Budaya Indonesia
563 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lompat Batu, Apaan tuh??
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi Lompat Batu adalah salah tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini  dilakukan pemuda- pemuda dengan cara melompati tumpukan batu dengan tinggi 2 meter untuk menunjukan bahwa mereka secara fisik sudah dianggap dewasa. . Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga dijadikan suatu pertunjukan, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana.   Sejarah Tradisi Lompat Batu   Tradisi Lompat Batu dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Katanya, kampung- kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kemampuan untuk melompati benteng tersebut. Oleh karena itu, mereka membuat tumpukan batu  untuk berlatih.   Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan ole...

avatar
Oskm2018_19718261_thobiedanudoro
Gambar Entri
Apa itu Tradisi Lompat Batu ?
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi Lompat Batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu ini merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Nias. Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga bisa menjadi pertunjukan yang menarik, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana.   Tradisi Lompat Batu ini sudah dilakukan sejak dahulu kala. Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Setiap kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kekuatan khusus untuk melompati benteng tersebut. Mereka kemudian membuat tumpukan batu yang digunakan untuk melatih fisik mereka, terutama ketangkasan dalam melompat....

avatar
Oskm18_19918239_farid
Gambar Entri
Maha Vihara Maitreya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Maha Vihara Maitreya adalah salah satu vihara terbesar di Indonesia. Vihara ini terletak pada komplek Cemara Asri Medan. Maha Vihara Maitreya dibangun pada tahun 1991. Vihara ini sangat kental dengan ajaran Buddha Maitreya yang mengajarkan cinta kasih semesta.   Di bagian utama vihara terdapat ruang baktisala untuk menyembah  Buddha Sakyamuni, Bodhisattva Avalokitesvara, dan Bodhisattva Satyakalama. Bangunan ini berkapasitas 1,500 orang.   Pilar vihara diukir bentuk naga yang terlihat sangat nyata. Pada dindingnya juga terlihat gambar-gambar seperti gambar tembok raksasa Cina. Pada bagian halaman depan vihara, juga terdapat patung singa di sisi kanan dan kiri   Pengunjung dapat menyantap makanan di restoran vegetarian vihara. Selain itu, pengunjung juga dapat membeli barang di toko souvenir vihara. Kita juga dapat melihat sebuah air mancur dengan patung teko yang tampak seperti terbang dan kolam ikan mas.   Vihara ini bukan ha...

avatar
OSKM18_16718249_[Felicia] Collins Willim
Gambar Entri
Fale Landru
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Indonesia terkenal memiliki beraneka ragam kebudayaan yang berbeda-beda di tiap provinsinya. Salah satunya yakni dalam hal makanan khas. Ada banyak makanan khas yang unik dan memiliki cita rasa yang beragam dari tiap daerah. Fale landru adalah istilah rakyat suku Nias untuk suatu masakan yang dimasak dengan dipepes. Fale memiliki arti pepes. Sedangkan Landru itu merupakan lauknya yakni ikan Landru dan ikan ini mirip dengan ikan wader. Ikan Landru ini merupakan jenis ikan kecil. Ikan Landru ini sering dikonsumsi dan digemari oleh rakyat Nias karena rasanya yang gurih. Ikan ini biasa ada di danau atau di sungai, bahkan ada di selokan yang tentunya berair jernih. Teknik memasak Fale Landru yakni dengan mencampurkan rempah-rempah yang sudah digiling halus (kelapa parut yang muda, bawang merah, bawang putih, kunyit, penyedap rasa, garam, cabe, dan daun Fatalema di Nias yang mirip kemangi tapi memiliki aroma yang berbeda). Lalu, bahan utamanya yakni ikan Landru dibungkus dengan...

avatar
OSKM18_19918001_Cecilia Nonifili Yuanita
Gambar Entri
Lubuk Larangan
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Di daerah Mandailing Natal, Sumatra Utara khususnya di sepanjang sungai batang gadis terdapat sebuah bagian yang disebut Lubuk Larangan panjangnya sekitar 1 km. Di tempat ini terdapat larangan untuk menangkap ikan. Masyarakat hanya diperbolehkan untuk menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu saja, biasanya dua kali setahun namun dalam bentuk yang terorganisir. Masyarakat yang ingin menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Di Indonesia, konsep Lubuk Larangan ini tidak hanya ada di Mandailing natal. Konsep ini juga dapat ditemukan di sejumlah desa di Minangkabau dan Jambi. Masyarakat di desa itu juga menjadikan konsep Lubuk Larangan ini sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Awalnya Lubuk Larangan adalah satu kepercayaan masyarakat Mandailing Natal terhadap beberapa kawasan sungai yang dianggap sebagai tempat penghuni mahluk halus atau naborgo-borgo. Pada akhirnya kawasan Lubuk Larangan menjadi kawasan yang angker. Namun hal tersebut...

avatar
OSKM18_16218105_Firda Wida Sari
Gambar Entri
Tarian Sigale-Gale
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Tari Sigale-Gale merupakan satu dari banyak kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tarian ini cukup terkenal di Sumatera Utara. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat,budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tari Sigale-Gale Menurut sejarahnya, boneka sigale-gale diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Konon boneka tersebut berawal dari cerita seorang raja di Samosir yang kehilangan anak satu-satunya yang telah meninggal. Oleh karena itu raja pun sangat bersedih dan merasa sangat terpukul mengingat bahwa dia adalah anak satu-satunya dan pewaris dari keturunan raja tersebut. Karena kesedihan yang mendalam membuat raja jatuh sakit. Berbagai pengobatanpun diberikan kepada raja, namun tidak ada yang mampu menyembuhk...

avatar
OSKM_16718092_AgnesChristina
Gambar Entri
Raja Ulos
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Budaya Batak terkenal dengan pakaian tradisional Ulos. Banyak sekali motif dan warna Ulos yang berbeda dan memiliki makna yang bermacam, seperti Ulos Ragihotang yang diberikan untuk pengantin, Ulos Sibolang yang memiliki makna duka cita, Ulos Mangiring untuk iring-iringan, dan lain-lain. Namun ada satu Ulos yang jarang diketahui banyak orang, yaitu Raja Ulos. Raja Ulos merupakan Ulos yang mempunyai tingkat paling tinggi dibandingkan Ulos lainnya. Ulos ini biasanya digunakan bagi keluarga yang akan menikahkan atau mengawinkan anak laki-lakinya. Raja Ulos ini biasanya berwarna hitam, putih, dan merah. Raja Ulos biasanya dipakaian oleh orangtua pengantin perempuan kepada orangtua pengantin laki-laki. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16818180_kesia mora
Gambar Entri
Tari Moyo
Tarian Tarian
Sumatera Utara

Tari Moyo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tarian ini juga sering disebut dengan Tari Elang, karena gerakannya hampir mirip dengan gerakan Elang yang sedang terbang. Tari Moyo ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti perayaan hari besar, penyambutan tamu terhormat, pernikahan dan acara adat lainnya. Tarian ini merupakan tarian yang sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Pada zaman dahulu tari moyo ini merupakan tarian khusus di daerah kerajaan namun seiring berkembangnya jaman, tari ini mulai digemari oleh para gadis dan masyarakat sekitar. Ibu saya contohnya, dari sejak kecil ia diajarkan budaya “fanari moyo” yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “menari elang”. Ibu saya senang mempelajari tari moyo ini, hingga akhirnya ia mendapat juara 1 se-pulau nias dalam kegiatan lomba tari moyo pada usia 11 tahun. Selain untuk hiburan, tari...

avatar
OSKM18_16118082_Daeli
Gambar Entri
Ikan Tombur Khas Tapanuli
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Indonesia merupakan negara dengan kebudayaan yang beragam.Mulai dari pakaian adat,bahasa,hingga makanan.Salah satu makanan yang khas yaitu ikan tombur yang merupakan khas dari Tapanuli.Ikan yang biasa dimasak yaitu ikan mujair,nila,lele,atau ikan mas. Untuk memasak ikan tombur dibutuhkan bahan-bahan yaitu: Bahan: 1 ekor ikan (bisa ikan mujair,nila,lele,atau mas) ,50 gram kemiri Bumbu: 100 gram cabe merah, 50 gram cabe rawit, 100 gram rias, 5 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 2 buah tomat, perasan jeruk nipis secukupnya, garam secukupnya, andaliman secukupnya Hal pertama yang harus dilakuan yaitu bakar ikan lalu dibumbui dengan sambal tombur.Setelah itu ada beberapa bumbu yang harus dibakar yaitu bawah putih, bawang merah dan kemiri.Sedangkan,cabe,rias dan tomat digoreng.Lalu semua bumbu tersebut digiling halus ditambahkan andaliman serta garam secukupnya sesuai selera. Ikan yang sudah dibakar terakhir disiram dengan bumbu yang sudah digiling atau bumbu bisa dipi...

avatar
Oskm18_19718035_jordan