya serta sekaligus memberikan uraian terperinci mengenai sebuah kompleks bangunan suci agama Siwa, yang menurut para ahli adalah kompleks  Candi Prambanan  yang diresmikan oleh Rakai Pikatan. Prasasti ini menyebutkan peperangan antara Raja Balaputra dan Rakai Pikatan. Karena kalah perang, Balaputra melarikan diri dan membangun tempat pertahanan di atas kaki bukit Ratu Boko, sebagai tanda kemenangannya dalam pertempuran melawan Balaputradewa yang berlangsung di bukit Boko. Atas kemenangan Rakai Pikatan terhadap Balaputradewa, tampaknya  Candi Prambanan  diban...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Taji Gunung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Taji Gunung berangka tahun 910 M dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno. Prasasti batu yang ditemukan di Taji, Jawa Tengah ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.6. Prasasti ini menceritakan tentang peresmian Desa Taji Gunung menjadi sima oleh Sang Rakryan Mahamantri pada tahun 194 Sanjayawarsa.     Dari analisa seorang arkeolog, Boechari, dalam  Rakryan Mahamantri I Hino Çri Sanggramawijaya Dharmaprasadattunggadewi  (1965), Prasasti Taji Gunung dapatlah diperkirakan bahwa pergantian dari Raja Rakai Watukura Dyah Balitung kepada Rakai Hino Pu Daksa tidak berjalan dengan wajar. Apalagi jika dilihat bahwa di dalam Prasasti Taji Gunung itu Rakryan Mahamantri i Hino Pu Daksa menetapkan Desa Taji Gunung menjadi sima bersama Desa Gurunwangi.  ***   Sumber: kekunaan.blogspot.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Wukiran
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Wukiran berangka tahun 784 Çaka atau 862 M, dengan menggunakan aksara Jawa Kuno dan memakai dua bahasa, yaitu bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa Kuno. Bagian awal prasasti menggunakan bahasa Sansekerta sebanyak 6 baris yang berisi puji-pujian terhadap Åšiwa dan Walaing. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno sebanyak 9 baris. Di baris ke 17 kembali menggunakan bahasa Sansekerta yang berisi puji-pujian terhadap Kumbhayoni. Dua baris terakhir ditutup dengan bahasa Jawa Kuno.   Prasasti yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni ini, terbuat dari batu andesit ( upala pra Å›asti ) yang berbentuk blok dengan puncak setengah lingkaran atau membulat. Secara keseluruhan, prasasti Wukiran mempunyai tinggi 84 cm yang diukur dari bawah hingga hingga ujung puncak prasasti. Tinggi bagian badan prasasti adalah 71,5 cm dan bagian puncak 12,5 cm. Panjang prasasti adalah 35,5 cm dengan ketebalan b...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Permainan Ancak-Ancak Alis
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Permainan ancak-ancak alis  berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata  ancak-ancak  dan  alis . Kata ancak berarti bujur sangkar dengan berbingkai pelepah daun pisang untuk lempar sesaji sedangkan kata alis dalam lagu permainan ini yang dimaksud adalah nama seekor kerbau. Dengan demikian antara nama permainan dan permainannya sendiri tidak ada sangkutpautnya. Permainan ancak-ancak alis dapat dilakukan sewaktu-waktu atau pada saat istirahat serta memerlukan halaman yang agak luas. Latar belakang permainan ancak·ancak alis ini menitikberatkan kepada kehidupan  pertanian yang sebagian besar merupakan mata pencaharian penduduk di Indonesia. Oleh sebab itu secara tidak langsung permainan ini mendidik anak-anak untuk mengetahui dunia pertanian. Misalnya, mengenalkan nama-nama tanaman, nama hama tanaman, cara– cara bertani dan sebagainya. Dilihat dari ini dari lagu yang mengiringnya dapat disimpulkan bahwa permainan ancak-ancak alis dapat dig...

avatar
Arum Tunjung