Golek Pucong Kethoprak merupakan tarian yang diciptakan oleh KGPAA. Mangkubumi, putra Hamengkubuwono VI atau adik Hamengkubuwono VII; dan gendingnya diciptakan oleh KRT. Wiraguna (Putra Mangkubumi). Istilah ”Golek pucong kethoprak” terdiri dari beberapa kata yaitu: ”Golek” berarti jenis tarian tradisional Jawa (beksan) putri; ”Pucong”, nama gending utama untuk mengiringinya; dan ”Kethoprak”, adalah aksen rasa gerak tari yang biasa dibawakan pemain seni kethoprak tradisi. Menurut RM. Dino Satomo (2010), golek pucong kethoprak hadir sebagai penanda relasi antara seni kerakyatan dan seni istana. Para penarinya harus seorang sinden, sehingga berkaitan dengan dua hal yaitu: Asumsi bahwa para sinden telah memiliki penguasaan daya rasa gending lebih daripada penari yang bukan pesinden atau pengrawit, sehingga rasa gending segera didapatkan dari tariannya; Adanya motivasi memperkaya sumber penari dari kalangan pelaku seni kar...
Museum Gedung Joang '45 merupakan saksi perjuangan yang menyimpan cukup banyak sejarah tentang berbagai peristiwa ketika kemerdekaan RI akan berlangsung. Gedung Joang 45 ini lokasinya berada di Jl. Menteng Raya 31, Jakarta. Untuk Anda yang tertarik dengan sejarah dari perjuangan kemerdekaan RI, maka Museum Joang 45 merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang wajib untuk kunjungi. Pada awalnya Gedung Joang 45 adalah sebuah bangunan Schomper Hotel yang sudah dibangun sejak tahun 1920-1938, yang dikelola L.C. Schomper, keturunan belanda. Sumber : Dok.Museum Nasional Indonesia Kemudian pada waktu pendudukan Jepang di Indonesia, hotel ini kemudian diambil alih Ganseikanbu Sendenbu atau Departemen Propaganda dan setelah itu dikenal sebagai Gedung Menteng 31. Gedung ini kemudian menjadi sebuah markas program pendidikan politik yang diselenggarakan untuk beberapa tokoh pemuda yang sangat berperan pada era kemerdekaan, antara lain seperti Sukarni, A.M...
Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta ada di Jl.Imam Bonjol 1, Jakarta, selepas lampu merah Taman Suropati kedua, melewati Patung Pangeran Diponegoro , arah Bundaran HI. Museum ini menempati sebuah bangunan tua bergaya Art Deco yang didirikan pada tahun 1920. Gedung museum di atas tanah 3.914 m2 itu pakai Asuransi Jiwasraya pada 1931, lalu Admiral Tadashi Maeda pada masa Jepang, markas besar Tentara Inggris pada perang Pasifik, beralih lagi ke Asuransi Jiwasraya, Kedutaan Inggris 1961 - 1981, dan Perpustakaan Nasional pada 1982. Sumber : Arsip.Nasional Jakarta Saat dihuni Laksamana Tadashi Maeda, gedung museum ini menjadi saksi peristiwa bersejarah pada 16-17 Agustus 1945, ketika perumusan naskah proklamasi dipersiapkan dan ditandatangani di tempat itu. Pada 1984, Prof. Nugroho Notosusanto, Menteri P&K, menjadikan bangunan itu sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di gedung ini Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo disambut Tadashi Maeda s...
Unit Pengelola Monumen Nasional Kepala Museum : IM Rini Hariyani Alamat : Jl. Silang Monas Gambir Jakarta Pusat Telp : (021) 350 4333 Faks. (021) 350 4333 Email : mtugumonas@yahoo.co.id Unit Pengelola Monumen Nasional didirikan pada 17 Agustus 1961 atas gagasan Presiden RI pertama IR. Soekarno. Museum ini dibangun untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi mendatang. Rancang bangun Tugu Monas dib...
Museum Kebangkitan Nasional Jl. Abdulrahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat Telp. : (021) 3865143, 3483003 Faks. : (021) 3847975 Museum Kebangkitan Nasional berada di sebuah komplek bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Gedung megah yang menempati areal cukup luas ini dibangun pada 1899 dan selesai pada tahun 1901. Pada awal keberadaannya di masa pemerintahan Hindia Belanda dipergunakan sebagai tempat pendidikan Sekolah Dokter Djawa dan sekolah kedokteran bumiputera atau yang lebih dikenal dengan sebutan STOVIA ( School Tot Opleding Van Inlandsche Artsen ) yang secara resmi dibuka pada 1902 . M asuknya bala tentara Jepang ke Indonesia pada 1942, mengakhiri penggunaan Gedung STOVIA sebagai tempat kegiatan pembelajaran. Pada 1942-1945 saat pemerintahan Jepang berkuasa memfungsikan gedung Eks-STOVIA ini sebagai tempat pe...
Lokasi Museum Artha Suaka Jakarta ada di Lantai 6 Gedung Bank Indonesia yang berada di Jl. Kebon Sirih 82, Jakarta Pusat. Museum ini menyimpan ribuan koleksi uang dan alat-alat pembayaran lainnya yang pernah beredar di dalam wilayah Nusantara. Koleksi yang disimpan di Museum Artha Suaka ada yang berasal dari jaman kerajaan, masa perdagangan antar benua pada jaman dahulu, masa penjajahan Belanda, Jepang, Inggris dan uang yang dibuat pada jaman revolusi kemerdekaan Republik Indonesia hingga sampai saat ini. Diantara koleksi langka Museum Artha Suaka adalah Uang Kampua dari Kerajaan Buton di Sulawesi Selatan yang dibuat dari kain yang ditenun puteri raja. Uang Jambi, Uang Gobog Majapahit, dan ada uang yang ditulis menggunakan darah. Ada Uang Krishnala dari Kerajaan Jenggala terbuat dari emas. Uang Krishnala juga dibuat dari bahan perak dan perunggu, berbentuk setengah bulat, segi empat dan kancing, yang mulai dibuat pada abad ke-7 dan digunakan hingga abad ke-12. Se...
Sumber : Dokumentasi Masyaraka Jakarta Berbicara tentang Jalan-jalan, maka yang biasanya ada dipikiran sebagian besar orang adalah pusat perbelanjaan atau yang biasa disebut mall. Padahal jalan-jalan tidak hanya di mall , banyak sekali alternatif lain untuk menjadi tempat jalan-jalan. Seperti taman kota, perpustakaan, bahkan museum pun bisa dijadikan alternatif sebagai tempat jalan-jalan. Jangan salah, museum sekarang tidak sesuram dulu. Kini, museum ditata lebih menarik, lebih terang dan museum juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang lumayan. Contohnya saja Museum Nasional, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bank Indonesia dan lain-lain. Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di kawasan Kota Tua Jakarta yang dapat ditempuh dengan Commuter Line turun di stasiun Kota atau dengan Trans Jakarta turun di halte Kota. Jarak dari stasiun dan halte terbilang dekat, dapat ditempuh dengan berjalan ka...
Museum Perangko Indonesia TMII menempati bangunan besar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dibuat menggunakan arsitektur bergaya Jawa Bali dengan gapura masuk candi bentar serta pendopo besar di bagian depan. Sepeda pos antik merk Falter buatan Jerman Barat tahun 1950 diletakkan di serambi museum. Sepeda ini lazim digunakan oleh jawatan pos di negara-negara Eropa dan Indonesia, sehingga dikenal sebagai sepeda pos. Populasi sepeda ini di Indonesia kurang dari 100 buah, sehingga banyak diburu orang. Ini sebenarnya kunjungan sampingan, ketika menemani Olyvia Bendon melihat pameran Christie Damayanti yang berlangsung di teras Museum Perangko Indonesia ini. Lantaran pintu terbuka, maka masuklah kami untuk mengintip koleksi museum yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto. Di halaman museum terdapat tugu bola dunia, yang di atasnya terdapat patung burung merpati membawa sepucuk surat, melambangkan pekerjaan Pos Indonesia yang melayani pengiriman ka...
Museum Polri Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan Telp. : (021) 7210654 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terbentuk dari perjalanan sejarah yang panjang dari masa penjajahan kolonial dan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di awal kelahirannya, Polri tidak saja harus menjalankan tugas pemolisian sebagai pelindung dan penjaga ketertiban masyarakat tetapi juga mendapat tugas sebagai kekuatan perang dalam perjuangan bersenjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, Polri turut berperan menumpas berbagai pemberontakan kelompok separatis dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Polri terlibat dalam operasi tempur seperti operasi Trikora dan Dwikora. Di masa kepemimpinan Presiden Soeharto (1967 – 1998), Polri menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan terlibat dalam b...